Terverifikasi Dewan Pers
 
Jumat, 17 Mei 2019 | 15:43:50
Peristiwa

Polri Soal Pemecatan Polisi Gay: Anggota Polri Tak Boleh LGBT

Sebarkan:
Detik.com
Foto: Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo
JAKARTA - Pemecatan seorang anggota polisi berinisial TT karena orientasi seksual berujung gugatan terhadap Polda Jawa Tengah. Mabes Polri menegaskan bahwa perilaku gay termasuk melanggar norma agama dan kesopanan serta melanggar Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa seorang anggota Polri wajib mematuhi dan taat terhadap UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

"Tercantum pada pasal 19 ayat 1 "Pasal dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya: pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama, kesopanan, kesusilaan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia"," jelas Brigjen Dedi kepada detikcom, Jumat (17/5/2019).

Pada pasal tersebut memang tidak memuat aturan khusus soal gay. Namun, Polri menilai perilaku gay bertentangan dengan norma agama dan kesopanan.

"Pada norma agama dan Kesopanan jelas bahwa LGBT masih menjadi hal yang tabu oleh agama dan tidak diakui secara yuridis oleh Negara, sehingga dari hal tersebut tersirat bahwasanya anggota Polri tidak boleh LGBT dan memiliki kelainan atau disorientasi seksual," tegas Dedi.

Aturan tersebut juga dituangkan dalam Perkap No 14 Tahun 2011. Setiap anggota Polri terikat dan wajib mentaati Kode Etik Profesi Kepolisian dalam Perkap tersebut.

"Anggota Polri terikat dan wajib mentaati Kode Etik Profesi Kepolisian Perkap 14 tahun 2011, tersebut pada Pasal 7 ayat 1 poin b 'Anggota Polri wajib menjaga dan meningkatkan citra, soliditas, kredibilitas, reputasi dan kehormatan Polri' dan pada Pasal 11 disebutkan Anggota Polri wajib 'Menaati, menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum'," lanjut Dedi.

Maka dari itu, setiap anggota Polri yang melanggar aturan tersebut dapat di-sanksi hukuman berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat dari institusi Polri.

"Sehingga apabila hal tersebut sesuai ketentuan pada pasal 20 dan 21 perihal dan sanksi hukuman dan tindakan, bagi anggota Polri yang melanggar dapat diberikan sanksi dan hukuman berupa rekomendasi PTDH," tambah Dedi.

Seperti diberitakan, TT dipecat oleh Poda Jawa Tengah karena orientasi seksualnya. TT merasa adanya diskriminasi dari Polda Jateng karena orientasi seksualnya itu.

Kuasa Hukum TT dari LBH Masyarakat, Maruf Bajammal menjelaskan kliennya diperiksa karena dianggap melakukan hubungan seks menyimpang. Pemeriksaan itu berlangsung pada 15 Februari 2017. Pemeriksaan tersebut berlanjut pada tanggal 16 dan 23 Februari 2017 di Mapolda Jateng.

"Pemeriksaan itu dilakukan tidak ada laporan tuduhan. Baru tanggal 16 Maret 2017 ada laporannya. Jadi diperiksa dulu baru ada laporannya, itu pun bukan laporan masyarakat," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/5/2019).

Selanjutnya, tanggal 18 Oktober 2017, TT dinyatakan melanggar Peraturan Polri tentang kode etik yaitu Perkap no 14 tahun 2011 dan hasilnya yaitu Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Surat keputusan PTDH turun pada 27 Desember 2018.

Atas PTDH itu, TT melakukan upaya banding ke komisi banding tapi ditolak. Pria asal Blora itu pun masih melakukan upaya lain dengan menggugat Polda Jateng dalam hal ini Kapolda. Gugatan dilakukan di PTUN Semarang pada 26 Maret 2019 dan masih berjalan hingga saat ini.



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 20 Juni 2019 | 14:28:48

Sesosok Mayat Laki-laki Penuh Luka Ditemukan di Persawahan Banyuwangi

BANYUWANGI - Warga Banyuwangi digegerkan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas. Mayat tersebut ditemukan tengkurap di areal persawahan. Di sebagian tubuhnya terdapat sejumlah luka. Orang pert
Kamis, 20 Juni 2019 | 14:07:12

Saat Warga Surabaya Teriaki Jokowi Soal Zonasi

SURABAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diteriaki warga untuk menghapus sistem zonasi. Kejadian itu terjadi saat Jokowi menyempatkan menyapa warga usai menghadiri pernikahan putri Rais Am PB NU Kiai Mift
Kamis, 20 Juni 2019 | 13:53:52

Ahli KPU Pakar IT Prof Marsudi Jelaskan Situng Tak Bisa Diakses Publik

JAKARTA - KPU menghadirkan pakar IT Prof Marsudi Wahyu Kisworo dalam sidang gugatan pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Marsudi menjelaskan soal Situng KPU yang kerap dibahas oleh tim huku
Kamis, 20 Juni 2019 | 13:46:19

Bacakan Pleidoi, Habib Bahar: Saya Tidak Niat Menganiaya Korban

BANDUNG - Habib Bahar bin Smith membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan enam tahun penjara akibat perbuatannya menganiaya dua remaja lelaki. Bahar mengaku tak ada niat menganiaya
 
Berita Lainnya
Kamis, 20 Juni 2019 | 14:28:48

Sesosok Mayat Laki-laki Penuh Luka Ditemukan di Persawahan Banyuwangi

BANYUWANGI - Warga Banyuwangi digegerkan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas. Mayat tersebut ditemukan tengkurap di areal persawahan. Di sebagian tubuhnya terdapat sejumlah luka. Orang pert
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 13:38:07

Sopir Angkot di Langsa Aceh Cabuli Penumpang, Korban Trauma

Aceh Utara - Seorang sopir angkot jenis Jumbo, Lufi Revanda (32), warga Kecamatan Langsa Kota, Pemko Langsa, Aceh ditangkap pihak kepolisian. Dia ditangkap karena aksi bejatnya memaksa seorang penum
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 13:32:09

Hasil Sidak Kemenkum HAM di Rutan KPK: Tak Ada Overkapasitas

JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Kondisi Rutan KPK disebut tak mengalami overkapasitas jumlah tahanan."Kapasit
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 11:52:55

Patuhi RUPS, Pemprov DKI Terima Dividen Saham Anker Bir Rp 100 M

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta siap mematuhi keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Produsen bir Anker itu sudah memutuskan membagikan dividen dengan jumlah
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 10:38:15

Ditabrak Mobil Boks, 1 Personel Raimas Polda Jabar Meninggal

BANDUNG - Satu dari tujuh personel Pengurai Massa (Raimas) Polda Jabar meninggal akibat ditabrak mobil boks di Jalan Terusan Kopo, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban bernama Dwi Adimanyu (20)
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 09:37:37

Kecelakaan Touring Harley di Afrika, Putra Ketua MA Meninggal di Usia 41 Tahun

JAKARTA - Keluarga besar Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali berduka. Putra pertama Hatta Ali, M Irfan meninggal dunia saat touring Harley-Davidson di Namibia, Afrika."Putra pertama HM Hatta Ali
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 15:09:32

Viral Foto Pria Pamer Tembak Burung Rangkong, KLHK: Kami Akan Tindak Tegas

JAKARTA - Foto seorang pria yang menembak mati burung rangkong viral di media sosial (medsos). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan akan menindak tegas karena burung rangkong terma
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 13:33:35

Kivlan Zen Merasa Difitnah soal Pembunuhan Tokoh, Polri Tegaskan Profesional

JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zen merasa difitnah setelah dikonfrontasi bersama Habil Marati terkait kasus perencanaan pembunuhan empat pejabat nasional. Polri menegaskan profesional dalam me
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 11:50:22

Pengakuan Bocah Nonton Pasutri Hubungan Seks: Saya Bayar Rp 1.000

TASIKMALAYA - Seorang bocah lelaki penonton pasangan suami istri (pasutri) pamer hubungan seks di Tasikmalaya buka suara soal kejadian tak lazim yang menggegerkan tersebut. Bocah berusia 10 tahu
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 11:21:43

Ayah, Ibu dan Anak Tewas Terlindas Kontainer di Ciamis

CIAMIS - Nahas menimpa tiga orang satu keluarga asal Majalengka. Mereka tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya tersenggol lalu terjatuh dan tergilas kontainer di Simpang tiga
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 11:09:09

Saksi Prabowo Sebut DPT Invalid: Udung dari Pangalengan yang Tak di Dunia Nyata

JAKARTA - Saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Agus Maksum, mencontohkan temuan daftar pemilih tetap (DPT) invalid. Agus menyebut nama Udung dari Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Agus dalam sidang menyeb
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 10:54:57

Heboh! Bocah Tasikmalaya Tonton Live Show Pasutri Hubungan Seks

TASIKMALAYA - Entah apa yang ada dipikiran pasutri E (25) dan L (24). Mereka sengaja mempertontonkan adegan seks suami-istri di depan sejumlah bocah lelaki di Tasikmalaya. Peristiwa bejat itu di
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 10:27:27

Pemancing Trenggalek Hilang di Perairan Laut Selatan

TRENGGALEK - Seorang pemancing dilaporkan hilang di tebing Pantai Blado Trenggalek. Tim SAR gabungan diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian. Koordinator Pos Basarnas Tren
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 10:19:07

Gelapkan dan Gadaikan Mobil Rental, Wanita di Sulsel Ditangkap

MAKASSAR - Ika Tria Syahar (22) warga Kabupaten Gowa dibekuk polisi setelah terlibat penipuan dan pengelapan mobil rental. Pelaku mengelapkan mobil yang disewa selama seminggu. "Tim khusus Polda
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 09:24:40

Bocah yang Hilang Terseret Ombak di Ancol Ditemukan Tewas

JAKARTA - Abdul (14) bocah yang hilang terseret ombak di Laut Ancol akhirnya ditemukan. Ia ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia."Korban Abdul diketemukan dalam keadaan meninggal dunia di pemecah om
 
 
 
Terpopuler

1

19 Jun 2019 00:10 | 1535 views
Nusantara

Babinsa di Inhil Ajak Warga Jaga Semangat Gotong Royong

4

15 Jun 2019 09:06 | 204 views
Peristiwa

Ngeri Prada Deri Mutilasi Cuma karena Minta Dinikahi

 
 
 
 
Top