Iklan Sosial
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 15:49:57
Pendidikan

Dinas Pendidikan: Pelajar yang Buang Bayi ke Kloset Boleh Ikut UN

Sebarkan:
Detik.com
Lokasi kejadian
TULANGAGUNG - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menyerahkan kasus pelajar yang membuang bayinya hingga tewas ke dalam kloset, ke polisi. Namun pelajar tersebut masih memiliki hak untuk mengikuti ujian nasional (UN).

"Kalau kami tinjau dari pidananya, dia memamg salah. Tapi kalau ditinjau dari sisi pendidikan kalau dia misal ditahan memang layaknya ditahan," kata Kadindik Jatim Saiful Rahman saat dihubungi detikcom, Jumat(11/1/2019).

Dijelaskan Saiful, untuk masa depan pelajar tersebut di dunia pendidikan, pelajar tersebut masih memiliki hak untuk mengikuti ujian nasional (UN).

"Tapi kalau kami pada prinsipnya adalah masa depan si anak (pelajar). Untuk masa depannya masih dibolehkan ikut UN meskipun ditahan. Karena dia sudah didaftar sebagai peserta UN," kata Saiful.

Saiful mengatakan kasus ini harus ditelusuri sebab moral yang membuat pelajar ini tidak berbuat baik.

"Kenapa moralnya seperti itu, harus ditelusri kenapa bisa seperti itu, dia harus mendapatkan pendampingan psikologi," ungkap Saiful.

Dalam kasus ini, dikatakan Saiful tidak harus saling menyalahkan baik itu, pihak sekolah maupun pihak orang tua.

"Kami bukan bela-membela, tapi dari lingkungan sekolah harus terus ada pengawasan kepada pelajar. Jangan sampai terulang seperti itu. Karena sekarang ini pergaulan bebas seperti itu. Orang tua harus mengawasi setiap perubahan anak-anaknya. Dengan begini tidak hanya sekolah saja disalahkan. Namun di sekolah itu hanya proses belajar mengajar saja. Selebihnya pergaulan ada lingkungan orangtua," jelas Saiful.

Saiful juga menjelaskan Bimbing Konseling di seluruh sekolah di Jatim sudah ditingkatkan. Tujuannya untuk menampung dan mendektesi persolan pelajar. Namun tidak semuanya dijelaskan secera detail oleh para pelajar.

"Di sekolah sudah ada guru BK untuk memberikan konseling. Namun terkadang ada siswa yang tidak menceritakan semuanya, jadi tidak semuanya terdekteksi," kata Saiful.

Tak hanya, itu pihaknya sudah membatasi soal penggunaan alat komunikasi atau gadget dalam lingkungan sekolah.

"Kami sudah ada aturan dalam pengunaan gadget dalam lingkungan sekolah. Handphone harus dalam kondisi silent setiap proses belajar mengajar. Tapi kembali lagi kejadian ini di luar sekolah," kata Saiful.

Terkait kasus di Tulungang dan Sidoarjo, Saiful mengimbau kepada seluruh pelajar, orang tua, dan pihak sekolahan untuk saling menjaga.

"Kasus-kasus ini ada pada moral. Harus saling memahami. Sebetulnya pihak sekolah sudah kami briefing dan sekolah sudah paham," tandas Saiful.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 20 Januari 2019 | 17:07:00

KBRI Beirut Siap Mendukung Pelaksanaan Umroh Personel Konga XXIII-M

LEBANON-Kesempatan untuk melaksanakan Ibadah Umroh bagi personel yang sedang melaksanakan tugas misi perdamaian seakan terbuka lebar,  terlebih bagi personel TNI yang sedang melaksanakan tugas misi perdama
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:06:52

Jelajah Vihara Tertua di Jakarta yang Ditemukan Pelaut Secara Tak Sengaja

Bak permata tersembunyi, begitu pula kehadiran Vihara Lalitavistara di Cilincing, Jakarta Utara. Vihara yang berlokasi di Jalan Krematorium Cilincing ini memiliki sejarah panjang karena dibangun sejak abad 11.A
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:00:32

Di Balik 80 Juta Bisa Apa

Kalimat 80 juta bisa dapat apa seketiga me­nyebar bak se­rangan fajar. Semua din­ding-dinding akun media sosial apa­pun itu dibanjiri oleh kalimat tersebut. Kalimat ta­nya yang se­mua orang akhirnya tahu m
Minggu, 20 Januari 2019 | 09:44:00

Bandara Changi Singapura Segera Miliki Air Terjun Dalam Ruang Tertinggi di Dunia

Singapura mungkin satu-satunya kota di dunia di mana penduduk setempat bepergian ke bandara untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Pada 2019 ini, bangunan yang menghubungkan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Ch
 
Berita Lainnya
Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:16:15

Mengenal Kredit Pendidikan di Indonesia, Apa Syarat dan Ketentuannya?

JAKARTA - Kebutuhan akan pendidikan saat ini sudah tak ubahnya seperti kegiatan makan dan minum. Tanpa pendidikan, kehidupan bisa secara perlahan hancur atau bahkan binasa. Maka tak aneh jika sekarang ban
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 15:12:33

Begini Cara Polisi Membuat Jera Pelajar yang Pesta Miras

BANYUWANGI - Banyak cara yang dilakukan polisi membuat jera pelajar Banyuwangi untuk tidak minum-minuman keras (miras). Salah satunya dengan cara sungkem kepada orangtua dan guru sekolah. Sepert
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:59:16

Guru dan Tenaga Pengajar Harus Diberikan Pelatihan Abad 21

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng DKI Jakarta sebagai kota pertama dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru. Dirjen Guru dan Tenaga Kependid
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 16:04:59

Semangat Iklima, Mengajar di Pedalaman Aceh dengan Fasilitas Seadanya

ACEH - Tampak ruangan SMP Ta'alimin Mubtadi berdinding tepas bambu, berlantai tanah dan beratap daun rumbia masuk dalam kategori tidak layak. Walau fasilitas serba kekurangan, belasan guru
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 13:58:35

Sosok Tony Prasetyantono di Mata Rektor UGM

JAKARTA - Kabar duka datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sosok Guru Besar Tony Prasetyantono meninggal dunia pada Rabu 16 Januari 2019. Duka pun turut menyelimuti Rektor UGM Panut Mulyono. Baginya, To
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 13:35:04

Infrastruktur 20 PTN Kembali Didanai Surat Berharga Syariah Negara

LAMPUNG - Pemerintah bakal kembali mendanai proyek infrastruktur di 20 PTN melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dana ini digunakan untuk menunjang fasilitas seperti gedung kuliah dan laboratorium. M
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 09:48:12

Ironis, Potret Sebuah SD di Jember dengan 3 Ruang Kelas dan 2 Guru

JEMBER - Ironis, sebuah Sekolah Dasar di Jember harus bertahan dengan hanya tiga ruang kelas. Seluruh kelas yang ada juga hanya diajar oleh dua guru saja. Sekolah yang dimaksud adalah SDN Tegalw
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:57:00

2 Hari Berturut-turut, Puluhan Pelajar SMP di Sumbar Kesurupan

BATUSANGKAR - Puluhan pelajar SMP Negeri 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kesurupan, Rabu (16/1) pagi. Aktivitas belajar-mengajar di sekolah terpaksa dihentikan karena selur
 
Senin, 14 Januari 2019 | 13:36:12

Hadapai Industri 4.0, Sri Mulyani Tingkatkan Kualitas SDM Sejak Usia Dini

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya pendidikan usia dini untuk terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut disampaikan
 
Senin, 14 Januari 2019 | 12:01:12

Ujian SBMPTN Berbasis Komputer Kurangi Potensi Drop Out saat Kuliah

JAKARTA - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang memakai tes tulis berbasis komputer akan menguntungkan calon mahasiswa. Sebab mereka akan mengetahui kemampuan dan potensi diri sehing
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 13:22:18

Remaja Makassar Menang Lomba Komik Dunia dengan Superhero

JAKARTA - "Aku ngalamin senioritas waktu baru masuk SMA, diteriakin, dibikin malu. Temanku pernah dilempar senior pakai gelas plastik berisi es." Pengalaman dirisak inilah yang mendorong Rizka Raisa Fatima
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 11:13:22

Dosen Farmasi UGM Olah Limbah Cangkang Udang jadi Pestisida Ramah Lingkungan

JAWATENGAH - Peneliti dan dosen Pascasarjana Fakultas Farmasi UGM, Ronny Martien, menciptakan pestisida alami menggunakan bahan dari limbah cangkang udang dan kepiting. Pestisida alami ini diklaim lebih r
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 10:53:13

5 Soft Skill yang Sulit Dipelajari di Bangku Kuliah

JAKARTA - Gelar S1 kini sering ditemui menjadi syarat dasar yang tertera di kebanyakan lowongan kerja. Karena satu alasan atau yang lain, pemegang gelar sarjana diasumsi lebih superior dari segi keahlian
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 15:49:57

Dinas Pendidikan: Pelajar yang Buang Bayi ke Kloset Boleh Ikut UN

TULANGAGUNG - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menyerahkan kasus pelajar yang membuang bayinya hingga tewas ke dalam kloset, ke polisi. Namun pelajar tersebut masih memiliki hak untuk mengikuti u
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 14:09:03

Buka 3 Gelombang Pendaftaran, Tahun 2019 UMRI Targetkan 2.400 Calon Mahasiswa Baru

PEKANBARU - Memasuki awal tahun 2019, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mulai membuka penerimaan bagi calon mahasiswa/i baru. Dalam penerimaan mahasiswa baru tersebut, kampus yang berdiri megah di Jala
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top