Minggu, 12 November 2017 | 09:17:26
PT.APSL Diduga Kebal Hukum

Video : Demo PT. APSL Nyaris Bentrok, Pendemo : Hanya Ke Malaikat yang Belum Kami Lapor

Laporan : Anggi Sinaga

Sebarkan:
Anggi Sinaga
Para pendemo saat bernegosiasi dengan pihak kepolisian yang menyampaikan bahwa pendemo tidak dapat bertemu dengan pihak perusahaan mengingat hari Sabtu merupakan hari libur. Ketika itu kepolisian menjanjikan akan membicarakan kepada pihak perusahaan untuk bertemu dengan warga dalam waktu dekat ini.
TANAHPUTIH-Ratusan Warga Kepenghuluan Putat Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Riau  yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Peduli Putat ( Formas- PP) Sabtu 11 November 2017 berunjuk rasa di PT.Andika Permata Sawit Lestari ( PT.APSL) yang selama ini melakukan kegiatan Perkebunan Kelapa Sawit yang beroperasi di daerah Kepenghuluan Putat.

Kedatangan ratusan warga yang didampingi oleh Mahasiswa ini dengan menggunakan kapal boat Pompong ingin berunjuk rasa atau menyampaikan orasi dihadapan pihak managemen perusahaan atas hak hak mereka yang selama ini tidak pernah direalisasikan oleh pihak PT.APSL sesuai dengan perjanjian kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.

Setelah turun dari kapal boat pompong dan hendak memasuki lokasi PT.APSL terdengar teriakan dari salah satu mahasiswa yang  mengatakan, " Saat ini kita akan merebut kembali hak kita yang dirampas perusahaan, kita akan berjuang terus untuk mengambil hak kita, " ujar salah seorang mahasiswa dengan pengeras suara, yang disambut massa dengan menyebut Takbir.

" Kami minta dengan tegas PT.APSL tidak lagi melakukan kegiatan di sini," teriaknya  disambut teriakan warga dengan mengatakan, " Setuju".

Informasi yang dirangkum bahwa PT.APSL milik Adi Suseno alias Anton warga Kerasaan ( Sumut ) yang mengelola perkebunan Kelapa Sawit seluas lebih kurang 12.000 hektare yang berada di dua Kabupaten Rohil dan Rohul ini kebal hukum, karena perusahaan ini mengola lahan ribuan hektare tidak ada mengantongi izin dari pemerintah daerah maupun  pusat.

Perusahaan selalu berdalih bahwa pihak PT.APSL hanya mitra atau bapak angkat dari  Kelompok Tani Maju Bersama ( KTB ) yang dibentuk oleh warga Putat sebelumnya sejak tahun 2009 dengan sistim bagi hasil 70 % bagi perusahan dan 30 % bagi warga. Namun faktanya warga tidak pernah menerima hasil pembagian itu, justru kehadiran PT.APSL di daerah itu menimbulkan keresahan warga dan merampas lahan kebun warga yang sudah dikelola.

Saat massa ingin masuk ke lokasi perkebunan.PT. APSL , puluhan security perusahaan sudah berjaga jaga di perbatasan kebun untuk menghalau warga agar tidak masuk ke lokasi perkebunan. 

Saat itu sempat terjadi ketegangan dan nyaris bentrok, tidak berapa lama pihak kepolisian dari Polres Rohil dan Polsek Tanah Putih tiba di lokasi hingga situasi dapat dikendalikan.

Pantauan di lokasi saat itu, Kapolsek Tanah Putih Kompol Sanusi SH didampingi oleh Kasat Intel polres Rohil AKP Pantun Banjarnahor menyampaikan kepada perwakilan warga bahwa pihak Managemen PT.APSL tidak ada di tempat berhubung hari Sabtu libur, oleh karena itu   massa tidak dapat bertemu menyampaikan orasinya di depan kantor Utama PT.APSL yang berada di dalam lokasi perkebunan saat itu.Dan akhirnya Kasat intel berjanji akan mengupayakan pihak PT.APSL akan menemui warga dalam waktu satu minggu ke depan .

Koordinator unjuk rasa, Komar dalam aksinya menyampaikan kepada pemerintah daerah hingga pusat dan penegak hukum agar dapat melihat penderitaan dan permasalahan lahan warga Putat yang dirampas pihak PT.APSL.

" Jika pihak PT.APSL tidak dapat melakukan mediasi dengan kami, kami akan lanjutkan demo ini dengan massa yang lebih besar lagi,  jika pihak perusahaan melalui body guardnya bisa merusak dan menganiaya warga, kami juga bisa lakukan itu, " ujarnya dihadapan massa.

Sementara itu salah satu warga Maulana Saragih dkk yang memiliki lahan seluas 82 hektare kebun sawit yang dirusak dan tiga unit rumah yang dibakar oleh pihak PT. APSL menceritakan perjuangannya menuntut haknya, bahwa kejadian sejak tahun 2012 sudah pernah melaporkan hal ini kepada pihak polisi, DPRD, Gubernur, Menteri, hingga Presiden RI, namun sampai sekarang tidak ada penyelesaian. 

"Hanya ke Malaikat lah yang belum kami lapor, " ujarnya dengan rasa kesal.

Pantauan SpiritRiau.Com di lapangan, unjuk rasa terkoordinir dan berjalan dengan baik tidak menimbulkan anarkis, dengan penjagaan ketat dari pihak Polres Rohil dan Polsek Tanah Putih. (asg)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:06:21

Honor 8X Bakal Rilis 7 November, Intip Bocorannya

JAKARTA - Honor pada hari ini, Kamis (18/10/2018) mengumumkan kedatangan ponsel terbaru Honor 8X di Indonesia. Menurut Project Manager Honor Indonesia, Jonathan Wong, perangkat ini varian terbaru dari pon
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:58:49

Begini Kondisi Mobil Rini yang Terjun ke Jurang Sarangan

Magetan - Sebuah mobil Honda CR-V terjun ke jurang di Jalan Raya Telaga Sarangan Plaosan Magetan Sabtu (13/10). Kecelakaan itu mengakibatkan satu penumpang tewas dan pengemudi gadis cantik Rini Puspita Wa
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:54:36

Bareskrim: Penyelundupan Sabu dari Malaysia Bukan Lagi Lewat Aceh

Jakarta - Polisi mengungkap penyelundupan 40 kg sabu dari Malaysia awal Oktober lalu. Bareskrim Polri menyatakan mayoritas penyelundupan sabu dari Malaysia bukan melalui periaran Aceh lagi namun bergeser
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:51:47

Apple Tingkatkan Fitur Tahan Air dan Debu pada iPhone 2019?

JAKARTA - Saat peluncuran perangkat baru Apple beberapa waktu lalu, pabrikan mengumumkan dua keunggulan iPhone terbarunya, yakni tahan debu dan air pada iPhone XS dan XS Max, serta iPhone XR yang mengalam
 
Berita Lainnya
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:58:49

Begini Kondisi Mobil Rini yang Terjun ke Jurang Sarangan

Magetan - Sebuah mobil Honda CR-V terjun ke jurang di Jalan Raya Telaga Sarangan Plaosan Magetan Sabtu (13/10). Kecelakaan itu mengakibatkan satu penumpang tewas dan pengemudi gadis cantik Rini Puspita Wa
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:54:36

Bareskrim: Penyelundupan Sabu dari Malaysia Bukan Lagi Lewat Aceh

Jakarta - Polisi mengungkap penyelundupan 40 kg sabu dari Malaysia awal Oktober lalu. Bareskrim Polri menyatakan mayoritas penyelundupan sabu dari Malaysia bukan melalui periaran Aceh lagi namun bergeser
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 14:14:03

Lempar Pisau ke Tim Densus 88, 2 Terduga Teroris Ambruk Ditembak

TANJUNGBALAI - Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Kapolr
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 13:29:42

Diguyur Hujan Deras, Kota Dumai Terendam Banjir

PEKANBARU - Banjir yang melanda Kota Dumai, Riau telah merendam ratusan rumah warga. Banjir di kota "industri' ini disebabkan oleh tingginya hujan dalam beberapa hari ini. Banjir sendiri merendam em
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:19:29

Korupsi Alat Kontrasepsi Rp 72 M, Pejabat BKKBN Dibui 2 Tahun

Jakarta - Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menguatkan putusan terhadap Karnasih Tjiptaningrum. Eks Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN itu terbukti korupsi proyek pengadaan alat kontrasepsi Rp 72 miliar.Kasus b
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 10:52:03

Badan truk yang ringsek karena menabrak kantor bank.

Kudus - Kecelakaan truk terjadi di Jalan Raya Pantura Kudus-Pati, Jawa Tengah. Truk fuso yang memuat batu bara menabrak kantor BRI Pasar Bareng. Peristiwa ini terjadi tepatnya di depan Pasar Bareng,
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 10:45:53

Heboh! Warga Sumsel Temukan Perahu Berusia Ratusan Tahun

Palembang - Warga Ogan Komring Ilir, Sumatera Selatan, dibuat heboh dengan penemuan sebuah perahu kuno. Perahu berwarna hitam pekat itu pun diprediksi telah berusia ratusan tahun.Perahu pertama kali
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 10:39:16

Ini Alasan Gedung PAUD di Tamansari Dibongkar saat Murid Sedang Belajar

JAKARTA - Camat Tamansari membongkar bangunan milik Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bina di Jalan Cengkeh, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. Penggusuran dilakukan meski ada murid yang sed
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 10:11:42

Anak dimarahi, orangtua murid tendang perut guru bahasa Inggris

Puluhan guru SMA Negeri IV Penfui, Kota Kupang mendatangi Kantor Polsek Kelapa Lima untuk melaporkan kasus pemukulan yang dilakukan oleh seorang orangtua murid Matheos Tuflasa kepada guru bahasa Inggris M
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 09:39:37

2 Perampok sadis di Tegal diringkus polisi

TEGAL - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng meringkus dua orang perampok lintas kota. Dua pelaku yakni SL (16) dan AS (41) ini diketahui melakukan aksi perampokan di SPBU Cabawan,
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 09:32:44

5 Bocah tewas di kubangan proyek perumahan di Bogor

Lima dari enam orang anak ditemukan tewas dalam kubangan di area proyek perumahan, Kampung Kedung Halang, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/10). Menurut Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muhammad
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:58:33

9 Pengebor Sumur Minyak Ilegal di Jambi Ditangkap

Jambi - Polisi menangkap 9 orang pelaku pengeboran sumur minyak ilegal di kawasan Desa Pompa Air, Bajubang, Batanghari, Jambi. Kesembilan pelaku yang merupakan para pekerja tambang dan operator itu
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:55:06

Seribuan Rumah Penduduk di Rohul Riau Diterjang Banjir

ROKANHULU- Hujan deras yang mengguyur Riau serta kiriman banjir dari Sumatera Barat, membuat 1.247 rumah warga di Kab Rokan Hulu (Rohul), dilanda banjir. Sejumlah bantuan untuk korban banjir sudah d
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:26:45

4.579 Personel Akan Mengamankan Pertandingan AFC U-19 Indonesia vs Taiwan di SUGBK

JAKARTA - Sebanyak 4.579 personel gabungan akan mengamankan pertandingan AFC U-19 antara timnas Indonesia Vs Taiwan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). "Nanti malam di GBK, AFC U-19, antara keseb
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:50:10

Perampok Babak Belur Dihajar Warga, Mobil Pelaku Dibuang ke Parit

Batang - Aksi perampokan digagalkan warga di Batang, Jawa Tengah siang tadi. Dua orang perampok babak belur dihajar warga, mobil pelaku juga dibuang ke parit. Peristiwa ini berawal saat korban yang bernam
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top