Iklan Sosial
 
Kamis, 12 Juli 2018 | 10:45:05
Politik

Kader NTB kecewa sikap elite Demokrat ancam sanksi Tuan Guru Bajang

Sebarkan:

Pernyataan sebagian elit DPP Partai Demokrat yang akan memberi sanksi pada M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang terkait dukungannya kepada Presiden Joko Widodo untuk dua periode mendapat respons kader Partai Demokrat di Nusa Tenggara Barat.

Kader Partai Demokrat NTB M Nashib Ikroman di Mataram, Rabu (11/7), menilai banyak sikap tidak simpatik dari para elit DPP Partai Demokrat dengan hadirnya Tuan Guru Bajang (TGB) yang merebut perhatian di pentas politik nasional.

"Sebagai kader Demokrat asal NTB, terus terang saya kecewa dengan sikap para elite di DPP Partai Demokrat yang tendensius dan menganaktirikan hadirnya TGB di pentas nasional," kata Acip, panggilan akrab Nasib Ikroman yang juga Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Daerah Partai Demokrat NTB.

Dia mencontohkan, salah satu petinggi Partai Demokrat seperti Syarief Hasan yang mewacanakan sanksi atas sikap kader partainya, dinilai tidak simpatik dan mengecewakan para kader partai. Padahal Ketua Umum Partai Demokrat SBY belum memutuskan apa pun atas sikap yang diambil TGB.

"Tidak hanya di NTB tapi juga di daerah lain (banyak kader kecewa), hanya mereka tidak berani bertentangan dengan para elit," ujarnya seperti dikutip Antara.

Menurut Acip, seharusnya para elit Partai Demokrat memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama pada semua kadernya.

"Partai Demokrat sebagai parpol yang memiliki ideologi nasionalis religius, justru menganaktirikan TGB yang jelas-jelas profilnya sangat 'pas' dengan Partai Demokrat, sebagai figur yang nasionalis dan religius," ungkap Acip.

Sejauh ini, yang disampaikan TGB dalam pesan tausiyah dan sikap politiknya dalam menghadapi situasi kekinian, yakni "partai tengah" menunjukkan sikap relevan yang seharusnya menjadi sikap Demokrat.

Acip mengatakan, sebelum Pilkada berlangsung TGB selalu menyuarakan partai yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan. TGB selalu menyerukan sikap untuk "fastabiqul khoirot" dalam politik, tidak memecah belah bangsa hanya untuk kepentingan politik. "Apa yang disampaikan TGB 'pas' dengan visi Partai Demokrat," kata Acip.

Namun disayangkan, kata Acip, justru elit DPP Partai Demokrat mau menjatuhkan sanksi kepada TGB yang sudah membesarkan Demokrat di NTB. "Jadi saya rasa sangat wajar, bila saya sebagai kader Demokrat kecewa dan bersuara seperti ini," ujar Acip yang selama ini dikenal sebagai penggerak tim sukses yang memenangkan pasangan Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi dalam Pilgub NTB 2018.

Sebagai kader, Acip berharap para elit DPP Partai Demokrat lebih bijak dan mengimplementasikan prinsip-prinsip demokrasi dalam mengemudikan arah partai "Kami yakin, Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Bapak SBY melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi itu," katanya.


(Merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 08:44:31

Disomasi Nasdem, 720 Advokat Sukarela Bela Rizal Ramli

JAKARTA - Ekonom Dr. Rizal Ramli mengatakan siap menutut balik Partai NasDem karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya sebagai pakar ekonomi nasional dan internasional. "Kami juga bisa tuntut balik.
Rabu, 19 September 2018 | 08:41:54

5 Kadis Pariwisata Kabupaten Kota se-Riau teken MoA Pariwisata di Siak

SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak bersama empat pemerintah Kabupaten dan Kota lainnya di Provinsi Riau menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) terkait pembangunan kepariwisataan di Provinsi Riau. Pena
Rabu, 19 September 2018 | 08:39:00

Event Tour de Siak 2018 Magnet Bagi Turis Manca Negara

SIAK - Bupati Siak H Syamsuar pada acara Grand Opening Tour de Siak tahun 2018 yang berlangsung di pentas Siak Bermadah Senin malam (17/918). Mengatakan, event (tdsi) yang di laksanakan tahun ini merupaka
Rabu, 19 September 2018 | 08:36:24

Pemkab Meranti Buka Pendaftaran CPNS 2018, Jumlah Formasi 223 Orang

SELATPANJANG - Kabar gembira bagi putra-putri terbaik Kepulauan Meranti yang berminat menjadi PNS, sebab mulai besok 19 September 2018, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membuka seleksi pendaft
 
Berita Lainnya
Selasa, 18 September 2018 | 16:05:57

Permabudhi Doakan Jokowi 2 Periode

Jakarta - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) mendoakan Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih di Pilpres 2019. Jokowi dinilai layak memimpin 2 periode karena kinerjanya terbukti."Kami menyaksikan i
 
Selasa, 18 September 2018 | 14:59:38

PD Tanggapi Hanura: SBY Tak Sembunyi tapi Tepuk Dada di Hadapan Lawan

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersembunyi di balik foto Kepala KSP Moeldoko dibanding menuntaskan tudingan A
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:46:52

PSI Desak Anies Tolak M Taufik Jadi Wagub DKI

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik keras Partai Gerindra karena mengusulkan nama M Taufik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mendes
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:41:14

PKS: Pujian SBY ke Jokowi Tak Harus Diartikan Main Dua Kaki

Jakarta - Pujian Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kinerja Presiden Joko Widodo dinilai PKS sebagai hal wajar. PKS menyebut ungkapan itu tak harus dimaknai PD berma
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:26:13

PKB Akan Polisikan Ustaz Yahya Waloni karena Menghina Megawati, Maruf dan TGB

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya bakal mempolisikan Ustaz Yahya Waloni lantaran telah menghina Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:07:58

SBY Terharu Masyarakat Masih Mengingatnya Ketika Jadi Presiden

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, rakyat masih mengingatnya sebagai Presiden keenam RI. Ia pun merasa terharu ketika bertemu masyarakat dan masih mengingat ki
 
Senin, 17 September 2018 | 15:59:03

Timses Jokowi: Kami Takkan Hasilkan Kader-kader Kardus!

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut relawan dan unsur-unsur dalam timses akan bekerja secara militan. Timses Jokowi menjamin tidak akan mencetak kader-kader
 
Senin, 17 September 2018 | 15:55:48

Gerindra Masih Buka Peluang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya masih membuka peluang untuk mencalonkan kadernya yang menyandang status mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg)
 
Senin, 17 September 2018 | 15:49:21

Pemberitaan Asia Sentinel Menyudutkan SBY, Sekjen Demokrat Bilang Ada yang Menunggangi

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut munculnya artikel Asia Sentinel lantaran ada yang menunggangi jelang perhelatan politik seperti Pileg dan Pilpres di 2019 mendatang. Sebab, pember
 
Senin, 17 September 2018 | 15:18:45

Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin

JAKARTA - Partai Demokrat merasa ada pihak yang tak senang dengan eksistensi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam dunia politik Tanah Air. Hal itu terlihat dari kemunculan artikel di Asia Se
 
Senin, 17 September 2018 | 15:09:05

Timses Jokowi: Urusan Pecah Belah Itu Keahlian yang di Sana

Jakarta - Tim sukses Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menanggapi pernyataan GNPF Ulama soal memilih cawapres ulama sama saja memecah belah umat. Timses Jokowi menegaskan tidak punya keahlian un
 
Senin, 17 September 2018 | 15:06:02

Ijtimak dukung Prabowo, PDIP klaim Jokowi sudah jalankan program keumatan

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan Joko Widodo (Jokowi) telah menjalankan pakta integritas seperti yang diteken bersama pasangan Prabowo-Sandiaga tanpa d
 
Senin, 17 September 2018 | 11:00:06

Ijtimak Ulama II Dukung Prabowo, PKB: Representasinya Kecil

Jakarta - Ijtimak Ulama II menghasilkan keputusan mendukung bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PKB menilai GNPF-U merupakan kelompok kecil yang tak mewakili ulama se-Indonesia."Sa
 
Minggu, 16 September 2018 | 17:43:11

Bawaslu Temukan 746 DPT Ganda Pileg dan Pilpres Tahun 2019, KPU Rohul Langsung Bersihkan

ROKANHULU - Hiruk Pikuk elit politik nasional, soal tidak akuratnya data pemilih Pemilu 2019, serta kecurigaan masih banyaknya pemilih ganda yang masuk dalam pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) di seluruh Indonesia
 
Sabtu, 15 September 2018 | 11:29:21

Loncatan Mengejutkan Ridwan Kamil

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat loncatan politik. Dari semula mendukung Prabowo Subianto, kini Ridwan Kamil mendukung Joko Widodo (Jokowi).Pria 46 tahun ini semula diusung Gerindra saat m
 
 
 
Terpopuler

2

15 Sep 2018 09:58 | 255 views
Politik
Bawaslu Rohil Berkunjung, Ini Sambutan Cutra Andika

3

15 Sep 2018 10:02 | 196 views
Politik
Jaka Abdillah Apresiasi Langkah Konkrit Partai Hanura

4

15 Sep 2018 11:29 | 131 views
Politik
Loncatan Mengejutkan Ridwan Kamil

5

17 Sep 2018 15:18 | 128 views
Politik
Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin
 
 
 
 
 
 
Top