Iklan Sosial
 
Kamis, 8 November 2018 | 15:22:33
Peristiwa

Komnas Perempuan: Investigasi Kasus Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM

Sebarkan:
Detik.com
Jakarta - Komnas Perempuan mendesak Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusut tuntas kasus dugaan perkosaan mahasiswi saat kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku. Pengusutan harus memberikan efek jera terhadap pelaku.

"Meminta pihak akademik untuk melakukan investigasi independen, melakukan langkah yang memberi rasa adil pada korban dan penjeraan bagi pelaku," ujar Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni dalam keterangan tertulis, Kamis (8/11/2018).

Civitas akademika UGM diminta melindungi integritas mahasiswi korban dugaan pemerkosaan. Kasus ini juga harus menjadi momen mendorong kampus dan lembaga pendiikan untuk kurikulum tentang HAM gender.

"Membangun sistem/layanan pengaduan dan penanganan kekerasan seksual yang ramah pada korban, dan membangun sistem pencegahan dan perlindungan sebagai dukungan prinsip belajar, utamanya jaminan rasa aman saat Kuliah Kerja Nyata (KKN)," sambung Budi Wahyuni.

Kasus ini menurutnya juga menunjukkan pentingnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan. Sebab, isu kekerasan seksual disebut Komnas Perempuan sangat kompleks

"Bukan sekedar perkosaan dengan penetrasi, tetapi juga harus menjamin hak ketidakberulangan," kata Budi Wahyuni.

Sebelumnya UGM menampik lalai menangani kasus dugaan perkosaan yang dialami mahasiswinya. Sejak awal UGM sudah menawarkan agar kasus tersebut diselesaikan lewat mekanisme hukum.

"Awalnya kan memang akan kita tawarkan (menempuh jalur hukum)," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani, Rabu (7/11).

Namun dalam prosesnya opsi membawa perkara tersebut ke ranah hukum urung dilakukan. Penyebabnya, kata Iva, dikarenakan pelaku dan korban menghendaki agar kasus yang terjadi tahun 2017 tersebut diselesaikan melalui mekanisme internal kampus.

Terkait kasus ini, mahasiswa yang tergabung dalam gerakan #kitaAGNI menggelar aksi bertajuk 'UGM Darurat Kekerasan Seksual' di halaman Fisipol UGM. Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa ini secara simbolis diawali dengan meniupkan peluit dan membunyikan kentungan.

Barisan massa yang hadir membentuk formasi melingkar, di tengahnya terdapat baliho berisi petisi atau tuntutan gerakan #kitaAGNI kepada pihak kampus.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 19 November 2018 | 16:57:13

Gedung Granadi Disita, Nilainya Masih Ditaksir

Jakarta - Gedung Granadi disita negara. Gedung yang masuk dalam aset yayasan Supersemar ini masih ditaksir nilainya untuk dilelang. "Sudah lama (disita)," kata pejabat Humas PN Jaksel Achmad Guntu
Senin, 19 November 2018 | 16:53:31

Selang Beberapa Menit, Gempa 4 SR Kembali Guncang Mamasa

TANA TORAJA - Gempa bumi berkekuatan 4,0 skala richter (SR) kembali mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin (19/11/2018) pukul 15.23 Wita selang gempa 3,0 SR mengguncang beberapa menit lalu
Senin, 19 November 2018 | 16:47:14

Petani di Ngawi Tewas Setelah Dibacok Kerabat Sendiri

Ngawi - Seorang petani warga Dusun Sepreh Desa Selopuro Kecamatan Pitu, Ngawi, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Korban Sutarno (40) kondisinya penuh luka bacokan pada leher belakang.
Senin, 19 November 2018 | 16:44:04

Kabur dari Sirkus, Tujuh Unta Datangi Supermarket di Jerman

BERGEN  Sebuah foto aneh yang memperlihatkan beberapa unta berkeliaran di bawah terang bulan di dekat sebuah supermarket di Bergen, Jerman. Kejadian membuat warga yang kebingungan menghubungi polisi.
 
Berita Lainnya
Senin, 19 November 2018 | 16:38:40

Paman Cabuli Keponakannya yang Masih Sekolah SD hingga Keguguran 2 Kali

SURABAYA - Seorang paman di Surabaya, tega mencabuli keponakannya sendiri yang masih di bawah umur selama satu tahun lebih hingga mengakibatkan korban mengalami keguguran dua kali. Parahnya, kelakuan beja
 
Senin, 19 November 2018 | 16:30:47

Lagi, 5 Anak di Surabaya Tertangkap Basah Sedang Ngelem

Surabaya - Kembali anak ngelem ditemukan di Surabaya. Kali ini lima anak di bawah umur tertangkap basah oleh Satpol PP sedang ngelem di Jalan Banyu Urip Kidul V, Surabaya.Kepala Satpol PP Suraba
 
Senin, 19 November 2018 | 15:32:11

Pengungsi Afghanistan di Medan Demo Minta Dikirim ke Negara Penampung

JAKARTA  - Puluhan pengungsi asal Afghanistan berunjuk rasa di Jalan Listrik, Medan, Senin (19/11). Mereka meminta perhatian dunia agar segera dikirim ke negara ketiga dan kekerasan
 
Senin, 19 November 2018 | 15:01:34

Periksa Saksi, Polisi Buru Pembunuh Dufi yang Mayatnya dalam Drum

Jakarta - Polisi memeriksa dua orang saksi di lokasi ditemukannya mayat Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi di dalam drum di Klapanunggal, Bogor. Polisi masih mengidentifikasi ciri-ciri pelaku."Berdasarkan
 
Senin, 19 November 2018 | 14:34:11

Belum Miliki Rekomendasi, PT. Crane Worldwide Logistics Sudah Eksploitasi Tanah Timbun

BENGKALIS - Perusahaan Crane Worldwide Logistics, yang merupakan salah satu perusahaan mitra kerja pihak pengembang jalan Tol Pekanbaru-Dumai, PT.Hutama Karya infrastruktur (HKi) yang berada di sektor 4 (em
 
Senin, 19 November 2018 | 14:08:09

Pesan Terakhir Dufi ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas: Mah Saya Sudah di Stasiun

BOGOR - Adik Kandung Abdullah Fitri Setiawan, Muhammad Ali Ramdoni mengatakan, korban terakhir melakukan komunikasi dengan istrinya pada Jumat (16/11) lalu. Abdullah alias Duffi sapaan akrabnya tewas ditemu
 
Senin, 19 November 2018 | 13:46:53

Usai Tes CPNS, Kakak Beradik di Riau Tewas Tertabrak Truck

PELALAWAN - Siska Lestari (26) dan adiknya, Martia Tri Utami (21) tewas setelah motor yang dikendarai mereka ditabrak truck Colt Diesel. Truck yang dikemudikan Rudi Hartono (33) itu mena
 
Senin, 19 November 2018 | 11:51:20

Kakek Sukimin Ditemukan Tewas di Bawah Bambu, Urat Lehernya Putus

Magetan - Seorang warga Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Magetan ditemukan tewas di belakang rumahnya. Saat ditemukan, kondisinya mengenaskan. Urat lehernya terputus dengan menyisakan bekas luka
 
Senin, 19 November 2018 | 11:46:28

Akiong Catut Nama Kapolda Riau Minta Jatah Preman ke Pengrajin Kapal

ROKANHILIR - Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir akhirnya menangkap Gusta Lim alias Akiong. Dia diduga mencatut nama Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo untuk memungut uang ke sejumlah pengusaha pengraji
 
Senin, 19 November 2018 | 11:29:51

Diduga Anak Bermain Mancis, Rumah Warga Kunto Darussalam Lesap Dilalap Api

ROKANHULU - Rumah Sukirman (53) warga Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ludes dilalap sijago merah, Minggu, (18/11/2018) sekira pukul 13:00 wib. Peristiwa
 
Senin, 19 November 2018 | 11:00:55

Buaya yang Terkam Bocah hingga Tewas di Riau Ditangkap Warga

ROKANHULU  - Warga di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau menangkap seekor buaya raksasa. Buaya itu diyakini warga yang menyerang bocah Rahmad (7) hingga tewas."Mend
 
Senin, 19 November 2018 | 10:38:04

Heboh! Tahanan Pria Potong Kelaminnya Lalu Buang ke Kloset

Makassar - Entah apa yang ada di benak IS (28) hingga nekat memotong alat vitalnya. Tahanan di Rutan Klas II B Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu lalu membuangnya ke kloset."Iya benar ada
 
Senin, 19 November 2018 | 10:22:09

Penemuan Mayat dalam Drum, Polisi: Istri Tak Tahu Pekerjaan Korban

Jakarta - Mayat pria yang ditemukan di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor diketahui bernama Abddullah Fitri Setiawan. Korban diduga mantan wartawan. "Dulu pernah jadi wartawan RR
 
Sabtu, 17 November 2018 | 20:46:21

Warga Resah, Peningkatan Jalinsum Diseputaran Wilayah Kabupaten Bengkalis Ciptakan Kemacetan

BENGKALIS - Kondisi arus lalu-lalintas di beberapa titik di sepanjang jalan lintas sumatera (Jalinsum), tepatnya diseputaran wilayah Kabupaten Bengkalis, selalu macet dan menimbulkan keresahan masyarakat penggu
 
Sabtu, 17 November 2018 | 16:58:21

Bus Eka Terguling di Ngawi, 13 Penumpang Terluka

Ngawi - Bus Eka terguling di Jalan Raya Ring Road Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu. Kecelakaan itu membuat 13 penumpang bus bernopol D 7355
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top