Iklan Sosial
 
Rabu, 5 Desember 2018 | 14:41:52
Kampus

Hilangnya Sopan Santun Siswa

Sebarkan:
Shutterstock

MASIH hangat diperbincangkan sebuah video viral baru-baru ini mengenai pengeroyokan seorang guru di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Siswa yang terlihat di sebuah video tampak sedang mengeroyok seorang guru yang sedang mengajar. Video yang sudah menyebar tersebut mendapat sorotan dari seluruh masyarakat yang menontonnya. Ketika menonton video viral pengeroyokan ada beberapa pertanyaan yang muncul, bagaimana bisa seorang siswa mengeroyok guru yang sedang mengajar? Apakah siswa tidak diajarkan sopan santun terhadap guru? Dianggap apa seorang guru oleh siswa jaman sekarang ini?

Padahal Indonesia telah dikenal luas di mata dunia sebagai negara yang menjunjung tinggi budaya, keramahan, dan sopan santun. Nilai kebudayaan Indonesia yang menjunjung sikap persaudaraan, saling menghormati, dan menghargai sangatlah kental. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini budaya keramahan dan sopan santun di Indonesia semakin hilang. Hal ini dapat dilihat dari generasi muda atau siswa yang cenderung kehilangan etika atau sopan santun terhadap teman sebaya, orang yang lebih tua, guru, bahkan terhadap orang tua. Siswa tidak lagi menganggap guru sebagai panutan, seseorang yang memberikan ilmu pengetahuan yang patut dihormati dan disegani.

Joko Widodo, Presiden RI menyampaikan bahwa yang paling penting adalah menumbuhkan nilai kesantunan, tata krama, karena dalam sekian tahun kita kehilangan nilai-nilai itu. Mulai berkurangnya kebiasaan saling mengejek dan menghina. Karena nilai-nilai Indonesia adalah keramahan bukan nilai-nilai yang saling melotot dan mencemooh.

Dengan adanya perkembangan jaman saat ini banyak anak-anak yang kurang bahkan tidak sopan terhadap teman sebaya, orang yang lebih tua dan dihormati. Seperti kasus yang dicontohkan di atas tadi bahwa siswa yang mengeroyok atau melawan guru pada saat pembelajaran di kelas. Dalam hal tersebut maka banyak anak remaja khususnya siswa yang lebih dimanja sehingga anak-anak mudah melakukan pelanggaran tata tertib atau pelanggaran yang lainnya.

Secara tidak langsung kita sebagai bangsa Indonesia kita kurang sikap sopan santun dan bertatakrama maka jati diri kita sebagai bangsa Indonesia kian luntur bahkan hilang sikap sopan santun di Indonesia. Ini akan menjadi masalah besar yang timbul dari hal sepele, seharusnya sopan santun telah diajarkan sejak kecil oleh para orang tua namun justru remaja-remaja sekarang hilang akan sikap sopan santun.

Seharusnya kita harus sopan dimanapun dan kapanpun. Apalagi di Indonesia memang budayanya sangat terkenal ramah dan sopan. Sopan santun merupakan kepribadian dari masyarakat bangsa Indonesia. Walaupun kadar kesopanan itu tidak sama, menyesuaikan lingkungan tempat dimana kita berada namun sopan santun tidak boleh hilang. Harus tetap dilakukan karena sopan santun merupakan jati diri orang Indonesia itu sendiri.

Dalam kondisi sekarang ada faktor eksternal yang terealisasikan secara realita kebudayaan yang terus berubah-ubah karena banyaknya budaya barat yang masuk yang akan mempersulit mempertahankan sopan santun dimanapun dan kapanpun. Selain tidak sopan terhadap guru, bahwa remaja jaman sekarang juga ada yang tidak sopan dengan orang tuanya dengan cara ketika memanggil itu menyebut nama orang langsung. Ada lagi dari cara berpakaian anak-anak muda jaman sekarang yang kebarat-baratan dengan meniru budaya barat yang memang kurang cocok untuk di Indonesia yang lebih condong ke budaya timur.

Adapun faktor internal yang memperngaruhi hilangnya sopan santun siswa Indonesia itu pada diri siswa itu sendiri, keluarga, lingkungan, tempat nongkrong, lingkungan sekolah, ataupun media massa. Pengetahuan sopan santun yang memang kurang dari orang tua dan tidaknya mendengarkan pelajaran di kelas sehingga siswa minim sekali pengetahuan tentang sopan santun juga memicu hilangnya budaya sopan santun di Indonesia. Cara berpakaian yang sopan juga kurang diperhatikan oleh siswa atau remaja masa kini, seharusnya keadaan seperti ini jangan sampai terjadi.

Melihat kondisi demikian, lebih baik jika orang tua ikut berperan dalam pembentukan etika pada anak. Dan orang tua dituntut untuk mengajarkan nila-nilai tersebut. Membelajarkan anak tidak dapat dilakukan dalam satu hari, namun proses demi proses sehingga menghasilkan penerus bangsa yang paham akan budaya, tatakrama, dan sopan santun.

Pendidikan karakter di sekolah dapat dijadikan sebagai pendidikan sopan santun terhadap anak. Karena pendidikan karakter banyak dikaitkan dengan pendidikan budi pekerti, ahlak mulia, moral, bahkan dapat membantu norma kesopanan pada anak. Melalui Pendidikan karakter diharapkan anak dapat bersikap sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua maupun teman sebaya.

Pendidikan Bahasa Jawa untuk remaja atau siswa daerah Jawa dapat diterapkan sebagai sarana membelajarkan anak untuk lebih mengerti sopan santun karena dalam pembelajaran Bahasa Jawa juga diajarkan bagaimana dalam bertutur yang sopan. Seharusnya dalam pelajaran Bahasa Jawa pengajaran tentang kebudayaan jawa yang berkaitan dengan budi pekerti dan kepribadian. Ada praktik dalam pembelajaran mengenai sopan santun yang harus diterapkan siswa setiap harinya sebagai solusi untuk tetap melestarikan budaya sopan santun di Indonesia. Misalnya unggah-ungguh dalam berbicara.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:08:47

Kapolres Rohil Himbau Warga Terkena Banjir Waspada

UJUNGTANJUNG - Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIk.MH menghimbau masyarakat yang terkena banjir untuk lebih waspada,terutama sekali warga yang rumahnya berada di pinggiran Sungai Rokan.Pasalnya saat
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:06:11

Herawati Hanura Hadiri Perayaan Hari Ibu, Ini Sambutannya

ROKANHILIR - Herawati Bendahara DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Hanura (Hatu Nurani Rakyat) Kabupaten Rokan Hilir dalam kedudukannya sebagai Ketua Komite Sekolah Ananda Bagan Batu menghadiri acara Peri
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:03:22

Bawa 2 Kg Shabu, Sat Narkoba Polres Rohul Amankan Satu Warga Malaysia

ROKANHULU - Sebanyak 2 Kg sabu diamankan dari tangan warga negara Malaysia yang mencoba memasuki wilayah Riau. Tersangka WNA inisial KH (50) berasal dari Muara, Johor.Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombe
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:01:21

Ribuan Keping KTP Hangus Dibakar

DUMAI - Sebanyak 5.700 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Dumai dengan cara dibakar.Pemusnahan dilakukan pada 14 Desember lalu usai
 
Berita Lainnya
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:26:45

Baterai Ciptaan Pertamina-UNS Bisa Dipakai Industri Militer

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret dan PT Pertamina (Persero) berhasil memproduksi baterai isi ulang yang inovatif bernama Lithium Ion Batery (LIB). Baterai ini diciptakan sebagai gerakan move on ke ener
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 13:20:16

Jadwal Ujian Nasional 2019 Dimajukan

JAKARTA - Pemerintah memutuskan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2019 dimajukan pada Maret atau sebulan lebih maju dari tahun sebelumnya. Jika tidak dimajukan, UN akan bersamaan dengan pelaksanaan puasa
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 11:52:11

Bangga, Tyrender Karya Mahasiswa UMM Sabet Penghargaan di Seoul

Malang - Haryo Widya Damawan, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih bronze medal dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers, di Seoul Inter
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 10:15:56

Mahasiswi Unilak Sabet Tiga Emas Kejuaraan Renang di Myanmar

PEKANBARU - Mahasiswi Universitas lancang Kuning Pekanbaru, Vanessa Evvato mengharumkan nama Riau dan Indonesia dalam kejuaraan internasional di Myanmar. Dia memperoleh 3 medali emas dari olahraga cabag r
 
Senin, 17 Desember 2018 | 16:33:22

Sarjana Pertanian Ungkap Kondisi Terkini Ketersediaan Pangan RI

JAKARTA - Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar kuliah umum dengan tema Pembangunan Pertanian yang Visioner dan Integratif di Aula CCR Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini pun membaha
 
Senin, 17 Desember 2018 | 13:57:48

Siswa Indonesia Harus Perkuat Jaringan

JAKARTA - Siswa Indonesia diminta untuk memperkuat jaringan dalam menghadapi era Indonesia Emas 2045. Pemerintah meyakini jika jaringan pelajar kuat, Indonesia berpotensi menjadi negara maju. Terlebih In
 
Senin, 17 Desember 2018 | 13:50:03

Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu Itu Pilihan

MAHASISWA merupakan seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa, sebagai objek atau pelaku dalam perubahan ter
 
Senin, 17 Desember 2018 | 13:41:54

Kampus Harus Punya Inkubator Bisnis

JAKARTA - Pemerintah mendorong setiap kampus membuka Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). Hal ini penting sebab hasil penelitian kampus idealnya bisa bermanfaat praktis bagi masyarakat dan industri. Menteri
 
Senin, 17 Desember 2018 | 11:43:37

5 Alasan Mahasiswa Perlu Kerja Magang

TAHUKAH Anda bahwa di sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia, magang merupakan salah satu syarat wajib untuk kelulusan? Mahasiswa tingkat akhir yang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Indonesia ha
 
Minggu, 16 Desember 2018 | 09:58:04

H. Hasmar Kunjungi SDN 015 Rantau Panjang, Ternyata Ini yang Perlu dibangun

SIAK - Sekretaris Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Kabupaten Siak H. Hasmar mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 015 Kampung Rantau Panjang Kecamatan Koto Gasib, Siak, Jumat (14/12/2018) p
 
Minggu, 16 Desember 2018 | 09:55:37

Tak Peduli Pendidikan, Anak Karyawan PT. DSI Banyak yang Putus Sekolah

SIAK -   PT. Duta Swakarya Indah (DSI) yang beroprasi di Kabupaten Siak telah mengabaikan program pemerintah tentang pendidikan. Pasalnya puluhan anak - anak para karyawan yang bekerja di perusahaan i
 
Sabtu, 15 Desember 2018 | 14:45:23

Fakta-fakta Perusakan Baliho di Pekanbaru yang Bikin SBY Sedih

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kecewa dan sedih melihat baliho selamat datang untuk dirinya, spanduk, hingga bendera Partai Demokrat di Pekanbaru dirusak ora
 
Sabtu, 15 Desember 2018 | 13:59:47

Kemendikbud Cari Cara Aplikasikan Metode STEAM di Sekolah

JAKARTA - Pemerintah masih dalam tahap merumuskan metode pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic (STEAM) di sekolah. Namun penerapan STEAM tidak akan dipaksakan karena melihat kesia
 
Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:43:12

Kurikulum Antikorupsi Diajarkan Sejak Dini pada Anak PAUD

JAKARTA - Pemerintah akan membangun budaya antikorupsi sejak pendidikan anak usia dini. Melalui program Saya Anak Antikorupsi (disingkat SAAK) pemerintah ingin budaya antikorupsi dipelajari di sekolah. I
 
Jumat, 14 Desember 2018 | 16:22:32

Sejumlah Pejabat Hadiri Munaslub Kagama di UGM Sore Ini

Sleman - Sejumlah pejabat teras alumni UGM menghadiri musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama) sore ini. Siapa saja mereka?Munaslub Kaga
 
 
 
Terpopuler

1

12 Des 2018 11:40 | 401 views
Kampus
Pasar Tiban Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Semarang

2

13 Des 2018 16:07 | 366 views
Kampus
MPR Dorong Mahasiswa Bisa Ciptakan Lahan Usaha Baru

3

13 Des 2018 11:27 | 357 views
Kampus
MNC Sekuritas Terima Penghargaan BINUS Alumni Award

5

15 Des 2018 10:43 | 304 views
Pendidikan
Kurikulum Antikorupsi Diajarkan Sejak Dini pada Anak PAUD
 
 
 
 
 
 
Top