Iklan Sosial
 
Selasa, 13 Februari 2018 | 10:31:43
politik

Alasan PPP Tolak Disahkannya Revisi UU MD3

Sebarkan:

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal atau Sekjen PPP Arsul Sani mengungkapkan alasan partainya memilih walkout saat Revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau UU MD3 disahkan.

"Forum rapat paripurna yang mau mengesahkan undang-undang kami tidak mau bertanggungjawab dan ikut mengesahkan, menyetujui sebuah rancangan undang-undang menjadi undang-undang telah telanjang bulat itu melanggar konstitusi," ujar Arsul di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta,

Dia mengatakan, revisi UU MD3 melanggar hak konstitusional DPD. "Yang kedua itu melanggar putusan MK Nomor 117 tahun 2009, itu kan bolak-balik sudah kami sampaikan," ucap Arsul.

Di samping itu juga, lanjut dia, ada beberapa pasal yang terkait dengan penguatan kelembagaan DPR dan hak imunitas. Keduanya, masih mendapat sorotan dari masyarakat.

"Kami ingin agar panja ini (revisi UU MD3) di Baleg ini seperti panja RKUHP, kan tidak terburu-buru itu," tutur dia.

Termasuk juga, kata Arsul, soal penambahan kursi pimpinan. Ia mempertanyakan mengapa harus terburu-buru.

"Lah ya makanya apa yang harus diburu-buru. Katakanlah untuk menunda, memperdebatkan kembali, mengkaji kembali, katakanlah sampai masa sidang yang akan datang, apa urusannya juga, kenapa harus terburu-buru," papar dia.

Arsul menegaskan tidak ada urgensi revisi UU MD3 ini segera disahkan oleh Parlemen menjadi UU.

"Memang tidak ada urgensinya untuk terburu-buru. Apalagi yang terkait pasal-pasal yang dikritisi oleh masyarakat yang kita tahu itu juga kepentingannya lebih ke depan daripada kepentingan saat ini," jelas Arsul.

Meski diwarnai aksi walkout PPP dan Nasdem, UU MD3 ini resmi disahkan oleh pimpinan rapat paripurna. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menjadi pimpinan rapat paripurna kali ini langsung mengetuk palu tanda disahkannya UU.

Delapan fraksi yang menyetujui itu yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


(liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 16:45:54

PDIP: Maruf Lebih Unggul soal Ekonomi Keumatan dari Sandi

Jakarta - PDIP mengatakan bakal cawapres Joko Widodo (Jokowi), Ma'ruf Amin, lebih unggul di bidang ekonomi keumatan dibanding Sandiaga Uno. Alasannya, Ma'ruf pernah menjadi Ketua Komisi VI."Kiai M
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 16:29:33

Obor Mati Jokowi Dipolitisir, PPP: Jangan Pakai Ilmu Klenik Lah!

Jakarta - Pendukung Prabowo Subianto menjadikan matinya obor Asian Games Presiden Joko Widodo sebagai isu politik. Sekjen PPP Arsul Sani mengumpamakannya sebagai tindakan berbau klenik."Sudah lah, nggak usa
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:58:59

Gerindra: Prabowo-Sandi Ingin Temui Jokowi Agar Pilpres Gembira

Jakarta - Gerindra mengatakan rencana bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertujuan membuat Pilpres riang gembira. Silaturahmi ini juga menjauhk
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:39:15

Zulhas sebut ketua tim pemenangan Prabowo bakal disepakati koalisi

JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tak menyoal adanya kabar Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
 
Berita Lainnya
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 16:45:54

PDIP: Maruf Lebih Unggul soal Ekonomi Keumatan dari Sandi

Jakarta - PDIP mengatakan bakal cawapres Joko Widodo (Jokowi), Ma'ruf Amin, lebih unggul di bidang ekonomi keumatan dibanding Sandiaga Uno. Alasannya, Ma'ruf pernah menjadi Ketua Komisi VI."Kiai M
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 16:29:33

Obor Mati Jokowi Dipolitisir, PPP: Jangan Pakai Ilmu Klenik Lah!

Jakarta - Pendukung Prabowo Subianto menjadikan matinya obor Asian Games Presiden Joko Widodo sebagai isu politik. Sekjen PPP Arsul Sani mengumpamakannya sebagai tindakan berbau klenik."Sudah lah, nggak usa
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:58:59

Gerindra: Prabowo-Sandi Ingin Temui Jokowi Agar Pilpres Gembira

Jakarta - Gerindra mengatakan rencana bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertujuan membuat Pilpres riang gembira. Silaturahmi ini juga menjauhk
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:39:15

Zulhas sebut ketua tim pemenangan Prabowo bakal disepakati koalisi

JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tak menyoal adanya kabar Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:17:54

Negative Campaign Obor Jokowi Mati, Elite PD: Ini Tahun Politik!

JAKARTA - Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyoroti politisasi obor Asian Games yang mati saat dibawa Presiden Joko Widodo. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean menilai ne
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 12:06:22

PSI Godok Kampanye Kreatif Gaet Milenial Pilih Jokowi-Maruf Amin

Jakarta - PSI tengah mempersiapkan berbagai konten menarik untuk menggaet suara milenial memilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Apa yang akan dibuat oleh PSI?"PSI dipercaya menjadi direktur konten (visi, mis
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:28:50

PWNU DIY Haramkan Nonton ILC tvOne, Komisi I: Ikuti Undang-undang

Jakarta - Komisi I DPR RI mengingatkan agar protes atas tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne dilakukan sesuai dengan undang-undang. Undang-Undang Penyiaran ditegaskan mengatur tata cara jika ada
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:18:26

Ketum GP Ansor: Kiai Maruf Amin Pemimpin Tertinggi, Wajib Dukung

Magetan - Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta anggotanya tidak salah menentukan pilihan di Pilpres 2019. Dukungan diberikan ke Jokowi-Ma'ruf Amin."Kan jelas ada dua pasangan, Pak Prabowo dan Pak
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 10:56:17

Fadli-Fahri Temui Habib Rizieq, Ijtimak Ulama II Tetap Digelar

JAKARTA - Ijtimak Ulama II akan tetap berlangsung meski Habib Rizieq sudah bertemu dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan politikus Fahri Hamzah di Mekah. Fadli dan Fahri bertemu Rizi
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 10:45:33

Diprotes Wadah Pegawai, KPK Tetap Rotasi Pejabat Internal

JAKARTA - Pimpinan KPK memastikan rotasi terhadap pejabat setara eselon II dan eselon III tetap dilakukan. Rencananya pelantikan hasil rotasi di KPK dilakukan Jumat (24/8). "Setelah ada keberatan pega
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:37:58

Tifatul Puji Pidato Jokowi, Tapi Singgung Keluhan Emak-emak

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Tifatul Sembiring memuji pidato yang disampaikan Presiden Jokowi. Terutama saat disampaikan soal infrastruktur."Saya menyoroti khususnya pembangunan infrastruktur ya. S
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:43:55

Jokowi: Pemerintah Berupaya Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

Jakarta - Presiden Jokowi menyinggung kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu dalam pidato HUT ke-73 RI di DPR. Jokowi menegaskan, kasus HAM masa lalu akan diselesaikan."Pemerintah
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:33:47

Presiden Jokowi: Ada momentum anak bangsa menyingkirkan perbedaan politik

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI. Pada kesempatan itu, Jokowi, sapaannya, menegaskan ada momentum dimana perbedaan politik, perbedaan suku, agama mau
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:18:20

Bicara Pemilu, Ketua MPR: Pilihan Boleh Beda, Merah Putih Tetap Sama

Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan berbicara soal Pileg dan Pilpres 2019. Dia mengingatkan agar tetap mendahulukan persatuan bangsa dibanding pilihan capres-cawapres."Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Pr
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:01:09

Jokowi Ingin MPR dan BPIP Mereaktualisasi Pancasila

Jakarta - Presiden Jokowi menyinggung pentingnya Pancasila sebagai ideologi negara direvitalisasi. Dia pun memuji MPR yang konsisten mengawal ideologi Pancasila."MPR juga terus melanjutkan upaya revital
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top