Terverifikasi Dewan Pers
 
Kamis, 16 Mei 2019 | 11:39:28
Peristiwa

Gara-Gara Status Facebook, ABG di Singkawang Tewas usai Dikeroyok 4 Remaja

Sebarkan:
Merdeka.com
Ilustrasi
KALIMANTAN - Polres Singkawang, Kalimantan Barat menangkap empat remaja masing-masing berinisial F (16), CJ (14), H (13) dan EF (16) karena diduga melakukan tindak pidana penganiayaan pengeroyokan hingga menyebabkan JF (14) meninggal dunia.

"Diamankannya keempat anak tersebut diduga melakukan tindak pidana penganiayaan pengeroyokan dan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang," kata Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Parikhesit, Rabu (15/5).

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/5) sekitar pukul 21.15 WIB di Jalan Raya Tanjung Batu dalam (Kopisan) Gang Sukaramai, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

Penyebab penganiayaan, berawal dari korban menulis kata-kata yang menyinggung CJ di akun media sosial Facebook. Kemudian pelaku yang tidak terima pada hari kejadian sekitar pukul 20.00 WIB bersama tiga pelaku lain mendatangi korban.

"Di lokasi kejadian, terjadilah cekcok mulut antara pelaku dan korban. Kemudian terjadi perkelahian, yang berlanjut dengan pemukulan oleh empat pelaku terhadap korban," ujarnya.

Selanjutnya, orang tua korban membawa korban ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Namun pihak RSUD Abdul Azis Singkawang menyarankan pihak keluarga agar korban dirujuk ke Pontianak.

"Saat dalam perjalanan tepatnya di Mempawah, korban sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Akhirnya, korban pun disemayamkan di rumah duka Nirwana Jalan Burhani Teratai dan akan dikebumikan pada Kamis (16/5). "Pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi dan menyerahkan penanganan perkara penganiayaan sepenuhnya kepada Polres Singkawang," dia menjelaskan.

Saat ini, keempat remaja yang diduga sebagai pelaku penganiayaan pengeroyokan sudah diamankan di Mapolres Singkawang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Keempat anak ini juga akan dikenakan Pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp 3 miliar," katanya.

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi membenarkan telah terjadi kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban yang juga merupakan teman pelaku meninggal dunia. "Dari hasil pemeriksaan kita ada empat orang anak rata-rata masih di bawah umur yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan tersebut," katanya.

Korban meninggal dunia diakibatkan adanya luka parah. Meski sebelumnya sempat dibawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Namun pada saat dibawa ke Pontianak, korban meninggal dunia di dalam perjalanan.

"Saat ini keempat anak yang diduga sebagai pelaku sudah dilakukan pemeriksaan. Mengingat pelaku dan korban masih anak-anak sehingga penyidik kita juga memperlakukan mereka secara khusus," ujarnya.

Yang pasti, kata dia, Polres Singkawang akan tetap berpegang teguh pada aturan selama melakukan proses penyidikan.

Raymond sangat menyayangkan mengapa kejadian ini bisa terjadi di wilayah hukumnya. Karena selain para pelaku dan korban masih anak-anak tapi mereka juga sudah putus sekolah. "Hanya salah satu dari pelaku saja yang masih sekolah," ungkapnya.

Untuk itu, kepada seluruh orang tua agar dapat menjaga anak-anaknya masing-masing terutama dalam hal pendidikan. Karena dengan pendidikan, setidaknya dapat menjauhkan anak-anak dari kenakalan remaja bahkan tindak pidana yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak seumur itu.

"Jangan sampai anak-anak yang harusnya menuntut ilmu menjadi tidak terurus karena ketidakpedulian dari orang tuanya," pesannya. 



Sumber: merdeka.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:43:59

Babinsa Koramil 02/TP Bersama Warga Melaksanakan Karya Bhakti Semenisasi Jalan

TANAH PUTIH- Babinsa Koramil/02 Tanah Putih (TP), Kabupaten Rohil Riau, melaksanakan Gotong Royong Karya Bhakti semenisasi Jalan Teguh, RT 001/RW 001 Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten R
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:36:33

BPN Sebut Massa Demo Ricuh Bukan Pendukung Prabowo-Sandiaga

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut massa aksi demo ricuh 22 Mei bukanlah dari pendukungnya. BPN menilai massa merupakan masyarakat umum."Saya kira itu masyara
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:33:17

Pasca Demo Mahasiswa, Aktifitas di Kantor DPRD Provinsi Riau Berjalan Normal

PEKANBARU- Pasca aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terdiri beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru, selasa sore (21/5). Hari ini, aktifitas di kantor DP
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:26:13

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia Contoh Demokrasi

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia atas suksesnya pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) tahun 2019. Dal
 
Berita Lainnya
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:33:17

Pasca Demo Mahasiswa, Aktifitas di Kantor DPRD Provinsi Riau Berjalan Normal

PEKANBARU- Pasca aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terdiri beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru, selasa sore (21/5). Hari ini, aktifitas di kantor DP
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:46:46

Keponakannya Tewas dalam Aksi 22 Mei, Widya: Pak Presiden, ke Mana Saya Mengadu?

JAKARTA - Anggota keluarga para korban ricuh Rabu (22/5) dini hari mulai berdatangan ke RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta. Termasuk keluarga salah satu korban meninggal dunia bernama Yudianto Rizky Ramadhan.
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 13:22:47

2 Pos Polisi di Pontianak Dibakar Massa

JAKARTA - Dua pos polisi di Pontianak, Kalimantan Barat dibakar massa. Dua pos yang dibakar itu terletak di Jalan Tanjung Raya dan Simpang Garuda."Dua pos polisi yang dibakar, di Tanjung Raya da
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 13:10:54

Polisi Amankan Amplop Berisi Uang dari Massa Demo Ricuh Dini Hari di Jakarta

JAKARTA - Massa demo ricuh di Jakarta semalam diketahui datang dari luar Jakarta. Dari massa yang diamankan, didapati mereka membawa amplop berisi uang."Dugaan sementara mayoritas massa dari luar Jakarta. A
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 11:52:59

Polisi: Massa Rusuh di Flyover Slipi Bawa Anak Panah hingga Bensin

JAKARTA - Sekelompok massa merusuh di flyover Slipi, Jakarta Barat. Polisi menyebut massa tersebut membawa peralatan berbahaya mulai dari busur hingga bensin."Mereka membawa anak panah, busur, b
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 11:29:23

Sejumlah Orang Ditangkap di Flyover Slipi, Polisi: Mulutnya Berbau Alkohol

JAKARTA - Polisi mengamankan sejumlah orang dari sekelompok massa yang merusuh di flyover Slipi, Jakarta Barat. Para pelaku yang diamankan diduga mengonsumsi alkohol."Ada beberapa orang yang kami
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 11:20:08

Terlindas Truk Pasir, Bayi di Ciamis Tewas Mengenaskan

CIAMIS - Nathan tewas mengenaskan akibat terlindas truk pasir. Tubuh bayi usia 18 bulan itu terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai orang tuanya di Jalan RE Martadinata atau tepatnya simpang tiga Anjre
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 09:59:23

6 Tewas di Rusuh Jakarta 22 Mei Dini Hari Tadi, 200-an Orang Luka-luka

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan ada 200 orang luka-luka buntut kericuhan demo Bawaslu semalam. Sebanyak 6 orang yang tewas akibat peristiwa tersebut."Ini per jam 09.00 WIB. Jadi ada s
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 09:29:14

Polda Metro: Tidak Benar Polisi Kejar Massa hingga Masuk Masjid

JAKARTA - Polda Metro Jaya membantah adanya isu-isu yang menyebut personel pengamanan demo di depan gedung Bawaslu mengejar massa hingga masuk ke area masjid. Isu tersebut beredar di sosial media."K
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 08:56:56

Polisi: 9 Mobil di Depan Asrama Brimob Petamburan Dibakar OTK

JAKARTA - Aksi demo di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, berbuntut kericuhan. Di tengah ricuh tersebut, mobil-mobil yang diparkir di depan Asrama Brimob Petamburan, Jakarta
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 08:46:15

Hari ini Ustaz Sambo Dipanggil Polisi Terkait Kasus Makar Eggi Sudjana

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya hari ini mengagendakan pemeriksaan Ustaz Ansufri Idrus Sambo terkait dengan kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sud
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 08:41:54

Polda Jatim Klaim Hadang 1.700 Massa Peserta Aksi 22 Mei di Jakarta

SURABAYA - Polda Jatim telah mencegah 1.700 massa yang hendak ke Jakarta untuk bergabung dengan aksi 22 Mei. Pencegahan melalui sweeping yang dilakukan di beberapa titik. Kapolda Jatim Irjen Pol L
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 01:02:10

Peringati Nuzulul Quran, Camat Tengku Indra Putra : Mari Jadikan Malam Nuzul Quran Sebagai Momentum Pemersatukan Ummat

SIAK - Peringatan Nuzulul Quran di Kecamatan Lubuk Dalam yang dilaksanakan di Masjid At- Taqwa Blok H  Kampung Sri Gading yang ditaja oleh Pemerintahan Kecamatan, KUA dan MUI dihadiri puluhan Jamaah. Dalam acar
 
Selasa, 21 Mei 2019 | 16:22:18

Polisi Sumedang Pulangkan 5 Anggota FPI yang Akan Ikut Aksi 22 Mei

BANDUNG - Polisi menggagalkan rencana 5 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) di Kabupaten Sumedang yang hendak berangkat untuk aksi 22 Mei 2019 ke Jakarta. Mereka pun sepakat untuk batal bera
 
Selasa, 21 Mei 2019 | 16:15:45

Pria Ini Belasan Kali Kencani Adik Ipar dengan Ancaman Foto Telanjang

MAGELANG - Seorang pria di Kabupaten Magelang, Jateng, ditangkap polisi karena telah menyetubuhi adik iparnya yang masih di bawah umur sebanyak belasan kali, dengan ancaman foto telanjang. Pria
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top