Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 15 April 2019 | 14:54:43
Kampus

Ujian Tulis Berbasis Komputer Transparansi Masuk PTN

Sebarkan:
okezone.com

JAKARTA - Ujian tulis berbasis komputer (UTBK) telah dimulai sejak Sabtu (13/4) lalu. Tes masuk berbasis komputer yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini untuk menjawab transparansi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan UTBK berjalan lancar dan belum ada laporan masalah teknis. Tahun ini merupakan yang pertama kali ujian masuk PTN jalur seleksi bersama masuk PTN (SBMPTN) berbasis komputer. Dia menekankan, dengan berbasis komputer ujian akan semakin transparan. "Ini menjadi hal yang sangat penting supaya ke depan lebih transparan lebih. Government lebih akuntabel dan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan kampus sesuai apa yang diinginkan dan sesuai dengan nilai yang telah di dapatkan pada saat UTBK ini," katanya saat melihat pelaksanaan UTBK di Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) di Kampus Universitas Indonesia (UI) kemarin.

Calon mahasiswa bisa ikut UTBK maksimal dua kali. Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menyatakan, peserta UTBK diharapkan dapat belajar dari tes pertamanya di UTBK untuk mencoba lagi pada tes kedua, apabila dia merasa belum maksimal di tes pertama. "Kalau pada saat tes dirasa kurang yakin dengan nilainya, dia diberikan kesempatan untuk tes kembali. Dua kali dia bisa melakukan tes ini," ungkapnya. Guru besar akuntansi pada Universitas Diponegoro itu juga menyampaikan lokasi tes tidak dijadikan landasan diterima atau tidaknya pendaftar SBMPTN. Pandangan calon mahasiswa harus mengambil tes di perguruan tinggi yang ingin dituju adalah pandangan yang salah.

"Tempat tes semua sama, yang penting hasil nilainya nanti nilai yang tertinggi. Inilah yang digunakan untuk mendaftar, jadi jangan khawatir untuk rakyat Indonesia yang tes di daerah masing-masing. Katakan dari Maluku, dari Papua, kemudian dia akan ambil di Universitas Indonesia, silakan. Apakah nanti ada bedanya yang tes di Papua sama yang di Jakarta? Semua lokasinya sama," ujar Menteri. Dalam kesempatan sama Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menyatakan pelaksanaan UTBK SBMPTN kali ini berbeda dengan SBMPTN tahun lalu karena diselenggarakan tidak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya lebih untuk memastikan soal UTBK tidak disebarluaskan.

"Kalau dulu model berbasis kertas, berbasis cetak ini gampang sekali (disebarluaskan). Ini soalnya kita sudah punya berpuluh-puluh set yang sudah kami siapkan. Dalam satu ruangan itu, bahkan sebelahan tidak bisa jiplak-menjiplak. Ini sudah kami lakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem kesetaraan ini kita pertanggungjawabkan secara ilmiah," ungkapnya. Dalam UTBK SBMPTN kali ini mahasiswa mendapat nilai terlebih dulu untuk masing-masing sesi UTBK yang diambil. Terkait passing grade atau batas minimal untuk masuk ke masing-masing PTN, tahun ini belum dapat terlihat untuk masing-masing PTN, namun LTMPT akan memberikan data statistik yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan PTN yang dapat diambil.

"Karena tahun ini baru pertama kali sehingga belum ada gambaran (passing grade ). Tahun yang akan datang, akan terlihat, misalkan 600 atau 700 itu bisa masuk ke Fakultas Kedokteran UI, misalkan. Sekarang ini yang kita bisa bantu ke masyarakat adalah kita 24 kali tes, setiap sesi, setiap kali tes, akan kami informasikan kepada yang bersangkutan pasti pegang nilai, tapi kami bantu juga nilai maksimum berapa, minimum berapa, rata-rata berapa dalam satu sesi itu sehingga dari situ terakumulasi sampai 24 kali," ungkap Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto.

Dalam kesempatan ini turut hadir juga Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi, Ketua Pelaksana Eksekutif LT MPT Budi Prasetyo Widyobroto, Wakil Ketua Pusat UTBK di Universitas Indonesia (UI) sekaligus Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru UI Budi Prasetyo.

(Neneng Zubaidah)


Sumber: okezone.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:14:00

Jokowi Beri Grasi ke Terpidana Sodomi JIS, LPSK: Jangan Terulang Lagi

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai pemberian grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada pelaku sodomi siswa JIS, Neil Bantleman, tidak sejalan dengan semang
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:12:48

Kajati Riau Sedang Usut Dugaan Kredit Fiktif di BRI Ujungbatu Rohul dan Bank Lain

PEKANBARU - Disinyalir merugikan negara kurang lebih Rp 7,2 miliar. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengusut dugaan korupsi kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (R
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:56:08

Bos Pengedar Sabu ke Nunung Jaringan Lapas di Bogor

JAKARTA - Polisi akhirnya menangkap DPO E, bos dibalik peredaran narkotika jenis sabu ke komedian Nunung. E mengendalikan peredaran sabu itu dari dalam lapas."Jadi pelaku (tersangka E) tersebut
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:49:16

Pendaftaran Pegawai Setara PNS Kembali Molor

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara memastikan pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan mengalami kemunduran. Seharusnya pembukaan PPPK sudah mulai dilakukan pada bulan ini.Kepala
 
Berita Lainnya
Rabu, 24 Juli 2019 | 14:04:41

Lolos UTUL UGM? Begini Prosedur Daftar Ulangnya

JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) baru saja mengumumkan hasil seleksi mahasiswa baru dari jalur ujian tulis (UTUL). Hasil ini diumumkan pada hari Selasa (23/7/2019) malam dan dapat langs
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 16:58:41

2 Siswa SD di Surabaya Trauma dan Enggan Sekolah Setelah Dicubit Guru

SURABAYA - Kekerasan terhadap murid oleh oknum guru diduga terjadi di SDN Simomulyo I Surabaya. Tiga orang siswa mengaku mengalami tidak kekerasan, dicubit guru. Bahkan dua di antaranya sampai
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 07:47:35

Diikuti 49 Mahasiswa Baru, Akbid Husada Gemilang Mulai Kegiatan Moka

TEMBILAHAN - Akademi Kebidanan (Akbid) Husada gemilang membuka kegiatan Masa Orientasi Kampus (MOKA) di Kampus Akbid Jalan Pendidikan Tembilahan. Senin (22/07/2019). Dalam pembukaan kegiatan yang akan b
 
Senin, 22 Juli 2019 | 15:08:44

Tentang Bendera Hitam-Putih Bertuliskan Tauhid yang Dianggap Meresahkan

JAKARTA - Munculnya dua atau salah satu dari bendera bertuliskan tauhid masing-masing berlatar belakang hitam dan putih, belakangan ini selalu menuai kontroversi. Kasus terakhir adalah pengibaran dua bend
 
Senin, 22 Juli 2019 | 13:55:10

Kisruh Pemilihan Rektor Unpad, MWA Tolak Keberatan Penggugat

BANDUNG - Sengketa hukum Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung masih bergulir . Proses mediasi antara Atip Latipulhayat sebagai penggugat de
 
Senin, 22 Juli 2019 | 13:31:59

Wiko Tewas Usai MOS di SMA Taruna, Keluarga Resmi Lapor Polisi

PALEMBANG - Seorang siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang, Wiko Jeriyanda (16), meninggal dunia pasca-operasi setelah mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolah. Pihak keluarga Wiko secar
 
Senin, 22 Juli 2019 | 11:14:14

KPAI Prihatin Anak Nunung Di-bully di Sekolah sampai Pindah Sekolah

JAKARTA - Anak bungsu Nunung menerima dampak pasca ditangkapnya sang komedian atas kasus narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinannya atas bullying yang dialami oleh ana
 
Senin, 22 Juli 2019 | 10:03:53

Imbas Bendera Tauhid, Rekrutmen Rohis MAN 1 Sukabumi akan Ditunda

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meminta rekrutmen anggota kelompok ekstrakurikuler sekolah bernama Keluarga Remaja Islam Majelis Al-Ikhlas atau Karisma MAN 1 Sukabumi ditunda. Penundaan in
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:31:59

Le Minerale Dukung ASEAN Schools Games 2019 di Semarang

JAKARTA Le Minerale, sebagai salah satu produk air mineral terdepan di Indonesia memberikan dukungan menjadi Official Mineral Water Partner pada pesta olahraga tahunan bergengsi bagi para pelajar se-Asi
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 09:51:11

Brama, Alat Peraga Braille Matematika Karya Mahasiswa UMK

KUDUS - Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) Jawa Tengah membuat alat peraga belajar angka untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) braille. Alat peraga ini dinamakan Braille Mathematics (Brama).
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 16:53:15

Sumbangan Mengalir ke Ortu yang Tak Sanggup Bayar UKT di UIN Pekanbaru

PEKANBARU - M Zuhri Pulungan (52) menangis saat tak mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT) putrinya di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Riau. Usai videonya viral, kini sej
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 16:48:33

Kabut Asap Karhutla Sampai Palangka Raya, Siswa Diminta Pakai Masker

Palangkaraya - Kabut asap mulai menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dinas Pendidikan setempat meminta para siswa untuk menggunakan masker agar tak mengganggu kesehatan."Meski kabut asa
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:58:48

Viral Ortu Calon Mahasiswa UIN Pekanbaru Nangis Gegara UKT Rp 4 Juta

JAKARTA - Video orang tua calon mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Riau menangis viral di media sosial. Orang tua itu mengajak anaknya pulang karena di
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:46:54

Cerita Dosen yang Kaget Lihat Skripsi Mahasiswa ITS Setebal 3.045 Halaman

SURABAYA - Skripsi setebal 3.045 halaman milik mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tengah mencuri perhatian. Namun sebelum itu, skripsi tersebut juga sempat mengagetkan sang dosen pem
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 16:47:12

Setelah ITB, Unej Bertekad Jadi Pusat Kajian Teori Graph

JAKARTA - Universitas Jember bertekad menjadi pusat kajian Teori Graph di Indonesia, membalap Institut Teknologi Bandung (ITB). Tekad ini disampaikan langsung oleh Prof. Slamin, guru besar Fakultas Ilmu Komp
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top