Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Kamis, 12 September 2019 | 16:57:46
Peristiwa

Malam Kelam Aulia Kesuma Bunuh Suami dan Anak Tirinya

detik.com

Sebarkan:
detik.com

 Aulia Kesuma sedang bimbang. Pikirannya pusing terlilit utang di bank. Jumlahnya miliaran. Edi Chandra Purnama sebagai suami lebih terlihat tenang.

Permintaan Aulia Kesuma agar rumah dijual sering dijawab tidak mengenakkan. Bukan solusi yang datang, justru cacian dan makian.

Bukan sekali Pupung, sapaan akrab Edi, memaki sang istri. Wanita berusia 45 tahun itu sudah kenyang mendengar cacian dari sang suami. Membuat Aulia sampai memendam dendam. Sampai satu titik dirasa kelewatan, lalu merencanakan pembunuhan.

Dendam tak bisa lagi dipendam. Pada pertengahan Juli 2019, Aulia menghubungi dua mantan asisten rumah tangganya, Karsini dan suaminya, Rodi.

Aulia Kesuma berkonsultasi. Ia meminta pasangan suami istri itu mencarikan dukun untuk mengirim guna-guna agar hati sang suami luluh.

Cara mistis tak kunjung jadi realistis. Utang makin menumpuk. Nilainya sangat drastis. Totalnya mencapai Rp 10 miliar dengan tagihan Rp 200 juta per bulan.

Rincian utang Aulia dan Pupung yakni Rp 2,5 miliar di Bank Danamon, ditambah Rp 7 miliar Bank BRI. Beban makin berat dengan tagihan kartu kredit mencapai Rp 500 juta.

"Utang yang begitu besar menghimpit saya. Bayar Rp200 juta per bulan itu cari dari mana?" pertanyaan itu menyelimuti pikiran Aulia Kesuma setiap harinya.

Uang buat modal usaha justru berubah jadi sengsara. Usaha rumah makan di Pondok Labu tak kunjung menghasilkan untung.

Bawa Anak Masing-Masing

Keluhan utang Aulia Kesuma ditambah berat dengan kelakuan anak tirinya bernama Muhammad Adi Pradana alias Dana (23).

Dana merupakan anak kandung Pupung dari istri pertama. Status Aulia adalah istri kedua setelah suaminya resmi bercerai.

Wanita itu tidak sendiri. Aulia Kesuma turut membawa anak kandung dari suami pertamanya yaitu Geovani Kelvin (25). Usia pernikahan Aulia dan Pupung sudah sembilan tahun.

Hubungan Dana dengan Aulia kerap bersitegang. Apalagi ketika sang ibu tiri sedang hamil buah cintanya dengan Pupung. Padahal mereka di awal perkenalan begitu akrab. Sampai Dana meminta Aulia memanjakan dirinya selayaknya anak dan orangtua.

Namun, semua berubah. Hingga suatu waktu Dana mengirim pesan buat Aulia berisi ancaman ingin membunuh istri kedua ayahnya itu.

Dendam Aulia semakin menumpuk. Setelah rencana mengirim guna-guna urung terlaksana, muncul ide untuk menghabisi nyawa suaminya. Wanita itu inisiatornya.

Sempat berkonsultasi kepada Kelvin, Aulia kemudian meminta Rodi mencarikan pembunuh bayaran. Upah Rp 500 juta dijanjikan. Tiga orang pekerja serabutan asal Lampung Timur segera didatangkan.

Kriteria diminta Aulia kepada Rodi agar calon suami pembunuh suaminya harus berani, tidak mau asal-asalan. Apalagi, Pupung dikenal jago silat Cimande.


Rencana Pembunuhan Mulai Dimatangkan

Tiga orang datang ke Jakarta, mereka adalah Agus, Sugeng, dan Alpa. Rodi juga ikut dalam rombongan. Mereka diantar Karsini pada Jumat, 23 Agustus 2019.

Mereka disewakan sebuah penginapan wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tidak lama tiba, empat pria itu menemui Aulia di apartemen kawasan Kalibata.

Strategi pembunuhan dimatangkan. Awalnya mereka ingin Pupung dan Dana ditembak hingga seolah terjadi perampokan.

Uang sudah dikirim Aulia kepada Rodi untuk membeli senjata sebelum tiba di Jakarta. Di tengah pembahasan rencana urung dilakukan. Wanita itu ingin memakai cara lain.

Tiga puluh butir obat tidur ternyata sudah disiapkan Aulia. Sudah digerus, kemudian ditaburkan dalam jus tomat kesukaan keluarga setelah membelinya sekitar Kalibata. Sebagai seorang ibu, Aulia sudah paham betul karakter tiap penghuni rumah.

Dalam pembahasan mereka, rencana Aulia semakin dimatangkan. Dari Kalibata, mereka kemudian menuju ke kediaman korban di Jalan Lebak Bulus I Kavling 29 Blok B/U Nomor 15 RT 03 RW 05, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Empat pembunuh bayaran itu dibonceng Aulia menuju rumah menggunakan mobil Toyota Calya warna hitam.

Di tengah jalan, penyakit Alpa kambuh mirip seperti orang ayan. Rodi kemudian turun menemani Alpa kembali ke penginapan. Dua orang temannya tetap melanjutkan rencana untuk membantu Aulia membunuh suaminya.


Mulai Menjalankan Rencana Pembunuhan

Aulia Kesuma tiba di rumah ketika langit sudah gelap. Turun dari mobil, menenteng dua bungkus jus tomat. Dia bergegas dari garasi menuju ruang tengah demi menyajikan satu gelas kepada suami tercinta.

Sedangkan Agus dan Sugeng disembunyikan Aulia di garasi menunggu kode sampai calon korban benar-benar terlelap. Kemudian segera Pupung dan Dana disekap dengan menggunakan kain disiram alkohol tinggi.

Pupung kebetulan sedang bersantai menonton televisi. Aulia langsung menyerahkan tanpa basa-basi. Kemudian satu bungkus lagi disimpan dalam kulkas untuk sang anak tiri, Dana.

Jus tomat berisi gerusan obat diminum Pupung. Sempat ada sedikit protes dari sang suami. Rasa minuman di genggaman agak pahit. Ucapan dibalas Aulia, "Dicampur sayuran sedikit." Jawab Aulia tidak terlalu dipedulikan. Pupung tetap menghabiskan minuman.

Keduanya sempat berbincang santai. Aulia mulai berubah manja. Merayu, mengajak Pupung menuju ranjang kamar. Sekitar pukul 21.30 WIB, efek obat tidur belum kentara.

Kemudian, wanita itu mengajak suaminya bercinta dengan harapan Pupung semakin lelah, lalu cepat tertidur. Namun rupanya perhitungan Aulia tidak sesuai, Pupung masih tersadar dan sempat melakukan senam.

Di ujung ranjang, Aulia mengintip pura-pura tertidur sembari memantau gerak-gerik Pupung. Tak lama, sang suami ke ranjang dan tertidur nyenyak.

Wanita itu bangun dan memastikan Pupung benar-benar tertidur. Ia kemudian bergegas menghampiri Agus dan Sugeng di garasi.

Usai memberi kode, keduanya menuju kamar. Atas perintah Aulia, keduanya membekap Pupung memakai kain handuk beraroma alkohol.

Dalam keadaan lemas, Pupung tidak bisa melawan. Kemampuan silat Cimande tak bisa dikeluarkan. Badannya ditekan dua orang. Para pembunuh tak sedikit pun memberi kesempatan korbannya melawan hingga nyawa Pupung akhirnya melayang.

Korban pertama kemudian disembunyikan di dalam sebuah ruangan lantai dua, sambil menunggu korban selanjutnya.


Dendam Buat Kelvin Habisi Dana

Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top