Iklan Sosial
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 14:57:43
Peristiwa

Sendal Jepit Jadi Petunjuk Ditemukannya Mayat Daniel Nainggolan

Laporan : Fahrin Waruwu

Sebarkan:
Fahrin Waruwu
Polsek Kunto Darussalam saat olah TKP ditemukannya korban.
ROKANHULU - Sungguh malang hidup remaja laki-laki yang masih umur 17 tahun warga Afdeling H kebun PT. EDI Kelutahan Kotalama Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Riau 
bernama Daniel Nainggolan ini. Dia ditemukan sudah tak bernyawa diduga tenggelam di waduk galian belakang rumahnya, Selasa (20/2/2018) sekitar Pukul 09.30 Wib.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban telah dilaporkan hilang oleh ibunya Rosmian Nasita Saragih, dan korban pertama kali ditemukan oleh warga  bernama Jumahat Saragih (38) dalam kondisi telungkup di dasar waduk.

Kronologis kejadian berawal pada
hari Senin (19/2/2018) sekira pukul 16.00 Wib, ibu korban Rosmian Nasita mendatangi dan memberitahukan kepada saksi Jumahat Saragih bahwa Dia kehilangan anaknya yang memiliki keterbelakangan mental.

Dan setelah itu keduanya mencari kesana kemari, dan hanya menemukan sepasang sandal dalam waduk yang berada di belakang rumah korban.

Kemudian saksi Jumahat Saragih langsung menuju waduk yang dimaksud dan setelah sampai ditemukan sepasang sandal merk swalow warna hijau dalam waduk yang berjarak lebih kurang 1 M dari  pinggir kolam.

Setelah itu saksi Jumahat masuk ke dalam kolam dan kemudian menyisir waduk dengan cara menyelam hingga kemudian berhasil menemukan korban di dasar waduk dalam keadaan telungkup.

Kemudian saksi muncul ke permukaan untuk meminta  bantuan hingga kemudian datanglah saksi kedua bernama Suparman (45) dan bersama warga lainnya masuk ke dalam waduk untuk mengangkat jasad korban.

Setelah korban diangkat kemudian dibawa ke rumah korban untuk diperiksa oleh team kesehatan  poliklinik kebun PT.EDI  untuk memastikan keadaan korban.

Dari hasil pemeriksaan ternyata korban telah meninggal dunia dan kemudian disemayamkan di rumah duka  untuk kemudian dimakamkan pada hari Selasa (20/2/2018).

Kasus penemuan mayat tenggelam di waduk itu dilaporkan ke Polisi. Kapolsek Kunto Darussalam AKP Sihol Sitinjak beserta anggota Polsek langsung mendatangi TKPuntuk mengumpulkan keterangan saksi.

Selanjutnya Kapolsek mendatangi rumah korban dan berkoordinasi untuk pelakasanaan otopsi, namun keluarga menolak dengan membuat surat pernyataan penolakan dilakuknannya otopsi.

"Jasad korban tenggelam di waduk itu sudah dikebumikan dan keluarga korban menanda tangani surat pernyataan menolak dilakukan otopsi,"pungkasnya. (fah).
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 12 Desember 2018 | 22:02:07

Terbaik se Riau, Sakinah : Ini Keberhasilan Seluruh Warga Bagan Sinembah

ROKANHILIR-Kecamatan Bagan Sinembah akhirnya dinobatkan sebagai kecamatan terbaik se Propinsi Riau dalam penilaian Evaluasi Kerja Kecamatan yang dilakukan beberapa bulan lalu.Dalam penilaian yang dilakukan oleh
Rabu, 12 Desember 2018 | 21:28:00

Pawai MTQ Provinsi Riau Ke 37 dibuka Gubernur Riau, Kafilah Siak di Pimpin Syamsuar

PEKANBARU - Pawai taaruf Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau yang ke 37 tahun 2018 di Pekanbaru secara resmi dilepas Gubernur Riau Wan Thamrin dengan begitu meriah, yang  diikuti 12 Kabupaten/Kot
Rabu, 12 Desember 2018 | 20:22:43

Program Nabung, BritAma di BRI Cabang Pasir Pengaraian Bisa Dapat Hadiah HP dan Emas

ROKANHULU Untuk menggiatkan nasabah dalam menabung di PT Bank Rakyat Indonesia (PT BRI) Kantor Cabang Pasir Pengaraian, Bank BRI terus melakukan terobosan dan inovasi dalammenyediakan berbagai produk tabungan
Rabu, 12 Desember 2018 | 20:05:59

Mitra Kerja HK-i Pekdum 4 Lakukan Aktifitas di Kawasan Hutan SM Balai Raja, BBKSDA Riau Larang Keras

PINGGIR - Terkait adanya kegiatan aktifitas pengerukan tanah timbun oleh salah satu mitra kerja perusahaan Hutama Karya infrastruktur (HK-i) di wilayah Sektor atau Pekdum 4, yakni PT.Raja Tawar Mula Jadi (RTMJ)
 
Berita Lainnya
Rabu, 12 Desember 2018 | 20:05:59

Mitra Kerja HK-i Pekdum 4 Lakukan Aktifitas di Kawasan Hutan SM Balai Raja, BBKSDA Riau Larang Keras

PINGGIR - Terkait adanya kegiatan aktifitas pengerukan tanah timbun oleh salah satu mitra kerja perusahaan Hutama Karya infrastruktur (HK-i) di wilayah Sektor atau Pekdum 4, yakni PT.Raja Tawar Mula Jadi (RTMJ)
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 16:54:52

Alat Berat yang Menguruk Jalan Berlubang di Kutawaringin Ambles

Kabupaten Bandung - Backhoe yang melakukan penggurukan di jalan ambles yang membentuk lubang di Kacamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, ikut ambles.Pantauan detikcom, Rabu (12/12/2018) alat b
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 16:07:14

Penyebab 2 Nelayan Tewas dan 3 Pingsan Keracunan Ikan Pirek Diselidiki

Lamongan - Polisi turun tangan menyelidiki tewasnya 2 nelayan dan 3 lainnya pingsan keracunan ikan pirek atau ikan busuk. Polisi akan menyelidiki penyebab pasti keracunan tersebut.Kasatreskrim
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 15:57:41

Nekat! Pemulung di Bali Curi Kotak Amal Masjid di Markas TNI

Denpasar - Aditya Awanda (21) diciduk polisi karena tertangkap basah mencuri kotak amal masjid. Aksinya pun terbilang nekat karena mencuri kotak amal Masjid Agung Sudirman yang berlokasi di Mako
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 14:59:16

Sita Rp 1,5 Miliar, KPK Duga Uang Setoran Kepala Sekolah untuk Bupati Cianjur

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Cianjur pada Rabu (12/12). KPK menangkap enam orang. Mulai dari Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchta
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 14:45:05

Radikalisme Disebut Sebagai Penyebab Maraknya Poligami

JAKARTA - Aktivis Asian Muslim Action Network (AMAN) Ruby Khalifah mendukung rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghapuskan poligami. Sebab, dia menilai, poligami hanya akan menyengsarakan pe
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 13:56:20

Orangutan Ditemukan Tinggal Tulang di Karo Sumut

Medan - Bayi orangutan ditemukan mati di Desa Rihtengah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Komando Distrik Militer 0205 Tanah Karo dan Orangutan Information Centre (OIC) menyelidiki kem
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 13:40:51

Bejat! Ayah di Riau Perkosa Putrinya Selama 15 Tahun

Pekanbaru - Bejat. Inilah yang dilakukan warga Kabupaten Meranti Riau, Rahim. Ia menggauli putri kandungnya selama 15 tahun. Korban disetubuhi sejak duduk di kelas IV SD."Tersangka Rahim sekarang sudah ki
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 11:35:17

Sejumlah Laptop Siswa SMPN 145 Jakarta Raib Digondol Maling

Jakarta - Sejumlah laptop siswa SMPN 145 Jakarta hilang digondol maling. Kasus itu masih dalam penyelidikan polisi."Ada (kejadiannya) tapi sedang diupayakan kita ungkap. Sedang kita lakukan peny
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 11:24:11

Warga Jember Tewas Akibat Bondet yang Dirakit Sendiri Meledak

Jember - Seorang pria, Suartik alias Muhlas (50) tewas mengenaskan di depan rumahnya saat merakit bondet (Petasan bantingan). Warga Dusun Karanganom Blok Tenggir, Desa Karangbayat, Kecamatan Sum
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 10:56:23

Wisata ke Air Terjun, 3 Murid SD Terpeleset dan Tenggelam

KOTA BATU - Bermaksud hendak berwisata bersama teman - teman dengan tajuk kegiatan outbond. Ternyata tiga orang murid dari SD Insan Mulia tenggelam di air terjun Coban Talun, di Desa Tulungrejo, Kecamatan
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 10:53:01

Banjir Pekanbaru, Siswa SMP yang Hanyut di Sungai Ditemukan Tewas

Pekanbaru - Siswa SMPN 33 Pekanbaru, Gilang Yusup (14), yang sebelumnya hanyut di sungai sudah diketemukan dalam kondisi tewas. Gilang hanyut di sungai kecil saat lagi banjir."Korban sudah diket
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 10:49:45

Bocah SD Ambruk Ditikam Pelajar SMP

MAKASSAR - Pelaku penikaman bocah laki-laki inisial MF (12) akhirnya ditangkap oleh Anggota Resmob Polsek Makassar bersama Tim Jatanras Polrestabes Makassar. Pelakunya inisial F (14) ditangkap bersama te
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 10:40:29

Nelayan Situbondo Tenggelam Saat Mengambil Tempat Ikan yang Jatuh

Situbondo - Maunya mencari nafkah, tapi malah berujung musibah. Begitulah yang menimpa Suyat, nelayan asal Wonosari Bondowoso. Pria 35 tahun itu dinyatakan hilang di laut, saat mencari ikan di P
 
Rabu, 12 Desember 2018 | 10:27:33

Curhat PNS Guru di Pandeglang Kena Pungli untuk Kenaikan Pangkat

Pandeglang - 103 PNS guru SMA/SMK di Pandeglang diduga diperas untuk proses kenaikan pangkat. Mereka dimintai Rp 650 ribu/orang oleh oknum dari Dinas Pendidikan sebagai syarat kenaikan pangkat.
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top