Iklan Sosial
 
Sabtu, 15 September 2018 | 09:12:39
Kampus

Mahasiswa ITS Rancang Sepeda Terapi Anak Cerebral Palsy

Sebarkan:
Sepeda karya mahasiswa ITS

JAKARTA ? Untuk membantu pergerakan anak dengan kebutuhan khusus, mahasiswi Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Elly Fitriana Soedjito menciptakan sebuah sepeda terapi. Sepeda yang merupakan karya tugas akhir (TA) ini ditujukan bagi anak usia 6 hingga 12 tahun pengidap Cerebral Palsy (CP).

Cerebral Palsy (CP) adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan.

Elly mengjelaskan ide pembuatan karya ini didasari oleh adanya angka penderita CP di Surabaya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan khusus yang lain. Produk sepeda ini pun didesain sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan pasien, yang dilengkapi juga oleh komponen-komponen penunjang.

Menurutnya, konsep sepeda ini dilengkapi dengan komponen-komponen penunjang, di antaranya adalah komponen yang dapat disesuaikan ukurannya terhadap pertumbuhan anak. Ia sengaja mendesain seperti itu untuk memudahkan penggunanya, yaitu anak-anak yang sedang dalam proses pertumbuhan.

"Sepeda ini juga menyediakan komponen untuk mempermudah interaksi dengan orang tua. Jadi, sepeda ini juga dilengkapi dengan handle di belakang sepeda. Dengan begitu, orang tua dapat mengendalikan sepeda dari belakang dengan cara mendorong," tutur Asisten Laboratorium Human Centered Design Departemen Despro yang dikutip Okezone dari website resmi ITS, Sabtu (15/8/2018).

Pada dasarnya, sepeda ini ia desain sebagai alat terapi yang menyenangkan bagi anak-anak penderita CP. Menurut Elly, anak-anak butuh alat terapi yang menyenangkan bagi dunia mereka sekaligus sebagai sarana pembelajaran. Dengan sepeda ini, anak-anak penderita CP dapat melakukan terapi pergerakan pada kakinya.

"Selain itu juga dapat belajar terkait lingkungan sosial, dengan cara interaksi mengemudikan sepeda bersama dengan orang tua," jelasnya.

Alat terapi penunjang ini pun ia tuangkan dalam tugas akhirnya untuk mendapatkan gelar sarjana di departemennya. Elly mengaku terinspirasi dari tugas akhir seniornya yang pernah membuat kursi roda dan orthosis untuk anak-anak pengidap CP. Selain itu, ia juga merasa prihatin terhadap anak-anak penderita CP sejak lahir dan perlu terapi lebih dini.

Gadis berkacamata ini pun menceritakan kisahnya selama melakukan survey. Ia mendapati jumlah penderita CP yang relatif tinggi dibanding kebutuhan khusus lainnya di Surabaya. Terbukti dengan adanya yayasan khusus penderita CP di Surabaya, yaitu Yayasan Peduli Cerebral Palsy (YPCP).

Butuh waktu cukup lama untuk pengerjaan sepeda terapi ini, ia mulai pada bulan September tahun lalu, hingga Juni tahun ini.

"Lamanya pengerjaan sepeda ini karena butuh konsep yang matang. Selain itu, waktu pengerjaan dihabiskan untuk kegiatan pengembangan bentuk dan produksi," ujar mahasiswi berjilbab ini

Beruntung dengan karya tugas akhirnya Elly mendapatkan nilai yang sempurna yaitu A. Elly pun merasa puas terhadap hasilnya, meskipun menurutnya, sepeda terapi ini masih perlu dikembangkan lagi. Tantangan terbesarnya dalam merampungkan sepeda tersebut ialah mencari dan berinteraksi dengan anak penyandang CP beserta orang tuanya.

"Kesulitan ini selalu membuat saya sering maju mundur. Namun saya yakin meskipun prosesnya menyakitkan, pasti akhirnya akan menyenangkan dan terbayar semua kerja keras itu," katanya dengan semangat.

Kedepannya, ia berharap agar sepeda karyanya ini dapat diproduksi dan digunakan dengan tepat sasaran untuk anak anak CP. Karena beberapa terapis yang ia temui bercerita bahwa sejauh ini belum ada yang benar-benar memproduksi sepeda untuk CP di Indonesia. Di luar negeri sudah ada, tapi harganya mahal dan harus mengimpor.

"Mereka pun berharap sepeda ini bisa terus dikembangkan agar bisa benar-benar dipakai untuk yang membutuhkan,"pungkasnya penuh harap.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:55:02

Dua Dekade Forhati, Komitmen Perjuangkan Keadilan Kaum Perempuan

JAKARTA - Forum Alumni HMI-WATI (FORHATI) menyatakan akan terus-menerus secara bersungguh-sungguh dan tanpa henti, memperjuangkan keadilan terhadap perempuan dan anak untuk memperoleh hak hidup yang wajar dan
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:51:51

Buka Lowongan Pekerjaan, BPJS Kesehatan Incar Kaum Milenial

BADAN Publik BPJS Kesehatan membuka lowongan pekerjaan bagi milenial. Saatnya kamu mencoba bergabung dan mencoba mengembangkan karir sebagai tenaga kontrak pemerintah. Bagi kamu yang siap bekerja di lin
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:48:02

Mitra Kerja HKi di Pekdum 4 Terindikasi Memakai BBM Jenis Solar Cap Jerigen

PINGGIR - Pembangunan jalan Tol Pekanbaru Dumai yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan pengembang, Hutama Karya-infrastruktur (HK-i), sudah mulai aktif dilaksanakan pembangunan fisiknya sejak beberapa bu
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:43:56

Gelper King Zone, Buka Hingga Larut Malam

DUMAI -  Gelanggang permainan (Gelper)  King Zone yang berada di Jalan Hasanudin diduga menyalahi aturan.  Pasalnya tempat usaha ptersebut buka hingga pukul 01.00 WIB. Padahal menurut atura
 
Berita Lainnya
Selasa, 11 Desember 2018 | 14:16:18

Polisikan Wartawan, Rektor Unnes Tunggu Rekomendasi Dewan Pers

Semarang - Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman mempolisikan jurnalis dari media online serat.id. Pihak Unnes saat ini menunggu rekomendasi resmi dari Dewan Pers untuk meny
 
Selasa, 11 Desember 2018 | 11:06:19

Dosen IAIN Lempar Buku dan Tampar Mahasiswanya di Kelas

Parepare - Dosen syariah IAIN Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) Anwar Senong menampar mahasiswanya, M Yunus. Kejadian itu saat sedang berlangsung mata kuliah Sejarah Islam."Awalnya korban bert
 
Selasa, 11 Desember 2018 | 10:29:56

Rektor Dipolisikan Mahasiswa S3, Komala Dimintai Keterangan Polda

Pekanbaru - Polda Riau sudah memintai keterangan pelapor Komala Sari (35). Mahasiswa S3 melaporkan dosen pengujinya terkait draf desertasinya dilempar."Baru dia (Komala) yang dimintai keterangan terkait
 
Senin, 10 Desember 2018 | 16:56:59

Beri Kesempatan Ketiga, ITB Buka Jalur Seleksi Mandiri 2019

Bandung - Institut Teknologi Bandung untuk pertama kalinya akan melaksanakan seleksi mandiri (SM) di tahun 2019. Kesempatan ketiga ini diberikan untuk lulusan SMA sederajat berprestasi yang tida
 
Senin, 10 Desember 2018 | 16:22:12

Dipolisikan Mahasiswa, Rektor: Dia yang Menyalahi Aturan Akademik

Pekanbaru - Dosen Universitas Riau, Dr Mubarak dilaporkan mahasiswa S3 ke polisi karena melempar disertasi. Mahasiswa yang akan meraih gelar doktor itu dianggap hanya minta teken disertasi tanpa mau mem
 
Senin, 10 Desember 2018 | 14:40:55

Mahasiswa Lamongan Tuntut Kejari Usut Tuntas Kasus Korupsi

Lamongan - Puluhan mahasiswa berbagai elemen di Lamongan geruduk kantor kejari Jalan Veteran. Puluhan mahasiswa ini mempertanyakan sejumlah kasus korupsi yang dinilai belum ada kejelasan hingga
 
Senin, 10 Desember 2018 | 14:22:38

Madrasah hingga Universitas Segera Terapkan Kurikulum Antikorupsi

JAKARTA - Pelajaran atau mata kuliah antikorupsi tak lama lagi akan diterapkan resmi di seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Pemberlakuan kurikulum antikorupsi sejak dini ini menjadi terobosan positif d
 
Jumat, 7 Desember 2018 | 16:48:28

Menko Darmin: Kurikulum Pendidikan Vokasi Berdasarkan Potensi Tiap Daerah

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia dengan pendidikan vokasi. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di era industri 4.0. Menteri Koordinator Bidang Pere
 
Jumat, 7 Desember 2018 | 16:03:51

Rektor UGM Minta Maaf karena Lamban Merespons Dugaan Perkosaan

Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengakui terdapat kelambanan dalam merespons kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa UGM. Karena itu UGM meminta maaf dan berjanji segera meny
 
Jumat, 7 Desember 2018 | 14:34:29

Yusuf Penyebar Video Bugil Mantan Pacar Minta Maaf ke Kampus Unair

Surabaya - M Yusuf tersangka penyebar video bugil mantan pacar meminta maaf ke rektorat Universitas Airlangga (Unair). Yusuf merupakan lulusan S1 dan calon mahasiswa S2 Unair."Ketika bertemu den
 
Jumat, 7 Desember 2018 | 12:34:59

DPM Fakultas Hukum Unilak Hadirkan Ombudsman RI untuk Berikan Kuliah Umum

PEKANBARU— Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, mengundang kepala perwakilan Ombudsman RI wilayah Riau  Ahmad Fitri untuk memberikan  kul
 
Jumat, 7 Desember 2018 | 08:31:49

PLN Raih Penghargaan Kemendikbud untuk Program Vokasi Siswa SMK

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) menjadi satu-satunya BUMN yang mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan atas kontribusi perusahaan terhadap pengembangan k
 
Rabu, 5 Desember 2018 | 15:46:39

Darmin Kritik Kurikulum SMK di Indonesia

Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan keinginan pemerintah untuk arah pendidikan vokasi. Menurut Darmin, pendidikan vokasi Indonesia masih belum efektif.Darmin menyoroti kurikulum
 
Rabu, 5 Desember 2018 | 14:41:52

Hilangnya Sopan Santun Siswa

MASIH hangat diperbincangkan sebuah video viral baru-baru ini mengenai pengeroyokan seorang guru di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Siswa yang terlihat di sebuah video tampak sedang mengeroyok s
 
Selasa, 4 Desember 2018 | 11:49:25

Kemendikbud Tuntaskan Sistem Zonasi Guru

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menuntaskan sistem zonasi sebagai rujukan untuk memeratakan guru di Indonesia. Selain zonasi untuk siswa, pemerintah juga akan menerapkan
 
 
 
Terpopuler

1

05 Des 2018 14:41 | 314 views
Kampus
Hilangnya Sopan Santun Siswa

3

10 Des 2018 16:56 | 209 views
Pendidikan
Beri Kesempatan Ketiga, ITB Buka Jalur Seleksi Mandiri 2019
 
 
 
 
 
 
Top