Iklan Sosial
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:55:39
Peristiwa

Ekspresi Nasionalisme Petani, Upacara di Tengah Sawah

Sebarkan:
Liputan6.com
Pasukan pengibar bendera meski susah payah berbaris, tetap menjaga agar bendera tetap bersih.

Magelang - Banyak cara mengungkapkan nasionalisme. Seperti dilakuan sejumlah petani di dusun Sudimoro, Desa Gondang, Kecamatan Mungkid kabupaten Magelang. Agar tak lepas dari kebiasaan bergaul dengan lumpur sawah, mereka menggelar upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan ke - 73 di tengah sawah.

Wahyu, Kepala Desa Gondang bercerita bahwa upacara ini digelar bukan untuk sensasi. Namun memiliki tujuan agar warga desa tetap memiliki kebanggaan sebagai petani. Wahyu mengaku prihatin karena secara umum kaum muda, sudah jarang mau terjun ke sawah.

"Anak-anak sekarang malah memperlakukan sawah sebagai sebuah spot foto saja. Jadi ketika sawah sedang diolah habis panen dan tidak menarik, anak-anak muda itu tak lagi tertarik datang ke sawah," kata Wahyu usai upacara bendera kepada Liputan6.com, Jumat, 17 Agustus 2018.

Jalannya upacara bendera sebenarnya biasa saja. Disampaikan dalam bahasa nasional, kecuali saat amanat pembina upacara. Wahyu sebagai pembina upacara menggunakan bahasa campuran agar mudah dipahami. Nasionalisme tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Ketika hendak mengibarkan bendera, tiga petugas terlihat tak canggung berbaris di dalam lumpur. Meski tak seluruhnya berprofesi sebagai petani, namun keseharian mereka sudah akrab dengan sawah dan lumpur.

"Kesulitannya ya baris berbaris tidak bisa sempurna seperti di daratan. Tapi niat kami tulus, termasuk menjaga agar bendera tidak terciprat lumpur. Nasionalisme kami tak tanggung-tanggung," kata Wahyu.

Para peserta upacara seluruhnya berada dalam lumpur. Mereka adalah warga dan seluruh ketua RT di desa Gondang.

Keseharian mereka tak seluruhnya berprofesi sebagai petani. Namun lingkungan tempat tinggal mereka memang berada di persawahan. Secara tak langsung kondisi ini mengakrabkan warga dengan tradisi petani.

"Sekali lagi, ini sebenarnya sebuah pesan bahwa jadi petani juga harus menjaga nasionalisme. paling tepat dengan meningkatkan produktivitas sehingga Indonesia tak perlu impor bahan pangan," kata Wahyu.

Wahyu berharap pada masa mendatang anak-anak muda kembali tertarik pada dunia pertanian. Mereka tetap menjadi petani meskipun petani modern dengan manajemen yang lebih modern. 

Sawah memang identik dengan petani dan secara fotografis sangat menarik sebagai spot foto. Namun fungsi sawah harus dikembalikan sebagai tempat produksi pangan, bukan sebagai tempat sekadar berfoto-foto.


(Liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 15 November 2018 | 11:21:36

TNI Tangkap 2 WN Malaysia Penyelundup Sabu di Perbatasan

PONTIANAK - Satuan tugas Pengamanan perbatasan Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yodha menangkap warga Malaysia berinisial AR dan MI karena membawa 13 gram sabu-sabu saat memasuki Indonesia di portal titik
Kamis, 15 November 2018 | 11:18:38

Samsung Akan Adopsi Pembagian Memori Eksternal Lewat Android Pie

Jakarta - Fungsi membagi memori eksternal untuk keperluan memperluas kapasitas memori internel sudah lama dihadirkan Google di Android, tepatnya di Android Marshmallow. Dengan cara ini, pengguna tidak
Kamis, 15 November 2018 | 11:12:01

Bakamla SPKKL Karangasem Ajak Warga Bersihkan Pantai Ujung

KARANGASEM - Bina Kreasi Maritim Bakamla di Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bali diwujudkan dengan mengajak masyarakat maritim di wilayah Perairan Pantai Ujung, Kecamatan Karangas
Kamis, 15 November 2018 | 10:57:42

Mahasiswa IPB Rebut Gelar Juara di Kompetisi Tingkat ASEAN

JAKARTA - Tiga tim mahasiswa dari Departemen Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil merebut berbagai gelar juara dalam Food Product Development Competition (FPDC) di Jakarta I
 
Berita Lainnya
Kamis, 15 November 2018 | 10:42:18

Teman Sekolah Arya-Sarah Tabur Bunga di Rumah Pembunuhan Satu Keluarga

Bekasi - Dua anak korban pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), merupakan murid kelas III dan kelas I di SD Imanuel, Pondok Melati. Hari Ini, guru dan murid
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:39:36

Heboh Penemuan Bayi Laki-laki Dikerubuti Semut Masih Hidup

Situbondo - Sesosok bayi laki-laki ditemukan warga di tempat sampah Dusun Krajan Timur Desa/Kecamatan Asembagus, Kamis (15/11/2018). Saat ditemukan, bayi yang masih lengkap dengan ari-arinya itu konon dib
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:23:57

Nuril Perekam Perilaku Mesum Kepsek Minta Dibebaskan Jokowi

JAKARTA - Baiq Nuril dihukum Mahkamah Agung 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta karena merekam perbincangan mesum kepala sekolahnya. Nuril pun memohon kepada Presiden Jokowi agar dirinya dibeb
 
Rabu, 14 November 2018 | 20:21:29

Lagi, Satpol PP Rohul Amankan 1.000 Botol Bir

ROKANHULU - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), jelang akhir tahun 2018 ini, gencar melakukan Operasi Penertiban minuman bir Alcohol di 16 Kecamatan. Operasi penertiba
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:52:52

Harimau Liar Terjebak di Ruko Pasar di Riau Jadi Tontonan Warga

PEKANBARU - Seekor harimau liar main-main ke Ruko di pasar Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Hal ini jarang ditemui."Dengan terjebak harimau di lorong ruko yang sem
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:21:03

Pasangan Mesum-Waria Kena Razia Penyakit Masyarakat di Makassar

Makassar - Tim gabungan Dinas Sosial, polisi dan Satpol PP Makassar merazia penyakit masyarakat di sejumlah wisma. Hasilnya, petugas mengamankan pasangan mesum, wanita tuna susila, waria hingga
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:08:03

Pagar Tembok SD di Pekanbaru Roboh, 2 Orang Tewas

Pekanbaru - Pagar tembok SD Negeri 141 Jl Tengku Bey, Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru roboh tadi pagi. Dua orang tewas tertimpa tembok beton tersebut."Tembok itu roboh sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu a
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:57:36

Lereng Perbukitan Retak Ancam Pemukiman Warga Trenggalek

Trenggalek - Tingginya intensitas curah hujan di Trenggalek mengakibatkan lereng perbukitan di Desa Karangsoko, retak dan rawan longsor. Kondisi ini mengancam sejumlah pemukiman yang ada di bawa
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:53:20

Tim SAR Masih Cari Wanita Pengendara Motor Hanyut di Pangandaran

Tasikmalaya - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian Reni Hermawati (22) warga Pangandaran diduga hanyut arus air saat menerobos banjir, Selasa (13/11/2018). Sebanyak 50 orang dari Tagana, B
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:39:14

Cemburu Berujung Suami Habisi Istri di Sidoarjo

Sidoarjo - Seorang istri dibunuh suaminya di kamar kos Desa Kedungturi, Taman, Sidoarjo. Sugiyono tega membunuh istrinya, Junisa (31). Pria 47 tahun itu membunuh dengan cara memukulnya menggunak
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:27:05

Geger Pembunuhan Sadis Sekeluarga: dari Pulomas hingga Bekasi

Jakarta - Kasus pembunuhan sekeluarga kembali terjadi, kali ini di Bekasi. Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di Pulomas dan Makassar.Yang terkini, peristiwa pembantaian sekeluarga terjadi di
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:51:09

Truk Pengungsi di Sulbar Terjun ke Jurang, 4 Orang Tewas

Mamasa - Mobil truk bak terbuka yang ditumpangi pengungsi Gempa Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) terjun ke jurang. Akibatnya, 4 orang tewas.Awalnya mereka meninggalkan posko induk pengungsi di Ke
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:37:16

Rumah Terendam Banjir, Jenazah Warga Baleendah Diangkut Pakai Rakit

BANDUNG - Jenazah seorang warga di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diangkut menggunakan rakit karena banjir melanda rumahnya. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, jenazah tersebut b
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:56:08

Bu Nuril Dihukum Penjara, Suami: Istri Saya Korban Pelecehan

Mataram - Suami Baiq Nuril, Isnaini, hanya bisa pasrah, istrinya dipenjara Mahkamah Agung (MA) karena merekam percakapan mesum kepala sekolah. Namun Isnaini heran, istrinya yang jadi korban pelecehan ma
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:47:12

Ironis, Pupuk Diduga Cemari Sumur Warga Belum Dikaji ke Air Tanah

Mojokerto - Meski banyak digunakan ke lahan tebu, pupuk cair jenis Pupuk Hayati Enero (PHE) ternyata belum dikaji dampaknya terhadap air tanah. Produsen pupuk ini, PT Enero mengaku baru kali ini
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top