Iklan Sosial
 
Senin, 9 Juli 2018 | 16:29:53
Peristiwa

Tak Diterima di SMP Negeri, Puluhan Orang Tua Siswa Segel Pagar Sekolah

Sebarkan:
Liputan6.com
Puluhan orang tua siswa yang anaknya tidak diterima masuk SMP negeri, lakukan aksi protes dan menyegel pintu gerbang sekolah SMPN 23 Kota Tangerang, Senin (9/7/2018).

Tangerang - Puluhan orang tua siswa yang anaknya tidak diterima masuk SMP negeri, lakukan aksi protes dan menyegel pintu gerbang sekolah SMPN 23 Kota Tangerang, Senin (9/7/2018). Aksi tersebut membuat Kepala Dinas Pendidikan dan ratusan orang tua siswa yang dinyatakan lulus ujian masuk atau PPDB tidak bisa keluar sekolah.

Puluhan warga yang demo tersebut adalah warga setempat atau dari RW 04 Kelurahan Panunggangan Utara. Mereka menahan Kepala Dinas Pendidikan Abduh Surahman beserta jajaran di SMPN 23 Panunggangan Utara.

Permintaan mereka adalah meminta agar difasilitasi menjadi siswa di sekolah tersebut. Kepala Dinas yang akan kembali ke kantornya usai mediasi dengan warga setempat berdebat dengan beberapa warga agar permintaannya dikabulkan.

Abduh pun kembali lagi ke dalam sekolah sebab warga menghalangi gerbang dan mengikatnya dengan lakban. Abduh menegaskan kepada warga bahwa dirinya tetap mengacu kepada aturan dan sistem yang berjalan, dia tidak bisa asal memasukkan siswa di luar sistem dan aturan yang ada.

"Garis tegasnya kita tetap pada aturan main jadi tidak ada yang bisa kita akomodir," ujar Abduh.

Meski begitu, dia pun akan melaporkan hasil pertemuan kepada wali kota. "Kami menawarkan solusi kepada warga agar masuk ke sekolah swasta terlebih dahulu selama satu taun, kemudian pindah. Namun melalui mekanisme mutasi bukan sistem PPDB,"tutur Abduh.

Sebab, di sekolah swasta berada di Kota Tangerang, terdapat program pemkot 'Tangerang Cerdas' yang dapat membantu BOP siswa. Bahkan iuran sekolah bulanannya pun ada yang digratiskan kepada siswa, alias dibayarkan oleh pemkot.

"Itu sebagai sebuah solusi agar sistem PPDB ini tidak rusak," kata Abduh.

Namun, solusi tersebut tidak diterima orang tua siswa yang mayoritas tinggal di belakang sekolah tersebut. Menurut Samnah, salah satu warga RW 04, dia menginginkan anaknya masuk sekolah tersebut lantaran anaknya tidak perlu naik angkutan umum untuk bersekolah.

"Nantinya banyak biaya lain-lain lagi yang harus dikeluarkan. Ya transport, seragam,dan biaya yang seharusnya gratis di negeri jadi bayar di swasta," tuturnya.

Panjat Pagar

Akibat aksi protes tersebut, sejumlah orang tua dan calon siswa yang tengah daftar ulang, harus memanjat pagar untuk keluar dari sekolah tersebut. Sebab hingga saat ini, protes tersebut masih terus berjalan.

"Masa mau sampai sore di sini, mau enggak mau. Untung dipegangin anak saya," ujar Sumi, salah satu orang tua siswa.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Abduh Surahman, masih berada di dalam sekolah tersebut.

(Liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 11:44:59

Permintaan terakhir bocah di Karawang sebelum ditemukan tewas

KARAWANG - Jasad Ririn Agustin (11) telah dimakamkan pihak keluarga pada Sabtu (15/9) lalu setelah dilakukan otopsi di RSUD Karawang. Namun nama dan keseharian gadis cilik yang masih duduk dibangku kelas en
Rabu, 19 September 2018 | 11:40:10

Pesawat Tanpa Awak ITS Siap Berlaga di Turki

JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berkesempatan menunjukkan taringnya di kancah dunia. Melalui Tim Bayucaraka, ITS unjuk kebolehan dalam kontes pesawat nirawak tingkat dunia, T?B
Rabu, 19 September 2018 | 11:35:29

Panglima TNI Kunjungan Kerja ke Malang

JAKARTA -  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M. dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., melaksanakan
Rabu, 19 September 2018 | 11:31:07

Honor Super Brand Day On Shopee: Penuh Diskon untuk Smartphone Honor

PROGRAM promo dan diskon sudah menjadi andalan pelaku bisnis untuk menarik minat konsumen. Hal itu tentu saja ditangkap perusahaan e-commerce Shopee dengan menggelar Super Brand Day. Kali ini kabar baik bagi p
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 11:44:59

Permintaan terakhir bocah di Karawang sebelum ditemukan tewas

KARAWANG - Jasad Ririn Agustin (11) telah dimakamkan pihak keluarga pada Sabtu (15/9) lalu setelah dilakukan otopsi di RSUD Karawang. Namun nama dan keseharian gadis cilik yang masih duduk dibangku kelas en
 
Rabu, 19 September 2018 | 11:19:11

Diduga akibat putus cinta, pemuda di Malang gantung diri

MALANG - Diduga akibat putus cinta, seorang pemuda di Kota Malang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Thoriq Erza Putra Pratama (20) ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur oleh keluarganya. Ko
 
Rabu, 19 September 2018 | 10:57:30

Diduga terlibat prostitusi, waria dan 4 anak di bawah umur diamankan polisi

MAKASSAR - Seorang waria dan empat remaja yang masih di bawah umur diamankan di salah satu wisma di Jalan Pengayoman oleh tim unit Resmob Polsek Panakkukang, Selasa (18/9) malam. Mereka diamankan lantaran d
 
Rabu, 19 September 2018 | 10:35:26

Selingkuh Berujung Kasus Foto Alat Vital Perangkat Desa di Jombang

Surabaya - Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang bernama Siswanto terjerat kasus foto alat vital yang tersebar di media sosial. Setelah ditelusuri, terny
 
Selasa, 18 September 2018 | 20:18:05

Kekosongan Wakil Bupati Rohul, Mahasiswa Ini Sebut Ada Upaya Pembiaran

ROKANHULU - Akhir-akhir ini mulai hangat kembali pembahasan tentang kekosongan salah satu jabatan strategis di pemerintahan yaitu kekosongan wakil Bupati Rokan Hulu yang membuat salah satu putra daerah Rokan Hu
 
Selasa, 18 September 2018 | 20:05:35

Disperindag Rohul : Penyaluran Gas LPG 3 Kg tidak Sesuai Aturan, Bisa Sanksi Admistrasi Hingga Pidana

ROKANHULU - Terkait beberapa bulan belakangan ini, Gas Elpiji (LPG) 3 Kilogram yang Pemerintah perutunkan kepada masyarakat tidak mampu (miskin) di wilayah Kecamatan Tandun dikeluhkan masyarakat karena terjadi
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:51:13

KA Kalijaga Tabrakan dengan Mobil di Sragen

Sragen - Kereta api (KA) Kalijaga bertabrakan dengan sebuah mobil di Sragen. Tabrakan terjadi saat mobil berpelat nomor AD 8445 KM itu melintas di perlintasan tanpa palang pintu.Peristiwa terjadi
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:34:50

Senggolan, Santri di Tulungagung Tewas Terlindas Mobil

Tulugagung - Seorang santri Ponpes Hidayatul Mubtadidien Ngunut, tewas kecelakaan di Jalur Tulungagung-Ngunut. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi kepala pecah terlindas ban mob
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:09:02

Perjuangan Ibu di Cilacap lahirkan bayi jumbo 5,7 kg secara normal

CILACAP - Seorang bayi dengan berat badan jauh di atas normal lahir di Rumah Sakit Umum Duta Mulya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (16/9). Bayi tersebut memiliki bobot 5,7
 
Selasa, 18 September 2018 | 15:10:53

Perempuan di Resos Semarang Dicekik hingga Tewas Lalu Disiram Oli

Semarang - Kasus pembunuhan penghuni rehabilitasi sosial (resos) Argorejo Sunan Kuning Semarang direkontruksi. Dari adegan yang diperagakan diketahui pelaku, D (16) mencekik korban hingga tewas lalu
 
Selasa, 18 September 2018 | 15:04:56

Bikin Trauma, Rumah Lokasi Pembunuhan Gadis Cilik Ditutup Terpal

Karawang - Ririn Agustin, bocah perempuan 11 tahun korban pembunuhan diduga dieksekusi di dalam rumah kontrakan yang disewa pria berinisial A. Jenazah Ririn ditemukan dalam kamar mandi kontrakan ter
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:34:27

Pemotor Tewas Tergilas Truk di Purworejo

Purworejo - Kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Purworejo-Magelang KM 3-4, Kabupaten Purworejo. Satu orang tewas dalam peristiwa itu.Kecelakaan terjadi di Kelurahan Keseneng, Kecamatan Purworejo, S
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:27:27

Pelajar di Pasuruan Ditemukan Tewas, Penyebab Kematian Masih Misterius

PASURUAN - Kepolisian masih terus mendalami penemuan jasad pelajar SMKN 1 Grati, Pasuruan yang ditemukan tewas di pinggir lapangan Dusun Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan,
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:44:08

Kasus Penyekapan 3 Anak, Polisi Temukan Besi dan Puntung Rokok

Makassar - Polrestabes Makassar langsung mengelar olah TKP kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap 3 anak di Makassar. Olah TKP ini digelar di sebuah ruko Mirah Seruni Nomor FF Jalan Mirah
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:20:49

Operasi Mantap Brata 2018 Digelar, Berlaku Hingga Pemilu

Jakarta - Polri menggelar pasukan dalam rangka operasi kepolisian terpusat Mantap Brata jelang Pemilu 2019. Peserta gelar pasukan terdiri dari prajurit Polri dan TNI."Kita melaksanakan apel gelar pasukan op
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top