Selasa, 15 Mei 2018 | 15:45:01
Politik

JK nilai tak perlu terbitkan Perppu tentang terorisme

Sebarkan:
merdeka.com
Jusuf Kalla.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menilai, pemerintah tidak perlu menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang terorisme. Dia menjelaskan, tanpa Perppu pun para pelaku teroris akan dihukum.

"Enggak perlu perppu. Sebenarnya tanpa itu pun kan dijalankan. Kalau hanya rumusan siapa yang bunuh orang tapi salah terorislah. Siapa yang mau bunuh macam-macam berpegang kepada formulanya mana. Namanya lawan saja. Menjelaskan teroris itu siapa. Mengancam tanpa alasan yang jelas," kata JK di kantornya, Jl Merdeka Utara, Selasa (15/5).

Dia meminta kepada masyarakat agar menunggu DPR dan pemerintah merampungkan revisi UU nomor 5 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Dia juga berharap, pihak DPR bisa merampungkan pada akhir bulan ini atau Juni.

"Iya, kita harapkan bulan Mei, Juni ini bisa selesai," kata JK.

Dia juga menilai, upaya pemerintah untuk melibatkan TNI baik untuk mengatasi para teroris. Dengan melibatkan TNI dan Polri, JK menilai akan ada upaya lebih kuat untuk memberantas para teroris.

"Ya itu segera (re: disahkan RUU) mungkin peristiwa yang di Jakarta dan Surabaya menjadi pendorong tuntutan. Kan dulu siapa yang punya peran. Ya semua punya peranlah. Polisi pasti TNI juga punya kemampuan. Digabunginlah karena ini terlalu luas. Mungkin satu orang polisi punya kapolsek. TNI punya koramil. Jadi dilibatkan semua kan bagus," kata JK.

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak DPR untuk segera merampungkan revisi UU nomor 5 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Hal ini menyusul rangkaian teror bom di tiga gereja diSurabaya dan Sidoarjo pada Minggu (13/5) kemarin. Bom bunuh diri kembali terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi.

Jokowi mengatakan apabila DPR dan kementerian terkait tak dapat menyelesaikan RUU antiterorisme pada masa sidang yang dimulai 18 Mei. Maka, dirinya akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terorisme pada bulan Juni.

"Kalau nantinya Juni di akhir masa sidang ini belum segera diselesaikan saya akan keluarkan Perppu," kata Jokowi di JIExpo, Jakarta, Senin (14/5).

(Merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:57:35

Antropolog UGM: Tradisi Sedekah Laut Bukan Acara Penyembahan

Yogyakarta - Sedekah laut di Pantai Baru Pandansimo Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dibubarkan oleh sekelompok orang beberapa waktu lalu. Mereka beralasan tradisi tersebut syirik dan bertentanga
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:47:10

Mardani: Anak Sekolah Tak Boleh Teriak 2019 Ganti Presiden

Jakarta -Viral anak-anak sekolah mengampanyekan 2019 ganti presiden. Inisiator gerakan tagar 2019 Ganti Presiden, Mardani Ali Sera menyebut kasus itu menjadi perhatian."Kasus #2019GantiPresiden dan anak sekol
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:42:44

Pria Misterius Remas Payudara Tiga Perempuan di Pangkalan Bun Timbulkan Keresahan

KOBAR - Peristiwa kriminal dengan meremas organ intim wanita terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Tiga korban perempuan yang merupakan karyawan toko ponsel jadi korban
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:38:13

Mahasiswa Pembunuh Sopir Gocar di Palembang Divonis Hari Ini

Jakarta - Sidang kasus pembunuhan sopir Gocar, Try Wiyantoro di Palembang, Sumatera Selatan, kembali digelar hari ini, Rabu (17/10/2018). Agenda sidang adalah pembacaan vonis atau putusan terhadap
 
Berita Lainnya
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:47:10

Mardani: Anak Sekolah Tak Boleh Teriak 2019 Ganti Presiden

Jakarta -Viral anak-anak sekolah mengampanyekan 2019 ganti presiden. Inisiator gerakan tagar 2019 Ganti Presiden, Mardani Ali Sera menyebut kasus itu menjadi perhatian."Kasus #2019GantiPresiden dan anak sekol
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:56:55

Cutra : Partai Hanura Akan Membawa Perubahan

ROKANHILIR-Cutra Andika SH Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Rokan Hilir dalam kampanye yang dilaksanakan di Kepenghuluan Bagan Sapta Permai Kecamatan Bagan Sinembah pada tanggal 14 Oktober 2018 menyampaikan te
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:58:01

Gaya kampanye PKS: Diserang kubu Jokowi, tak dibela koalisi Prabowo

Pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman menuai kontroversi dalam konsolidasi nasional partainya di Hotel Bumi Wiyata, Minggu (14/10) lalu. Sohibul menyerukan tentang gaya kampanye para kadernya menghadapi P
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20:10

PSI: Gerindra Jangan Politisasi Peluru Nyasar di Gedung DPR

Jakarta - Anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw tak percaya peluru yang melesat ke ruangannya di Gedung DPR karena salah sasaran latihan anggota Perbakin. PSI meminta Gerindra untuk tak mempolitisasi mas
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:29:46

Cutra Andika Kampanyekan 10 Caleg Hanura, Ini Profilnya

ROKANHILIR-Pimpinan Ranting Partai Hanura Kepenghuluan Bagan Sapta Permai di bawah kepemimpinan Sabar memfasilitasi pelaksanaan Kampanye Dialogis terhadap 10 Caleg (Calon Legislatif) DPC (Dewan Pimpinan Cabang)
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:38:23

Ruangan Ditembak, Politikus Gerindra Sedang Terima Polisi dan Pendeta

Jakarta - Ruangan dua anggota DPR dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw dan anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama ditembak oleh orang tak dikenal. Saat penembakan terjadi, Wenny tengah menerima dua orang
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:32:35

Dikunjungi PSI, PGI Tetap Netral di Pemilu 2019

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengunjungi kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Meski sama-sama membawa semangat toleransi, PGI menyatakan tetap netral pada Pemilu 2019
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:28:33

Ruang Kerja Anggota DPR F-Golkar Juga Ditembak!

Jakarta - Peluru nyasar tak hanya melintas di ruangan anggota Fraksi Gerindra DPR Wenny Warouw. Peluru pun ada yang masuk ke ruangan Anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama."Lantai 13, rungan mas Bamba
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:20:21

PKS Izinkan Kampanye Negatif, PDIP Ibaratkan Jokowi Gatot Kaca

Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyerukan para kader untuk mengedepankan kampanye positif ketimbang kampanye negatif. PDIP juga mengibaratkan Jokowi sebagai Gatot Kaca."Itu PKS. Kalau PDI
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:18:21

Anggota DPR Gerindra: Ruangan Saya Ditembak, Peluru di Atas Kepala

Jakarta - Ruangan Anggota Fraksi Gerindra Brigjen (Purn) Wenny Warouw ditembak. Purnawirawan Polri itu menyebut peluru dari tembakan itu melintas di atas kepalanya. "Ditembak, pecah kacanya, tembus di plafon
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 14:13:21

Pihak SMA 87 Klarifikasi Kasus Tuduhan Guru Nelty ke Bawaslu DKI

Jakarta - Badan pengawas pemilu (Bawaslu) DKI memanggil pihak SMA Negeri 87 Jakarta untuk meminta klarifikasi terkait guru yang mendoktrin siswa. Guru tersebut dituduh menghasut siswanya untuk anti terhadap J
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:44:34

Prabowo Diskor Minus 3, PAN: Penilaian Subjektif Kubu Jokowi

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin memberi skor bagi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno minus tiga. PAN membela pasangan yang diusungnya dan menyebut itu hanya pandangan subje
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:05:27

Jurus Bangau Disindir Junior di Kubu Jokowi, Sandi Ngaku Tetap Cinta

Jakarta - Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia menyindir jurus bangau andalan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Apa kata Sandiaga?"
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 14:05:28

PSI ke Elite PAN soal Game of Thrones: Nontonnya Bagian Porno Aja?

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menanggapi pidato Game of Thrones Presiden Joko Widodo di IMF-World Bank dengan menyoroti adegan porno dan kekerasan dalam serial film itu. PSI
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:49:04

Tak Masuk Timses, Yenny Wahid Tegaskan Tetap Bantu Pemenangan Jokowi

Jakarta - Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menegaskan dirinya tak masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Yenny memilih berada di luar tim, namun t
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top