Iklan Sosial
 
Kamis, 12 Juli 2018 | 10:36:52
Politik

Prabowo terkunci mitra koalisi?

Sebarkan:
Merdeka.com

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih mencari tiket untuk maju di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Syarat ambang batas pencalonan presiden 20 persen memaksa Gerindra berkoalisi dengan partai lain demi mencalonkan Prabowo.

Gerindra tengah menjajaki pembentukan koalisi dengan partai-partai yang belum menentukan dukungan, ada PKS, PAN dan Demokrat. Masalah baru muncul, Prabowo dibuat bingung menentukan calon wakil presiden yang akan mendampinginya bertarung di Pilpres.

Ketiga partai mematok syarat agar kader mereka dipinang menjadi cawapres oleh Prabowo. Semisal, Demokrat menawarkan nama Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono, PKS mengajukan sekitar 9 nama cawapres serta PAN yang mendorong Ketua Umum Zulkifli Hasan. Muncul anggapan, Prabowo terkunci dengan kepentingan ketiga partai karena urusan cawapres.

Direktur Populi Center Ushep S Ahyar mengatakan manuver PAN, PKS dan Demokrat yang kompak mengajukan cawapres karena melihat kekuatan Prabowo tidak seperti dulu. Minimal, 5 tahun lalu atau tepatnya Pilpres 2014 saat melawan Joko Widodo. Kekuatan yang dimaksud bisa berupa elektabilitas, logistik serta pengaruh.

"Saya kira bisa biasa tawar menawar politik. Ini menunjukkan bahwa Pak Prabowo tidak setinggi pasaran zaman 5 tahun lalu," kata Ushep ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (11/7).

Ketiga partai, kata Ushep, tentu memiliki agenda sendiri dengan mengajukan cawapres. Salah satunya mendapatkan efek ekor jas (coattail effect) di Pemilu 2019.

"Mereka sadar betul kalau ada tokoh di partai itu diharapkan berpengaruh tren elektabilitas partainya. Dimana ada tokoh bisa membawa serta mengatrol partai-partai yang dimana tokoh itu," ujar Ushep.

Ushep menyarankan Prabowo membujuk ketiga partai untuk tidak memaksakan kader menjadi cawapresnya. Prabowo bisa menawarkan pembagian kekuasaan (power sharing) sebagai bahan kesepakatan.

"Ya kan tawaran untuk kalau berkuasa ini soal power sharing sumber power tidak hanya Wapres tapi ada sumber lain, seperti Menko. Tidak mendapatkan Wapres tapi yang lain dapat," paparnya.

Dalam menentukan cawapres dari kalangan partai, Ushep beranggapan Prabowo dan Gerindra bisa melihat beberapa ukuran objektif. Diantaranya, melihat besarnya kontribusi partai di koalisi, jumlah kursi di DPR serta kesamaan gagasan.

Ukuran objektif lain, lanjut Ushep, Prabowo harus memilih pasangan dengan latarbelakang berbeda dan bisa saling melengkapi. Kemudian, dia juga melihat mantan Pangkostrad membutuhkan seorang teknokrat yang menguasai pembangunan ekonomi atau dari kalangan religius.

"Saya kira mungkin tidak sama latar belakang Pak Prabowo dari militer, kalau sipil yang paham pembangunan ekonomi," jelas Ushep.

Sebelumnya, anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan partainya akan mengupayakan kadernya sebagai cawapres Prabowo di Pilpres 2019. PKS tidak hanya ingin menjadi 'penggembira' di ajang Pilpres.

Menurut Tifatul, siapapun capresnya yang diusung oleh partai besutan Prabowo Subianto itu cawapresnya harus berasal dari PKS. Nama yang menguat di internal PKS adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Tak berbeda dengan PKS, Partai Demokrat juga memasang 3 syarat sekaligus jika ingin Demokrat mendukung Prabowo. Syarat pertama adalah kesepakatan soal pasangan calon presiden dan wakil presiden. Demokrat konsisten mendorong Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono menjadi cawapres.

Syarat kedua adalah Demokrat minta dilibatkan dalam penyusunan visi misi capres-cawapres. Terakhir Demokrat ingin adanya kesetaraan jika akhirnya berkoalisi dengan Gerindra.


(Merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 21 Februari 2019 | 21:38:19

Tingkatkan Kesiapan Operasi, Bakamla Lakukan Pemeriksaan Kapal Bersama Tim Wasrik BPK

BITUNG- Agar selalu dapat menunaikan berbagai tantangan tugas di laut dengan sempurna, Biro Sarpras Bakamla RI secara berkala selalu melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang dimiliki Indonesian Coast Gua
Kamis, 21 Februari 2019 | 21:35:32

Alur Film The East Indies Harus Sesuai Sejarah Kemerdekaan Indonesia

JAWATENGAH-Alur  cerita dan setting pembuatan film  The East Indies  yang dilaksanakan oleh pihak penyelenggara  pembuatan film di beberapa wilayah lokasi shooting   harus sesuai d
Kamis, 21 Februari 2019 | 21:32:41

Panglima TNI Terima Tongkat Estafet Simposium

JAKARTA-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri simposium "Kembali Ke Jati Diri TNI" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), bertempat di Gedung A.H.
Kamis, 21 Februari 2019 | 11:48:27

Hasto Nilai Sudirman Said Serang Jokowi Soal Freeport karena Kecewa Dicopot

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan mantan menteri ESDM Sudirman Said telah gagal saat dulu diberi tugas untuk negosiasi dengan Freeport. Maka itu, dia membuat isu-is
 
Berita Lainnya
Kamis, 21 Februari 2019 | 11:48:27

Hasto Nilai Sudirman Said Serang Jokowi Soal Freeport karena Kecewa Dicopot

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan mantan menteri ESDM Sudirman Said telah gagal saat dulu diberi tugas untuk negosiasi dengan Freeport. Maka itu, dia membuat isu-is
 
Kamis, 21 Februari 2019 | 09:02:22

Gerindra Tepis Fadli Copy-Paste Incognito Jokowi: Jangan Kebakaran Jenggot!

JAKARTA - Belakangan ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengikuti gerak-gerik capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Setelah mengikuti gaya Jokowi pangkas r
 
Rabu, 20 Februari 2019 | 19:44:05

Meski Diusung PKS dan PAN Gubernur Riau, Syamsuar Dukung Jokowi

JAKARTA-Meskipun diusung oleh PAN dan PKS sebagai kendaraan politiknya dalam kontestasi Pemilihan Gubernura Riau kemarin, Syamsuar, setelah dilantik akhirnya menyatakan dukungannya untuk pasangan calon presiden
 
Rabu, 20 Februari 2019 | 16:58:38

Relawan Jokowi Tuntut Prabowo Minta Maaf Sebut Bandara Kertajati Monumen

BANDUNG - Barisan Relawan Desa (Berdesa) Jokowi 01 menuntut Capres 02 Prabowo Subianto meminta maaf terkait pernyataannya soal Bandara Kertajati, Majalengka, hanya menjadi monumen. Pernyataan itu dinilai
 
Rabu, 20 Februari 2019 | 13:56:04

Wapres JK: Kombatan GAM Dapat Jatah 2 Hektare Tanah setelah Akui NKRI

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui tidak tahu detail terkait lahan milik Capres 02 Prabowo Subianto seluas 120.000 hektare di Aceh Tengah, yang digunakan eks aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
 
Rabu, 20 Februari 2019 | 11:35:01

Waketum Gerindra: Lahan Prabowo Biayai Kampanye Jokowi Saat Pilgub DKI

JAKARTA - Kekisruhan soal kepemilikan lahan Ketua Umum Gerindra sekaligus capres, Prabowo Subianto, belum usai. Waketum Gerindra Edhy Prabowo mengingatkan lahan Prabowo membiayai kampanye Joko W
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 21:06:27

Danramil 02/ Tanah Putih Minta Para ASN Jaga Netralitas di Pemilu 2019

PUJUD- Danramil 02/Tanah Putih Kapt (Inf) Khairul Anwar meminta tim penegak hukum dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjaga netralitas dalam Pimilu  tahun 2019 yang akan datang. Khairul Awar opt
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:39:25

Jokowi Datang Sendiri ke Tambak Lorok, BPN: Skenario untuk Jualan di Debat

JAKARTA - Kunjungan incognito Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Tambak Lorok, Semarang, dibenarkan ketua RW setempat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berharap kunjungan
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:06:54

Jokowi Dilaporkan Pro-Prabowo, TKN Bicara Politik Kambing Hitam

JAKARTA - Tim Advokasi Indonesia Bergerak, Djamaluddin Koedoeboen yang merupakan pendukung capres Prabowo Subianto melaporkan capres Joko Widodo (Jokowi) ke Bawaslu atas ucapannya yang menyinggung lahan Prabo
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 14:01:02

Ketua Pemuda PBB Rohul, Dukung Joko Widodo - Maaruf Amin Milliki Jiwa Agamis dan Rendah Hati

ROKANHULU - Ketua Pemuda Partai Bulan Bintang (PBB) DPC Kabupaten Rokan Hulu, Riau Sawaludin mengaku bangga dan senang  mendukung pasangan Calon Presiden -Wakil Presiden Ir. H Joko Widodo-KH Ma'
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 10:34:32

Partai Garuda Usul KPU Sediakan Tempat Netral di Debat Berikutnya

JAKARTA - Partai Garuda memprotes KPU yang dianggap tidak memahami keberadaan partai yang masih netral pada Pilpres 2019. Partai Garuda meminta KPU menyediakan arena duduk netral di debat-debat
 
Senin, 18 Februari 2019 | 20:08:40

Jokowi Menguasai Persoalan Bangsa dan Berpengalaman

JAKARTA-Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Jokowi-Maruf Amin menyebut Jokowi sangat menguasai persoalan bangsa dengan jelas karena mempunyai pengalaman dalam memimpin.Ketua Harian TKN Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko, s
 
Senin, 18 Februari 2019 | 12:13:05

BPN Sebut Jokowi Curang Singgung Lahan Prabowo, TKN: Itu Soal Keadilan

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding capres petahana Joko Widodo curang di debat kedua Pilpres 2019 karena menyinggung soal lahan milik Prabowo. Tim Kampa
 
Senin, 18 Februari 2019 | 11:37:29

Jokowi Bantah Pakai Earpiece Saat Debat: Fitnah Nggak Bermutu

JAKARTA - Di media sosial, beredar tuduhan bahwa Jokowi mengenakan earpiece saat berada di panggung debat. Jokowi menepis tuduhan itu. Menganggapnya fitnah tak bermutu."Ah, ada-ada aja sih. Itu fitnah-fitnah
 
Senin, 18 Februari 2019 | 10:25:33

Soal Seruan Habib Rizieq, PKB: Semoga Munajat 212 Tak Dinodai Hate Speach

JAKARTA - Habib Rizieq Syihab mengajak umat Islam untuk meramaikan Monas pada acara Malam Munajat 212 pada Kamis (21/2). Anggota Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq menilai masyarakat sudah cerdas membedakan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top