Iklan Sosial
 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 14:25:03
Politik

KPU Soal Eks Napi Korupsi: Lebih Baik Kalah di Mahkamah Agung

Sebarkan:
Liputan6.com
Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjadi narasumber diskusi panel Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia di Jakarta, Jumat (23/2). Diskusi membahas Pilkada Serentak dan Pemilu dengan tema Pemilih Berdaulat, Negara Kuat.

Jakarta - Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terhadap larangan eks narapidana korupsi menuai penolakan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), DPR, dan Kementerian Dalam Negeri. Meski ditolak sedemikian rupa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap bergeming.

Wahyu Setiawan, Komisioner KPU, mengatakan lembaganya siap bertarung bila PKPU digugat ke Mahkamah Agung.

"Kita sepakat, kita ekstrem lebih baik kalah di uji di Mahkamah Agung ketimbang kita bersepakat dengan DPR," ujar Wahyu dalam satu diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (26/5/2018).

Dia mengatakan, norma perihal larangan eks narapidana korupsi sejatinya telah didiskusikan bersama dengan Bawaslu, meski kedua lembaga tersebut tidak menemukan kata kesepakat.

Sementara di lain pihak, dosen fakultas hukum Universitas Indonesia, Satya Arinanto mengkritisi sikap KPU yang mengkonsultasikan norma itu ke DPR, Bawaslu dan Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya sebagai lembaga independen KPU tidak perlu berkonsultasi terlebih dahulu.

Menanggapi hal itu, Wahyu menjelaskan konsultasi dilakukan KPU sesuai undang-undang yang berlaku. Namun, keputusan dari konsultasi itu dikatakannya tidak mengikat.

Sehingga, imbuh Wahyu, pihaknya bisa menentukan langkah apapun meski berseberangan dengan pihak terkait. Termasuk, kata dia, soal larangan eks narapidana korupsi menjadi caleg.

Matangkan PKPU

Diketahui, saat ini rancangan peraturan itu tengah dimatangkan oleh KPU. Selanjutnya, akan segera dikirim ke Kementerian Hukum dan HAM untuk disahkan.

Diharapkan rancangan PKPU mengenai pencalonan anggota legislatif dan pencalonan presiden serta wakil presiden dapat disahkan untuk diundangkan di Kementerian Hukum dan HAM. Termasuk poin yang melarang mantan narapidana korupsi menjadi caleg.


(Liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 20 Juni 2018 | 18:39:14

Sekdaprov bersama BPBD Riau Tinjau Lokasi longsor di Inhil

TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau  H. Ahmad Hijazi bersama Kepada Badan Penanggulanan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger, dan didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Da
Rabu, 20 Juni 2018 | 18:33:19

Menyusul Terjadinya Longsor, BPBD Inhil Imbau Warga Jalan Gerilya Parit 6 Mengungsi

TEMBILAHAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau warga Jalan Gerilya, Parit 6, Tembilahan Hulu mengungsi untuk sementara waktu menyusul terjadinya rentetan ben
Rabu, 20 Juni 2018 | 17:26:48

Sekda Siak Ingatkan ASN dan Honorer untuk tidak Menambah Libur

SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak (Pemkab Siak) mengimbau bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer untuk tidak menambah libur. Jika ASN masih menambah libur siap-siap sanksi tegas menanti. "Ya,
Selasa, 19 Juni 2018 | 17:56:40

Rata-rata Korban KM Sinar Bangun Komunitas Vespa, 49 Orang Belum Ditemukan

MEDAN - Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menegaskan bahwa hingga saat ini, pengaduan korban kehilangan telah mencapai 49 orang dan bisa saja nama-nama korban pengaduan bertambah, seiring semak
 
Berita Lainnya
Rabu, 13 Juni 2018 | 10:36:17

Kecewa dengan Fadli Zon, Aktivis NU ini Nyatakan Keluar dari Gerindra

Jakarta - Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman mundur dari partainya. Mundurnya aktivis Banser NU ini karena kecewa denganWakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang dianggap menghina Katib A
 
Rabu, 13 Juni 2018 | 09:28:23

Sebanyak 88 Kotak Surat Suara Pilgubri 2018 Tiba di Dumai

DUMAI - Sebanyak 88 kotak kardus surat suara Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018 telah tiba di Kota Dumai, Selasa (12/6/2018) petang.Setibanya di Kota Dumai, seluruh logistik yang dimuat mengguna
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 15:29:31

Jokowi Puji Amien Rais Sebagai Tokoh Berpengalaman dan Cocok Jadi Capres

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi angkat suara terkait rencana politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019 mendatang.   Jokowi
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 14:30:13

Partai Demokrat Godok Duet JK-AHY

Jakarta - Partai Demokrat (PD) masih terus mewacanakan poros ketiga di Pilpres 2019, dan kini mengajukan Koalisi Kerakyatan. PD pun memunculkan nama pasangan untuk diusung Koalisi Kerakyatan, yakni Jusuf
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 14:25:04

PDIP buka peluang koalisi dengan Gerindra, asal Capresnya Jokowi

Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, tidak akan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Hal itu tidak mungkin terjadi jika Gerindra tetap mengus
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 10:07:34

Nasdem: Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, Tanda Islam Indonesia Diakui

Jakarta - Indonesia baru saja terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Kemenangan ini didapat setelah Indonesia memperoleh 144 suara dari 190 negara anggota PBB dalam
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 09:54:29

Nasdem Minta Amien Rais Introspeksi Jika Ingin Jadi Capres 2019

Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Syarief Alkadri mengatakan peluang Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk menjadi calon Presiden (Capres) 2019 sulit terwujud. Sebab,
 
Senin, 11 Juni 2018 | 15:24:40

Politisi Hanura: Amien Rais sudah tak laku, sekadar dijadikan badut

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menilai, Amien Rais tengah berkhayal dengan menyatakan ingin maju sebagai Calon Presiden karena terinspirasi kemenangan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Moham
 
Senin, 11 Juni 2018 | 13:56:54

Peluang Amien Rais jadi capres di 2019 dinilai sulit

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean memprediksi Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais akan sulit mendapatkan tiket maju di Pemilihan Presiden 2019. Sebab, menur
 
Senin, 11 Juni 2018 | 11:23:57

Cak Imin Kritik Jokowi soal Impor, tapi Beri Pujian untuk Hal Ini

Jakarta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang masih menggunakan produk impor. Dia menyebut, kekurangan Jokowi di masa pemerintahaannya
 
Senin, 11 Juni 2018 | 11:02:14

Cak Imin: AHY Belum Cocok Jadi Capres

Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum cocok j
 
Senin, 11 Juni 2018 | 10:58:42

Di Hadapan Santri, Misbakhun Ungkap Alasan Golkar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Jakarta - Anggota DPR dari Partai Golkar Mukhamad Misbakhun membantah sejumlah isu negatif yang menyerang Presiden Jokowi. Dalam kunjungan ke pesantren di Pasuruan, Jawa Timur, Misbakhun mengatakan Jokowi
 
Senin, 11 Juni 2018 | 10:52:27

PKS soal Pencapresan Amien Rais: Lebih Baik Kasih Kesempatan yang Muda

Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai calon presiden (capres) 2019 sebaiknya berasal dari kalangan muda. Hal itu ia sampaikan terkait rencana Ketua Dewan Kehormatan
 
Senin, 11 Juni 2018 | 10:34:26

Amien Rais Siap Nyapres, Yusril Kultwit Ini

Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyatakan siap maju menjadi calon presiden 2019. Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, pun kultwit soal pemimpin dan menyinggung nama Amien Rais.Yusril k
 
Sabtu, 9 Juni 2018 | 16:38:04

Siap Bertemu Jokowi, Amien Rais: Rumah Saya 24 Jam Terbuka

Jakarta - Amien Rais memberi 'lampu hijau' untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo, yang selama ini kerap dikritiknya. Amien siap menyambut Jokowi bila mau datang ke kediamannya."Rumah say
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top