Iklan Sosial
 
Selasa, 13 Maret 2018 | 15:26:17
politik

Soal cawapres Jokowi, PDIP lirik sosok yang punya gagasan bangun ekonomi

Sebarkan:
merdeka.com
Megawati tetapkan Jokowi Capres 2019-2024.
Merdeka.com - Sejumlah nama calon wakil presiden mulai dimunculkan untuk mendampingi Joko Widodo dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Mulai dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang bisa dikenal Cak Imin, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy atau akrab disapa Rommy, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura yang juga Menko Polhukam Wiranto, Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla.

PDI Perjuangan sebagai salah satu partai yang mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres, sudah mengantongi daftar nama cawapres. Pada saatnya nanti akan terbuka sosok calon pendamping Jokowi di Pilpres.

"Urusan cawapres Pak Jokowi akan mengerucut pada waktunya," tegas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (13/3).

Hasto menegaskan, sosok cawapres Jokowi tidak cukup hanya berbicara figur. Yang dibutuhkan adalah orang yang memiliki gagasan dan bisa fokus meningkatkan perekonomian nasional. Karena itu PDIP mengajak mitra partai koalisi pendukung Jokowi untuk fokus melakukan penguatan kinerja ekonomi Indonesia.

"Konsentrasi utama PDIP saat ini adalah mendorong kerja sama Parpol pengusung pemerintah untuk menaruh perhatian besar pada aspek ekonomi, seiring dengan makin solidnya kondisi politik nasional saat ini."

Bukan tanpa alasan pentingnya fokus pada peningkatan perekonomian. Hasto melihat berbagai indikator perekonomian nasional menunjukkan arah positif. Dibuktikan dengan tingkat inflasi relatif rendah, pembangunan infrastruktur yang digenjot untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi biaya logistik tinggi, dan berimbas pada tingkat kepercayaan publik pada kinerja Jokowi yang terus meningkat.

"Ketika Pak Jokowi terpilih, harapan rakyat begitu tinggi, tetapi kendala perekonomian begitu besar, karena itulah konsentrasi utama kami saat ini adalah melakukan segala hal yang dianggap penting untuk meningkatkan kinerja perekonomian," jelasnya.

Menurutnya, mengingat pentingnya persoalan perekonomian maka siapapun yang akan bertarung di Pilpres 2019 sebaiknya menyampaikan gagasan terbaiknya untuk kemajuan perekonomian bangsa dan negara.

Selain itu, iklim kompetisi Pilpres 2019 harus menunjukkan peningkatan kualitas demokrasi. Para kandidat yang bertarung harus menampilkan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Hasto mengingatkan, kandidat yang membangun infrastruktur politik hanya untuk mencela, mengadu domba, dan menyampaikan hal-hal di luar kebenaran bakal ditinggalkan rakyat.

"Karena itulah kita isi tahun politik dengan berbagai hal yang positif untuk bangsa dan negara. Sebab tidak ada bangsa besar lahir, dengan cara permusuhan. Bangsa yang kuat akan lahir melalui gagasan besar yang membangun peradaban. Dan biarlah rakyat yang memilih pemimpinnya," tutupnya
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 20:15:08

Ini Tanggapan LBH Hanura Terhadap Rapat Eksternal Ops Mantap Brata Muara Takus 2019 Polres Rohil

ROKANHILIR-Rapat Eksternal Ops Mantap Brata Muara Takus 2019 Dalam Rangka Pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Polres
Rabu, 19 September 2018 | 16:00:49

PAN Khawatir MUI Terbawa Politik Praktis Jika Maruf Masih Ketua

Jakarta - PAN meminta bakal calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin melepas jabatannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). PAN khawatir MUI akan terseret dalam politik praktis ketika Ma'ruf
Rabu, 19 September 2018 | 13:52:23

Fahri Hamzah Tepis HNW: Sandiaga Itu Pedagang, Bukan Ulama!

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW menyebut bakal cawapres Sandiaga Uno termasuk golongan ulama. Fahri Hamzah tak sepakat. "Jadi ini ada kekacauan cara kita, semua, ber
Rabu, 19 September 2018 | 11:03:46

Saat SBY Absen Lagi di Pertemuan Koalisi Prabowo-Sandi

Jakarta - Koalisi Prabowo-Sandiaga tadi malam mengambil keputusan penting dengan menetapkan nama koalisi dan susunan timses. Namun, ada yang 'hilang' semalam yaitu sosok Ketum Partai Demokrat,
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 20:15:08

Ini Tanggapan LBH Hanura Terhadap Rapat Eksternal Ops Mantap Brata Muara Takus 2019 Polres Rohil

ROKANHILIR-Rapat Eksternal Ops Mantap Brata Muara Takus 2019 Dalam Rangka Pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Polres
 
Rabu, 19 September 2018 | 16:00:49

PAN Khawatir MUI Terbawa Politik Praktis Jika Maruf Masih Ketua

Jakarta - PAN meminta bakal calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin melepas jabatannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). PAN khawatir MUI akan terseret dalam politik praktis ketika Ma'ruf
 
Rabu, 19 September 2018 | 13:52:23

Fahri Hamzah Tepis HNW: Sandiaga Itu Pedagang, Bukan Ulama!

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW menyebut bakal cawapres Sandiaga Uno termasuk golongan ulama. Fahri Hamzah tak sepakat. "Jadi ini ada kekacauan cara kita, semua, ber
 
Rabu, 19 September 2018 | 11:03:46

Saat SBY Absen Lagi di Pertemuan Koalisi Prabowo-Sandi

Jakarta - Koalisi Prabowo-Sandiaga tadi malam mengambil keputusan penting dengan menetapkan nama koalisi dan susunan timses. Namun, ada yang 'hilang' semalam yaitu sosok Ketum Partai Demokrat,
 
Rabu, 19 September 2018 | 10:44:41

Gerindra Balik Serang PSI yang Sindir Nama Koalisi Prabowo Jadul

Jakarta - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Koalisi Indonesia Adil dan Makmur sangat jadul. Partai Gerindra menyerang balik
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:05:57

Permabudhi Doakan Jokowi 2 Periode

Jakarta - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) mendoakan Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih di Pilpres 2019. Jokowi dinilai layak memimpin 2 periode karena kinerjanya terbukti."Kami menyaksikan i
 
Selasa, 18 September 2018 | 14:59:38

PD Tanggapi Hanura: SBY Tak Sembunyi tapi Tepuk Dada di Hadapan Lawan

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersembunyi di balik foto Kepala KSP Moeldoko dibanding menuntaskan tudingan A
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:46:52

PSI Desak Anies Tolak M Taufik Jadi Wagub DKI

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik keras Partai Gerindra karena mengusulkan nama M Taufik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mendes
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:41:14

PKS: Pujian SBY ke Jokowi Tak Harus Diartikan Main Dua Kaki

Jakarta - Pujian Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kinerja Presiden Joko Widodo dinilai PKS sebagai hal wajar. PKS menyebut ungkapan itu tak harus dimaknai PD berma
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:26:13

PKB Akan Polisikan Ustaz Yahya Waloni karena Menghina Megawati, Maruf dan TGB

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya bakal mempolisikan Ustaz Yahya Waloni lantaran telah menghina Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:07:58

SBY Terharu Masyarakat Masih Mengingatnya Ketika Jadi Presiden

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, rakyat masih mengingatnya sebagai Presiden keenam RI. Ia pun merasa terharu ketika bertemu masyarakat dan masih mengingat ki
 
Senin, 17 September 2018 | 15:59:03

Timses Jokowi: Kami Takkan Hasilkan Kader-kader Kardus!

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut relawan dan unsur-unsur dalam timses akan bekerja secara militan. Timses Jokowi menjamin tidak akan mencetak kader-kader
 
Senin, 17 September 2018 | 15:55:48

Gerindra Masih Buka Peluang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya masih membuka peluang untuk mencalonkan kadernya yang menyandang status mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg)
 
Senin, 17 September 2018 | 15:49:21

Pemberitaan Asia Sentinel Menyudutkan SBY, Sekjen Demokrat Bilang Ada yang Menunggangi

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut munculnya artikel Asia Sentinel lantaran ada yang menunggangi jelang perhelatan politik seperti Pileg dan Pilpres di 2019 mendatang. Sebab, pember
 
Senin, 17 September 2018 | 15:18:45

Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin

JAKARTA - Partai Demokrat merasa ada pihak yang tak senang dengan eksistensi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam dunia politik Tanah Air. Hal itu terlihat dari kemunculan artikel di Asia Se
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top