Iklan Sosial
 
Senin, 16 Juli 2018 | 14:36:41
Politik

PAN: Tak Ada Salahnya Jokowi Pelajari Pola Kepemimpinan Soeharto

Sebarkan:
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay (tengah).
Jakarta - Partai Berkarya meminta Presiden Joko Widodo ikuti jejak Presiden RI ke-2 Soeharto, salah satunya soal mengatasi persoalan sosial dan ekonomi. Partai Amanat Nasional (PAN) menilai tak ada salahnya Jokowi melakukan hal itu.

"Terkait dengan usulan itu, saya melihat tidak ada salahnya Jokowi mempelajari pola kepemimpinan Soeharto, termasuk cara dia mengatasi persoalan stabilitas sosial dan ekonomi," kata Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada detikcom, Senin (16/7/2018).

Menurut Saleh, meski banyak persoalan yang ditinggalkan oleh Soeharto, namun, tidak bisa dipungkiri stabilitas nasional mampu dijaga hingga 32 tahun.

"Jokowi tentu bisa mengambil hal-hal yang baik dan positif dari Presiden Soeharto," ujarnya.

Apalagi, menurut Saleh, selama ini Jokowi hanya terkesan mengikuti jejak Presiden ke-1 Soekarno saja. Padahal, sebagai presiden, ia harus mengambil sisi-sisi positif pemerintah sebelumnya.

"Selama ini, Jokowi terkesan hanya mengambil pelajaran dari Soekarno saja. Mestinya, semua mantan presiden dipelajari dan diikuti keunggulannya masing-masing. Termasuk dari Presiden Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY. Mana tahu dengan belajar dari mereka, Presiden Jokowi bisa lebih cepat mengatasi berbagai persoalan dan mempercepat terciptanya kesejahteraan sosial," tutur Saleh.

Kendati demikian, Saleh menduga ada motif terselubung di balik permintaan Partai Berkarya itu. Menurutnya, Partai yang disebutnya ingin mengembalikan pemerintahan ke trah Soeharto itu tengah mencoba mencari simpati dan dukungan masyarakat jelang Pemilu 2019.

"Partai Berkarya mau menjadikan ketidakstabikan ekonomi tersebut sebagai pintu masuk untuk mencari simpati dan dukungan masyarakat," kata Saleh.

"Kalau ini diikuti, Partai Berkarya bisa mendapatkan nama dan pengakuan. Saya melihatnya sesederhana itu," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso mengusulkan Jokowi menjalankan ajaran Soeharto untuk mendapatkan solusi dari masalah Indonesia saat ini. Ajaran tersebut mengenai pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas, dan trilogi pembangunan.

"Ekonomi kita belum ada tanda-tanda perbaikan. Presiden Jokowi kami akui berhasil juga membangun infrastruktur yang cukup spektakuler, tapi di saat bersamaan, sayangnya dibarengi dengan utang luar negeri yang semakin mencekik leher, angkanya adalah angka yang terbesar sepanjang politik dan ekonomi kita," ujar Prio di kantor DPP Berkarya, Jl Pangeran Antasari, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Minggu (16/7).


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 20 Agustus 2018 | 11:51:07

Ketum Dharma Pertiwi : Generasi Muda Penerus Estafet Pembangunan Bangsa

JAKARTA - Generasi muda sebagai penerus estafet pembangunan bangsa harus memiliki dan memperkuat karakter diri, keterampilan kerja dan dilengkapi dengan daya inovasi dan kreatifitas yang baik, sehingga memili
Senin, 20 Agustus 2018 | 11:43:18

Jemaah Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah rayakan Idul Adha hari ini

JAMAAH Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah merayakan Idul Adha 1439 H pada hari ini, Senin (20/8). Salat Id telah dilaksanakan dan dipusatkan di tiga lokasi di Indonesia. "Ya benar, Tarekat Naq
Senin, 20 Agustus 2018 | 11:34:02

Polisi amankan satu dari enam pelaku pembacok tukang sate di Bekasi

JAKARTA - Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota meringkus satu dari enam pelaku begal terhadap tukang sate di Jalan Bintara 17, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Selasa (7/8) lalu. Peristiwa ini viral k
Senin, 20 Agustus 2018 | 11:31:12

Kembali Dapat Emas, Jokowi Optimistis RI Masuk 8 Besar Asian Games

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) senang atlet Indonesia bisa kembali menyumbang medali emas di ajang Asian Games ke-18. Emas kali ini didapat dari cabang olahraga Wushu yang dipertandingkan oleh
 
Berita Lainnya
Senin, 20 Agustus 2018 | 11:07:17

Hanura: Mahfud Pindah Dukungan atau Tidak Tergantung Suasana Hati

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah mengomentari pertemuan Mahfud MD dan Sudirman Said, juga kemungkinan Mahfud 'pindah club'. Menurut Inas, sikap Mahfud tetap mendukung Presi
 
Senin, 20 Agustus 2018 | 10:53:24

Mahfud Md Tolak Tawaran Jadi Ketua Timses Jokowi

Jakarta - PDIP mengungkap Mahfud Md telah ditawari menjadi ketua tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Namun ternyata Mahfud menolaknya."Jadi ketika diminta untuk untuk menjadi Ketu
 
Senin, 20 Agustus 2018 | 10:48:25

Sudirman Said Temui Mahfud Md, Golkar: Tak Etis Goda Orang Setia

JAKARTA - Mahfud Md mengungkap dalam pertemuannya dengan Sudirman Said, ada rayuan untuk 'pindah klub'. Partai Golkar menilai godaan dari Sudirman itu tak etis."Menggoda orang yang setia sebenar
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 16:45:54

PDIP: Maruf Lebih Unggul soal Ekonomi Keumatan dari Sandi

Jakarta - PDIP mengatakan bakal cawapres Joko Widodo (Jokowi), Ma'ruf Amin, lebih unggul di bidang ekonomi keumatan dibanding Sandiaga Uno. Alasannya, Ma'ruf pernah menjadi Ketua Komisi VI."Kiai M
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 16:29:33

Obor Mati Jokowi Dipolitisir, PPP: Jangan Pakai Ilmu Klenik Lah!

Jakarta - Pendukung Prabowo Subianto menjadikan matinya obor Asian Games Presiden Joko Widodo sebagai isu politik. Sekjen PPP Arsul Sani mengumpamakannya sebagai tindakan berbau klenik."Sudah lah, nggak usa
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:58:59

Gerindra: Prabowo-Sandi Ingin Temui Jokowi Agar Pilpres Gembira

Jakarta - Gerindra mengatakan rencana bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertujuan membuat Pilpres riang gembira. Silaturahmi ini juga menjauhk
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:39:15

Zulhas sebut ketua tim pemenangan Prabowo bakal disepakati koalisi

JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tak menyoal adanya kabar Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:17:54

Negative Campaign Obor Jokowi Mati, Elite PD: Ini Tahun Politik!

JAKARTA - Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyoroti politisasi obor Asian Games yang mati saat dibawa Presiden Joko Widodo. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean menilai ne
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 12:06:22

PSI Godok Kampanye Kreatif Gaet Milenial Pilih Jokowi-Maruf Amin

Jakarta - PSI tengah mempersiapkan berbagai konten menarik untuk menggaet suara milenial memilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Apa yang akan dibuat oleh PSI?"PSI dipercaya menjadi direktur konten (visi, mis
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:28:50

PWNU DIY Haramkan Nonton ILC tvOne, Komisi I: Ikuti Undang-undang

Jakarta - Komisi I DPR RI mengingatkan agar protes atas tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne dilakukan sesuai dengan undang-undang. Undang-Undang Penyiaran ditegaskan mengatur tata cara jika ada
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:18:26

Ketum GP Ansor: Kiai Maruf Amin Pemimpin Tertinggi, Wajib Dukung

Magetan - Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta anggotanya tidak salah menentukan pilihan di Pilpres 2019. Dukungan diberikan ke Jokowi-Ma'ruf Amin."Kan jelas ada dua pasangan, Pak Prabowo dan Pak
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 10:56:17

Fadli-Fahri Temui Habib Rizieq, Ijtimak Ulama II Tetap Digelar

JAKARTA - Ijtimak Ulama II akan tetap berlangsung meski Habib Rizieq sudah bertemu dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan politikus Fahri Hamzah di Mekah. Fadli dan Fahri bertemu Rizi
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 10:45:33

Diprotes Wadah Pegawai, KPK Tetap Rotasi Pejabat Internal

JAKARTA - Pimpinan KPK memastikan rotasi terhadap pejabat setara eselon II dan eselon III tetap dilakukan. Rencananya pelantikan hasil rotasi di KPK dilakukan Jumat (24/8). "Setelah ada keberatan pega
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:37:58

Tifatul Puji Pidato Jokowi, Tapi Singgung Keluhan Emak-emak

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Tifatul Sembiring memuji pidato yang disampaikan Presiden Jokowi. Terutama saat disampaikan soal infrastruktur."Saya menyoroti khususnya pembangunan infrastruktur ya. S
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:43:55

Jokowi: Pemerintah Berupaya Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

Jakarta - Presiden Jokowi menyinggung kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu dalam pidato HUT ke-73 RI di DPR. Jokowi menegaskan, kasus HAM masa lalu akan diselesaikan."Pemerintah
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top