Iklan Sosial
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:28:50
Politik

PWNU DIY Haramkan Nonton ILC tvOne, Komisi I: Ikuti Undang-undang

Sebarkan:
Detik.com
Wakil Ketua Komisi I Bambang Wuryanto
Jakarta - Komisi I DPR RI mengingatkan agar protes atas tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne dilakukan sesuai dengan undang-undang. Undang-Undang Penyiaran ditegaskan mengatur tata cara jika ada kelompok masyarakat yang ingin memprotes tayangan televisi.

"Kita ini kan harus menjalankan peraturan perundang-undangan. Dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka tayangan ILC bukan tayangan yang boleh dibubarkan," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Bambang Wuryanto kepada detikcom, Sabtu (18/8/2018).

"Kalau menurut jalur undang-undang, kalau nggak setuju ya melakukan somasi dan minta klarifikasi atau apa dalam somasinya," sambungnya.

Hal itu disampaikan Bambang saat ditanya soal Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DIY yang mengeluarkan fatwa haram menonton tayangan ILC di tvOne karena dinilai provokatif dan mencemarkan nama baik. Bambang sendiri menilai fatwa tersebut cuma untuk kalangan internal.

"Kalau memang suatu kelompok kecil mengeluarkan fatwa itu sifatnya internal. Kalau internal itu nggak perlu dipublikasikanlah, 'Eh itu nggak usah ditonton itu, nggak baik.' Kan begitu, itu bersifat untuk kelompok kecil. Kita kan negara hukum," ucapnya.

Fatwa haram tersebut keluar dalam diskusi hukum agama yang digelar LBM PWNU DIY di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Yogyakarta, pada Jumat (10/8). Diskusi tersebut dipimpin langsung Ketua LBM PWNU DIY Fajar.

Fajar mengatakan diskusi hukum agama tersebut berangkat dari keresahan masyarakat terhadap tayangan televisi yang provokatif, seperti ILC. Lantas, masyarakat meminta fatwa dari LBM PWNU DIY untuk dijadikan pedoman.

"Pertanyaannya (masyarakat) begini, 'bagaimana hukum menayangkan program televisi yang mengandung konten provokatif dan pencemaran nama baik seperti ILC?'," kata Fajar saat dihubungi detikcom, Kamis (16/8) kemarin.

"Kemudian kita jawab, 'hukumnya menayangkan program televisi dalam acara apa pun, termasuk ILC, yang mengandung konten provokatif dan ada unsur pencemaran nama baik, hukumnya haram'," lanjutnya.

Alasannya, ujar dia, konten provokatif dinilai bisa menimbulkan fitnah di tengah masyarakat. Tak hanya itu, di antara warga juga bisa saling mencela dan menghujat akibat terprovokasi konten tersebut.

Adapun dasar fatwa haram dari LBM PWNU DIY adalah nash (ketetapan) Alquran, seperti keterangan dalam Surat Al-Maidah ayat 8 dan nash hadis. Kemudian juga dari kitab 'Ihya Ulumuddin' karya Iman Ghazali dan kitab-kitab kuning lainnya.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 17 November 2018 | 09:34:37

Tips Menggoreng Terong Agar Tidak Terlalu Lembek

JAKARTA Terong bisa diolah jadi aneka hidangan lezat. Salah satunya adalah membuat terong goreng yang kemudian bisa dinikmati dengan sambal. Cuma kadang masalahnya terong jadi terlalu lembek bila digoreng
Sabtu, 17 November 2018 | 09:30:01

Agar Lebih Optimal, Ini Aturan Gunakan Pelembap Wajah Saat Cuaca Panas

JAKARTA Teriknya matahari membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Tidak hanya itu, kita yang memiliki tipe kulit berminyak, pasti situasi ini pun akan cukup menganggu. Wajah akan terlihat mengilap, bukan kar
Sabtu, 17 November 2018 | 09:26:48

Bukan Hanya Gula, Melakukan Waxing Bisa dengan Odol

JAKARTA Memiliki bulu yang lumayan tebal di bagian tubuh, khususnya tangan, kaki dan ketiak biasanya membuat banyak orang merasa tidak percaya diri, apalagi bagi perempuan. Untuk menghilangkan bulu tersebut
Sabtu, 17 November 2018 | 09:22:10

Masker Lemon Ampuh Hilangkan Ketombe, Begini Cara Membuatnya

JAKARTA Salah satu masalah rambut yang kerap terjadi pada setiap orang ialah ketombe. Selain membuat kulit kepala gatal, ketombe juga dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Nah, tak perlu melak
 
Berita Lainnya
Jumat, 16 November 2018 | 15:00:19

Polemik Janji Koalisi, PKS Sarankan Prabowo Temui SBY

Jakarta - PKS menyarankan Ketum Gerindra yang juga capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, bertemu dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini menyusul kritik SBY terhadap Sekjen
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:56:43

Kubu Humphrey Dukung Prabowo, PPP: Kelompok Ilegal

Jakarta - PPP versi Muktamar Jakarta menyatakan dukunganya kepada capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PPP kubu Romahurmuziy (Rommy) menyebut PPP yang mendukung Prabow
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:19:38

Gerindra Tepis PAN soal Banyak yang Tak Positif di Kubu Prabowo

JAKARTA - Wasekjen PAN Faldo Maldini mengamini pernyataan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait banyak pihak yang tidak positif di lingkungan capres Prabowo Subianto. Gerindra menepis anggapan tersebut."J
 
Jumat, 16 November 2018 | 11:12:14

Selain SBY-Mega, Fahri Hamzah Juga Tantang Prabowo

JAKARTA - Presiden RI ke-5 dan ke-6, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik capres Prabowo Subianto. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai kritik tersebut harus ditanggapi positif oleh
 
Jumat, 16 November 2018 | 11:03:22

Saling Jawab SBY-Sekjen Gerindra, Tim Jokowi: Kubu Prabowo Tak Solid

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menjawab soal janji kampanye yang disinggung Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Am
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:59:00

Sepakat dengan Mega, PAN Akui Banyak yang Tak Positif di Kubu Prabowo

JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa kasihan dengan capres Prabowo Subianto karena faktor orang-orang yang ada di sekeliling Ketum Partai Gerindra itu. PAN mendukung pernyataan Me
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:45:37

Twit SBY Dianggap Jawab Kegalauan Pendukung Prabowo

JAKARTA - Dua mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti visi misi Prabowo Subianto. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satri
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:13:38

SBY Kritik Sekjen Gerindra, Fadli Zon: Beda Pendapat Biasa

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi usai disinggung oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani terkait janji untuk membantu kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:03:14

SBY-Mega Soroti Visi Misi, PSI: Tamparan ke Prabowo

JAKARTA - Dua mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti visi misi capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. PSI menilai hal itu seolah tamparan untuk K
 
Kamis, 15 November 2018 | 22:41:49

Kampanye di Kubu, Dewi Juliani : Saya Nggak Pandai Berjanji, Amanahkan ke Saya Insya Allah Saya Emban

ROKANHILIR-Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) nomor urut 6 (enam) Dewi Juliani SH mengawali Kampanye Dialogisnya di wilayah Keca
 
Kamis, 15 November 2018 | 16:08:45

Demokrat Anggap Prabowo Punya Tanggung Jawab ke Partai Pengusung Agar Tak Almarhum

JAKARTA - Hubungan Demokrat dan Gerindra tengah tak harmonis. Kedua partai saling menagih janji di Pilpres 2019. Awalnya, Gerindra mengungkit komitmen Ketua Umum Partai Demokrat Susilo
 
Kamis, 15 November 2018 | 15:54:21

Sandiaga Kagumi UMKM Purwakarta, Dedi Mulyadi: Saya Bupati & Jokowi Presidennya

PURWAKARTA - Denyut perekonomian masyarakat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) berkembang pesat sejak beberapa tahun terakhir. Calon Wakil Presiden RI
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:35:17

Panas-Dingin Gerindra-PD, PKS Tetap Yakin 2019 Ganti Presiden

Jakarta - PKS menepis anggapan ada kerenggangan di dalam tubuh koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait saling ungkit janji antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat. PKS yakin koalisi tet
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:25:55

Golkar Nilai Dukungan Soetrisno Bachir Bisa Tambah Kekuatan Jokowi

Jakarta - Mantan Ketum PAN Soetrisno Bachir seolah menunjukkan dukungannya kepada petahana Joko Widodo dengan hadir pada peluncuran buku KH Ma'ruf Amin. Dukungan Soetrisno dianggap bisa menambah keku
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:16:36

Demokrat Tagih Janji, Gerindra Siapkan Kampanye Duo Sandi-AHY

Jakarta - Hubungan Partai Gerindra dan Partai Demokrat (PD) sedang panas-dingin gegara janji-janji politik yang kembali diungkit. Partai Gerindra menegaskan semua janji sedang dalam proses dan menyiapkan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top