Selasa, 18 September 2018 | 16:09:02
Peristiwa

Perjuangan Ibu di Cilacap lahirkan bayi jumbo 5,7 kg secara normal

Sebarkan:
Merdeka.com
Perjuangan seorang Ibu di Cilacap melahirkan bayi raksasa.

CILACAP - Seorang bayi dengan berat badan jauh di atas normal lahir di Rumah Sakit Umum Duta Mulya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (16/9). Bayi tersebut memiliki bobot 5,7 kg dengan panjang 155 cm melalui persalinan normal.

Menurut lapoan tim medis rumah sakit, bayi dan ibunya, Anis Murwati (29), dalam keadaan sehat dan terus dipantau oleh tim medis yang membantu persalinan.

Ibu dari bayi tersebut, Anis Murwati bercerita saat terakhir memeriksakan kandungan ke bidan di desa Cibungur, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap diperkirakan bayi dalam kandungnya sudah berbobot empat kilogram. Saat itu, kandungannya sudah memasuki usia delapan bulan. Bidan sempat menyarankan untuk langsung bersalin di klinik atau rumah sakit kalau mau melahirkan.

"Kata bidan bayi saya besar," dia menerangkan.

Anis juga merasa, sejak usia kehamilan tujuh bulan perutnya membesar luar biasa. Dia pun merasa kehamilan kali ini lebih berat dibanding kehamilan sebelumnya. Memasuki usia delapan bulan, ia nyaris tak bisa beraktivitas lantaran beratnya kandungan. Tetapi, ia memaksakan diri untuk setidaknya berolahraga di pagi hari, dengan cara menyapu atau sekadar jalan-jalan santai.

"Saya ingin melahirkan normal," dia berujar.

Pada Minggu (16/9), saat subuh hari, Anis merasakan kontraksi pertama. Sekitar pukul 10.00, durasi kontraksi semakin panjang dan intensitasnya meningkat. Ia merasa, waktu persalinannya telah tiba. Maka, Anis dan suaminya, Asep Hardianto berkemas dan langsung berangkat ke rumah sakit.

Sekitar pukul 11.40, ia tiba di rumah sakit. Usai pemeriksaan awal, Anis pun langsung masuk kamar bersalin.

"Ternyata sudah bukaan delapan. Bayinya sudah kelihatan, dan besar sekali" ucap Direktur RSU Duta Mulya Majenang, Tatang Mulyana.

Petugas medis dan dokter yang bertugas pun berpikir keras. Sebab, persalinan bayi jumbo memang berisiko tinggi. Salah satunya, Dystocia bahu. Kondisi di mana kepala bayi sudah keluar, namun bagian bahu si bayi macet lantaran lebar di atas rata-rata. Kondisi ini berbahaya, baik terhadap bayi maupun ibunya.

"Kemungkinan terburuknya operasi, bayi ditarik lagi ke rahim baru dikeluarkan," dia menerangkan.

Namun, untuk dilakukan operasi tak memungkinkan. Resiko ketuban pecah pun besar. Bayi mesti secepatnya keluar dari rahim ibunya.

"Kita berusaha yang terbaik dengan persalinan normal," ucapnya.

Akhirnya, setelah berjuang nyaris satu jam, sang ibu dan bayinya berhasil melewati proses persalinan normal. Dokter dan tenaga medis pun lega. Mereka tinggal merawat ibu dan bayi pasca-kelahiran.

"Alhmadulillah, lahir dengan selamat. Ibu sehat, bayinya sehat," Tatang menambahkan. 


(merdeka.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:22:43

Fadli Zon Bela Ahmad Dhani: Masak Ngomong Idiot Jadi Tersangka?

Jakarta - Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik oleh Polda Jatim. Fadli Zon mengkritik penetapan status tersangka kompatriotnya di Gerindra ini."Saya kira hukum jadi nggak netr
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:20:52

Harga Telur Ayam Merosot di Tengah Mahalnya Jagung

SOLO - Paguyuban Peternak Ayam Petelur Solo menggelar aksi unjuk rasa terkait harga telur ayam jauh di bawah harga pokok produksi (HPP). Aksi yang digelar di Bundaran Gladak, Solo, mereka juga membawa sejuml
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:09:25

Ahmad Dhani Melawan: Ini Negara Cebong atau Pancasila?

Jakarta - Polisi menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik. Ahmad Dhani berang dirinya ditetapkan tersangka. Dhani heran kebenciannya pada suatu hal yang buruk dinilai menyalahi at
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:06:36

Beli 51% Saham Freeport, Inalum Jamin Tak Gadai Aset Negara

JAKARTA ? Pemerintah belum sepenuhnya menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Bahkan dalam proses negosiasi divestasi saham Freeport itu, ada banyak isu dan komentar yang muncul dari kalangan politisi
 
Berita Lainnya
Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:50:10

Perampok Babak Belur Dihajar Warga, Mobil Pelaku Dibuang ke Parit

Batang - Aksi perampokan digagalkan warga di Batang, Jawa Tengah siang tadi. Dua orang perampok babak belur dihajar warga, mobil pelaku juga dibuang ke parit. Peristiwa ini berawal saat korban yang bernam
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:41:45

Empat Saksi Diperiksa Soal Kebakaran Ludeskan 52 Motor Pelajar SMKN 1

Surabaya - Polisi memeriksa 4 saksi dalam kebakaran yang menghanguskan 52 unit motor pelajar SMKN 1 Surabaya dan 1 unit mobil boks, di lahan parkir Hj Fatimah. Meski pemiliknya berhasil menyelamatkan diri
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:24:35

Hutan di Lereng Gunung Bentar Seluas 13 Hektar Terbakar

Probolinggo - Hutan di lereng perbukitan Gunung Bentar di Probolinggo, terbakar. Perbukitan di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, di petak 22 C ini menghanguskan sekitar 13 hektar, Kamis (18/10/2018
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:59:29

Kota Dumai Riau Dilanda Banjir, 18 KK Mengungsi di Musala

Dumai - Curah hujan yang terus mengguyur membuat sejumlah kawasan di Kota Dumai, Riau mengalami banjir. Akibat banjir sejumlah rumah warga tergenang air dan sebagian terpaksa mengungsi."Banjir ini sudah
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:52:59

Lokalisasi di Riau Terbakar, Satu Orang Tewas

Pekanbaru - Dua unit rumah semipermanen di lokalisasi Tenayan Raya Pekanbaru terbakar. Satu orang pria yang belum diketahui identitasnya tewas terbakar."Seorang pengunjung yang belum diketahui identitasny
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:36:37

Hadiri Sidang Praperadilan, Sukmawati Ungkap Adanya Kejanggalan soal SP3 Habib Rizieq

BANDUNG - Sukmawati Soekarnoputri hadiri sidang praperadilan terkait dikeluarkannya Surat Penghentian Penyidikan (SP3), dalam kasus penistaan Pancasila dengan terlapor Habib Rizieq Shihab, di Pengadilan N
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:31:46

Truk Sampah DKI Dicegat di Bekasi, Kadishub Singgung Duit Kompensasi

Jakarta - Kadishub Kota Bekasi Yayan Yuliana menyebut sejumlah kewajiban Pemprov DKI terkait pengangkutan sampah yang tak dipenuhi. Tapi Yayan juga menyinggung duit kompensasi bau ke Bekasi."Ya kita buk
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:21:41

Malu dan Minder, Selvia akan Dibujuk Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Lamongan - Usai menjalani pemeriksaan dari tim dokter Puskesmas Bluluk, Selvia Dwi Susanti (15), gadis ini rencananya akan mendapatkan penanganan khusus terkait kondisi mentalnya pascamengalami obes
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:09:47

Polisi Tepis Urusan Peluru Nyasar Janggal: Kami Kerja Profesional

Jakarta - Sejumlah pihak menilai janggal terkait insiden peluru nyasar ke gedung DPR. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional."Kita melakukan Olah TKP secara profesional ya, dan k
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:15:32

Puluhan Motor Pelajar SMKN 1 Surabaya dan 1 Unit Mobil Ludes Terbakar

Surabaya - Puluhan sepeda motor milik pelajar SMKN 1 Surabaya dan satu mobil boks yang diparkir di lahan parkir Jalan Karangrejo Timur I, ludes terbakar.Kebakaran di lahan parkir milik Hj Fatimah itu terj
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:13:40

PSK dan Pelanggannya Kocar-Kacir saat Lokalisasi Terbakar, 1 Orang Tewas

PEKANBARU - Kebakaran melanda sebuah kafe remang- remang yang berada di Lokalisasi Maredan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Kebakaran ini membuat para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan pria hidun
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:37:48

Cerita pelarian satu bulan di hutan usai membunuh mantan istri

SR alias JM selama berhari-hari menyusuri hutan di kawasan Singkawang, Kalimantan Barat. Dia terpaksa lari dari kejaran polisi usai menikam mantan istrinya, Sery Juniarsih yang tinggal di Jalan Rawasari
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 10:42:52

Kesal dipaksa tenggak miras, 2 pemuda menenggelamkan 2 kawan di Sungai Cimanuk

Polisi membongkar kasus pembunuhan terhadap dua pemuda di Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dua tersangka ditangkap terkait kasus ini. "Berkaitan dengan kasus menghilangkan jiwa atau pembunuh
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 19:23:36

Sebelum Wafat, Sodikin Doakan Prabowo Jadi Presiden

BENGKALIS -Organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Bengkalis kehilangan sosok seorang Sodikin, personel Komandan Inti (KOTI). Pria yang juga berkecimpung di dunia kewartawanan ini menghembuskan nafas, Selasa
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 16:34:32

Polisi: Ada 4 Peluru 9 Mm Nyasar ke Gedung DPR

Jakarta - Polisi kembali menemukan dua peluru yang nyasar ke ruang anggota DPR di gedung Nusantara I hari ini. Jadi total ada empat peluru yang ditemukan sejak Senin (15/10). "Kalau lihat fakta, ada emp
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top