iklan Situs
 
Rabu, 13 September 2017 | 14:56:21

Hakim PTUN Perintahkan Panitia Tunda Pilpeng Bagan Jawa

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi

Sebarkan:
Istimewa
PEKANBARU-Gugatan Markasim SE selaku Bakal Calon Penghulu Bagan Jawa yang digugurkan oleh Panitia Pemilihan Penghulu Bagan Jawa mulai disidangkan, hasilnya, Hakim PTUN Perintahkan Panitia Tunda Pilpeng Bagan Jawa.

Perkara dengan register Nomor 34/G/2017/PTUN.PBR ini disidangkan  pada hari Rabu tanggal 13 September 2017 pukul 09.44 WIB perkara ini mulai disidangkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dengan agenda Pembacaan Gugatan dan Jawaban. 

Sidang dipimpin oleh Hakim Tunggal yaitu Gugum Surya Gumilar SH dibantu Panitera Pengganti Aswirman SH MH dengan dihadiri pihak Penggugat Markasim SE bersama Kuasa Hukumnya dari Law Office Cutra Andika & Partners yaitu Kalna Surya Siregar SH, Andi Nugraha SH dan Robin SH MH. 

Sedangkan Panitia Pemilihan Penghulu Bagan Jawa hadir langsung Ketua Panitia Sudirman dan Sekretaris Panitia Hendri tanpa didampingi Kuasa Hukum. 

Selanjutnya Hakim menunda sidang hingga pukul 12.00 WIB guna menyikapi permohonan penundaan yang diajukan Kuasa Hukum Markasim.

Kalna Surya Siregar menyampaikan bahwa dalam sidang hari ini ada dua kejutan. Pertama perkara ini disidangkan dengan menggunakan hukum acara cepat yang dipimpin oleh Hakim Tunggal. 

Kedua, Hakim mengeluarkan penetapan yang pada pokoknya memerintahkan Tergugat (Panitia Pilpeng Bagan Jawa) untuk menangguhkan atau menunda tahapan berikutnya dalam Pilpeng Bagan Jawa sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 

Hakim juga memerintahkan Tergugat (Panitia Pilpeng Bagan Jawa) dan Pejabat Publiknya lainnya untuk patuh dan tunduk pada penetapan ini. Dan masih ada amar penetapan lainnya.

" Kami yakin untuk tahun 2017 di PTUN Pekanbaru hukum acara cepat baru diterapkan dalam perkara Markasim, SE. Adapun alasan perkara ini disidangkan dengan acara cepat karena adanya kepentingan yang mendesak yang dalam hal ini tentunya kepentingan klien kami Markasim SE sebagai calon yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan," ungkapnya.

"Mengapa dianggap mendesak? Karena tahapan berikutnya sedang berjalan khususnya pada tanggal 15 dan 18 September akan ada Penetapan Calon Penghulu dari Panitia. Sebelumnya kami juga sudah mengirimkan permohonan penundaan tahapan berikutnya pada tanggal 6 September 2017 kepada Panitia," tambahnya.

Sedangkan sidang berikutnya ditunda ke tanggal 19 September 2017 dengan agenda pembacaan jawaban Tergugat dan dilanjutkan dengan pembuktian.

Kalna menegaskan bahwa hukum acara mengatur persidangan dengan acara cepat dilaksanakan tanpa melalui prosedur pemeriksaan persiapan Pasal 99 ayat (2) UU No. 5/1986], bahkan tenggang waktu untuk jawaban dan pembuktian bagi kedua belah pihak, masing-masing ditentukan tidak melebihi 14 (empat belas) hari Pasal 99 ayat (3) UU No. 5/1986]. 

"Perkara Markasim SE ini berbeda dengan perkara Junpayer Silaban yang sebelumnya juga berjuang di PTUN yang diselesaikan dengan hukum acara biasa," urainya.

"Bagi kami perkara ini adalah perkara istimewa karena disidangkan dengan acara cepat. Yang jelas, hukum harus ditegakkan. Hukum tidak boleh tunduk kepada kekuasaan. Kami hanya meminta kepada Pengadilan untuk menyatakan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah," ungkap Kalna Surya Siregar kepada SpiritRiau melalui video call WhatssApp dari Kota Pekanbaru.

Di tempat yang sama Zulpakar, SE, MSi juga berkomentar terkait perkara Markasim ini. Beliau menyampaikan bahwa dia yakin kalau Panitia obyektif.

" Pasti Markasim lolos dan ditetapkan sebagai Calon Penghulu Bagan Jawa. Saya secara pribadi akan membantu Markasim dalam memperjuangkan haknya. Saya juga Calon Penghulu Bagan Jawa yang dinyatakan tidak lolos administrasi hanya karena saya tercatat sebagai Pengurus Partai Hanura Rokan Hilir," ungkapnya. 

"Kejadian saya sebenarnya sama dengan kejadian Markasim, namun saya tidak menggungat ke PTUN melainkan fokus membantu Markasim berjuang di PTUN Pekanbaru, semoga saja menuai hasil, amin," ungkap Zulpakar. 

Di tempat terpisah Pengacara Senior Cutra Andika, SH selaku Ketua Tim perkara Markasim juga memberikan komentar. Dari Ujung Tanjung Cutra mengatakan semua pihak pemangku kepentingan termasuk diantaranya Panitia Pemilihan Penghulu wajib mematuhi putusan maupun penetapan pengadilan sebagai wujud kongkrit penghormatan terhadap penegakan supremasi hukum.

" Tujuannya agar tercipta keajegan dan iklim yang kondusif serta keadilan dan kepastian hukum bagi siapa saja yang merasa dirugikan hak konstitusionalnya dalam penyelenggaraan pemilihan penghulu," ungkap Cutra. (ded)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 17 Januari 2018 | 14:16:06

Ini 38 `Dosa` RSUD Selasih Pangkalan Kerinci

PANGKALANKERINCI- Inspektorat kabupaten sudah melakukan inventarisasi permasalahan terhadap RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Sepanjang tahun 2017 lalu, ditemukan 38 permasalahan di rumah sakit berplat merah ini.
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:37:37

Kota Ini Diprediksi Kehabisan Air Pada April Mendatang

KETIKA berkunjung ke suatu tempat, tentu terdapat sejumlah peraturan yang harus dituruti wisatawan. Terkadang peraturan sengaja dibuat oleh pemerintah setempat untuk melindungi wilayahnya. Hal inilah yang t
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:28:09

KPK Periksa Eks Ketua Komisi II DPR Chairuman Terkait Korupsi E-KTP

JAKARTA - Mantan Ketua Komisi II DPR RI, Chairuman Harahap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa dalam perkara korupsi pengadaan e-KTP. Politikus Partai Golkar itu akan diperiksa un
Rabu, 17 Januari 2018 | 11:04:23

Si Bebek bermimpi main di Piala Dunia 2018

Alexandre Pato mengaku amat ingin mendapat kesempatan untuk membela timnas Brasil di putaran final Piala Dunia 2018.Striker berusia 28 tahun, yang memiliki julukan Si Bebek, tak pernah lagi mengenakan sera
 
Berita Lainnya
Rabu, 17 Januari 2018 | 14:16:06

Ini 38 `Dosa` RSUD Selasih Pangkalan Kerinci

PANGKALANKERINCI- Inspektorat kabupaten sudah melakukan inventarisasi permasalahan terhadap RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Sepanjang tahun 2017 lalu, ditemukan 38 permasalahan di rumah sakit berplat merah ini.
 
Rabu, 17 Januari 2018 | 10:42:43

BC Dumai Amankan 834 Gram Sabu Dari Warga Bengkalis

DUMAI - Tim Penindakan Narkotika Bea Cukai Dumai berhasil mengamankan 834 Gram Sabu pada Rabu (10/1/18) sore di Terminal Kedatangan Pelabuhan Penumpang PT. Pelindo I Dumai.Barang haram tersebut dibawa dari Kabu
 
Rabu, 17 Januari 2018 | 08:36:10

Fredrich Akan Laporkan Pimpinan KPK ke Polisi soal Kasus Ini

Jakarta - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, berencana melaporkan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah ke kepolisian. Dia merasa lembaga antirasuah itu telah menc
 
Selasa, 16 Januari 2018 | 19:56:43

Masalah IMB, Suzuya Bagan Batu Bisa Dipidana

ROKANHILIR-Suzuya Hotel Bagan Batu diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Rokan Hilir tentang Bangunan Gedung. Jika dibiarkan maka Suzuya Bagan Batu dapat dikenakan sanksi administratif hingga pida
 
Selasa, 16 Januari 2018 | 19:42:16

Hering Komisi III DPRD Pelalawan dengan PT Arara Abadi Hanya Berjalan 10 Menit

PANGKALANKERINCI- Jalannya, rapat dengar pendapat (RDP) komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan bersama warga Kelurahan Sorek I beserta tiga desa lainnya di Kecamatan Pangkalan Kuras dengan P
 
Selasa, 16 Januari 2018 | 19:38:13

Inilah Penjelasan Kadistan Pelalawan Terkait Proyek Benih Padi TA 2017

PANGKALANKERINCI- Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Pelalawan Syah Pahlevi angkat bicara terkait proyek benih padi pada Tahun Anggaran (TA) 2017. TA 2017 lalu petani padi dikecamatan Kuala Kampar mend
 
Selasa, 16 Januari 2018 | 18:34:09

Mobilnya Nyemplung ke Sungai, Pengendara di Inhil ini Trauma Berat

TEMBILAHAN - 1 Unit mobil Suzuki Escudo terjun bebas ke sungai setelah melewati jembatan parit Tuan Brack, Kelurahan Kotabaru Reteh, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragri Hilir (Inhil), Senin (15/01/18) sekira
 
Senin, 15 Januari 2018 | 21:46:05

Rosfida Histeris Saat Lihat Dua Anaknya Tewas di Dalam Parit

ROKANHULU - Senin, (15/1/2018) Sekira Pukul 12.30 Wib, suasana hening di  Dusun Perladangan Rt/Rw 012/05 Desa Tambusai Utara, Rokan Hulu, Riau ini mendadak pecah dengan jeritan Rofida (42).Mendengar jerita
 
Minggu, 14 Januari 2018 | 18:28:58

Lapak Dibongkar Sampai Pedagang Jatuh Pingsan

DUMAI - Usai lapak berjualannya dibongkar oleh petugas Satpol PP bersama tim terpadu pada Minggu (14/1/18) siang, seorang ibu pedagang nasi jatuh pingsan.Petugas akhirnya membawa pedagang tersebut ke IGD RSUD K
 
Minggu, 14 Januari 2018 | 18:23:18

Pemerintah Tak Tepat Janji, Pedagang Murka

DUMAI - Terkait relokasi pedagang pasar Dock Yard ke Pasar Kelakap Tujuh, diduga pemerintah tidak menepati janjinya terkait pemindahan bersama seluruh pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Dock Yard dan pe
 
Minggu, 14 Januari 2018 | 08:50:13

Excavator Milik Kontraktor Proyek Provinsi Riau Terbakar di Rokan IV Koto

ROKANHULU -  Satu unit alat berat jenis Excavator yang belum diketahui nomor rangkanya diduga terbakar di wilayah Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu (Rohu) Provinsi Riau.Excavator yang terbakar i
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:59:25

Ini cara perampok sadis rumah mewah kosong pilih sasaran dan beraksi

JAKARTA - Dua pelaku perampokan rumah mewah di kawasan Perumahan Villa Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat diamankan jajaran Reskrim Polres Jakarta Barat. Modus pelaku mencari rumah dalam keadaan kosong ali
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:54:47

Suasana haru ZRS, bocah dirantai ayah tiri saat bertemu bapak kandungnya

PADANG - Polresta Padang mengetahui kediaman ayah kandung ZRS, bocah yang datang ke kantor polisi dengan kaki dalam keadaan dirantai. Berdasarkan info dari Babinkantibmas, ayah kandung bocah malang itu d
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:12:35

Saat Cek Kesehatan Paslon Gubri, Bapak ini Bawa Sepeda ke Dalam Rumah Sakit

PEKANBARU-  Hari ini Sabtu 13/1/2018 pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau memasuki hari kedua cek kesehatan mulai terlihat di lantai 5 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. Namun,
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 06:46:22

Di Tangkap KPK, Keluarga Fredrich Bawa Obat Jantung

JAKARTA - Keluarga pengacara Fredrich Yunadi mendatangi KPK. Mereka membawakan baju dan obat jantung untuk Fredrich."Nganterin obat jantung sama baju," kata salah seorang kerabat di gedung KPK, Jalan Kuningan P
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top