Minggu, 22 Juli 2018 | 13:47:54

Melihat dari Dekat Kecanggihan Helikopter Apache AH-64 Milik TNI AD

sumber : Tribunnews.com

Sebarkan:
tribunnews.com
SEMARANG - Puluhan orang tidak ingin ketinggalan untuk mengabadikan moment saat melihat dari dekat deretan Helikopter Apache AH-64 milik TNI Angkatan Darat (TNI-AD) yang terparkir di hanggar Skadron-11/Serbu, Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Pusdik Penerbad), Semarang, Jawa Tengah.

Seakan terpukau oleh alutsista canggih buatan Amerika Serikat itu, puluhan orang itu terus mengambil gambar secara dekat. Mulai dari bagian depan, samping hingga belakang Helikopter Apache tersebut.

Tribunnews berkesempatan melihat secara dekat delapan Helikopter Apache AH-64 milik TNI Angkatan Darat (TNI-AD) merupakan heli tercanggih di dunia pada Jumat (20/7/2018).

Pada bagian samping heli, terdapat alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang siap menghancurkan musuh.

Keseluruhan Helikopter Apache terlihat dicat loreng yang merupakan ciri khas dari militer.

Pada bagian ekor terdapat tulisan TNI AD dan gambar Bendera Merah Putih serta sebuah baling-baling di ujung ekornya.

Helikopter Apache merupakan alutsista jenis tempur untuk melindungi negara dari serangan musuh yang mengganggu pertahanan dan keamanan Indonesia.

Dalam kesempatam ini pula, Komandan Skadron-11/Serbu Letkol Cpn Cahyo Permono menjelaskan secara rinci kecanggihan Helikopter Apache AH-64.

Helikopter Apache AH-64 milik TNI Angkatan Darat (TNI-AD) yang terparkir di hanggar Skadron-11/Serbu, Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Pusdik Penerbad), Semarang, Jawa Tengah. 

Mulanya, Cahyo menceritakan pada kedua sisi heli itu dilengkapi roket hydra 2,75 inci dengan jarak efektif 3 km sampai 5 kilometer dan jarak maksimum 7 km, serta memiliki jarak mematikan (lethality distance) 20 meter.

Kecanggihan helikopter buatan Amerika Serikat itu, tak hanya sampai di situ, yakni terdapat canon kaliber 30 milimeter yang memiliki jarak efektif 1.500 meter dan jarak maksimal 3 km yang berada di bagian bawah heli tersebut.

"Tersedia juga misil AGM 114/R Hellfire yang memiliki jarak efektif sampai delapan meter dan mampu menghancurkan sasaran tank, baik bergerak maupun diam. Letak misil itu bersebelahan dengan roket hydra," kata Cahyo di lokasi.

Jika dilihat, helikopter tempur itu hanya mampu menampung dua awak. Masing-masing pilot memiliki peran berbeda ketika mengawaki kendaraan tersebut.

Co-Pilot yang berada di depan bekerja untuk memastikan kapan persenjataan di heli itu dikeluarkan, sementara yang di Pilot berada di bagian belakang berfungsi untuk melakukan manuver ketika ada serangan.

Cahyo juga menjelaskan spesifikasi lainnya dari Helikopter Apache AH-64.

Heli ini, kata Cahyo, dilengkapi dengan sensor dan semua bagian dikerjakan oleh komputer dan merupakan helikopter digital pertama yang dimiliki TNI AD.

Digital bukan hanya displaynya saja, tetapi semua proses sistemnya, proses untuk menghitung senjata dan perkenaan target semua dicatat oleh komputer.

"Dan juga gabungan antara optik dan elektronik sehingga kita sebut electro optic sensor. Itu salah satu kemampuan yang dimiliki helikopter Apache," kata Cahyo.

Selain itu, helikopter itu bisa melakukan pertempuran pada kondisi siang maupun malam hari. Bahkan, kata Cahyo, kondisi malam malah menjadi salah satu keunggulan helikopter tersebut.

Sehingga, pilot yang mengoperasikan dilatih untuk bertempur saat kondisi gelap.

Helikopter Apache, lanjut Cahyo, memiliki kemampuan bermanuver di malam hari karena kecangihan sensor.

"Pilot helikopter Apache juga dilatih secara intensif untuk mampu terbang di malam hari," terang Cahyo.

Helikopter Apache AH-64 dapat digunakan di berbagai medan seperti hutan dan pegunungan. Dalam sekali melalukan penerbangan jarak tempuh terjauhnya sejauh 500 mil.

Untuk mengoperasikan helikopter Apache dibutuhkan dua orang awak pemudi.

Karena kecanggihan alat transportasi udara itu membuat seorang pilot harus menempuh pendidikan yang cukup lama.

TNI AD mengirim 20 penerbang terbaiknya ke Amerika dan dilatih di US Army Flight School, lalu menjalani masa pendidikan sekitar 8-10 bulan.

Dengan jumlah heli yang dimiliki Indonesia sebanyak delapan unit, maka dibutuhkan 16 pilot untuk mengawaki kendaraan tersebut.

Kini, pilot yang sudah menyelesaikan pendidikannya di sana hanya baru 10 penerbang.***
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 16 Agustus 2018 | 20:04:14

PD.BPR Gemilang Indragiri Hilir Mendapatkan penghargaan "BPR AWARDS 2018"dari Info Bank

YOGYAKARTA - Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Daerah (BPR) Gemilang mendapatkan penghargaan dengan predikat "sangat bagus" atas kinerja keuangan selama tahun 2017. Penghargaan yang diberikan bertempat
Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:54:25

Camat Keritang Kukuhkan 25 Anggota Paskibra 2018

KERITANG - Camat Keritang Hady Rahman, S. Sos, M. Si didampingi oleh Kapolsek Keritang AKP. Lasarus Sinaga dan Danposramil Keritang Serda Busri mengukuhkan 25 orang pelajar SMA/sederajat menjadi anggota Pasukan
Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:43:43

Tidak Terima Pemberitaan Di Salah Satu Media, Kamarudin Pilih Jalur Hukum

SIAK- Terkait salah satu Media di Riau yang diduga memberitakan hoax tentang Penghulu Kampung Sabak Permai, yang bermain anggaran. Tampaknya akan berbuntut panjang. Pasalnya,  Kamarudin Penghulu Sabak Perm
Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:13:33

Bakar Lahan, Dua Pemuda Satu Kakek Tua Dibekuk Polres Rohil

ROKANHILIR-Jajaran Polres Rohil Kamis 16 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 Wib menggelar pers rilis dua perkara kasus kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di wilayah hukum Kabupaten Rokan Hilir yang terjadi sela
 
Berita Lainnya
Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:24:57

Pasis Dikreg Seskoal Angkatan Ke-56 Timba Ilmu Ke Bakamla RI

JAKARTA - Sejumlah 135 orang Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-56 TP 2018 melakukan kunjungan ke Bakamla RI dalam rangka Kuliah Kerja Keamanan Laut, di terima Deputi Inhuker Bakamla RI Irjen Pol Dr. Drs. A
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:15:44

Lewati Destinasi Eksotis, Ironman 70.3 Bintan Bakal Seru

BINTAN - Penggemar olahraga triatlon seperti harus mulai bersiap. Sebab, Ironman 70.3 bakal kembali lagi. Event ini akan dihelat 19 Agustus di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Sesuai namanya, ajang ini bak
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:11:16

Gempa 5,5 SR Guncang Nias

MEDAN - Gempa berkekuatan 5,5 skala Rigter (SR) mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Kamis (16/8/2018) pukul 10.10 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG mencatat bahwa pusat ter
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:30:42

Keren! Saat Merah Putih Memayungi Seluruh Jalanan Kampung Tokyo

Kabupaten Pekalongan - Berbagai cara unik dilakukan warga untuk memeriahkan HUT RI ke-73. Salah satunya warga di Kampung Tokyo di Pekajangan Gang 23, Kedunguni, Kabupaten Pekalongan. Sepanjang jalan
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:14:24

KAPAL BANTUAN KEMANUSIAAN BAKAMLA RI TIBA DI LOMBOK

LEMBAR - Kapal patroli Bakamla RI KN Singa Laut 4802 yang bertugas membawa bantuan kemanusiaan Peduli Gempa Lombok Bakamla RI, tiba di Dermaga Lokal, Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, disambut Kasi Ops Kaml
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:08:33

Penmil PTRI untuk PBB Hadiri Pertemuan Misi UNIFIL

New York - Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si. (Alumni Akademi Militer 1990) m
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 08:45:02

11 Hari Pasca Gempa, TNI Telah Kirim 2.607 Prajurit ke Lombok

JAKARTA - 11 hari pasca gempa tektonik berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengirimkan 2.607 praju
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 08:38:38

PIA Gabungan III Koharmatau Kirim Bantuan Gampa Lombok

JAKARTA - TNI AU dalam hal ini PIA Ardhya Garini Gabungan III Koharmatau dan Cabang Jajaran mengirimkan bantuan untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu.  Ibu
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:29:20

Jelang HUT Kemerdekaan RI Ke-73, PIA Ardhya Garini Ranting 03-8/G.III Adakan Perlombaan Unik

JAKARTA - PIA Ranting 03-8/G.III Satuan Pemeliharaan (Sathar) 23 Halim Perdanakusuma mengadakan beberapa perlombaan di gabung dengan giat arisan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indo
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:59:33

TNI dan US Army Gelar Pengobatan Massal Gratis

JAKARTA - Dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-73 tahun 2018, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI melaksanakan kerja sama dengan Angkatan Darat Amerika Se
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:38:24

Diduga Lakukan Pungli, 11 Kepala Sekolah Diamankan Polisi

LANGKAT - Satuan Reserse Kriminal Unit Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 11 kepala sekolah yang ada di Kecamatan Kutambaru.
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:35:53

MUI: Ajaran Kerajaan Ubur-Ubur Menyimpang dan Menyesatkan

SERANG Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang memastikan ajaran yang dianut Kerajaan Ubur-ubur menyimpang dan menyesatkan. Sebab, mereka memercayai bahwa Tuhan memiliki kuburan dan Nabi Muhammad seor
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:32:17

Komandan PDB : TNI Gabungan Kerahkan Alat Berat Bersihkan Gempa Lombok

JAKARTA - Sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo, Satgas Penanganan Darurat Bencana (PDB) agar segera melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan. Untuk itu Satgas PDB memaksimalkan semua alat berat
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:27:15

Tim Medis TNI-Polri Siap Dukung Asian Games 2018

JAKARTA - Kesiapsiagaan personel Tim Medis Kesehatan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI-Polri telah dipersiapkan juga dilengkapi dengan armada Ambulan darat maupun Ambulan udara berbagai
 
Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:55:48

Bakamla RI Angkut Bantun untuk Korban gempa Lombok

LEMBAR- Kapal Patroli Bakamla RI KN. Singa Laut 4802 melaksanakan embarkasi Bantuan Kemanusian Peduli Bencana Gempa Lombok - NTB di Dermaga Layang, Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/08/20
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top