Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 13 Mei 2019 | 11:41:38
Pendidikan

Pentingnya Fasilitasi Siswa Sekolah Dasar Belajar Keberagaman Agama Secara Kontekstual

Sebarkan:
okezone.com

BANDUNG - Tim dosen pada program studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menanamkan sikap toleransi antar-umat beragama di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Prorgam tersebut bertemakan 'Pendampingan Pendidikan Nilai-Nilai Keberagaman Kepada Guru, Orang Tua dan Siswa Sekolah Dasar di Ciumbuleuit Bandung: Upaya Pencapaian SDGs #16'.

Dosen tetap pada Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNPAR, yang juga anggota tim pengabdian masyarakat, Anggia Valerisha mengatakan, program pengabdian masyarakat merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi yang tidak pernah luput dilakukan oleh universitas. "Penting bagi akademisi di perguruan tinggi untuk merancang program pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk menjawab tantangan lokal maupun global, ujarnya dalam rilis yang diterima Okezone.

Universitas Parahyangan menggandeng Komunitas Bhinneka, mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam organisasi Kakak Asuh, serta guru, orang tua dan siswa-siswi SDN 108 Ciumbuleuit dan SDN 188 Bandung Baru. Kegiatan tersebut didanai oleh LPPM UNPAR dan Alumni FISIP Angkatan 1992 yang dalam pelaksanaannya melibatkan 150 orang

Selain pembekalan terhadap guru, orang tua, mahasiswa dan juga siswa-siswi terkait nilai-nilai keberagaman, kegiatan utama dari program itu adalah mendampingi siswa-siswi sekolah dasar kelas 4 dan 5 untuk berkunjung ke rumah ibadah dari berbagai agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia. Di antaranya kunjungan ke Pura Wira Chandra Dharma Secapa AD (Hindu), Masjid Sabiilul Iman Secapa AD (Islam), Gereja Katedral (Katolik), Gereja Kristen Indonesia Taman Cibunut (Protestan), Vihara Dharma Ramsi (Buddha Tri Dharma), Klenteng Kong Miao (Kong Hu Chu).

Menurut Anggia, di setiap kali kunjungan ke rumah ibadah, siswa-siswi memperoleh informasi yang disampaikan langsung oleh pemuka agama, seperti mengenai pengetahuan umum tentang agama, sejarah dan arsitektur tempat ibadah, pengucapan salam, perlengkapan ibadah, alat musik, hingga simbol-simbol yang melekat pada agama atau kepercayaan tersebut. Merespon pengetahuan yang didapat, siswa-siswi menunjukkan sikap aktif, kritis dan terbuka.

"Dari pengalaman kegiatan pengabdian masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa pertama, sikap dan karakter yang toleran dapat terbentuk jika terdapat pendidikan pengenalan nilai-nilai keberagaman. Kedua, adalah sesuatu yang mendasar untuk menyampaikan pentingnya nilai keberagaman kepada siswa-siswi sejak usia dini. Ketiga, proses pembelajaran yang menarik dan kontekstual (turun ke lapangan) dirasa lebih efektif karena siswa-siswi tidak saja beroleh pengetahuan secara kognitif namun juga secara afektif dan psikomotorik," urainya.

Mengenai alasan pihaknya mengangkat tema tersebut untuk program pengabdian masyarakat, karena ramainya kasus yang berkaitan dengan inteloransi meliputi diskriminasi, radikalisme dan kekerasan yang sejatinya bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Selain itu, dalam rangka mendukung pemerintah memenuhi target Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi tahun 2015 oleh negara-negara anggota PBB, di mana indikator pencapaian SDGs adalah terciptanya masyarakat adil, damai dan inklusif, anti-diskriminasi dan anti-kekerasan yang didasarkan oleh berbagai latar belakang termasuk agama.

"Kita perlu mengakui bahwa di antara semua aspek keberagaman yang ada di negeri ini, salah satu aspek yang seringkali sulit dibahas bersama adalah mengenai agama. Padahal, agama merupakan bukti kepercayaan seseorang yang nyata terlihat secara sosial. Orang beribadah kepada Tuhan-nya dengan berbagai cara dan berbagai simbol yang melekat tentu adalah sesuatu yang dapat kita lihat. Ketika suatu hal yang nyata tersebut tidak dipahami oleh orang lain yang berbeda agama, maka yang terjadi adalah munculnya kecurigaan, stigma, bahkan secara ekstrem melahirkan sikap-sikap intoleransi yang mengarah pada diskriminasi, radikalisme, serta kekerasan. Tak terhitung berapa banyak nyawa yang menjadi korban di seluruh dunia akibat berbagai tindakan yang lahir dari pemahaman dan sikap-sikap tersebut,"

Sementara itu, selain Anggia Valerisha, anggota tim pengabdian masyarakat lainnya dari Universitas Parahyangan yaitu Elisabeth A. S Dewi, Giandi Kartasasmita dan Putu Agung Nara Indra.



Sumber: okezone.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:43:59

Babinsa Koramil 02/TP Bersama Warga Melaksanakan Karya Bhakti Semenisasi Jalan

TANAH PUTIH- Babinsa Koramil/02 Tanah Putih (TP), Kabupaten Rohil Riau, melaksanakan Gotong Royong Karya Bhakti semenisasi Jalan Teguh, RT 001/RW 001 Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten R
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:36:33

BPN Sebut Massa Demo Ricuh Bukan Pendukung Prabowo-Sandiaga

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut massa aksi demo ricuh 22 Mei bukanlah dari pendukungnya. BPN menilai massa merupakan masyarakat umum."Saya kira itu masyara
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:33:17

Pasca Demo Mahasiswa, Aktifitas di Kantor DPRD Provinsi Riau Berjalan Normal

PEKANBARU- Pasca aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terdiri beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru, selasa sore (21/5). Hari ini, aktifitas di kantor DP
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:26:13

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia Contoh Demokrasi

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia atas suksesnya pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) tahun 2019. Dal
 
Berita Lainnya
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:39:41

Mendorong Pengembangan Riset dan Inovasi Teknologi Tembakau

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bersama PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), terkait penguatan i
 
Selasa, 21 Mei 2019 | 09:18:34

Kesan, Aplikasi Islami Memudahkan Santri untuk Belajar

CIREBON - Kini aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk belajar mengaji dan pengingat untuk beribadah resmi diluncurkan. Nama aplikasinya Kedaulatan Santri (Kesan).Aplikasi 'Kesan'
 
Senin, 20 Mei 2019 | 16:26:19

Mahasiswa Tuban Tolak Gerakan Pemecah Belah Bangsa

TUBAN - Ratusan mahasiswa Tuban turun ke jalan. Mereka mendatangi KPU Tuban dan menolak gerakan pemecah belah anak bangsa. Mereka menolak tegas people power atau aksi kedaulatan rakyat pada 22 Mei.Para ak
 
Senin, 20 Mei 2019 | 15:39:48

UI Buka Lowongan Jadi Dosen Tetap, Cek Syaratnya di Sini

JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) saat ini membuka lowongan menjadi dosen tetap. Penerimaan calon dosen tetap ini dibuka untuk 12 posisi jabatan. Jadwal pendaftaran online dibuka hingga 24 Mei dan peng
 
Jumat, 17 Mei 2019 | 22:52:15

Merasa Tak Dihargai, HMI Cabang Tembilahan Peringatkan Pemkab Inhil

TEMBILAHAN - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan merasa tidak dihargai oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)  karena hanya mengutus Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tembilahan Kota se
 
Rabu, 15 Mei 2019 | 11:46:09

UTBK Gelombang II Diikuti 597 Ribu Peserta, Pengumuman Mulai 21 Mei

JAKARTA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Gelombang II sudah dimulai dan berlangsung pada 11-26 Mei 2019. UTBK Gelombang II diikuti hampir 600 ribu peserta. Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perg
 
Selasa, 14 Mei 2019 | 10:06:47

Mahasiswa ITS Jadi Jawara di Rumania

SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali merengkuh gelar juara. Adalah Frankstein Arphan dan Tita Oxa Anggrea yang berhasil menyabet gelar juara 1 pada dua
 
Senin, 13 Mei 2019 | 14:57:59

Ketua FAN Pinggir Terpilih Program YES Beasiswa Amerika

BENGKALIS Salah satu putri terbaik Negeri Junjungan Rahmatuzzahrah Hayatina yang juga Ketua Forum Anak Kecamatan (FAN) Pinggir terpilih dalam program Kenndy Lugar Youth Exchange & Study (KL YES) beasiswa di A
 
Senin, 13 Mei 2019 | 13:42:52

Gaet Legiun Veteran RI, Kemendikbud Aplikasikan Pendidikan Karakter

JAKARTA - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) melakukan penandatanganan MoU ter
 
Senin, 13 Mei 2019 | 13:26:33

Kemendikbud: Paud hingga SMA Akan Dibekali Pendidikan Karakter

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen), Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia ke depannya tidak hanya mengejar akademis saja tapi akan adanya pendi
 
Senin, 13 Mei 2019 | 11:41:38

Pentingnya Fasilitasi Siswa Sekolah Dasar Belajar Keberagaman Agama Secara Kontekstual

BANDUNG - Tim dosen pada program studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menana
 
Kamis, 9 Mei 2019 | 08:58:42

Pendingin Ikan Tenaga Surya Antar Mahasiswa ITS Jadi Jawara se-ASEAN

SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meraih kesuksesan di tingkat Asia Tenggara. Membawakan konsep pendingin penyimpanan ikan tenaga surya untuk para nelayan, tim mahasiswa ITS
 
Rabu, 8 Mei 2019 | 13:49:21

Aplikasi Kebunku Bawa 2 Pelajar Lamongan Sabet Perak Olimpiade di Rumania

LAMONGAN - Dua siswa SMAN 1 Lamongan berhasil merebut medali perak dalam kejuaraan internasional. Yakni olimpiade internasional karya tulis ilmiah di bidang teknologi informasi yang berlangsun
 
Rabu, 8 Mei 2019 | 13:27:35

Ujian Nasional Perbaikan Digelar Juli 2019

JAKARTA - Ujian nasional (UN) perbaikan bagi peserta UN jenjang pendidikan menengah/sederajat akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Penyelenggaraan ujian nasional perbaikan ini diharapkan dapat memfasi
 
Rabu, 8 Mei 2019 | 11:30:05

UTBK Gelombang I Selesai, LTMPT: Ujian Berjalan Lancar dan Baik

JAKARTA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2019 untuk gelombang pertama usai berlangsung pada 13 April-5 Mei 2019. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menilai penyelenggaraan UTBK gelomb
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top