Iklan Sosial
 
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:07:46
Politik

PAN: Kalau Prabowo Nggak Maju Capres Komunikasi Parpol Lebih Mudah

Sebarkan:
Prabowo Subianto
Jakarta - Dinamika koalisi di partai oposisi masih terus berlanjut. PAN menilai, komunikasi politik antara parpol akan menjadi lebih mudah andai Ketum Gerindra Prabowo Subianto tak memilih maju jadi capres di Pilpres 2019.

"Tentu kalau misal tiba-tiba Pak Prabowo dengan legawa sebagai negarawan sejati menjadi king maker, misal 'sudahlah saya nggak maju, saya serahkan kepada Anies atau Gatot', ya mungkin itu lebih memudahkan komunikasi dengan partai-partai lain di luar Gerindra," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Yandri mengatakan PAN siap dengan segala kemungkinan skenario di Pilpres 2019. Bila kader PAN tak jadi capres/cawapres, PAN disebut Yandri tak berkeberatan.

Alasannya, PAN sedari awal juga mempertimbangkan sosok non-parpol seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Padahal di lain sisi, PAN punya 4 jagoan dari internal partai yang merupakan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan 3 eks Ketum PAN Amien Rais, Hatta Rajasa, dan Soetrisno Bachir.

"PAN tidak ngoyo dan ngotot, karena koalisi ini bersama-sama. Di luar internal kami ada Anies dan Gatot. Buat kami sama saja peluangnya jadi capres atau cawapres," sebut Yandri.

"Tapi kalau misal Pak Prabowo toh maju menggandeng Bang Zul, ya dia (Zulkfili) nggak akan keberatan," imbuh dia.

Yang penting, kata Yandri, adalah membangun pondasi koalisi yang kokoh. Parpol atau tokoh-tokoh parpol tak perlu saling memaksakan kehendak.

"Yang lebih jalan tengah istilah saya itu kalau partai politik ini tidak mengedepankan ego masing-masing. Misal, yaudahlah ketum nggak perlu maju. Kader terbaik nggak perlu maju. Kita cari kader bangsa yang lain, tapi kita bangun koalisi yang kuat. Saya pikir itu bisa membuat pola baru koalisi," ujar Yandri.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 14 November 2018 | 18:39:40

Kutip Uang Jutaan Rupiah Atas Nama Kapolda, Akiong Dijadikan Tersangka

UJUNGTANJUNG-Berdasarkan laporan dari Andi dan belasan warga ke Mapolres Rohil, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/202/X/Riau/Res Rohil, tertanggal 19 Oktober 2018. Maka, berdasarkan dari hasil pemeriksaan Sat Re
Rabu, 14 November 2018 | 17:47:20

Kenali Lebih Dekat Alat Pantau Kamla di SPKKL Aceh

ACEH-Sejumlah pelajar dan taruna dan taruni dari beberapa sekolah dan akademi berkunjung ke SPKKL Aceh untuk melihat dan mengenal lebih dekat tugas yang dijalankan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan La
Rabu, 14 November 2018 | 16:54:32

Insiden Tembok SD Roboh Makan Korban Jiwa, Ini Komentar Sekolah

PEKANBARU - Peristiwa robohnya tembok SDN 141 Pekanbaru telah memakan korban jiwa dua orang, yakni Yanita Octavilozy dan William Maleaki. Menanggapi hal itu, Komite Sekolah SD Negeri 141 Pekanbaru Rostami
Rabu, 14 November 2018 | 16:44:58

38 Kg Sabu Jaringan Internasional Gagal Beredar, 4 Tersangka Ditangkap

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil mengagalkan upaya penyelundupan Narkotika narkotika jenis sabu sebanyak 38 kilogram dan 30.000 butir ekstasi di perairan Langsa Aceh. Adapun oper
 
Berita Lainnya
Rabu, 14 November 2018 | 15:30:12

Soal Dana Kampanye, Sandiaga: Dulu Pahe Kini Pahese

Bandung - Cawapres Sandiaga Uno mengaku kekurangan dana untuk kampanye di lima bulan tersisa jelang Pilpres 2019. Terutama soal memenuhi kebutuhan pembuatan dan distribusi alat peraga kampanye (
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:54:39

Gerindra Dukung Titiek: Aneh Presiden Banyak Bohong Minta Dua Kali

Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengulas sejumlah janji Presiden Joko Widodo dan berbicara soal orang bohong yang minta dipilih 2 kali. P
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:48:38

Kritik Jokowi, Titiek: Ibu-ibu Uang Rp 50 Ribu Dapat Apa di Pasar?

Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Titiek Soeharto mengulas janji swasembada pangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam kampanyenya di Cilegon, Banten. Selain itu, Titiek mengulas soal angka pen
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:40:56

Timses: Prabowo-Sandi Selalu Tobat, Tidak Harus Diumbar-umbar

Jakarta - PSI meminta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertobat dan hijrah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyindir balik PSI."Senang adanya imbauan tobat dan hijrah, ajakannya sem
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:26:37

NasDem Jawab Titiek: Era Soeharto Berapa Tahun Baru Swasembada?

Jakarta - Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengulas sejumlah janji Presiden Joko Widodo dan berbicara soal orang bohong yang minta dipilih 2 kali. Partai NasDem menyebut Jokowi tak ber
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:19:04

Maruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu Soal Pernyataan Budek-Buta

Jakarta - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu RI terkait pernyataan 'budek-buta' bagi mereka yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:08:48

Kampanyekan Prabowo, Titiek: Kami akan Teruskan Program Pak Harto

Cilegon - Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Titiek Soherto mengungkit zaman Orde Baru yang pernah swasembada pangan saat mengampanyekan Prabowo di Cilegon. Keberhasilan swasembada itu sampai mendapat pe
 
Rabu, 14 November 2018 | 13:44:00

Melihat Lagi Janji Jokowi soal Swasembada yang Diulas Titiek

Jakarta - Putri Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menganggap Jokowi berbohong soal janji swasembada. Menurut Titiek, Jokowi pernah berjanji akan swasembada padi,
 
Rabu, 14 November 2018 | 13:35:23

Titiek Singgung Jokowi Bohong, Inas: Jangan Cuma Mau Sang Mantan Menang

Jakarta - Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengulas sejumlah janji Presiden Joko Widodo dan berbicara soal orang bohong yang minta dipilih 2 kali. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:39:39

Gerindra Masih Setengah Hati Serahkan Kursi Wagub DKI ke PKS

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan hingga saat ini masih bekerja sendirian. Pasalnya, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih berkutat dalam drama perebutan kursi Wakil
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:05:04

Prabowo Dituduh Mobilisasi Anak di 211, Timses: Salah Alamat!

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin melaporkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Bawaslu atas tuduhan memobilisasi massa anak-anak di Aksi Bela Tauhid 211. Timses Prabo
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:54:55

Ketua DPD Riau Dukung Jokowi, Sekjen PAN Tegaskan Kader Wajib Dukung Prabowo

JAKARTA - Ketua DPD PAN Provinsi Riau, Irwan Nasir dikabarkan mendukung pasangan capres cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf. Bahkan Irwan dikabarkan datang ke acara deklarasi du
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:46:09

Dukung Jokowi-Maruf, Ketua DPD PAN Riau Diminta Bertaubat atau Mundur

RIAU - Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Riau, Irwan Nasir terang-terangan memberi dukungan politiknya untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf. Bahkan Irwan ikut hadir
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:37:24

Sepakat dengan Gustika, Meutia Minta Bung Hatta Tak Dipolitisasi

Jakarta - Seruan agar sosok Mohammad Hatta tidak dipolitisasi bukan hanya datang dari cucunya, Gustika Jusuf Hatta namun juga dari anak Bung Hatta, Meutia Hatta. Meutia juga bicara soal sosok Bung H
 
Selasa, 13 November 2018 | 13:50:50

KPU Dumai Pleno DPTHP-2, Pemilih Kota Dumai Bertambah 3.482 Pemilih

DUMAI - KPUD Kota Dumai melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPHTP-2) untuk Pemilu 2019 mendatang pada Senin (12/11/2018).Berdasarkan hasil rapat pleno
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top