Iklan Sosial
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 10:53:13
Kampus

5 Soft Skill yang Sulit Dipelajari di Bangku Kuliah

Sebarkan:
Shutterstock

JAKARTA - Gelar S1 kini sering ditemui menjadi syarat dasar yang tertera di kebanyakan lowongan kerja. Karena satu alasan atau yang lain, pemegang gelar sarjana diasumsi lebih superior dari segi keahlian dan kesiapan kerja.

Faktanya, tidak sedikit perusahaan yang mengeluhkan bahwa pelamar kerja yang baru lulus kerap tidak langsung siap kerja dan kurang kompeten, terutama di aspek soft skill. Keluhan serupa juga datang dari para fresh graduate yang merasa kurang percaya diri memasuki dunia kerja dan kesulitan menyesuaikan diri.

Universitas kini juga diharapkan mampu menyusun program-program yang membantu mahasiswa memperoleh soft skill penting. Meski begitu, mahasiswa juga perlu proaktif mengumpulkan pengalaman di luar kelas, seperti berorganisasi dan magang. Kini tak cukup lagi untuk sekedar menjadi murid yang rajin dan mendapat nilai tinggi.

Dikutip dari laman Qerja.com, jika saat kuliah dulu atau kini kurang aktif, bisa jadi Anda kehilangan kesempatan untuk mengasah beberapa soft skill berikut:

1. Kemampuan komunikasi dan interpersonal

Orang-orang berbeda punya preferensi berkomunikasi yang berbeda pula. Ada yang mudah dipersuasi, ada yang lebih senang bicara empat mata dibanding email, dan lainnya. Jika tidak luwes menyampaikan ide dan menyesuaikan cara berkomunikasi, rekan atau klien akan merasa kesulitan atau tidak nyaman berbincang dengan Anda. Ujungnya, Andalah yang akan merugi dalam jangka panjang.

Masalahnya, tidak banyak insentif yang mendorong mahasiswa untuk aktif bersosialisasi dan berkomunikasi dengan berbagai individu saat kuliah. Jika memilih untuk jadi mahasiswa yang pasif, siapa yang bisa "memaksa" Anda?

2. Bekerja dalam tim

Mahasiswa memang diberi kesempatan mengasah kemampuan kerja sama melalui tugas kelompok. Namun peluang ini juga bukan fitur utama sepanjang tahun ajaran, sehingga mereka tidak terbiasa dengan kompleksitas manajemen waktu proyek dan membagi tugas sesuai keahlian.

Selain itu, pegawai sering kali tidak punya kebebasan memilih anggota tim atau rekan kerja. Di lapangan kerja, mereka perlu mampu bekerja sama dengan individu-individu dari latar belakang berbeda, tidak seperti saat kuliah di mana Anda sering bebas memilih anggota kerja kelompok.

3. Kepemimpinan

Kepemimpinan bukanlah karakteristik bawahan lahir. Siapapun bisa memupuk bibit kepemimpinan asal diberi kesempatan dan mendapat bimbingan. Tentu saja tidak semua orang akan menjadi pemimpin di tempat kerja, namun keahlian ini juga berguna ketika Anda butuh untuk memanajemen diri sendiri.

Ketika masih di bangku kuliah, kapan terakhir kali Anda berada di posisi pemimpin? Kesempatan yang ditawarkan kelas kuliah untuk melatih keahlian ini cukup minim.

4. Fleksibilitas

Silabus dan kurikulum kuliah yang sudah tersusun rapi cenderung mendiktekan apa yang perlu dan akan dipelajari para mahasiswa. Jika tak ada dorongan untuk menelusuri sumber-sumber dan permasalahan di luar bahan ajaran, pengetahuan yang dimiliki mahasiswa pun terbatas pada apa yang diajarkan dan ditugaskan dosen.

Untuk bisa sukses di kebanyakan lapangan kerja, Anda perlu bersedia belajar dan berkembang. Bicara saja memang mudah, tapi dalam prakteknya, harus ada kemampuan untuk fleksibel dan adaptif di lingkungan apapun. Hal ini termasuk kebersediaan untuk mengemban tanggung jawab baru dan proaktif belajar keahlian lain agar siap ketika diberi tugas di luar job description.

5. Pemecahan masalah

Pemecahan masalah di sini mencakup identifikasi masalah, berpikir kritis, dan mengambil keputusan dengan cepat. Beberapa mata kuliah inti untuk jurusan-jurusan seperti sains dan teknologi memang dirancang untuk mengajar siswa mengurai problema secara logis dan kritis, tapi keahlian ini tidak terlalu ditekankan sebagai keharusan di sektor lain. Terlebih lagi, parameter kesuksesan di universitas kerap diukur dengan tes terstandarisasi alih-alih pembelajaran kasus.

Ujungnya, pegawai baru sering menghadapi keharusan untuk learn on the job; mereka pun butuh dibimbing perlahan sembari menangani kasus secara langsung, padahal banyak perusahaan yang mengharapkan pegawai untuk segera siap di hari-hari pertama bekerja.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 20 Januari 2019 | 17:07:00

KBRI Beirut Siap Mendukung Pelaksanaan Umroh Personel Konga XXIII-M

LEBANON-Kesempatan untuk melaksanakan Ibadah Umroh bagi personel yang sedang melaksanakan tugas misi perdamaian seakan terbuka lebar,  terlebih bagi personel TNI yang sedang melaksanakan tugas misi perdama
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:06:52

Jelajah Vihara Tertua di Jakarta yang Ditemukan Pelaut Secara Tak Sengaja

Bak permata tersembunyi, begitu pula kehadiran Vihara Lalitavistara di Cilincing, Jakarta Utara. Vihara yang berlokasi di Jalan Krematorium Cilincing ini memiliki sejarah panjang karena dibangun sejak abad 11.A
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:00:32

Di Balik 80 Juta Bisa Apa

Kalimat 80 juta bisa dapat apa seketiga me­nyebar bak se­rangan fajar. Semua din­ding-dinding akun media sosial apa­pun itu dibanjiri oleh kalimat tersebut. Kalimat ta­nya yang se­mua orang akhirnya tahu m
Minggu, 20 Januari 2019 | 09:44:00

Bandara Changi Singapura Segera Miliki Air Terjun Dalam Ruang Tertinggi di Dunia

Singapura mungkin satu-satunya kota di dunia di mana penduduk setempat bepergian ke bandara untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Pada 2019 ini, bangunan yang menghubungkan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Ch
 
Berita Lainnya
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:16:15

Mengenal Kredit Pendidikan di Indonesia, Apa Syarat dan Ketentuannya?

JAKARTA - Kebutuhan akan pendidikan saat ini sudah tak ubahnya seperti kegiatan makan dan minum. Tanpa pendidikan, kehidupan bisa secara perlahan hancur atau bahkan binasa. Maka tak aneh jika sekarang ban
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 15:12:33

Begini Cara Polisi Membuat Jera Pelajar yang Pesta Miras

BANYUWANGI - Banyak cara yang dilakukan polisi membuat jera pelajar Banyuwangi untuk tidak minum-minuman keras (miras). Salah satunya dengan cara sungkem kepada orangtua dan guru sekolah. Sepert
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:59:16

Guru dan Tenaga Pengajar Harus Diberikan Pelatihan Abad 21

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng DKI Jakarta sebagai kota pertama dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru. Dirjen Guru dan Tenaga Kependid
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 16:04:59

Semangat Iklima, Mengajar di Pedalaman Aceh dengan Fasilitas Seadanya

ACEH - Tampak ruangan SMP Ta'alimin Mubtadi berdinding tepas bambu, berlantai tanah dan beratap daun rumbia masuk dalam kategori tidak layak. Walau fasilitas serba kekurangan, belasan guru
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 13:58:35

Sosok Tony Prasetyantono di Mata Rektor UGM

JAKARTA - Kabar duka datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sosok Guru Besar Tony Prasetyantono meninggal dunia pada Rabu 16 Januari 2019. Duka pun turut menyelimuti Rektor UGM Panut Mulyono. Baginya, To
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 13:35:04

Infrastruktur 20 PTN Kembali Didanai Surat Berharga Syariah Negara

LAMPUNG - Pemerintah bakal kembali mendanai proyek infrastruktur di 20 PTN melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dana ini digunakan untuk menunjang fasilitas seperti gedung kuliah dan laboratorium. M
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 09:48:12

Ironis, Potret Sebuah SD di Jember dengan 3 Ruang Kelas dan 2 Guru

JEMBER - Ironis, sebuah Sekolah Dasar di Jember harus bertahan dengan hanya tiga ruang kelas. Seluruh kelas yang ada juga hanya diajar oleh dua guru saja. Sekolah yang dimaksud adalah SDN Tegalw
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:57:00

2 Hari Berturut-turut, Puluhan Pelajar SMP di Sumbar Kesurupan

BATUSANGKAR - Puluhan pelajar SMP Negeri 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kesurupan, Rabu (16/1) pagi. Aktivitas belajar-mengajar di sekolah terpaksa dihentikan karena selur
 
Senin, 14 Januari 2019 | 13:36:12

Hadapai Industri 4.0, Sri Mulyani Tingkatkan Kualitas SDM Sejak Usia Dini

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya pendidikan usia dini untuk terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut disampaikan
 
Senin, 14 Januari 2019 | 12:01:12

Ujian SBMPTN Berbasis Komputer Kurangi Potensi Drop Out saat Kuliah

JAKARTA - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang memakai tes tulis berbasis komputer akan menguntungkan calon mahasiswa. Sebab mereka akan mengetahui kemampuan dan potensi diri sehing
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 13:22:18

Remaja Makassar Menang Lomba Komik Dunia dengan Superhero

JAKARTA - "Aku ngalamin senioritas waktu baru masuk SMA, diteriakin, dibikin malu. Temanku pernah dilempar senior pakai gelas plastik berisi es." Pengalaman dirisak inilah yang mendorong Rizka Raisa Fatima
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 11:13:22

Dosen Farmasi UGM Olah Limbah Cangkang Udang jadi Pestisida Ramah Lingkungan

JAWATENGAH - Peneliti dan dosen Pascasarjana Fakultas Farmasi UGM, Ronny Martien, menciptakan pestisida alami menggunakan bahan dari limbah cangkang udang dan kepiting. Pestisida alami ini diklaim lebih r
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 10:53:13

5 Soft Skill yang Sulit Dipelajari di Bangku Kuliah

JAKARTA - Gelar S1 kini sering ditemui menjadi syarat dasar yang tertera di kebanyakan lowongan kerja. Karena satu alasan atau yang lain, pemegang gelar sarjana diasumsi lebih superior dari segi keahlian
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 15:49:57

Dinas Pendidikan: Pelajar yang Buang Bayi ke Kloset Boleh Ikut UN

TULANGAGUNG - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menyerahkan kasus pelajar yang membuang bayinya hingga tewas ke dalam kloset, ke polisi. Namun pelajar tersebut masih memiliki hak untuk mengikuti u
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 14:09:03

Buka 3 Gelombang Pendaftaran, Tahun 2019 UMRI Targetkan 2.400 Calon Mahasiswa Baru

PEKANBARU - Memasuki awal tahun 2019, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mulai membuka penerimaan bagi calon mahasiswa/i baru. Dalam penerimaan mahasiswa baru tersebut, kampus yang berdiri megah di Jala
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top