Iklan Sosial
 
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:01:04
Pendidikan

Agar Zonasi Tak Lagi Menuai Masalah, Ini Saran KPAI

Sebarkan:
Sistem zonasi dalam Penerimaan Siswa Didik Baru menuai banyak masalah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan beberapa saran sehubungan hal ini.

Jakarta Zonasi, strategi pemerintah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru, membuat heboh masyarakat. Strategi ini dilakukan untuk mewujudkan pemerataan akses dan mutu pendidikan secara nasional, sesuai Permendikbud No. 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

Sistem zonasi, menurut Mendikbud, merupakan bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem rayonisasi. Karena, rayonisasi lebih memperhatikan pada capaian siswa di bidang akademik, sementara sistem zonasi lebih menekankan pada jarak/radius antara rumah siswa dengan sekolah.

Dengan demikian, maka siapa yang lebih dekat dengan sekolah lebih berhak mendapatkan layanan pendidikan dari sekolah itu. Namun, dalam prakteknya, sistem tersebut tidak berjalan dengan lancar.

Banyak orangtua yang mengadukan permasalahan sistem zonasi kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Melihat banyak aduan yang masuk, Retno Listyarti, Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, menyampaikan ada beberapa poin yang harus dibenahi pemerintah dalam menyelanggarakan PPDB dengan sistem zonasi. Berikut ulasannya.

Saran KPAI

1. KPAI mendorong adanya evaluasi kebijakan PPDB tahun 2018 antara Kemdikbud dengan para Kepala Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia. Kebijakan ini tertuang dalam Permendikbud No. 14/2018 agar lebih dapat menyesuaikan kondisi lapangan di berbagai daerah sehingga tahun depan ada perbaikan dalam system PPDB.

2. KPAI mendorong sosilisasi yang masif dan waktu sosialisasi yang panjang terkait system PPDB agar Dinas-dinas Pendidikan dan masyarakat memahami kebijakan PPDB.

3. KPAI mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memenuhi standar nasional pendidikan merata di seluruh sekolah dan membangun sekolah-sekolah negeri baru di wilayah-wilayah zonasi yang sekolah negerinya minim. Karena, Kelemahan utama sistem zonasi adalah tidak meratanya standar nasional pendidikan di semua sekolah dan kuota daya tampung siswa di setiap wilayah yang belum jelas distribusinya.

"Sistem zonasi akan sangat bagus kalau sudah meratanya jumlah sekolah negeri di setiap wilayah atau daerah di Indonesia," ujar Retno, saat ditemui di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

4. Pemerintah daerah dan pemerintah provinsi wajib melakukan pemetaan. Sekolah yang tepat sehingga anak-anak yang tinggal di wilayah minim sekolah negeri bisa tetap terfasilitasi, misalnya dengan kebijakan zona bersebelahan.


(Liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:36:08

5 Makanan Terbaik untuk Cegah Nyeri Sendi Akibat Peradangan

SARAF atau bagian persendian tubuh mudah saja mengalami peradangan di saat Anda melakukan aktivitas yang berat. Nah, ada beberapa makanan yang diklaim bisa mencegah masalah tersebut. Setiap hari Anda mem
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:30:24

Melihat Lebih Dekat Aliran Lava Gunung Berapi Kilauea di Hawaii

WISATAWAN kembali bisa menikmati pemandangan aliran lava dari gunung berapi Kilauea, Hawaii dari jarak dekat. Pasalnya, perahu-perahu yang akan mengantarkan ke Samudra Pasifik itu sudah mulai beroperasion
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:27:08

Tempat wisata syariah di Indonesia yang lagi hits

Indonesia salah satu negara yang mempunyai banyak destinasi wisata. Memiliki alam yang indah menjadi daya tari wisatawan asing datang ke negeri ini. Dan saat ini yang mulai digandrung
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:20:34

5 Manfaat Mencuci Muka, dari Melancarkan Sirkulasi Darah hingga Awet Muda

MENCUCI muka memang menjadi satu rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan oleh setiap orang. Nah, agar hasilnya lebih bersih dan bikin kulit cerah, jangan lupa pakai pembersih wajah. Apalagi saat beraktivi
 
Berita Lainnya
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:14:32

Menaker Hanif Dukung Pendidikan Berbasis Karakter Bagi Generasi Muda

Depok Penguatan karakter di generasi muda menjadi salah satu kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, oleh karena itu Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mendukung berbagai
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 15:08:54

Doktor Tercepat oleh Mahasiswa ITB dengan 36 Publikasi Scopus

JAKARTA - Mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Kimia ITB berhasil membuat penelitian tentang membran penukar ion heterogen yang punya banyak manfaat. Membran penukar ion ini bisa digunakan untuk produksi
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:57:54

Polemik Zonasi Sekolah, Mendikbud dan Sri Mulyani Tukar Pengalaman

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menjelaskan tentang sistem zonasi sekolah yang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Penjelasan ini disampaik
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:45:05

Kisah Daniel Robert, Anak Petani Papua yang Lulus Akademi Angkatan Laut

JAKARTA - Seorang putra petani asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, bernama Letda (Mar) Daniel Robert Basik-Basik lulus menjadi perwira Akademi Angkatan Laut. "Saya menjalani pendidikan selama 4 tahun d
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 10:49:45

Riset Keagamaan Bakal Libatkan 58 Peneliti dari PTN dan Swasta

BOGOR - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyatakan, soft launching Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028, pada even Annual Conference on Research Proposal (ACRP), merupakan kegiatan untuk menghimpu
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 14:42:19

Ada Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Persaingan Sekolah seperti Liga Inggris

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) segera melakukan perbaikan terhadap sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi. Lewat sistem zonasi
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 15:21:34

Rommy Ajak Alumnus Kampus Islam Indonesia Giat Dakwah di Dunia Maya

Jakarta - Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy menyebut saat ini ceramah dan kajian keislaman di internet didominasi paham Wahabi. Hal ini misalnya terlihat dari situs dan video ceramah poluler diisi oleh
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 14:02:25

UNS Sajikan Pertunjukan Ketroprak Kekinian Agar Diterima Milenial

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tadi malam menyita perhatian. Pasalnya, perguruan tinggi negeri tersebut menggelar pertunjukan ketoprak kekinian. Koordinator Pentas Ketoprak Tembanglara
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 13:51:14

Raih 6 Medali Olimpiade Matematika, Peringkat Indonesia Naik ke-10 Besar

JAKARTA - Tim Olimpiade Matematika Indonesia tingkat SMA berhasil mempersembahkan enam medali pada Olimpiade Matematika Internasional di Rumania. Raihan prestasi ini berhasil membawa Indonesia ke peringka
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 13:34:21

Nasib Ribuan Anak Sudan Selatan Dipaksa Putus Sekolah Akibat Perang

JUBA Ribuan anak Sudan Selatan telah melanjutkan studi mereka dalam Program Pendidikan Darurat Sudan Selatan (EEP). Program tersebut didukung oleh Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNICEF,
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 11:23:05

Lepas Lulusan IPDN, Kemendagri Ingatkan soal Integritas

Jakarta - Kemendagri menggelar apel pelepasan penugasan 2.009 CPNS lulusan IPDN angkatan 24 di Kampus IPDN, Jakarta Selatan, Selasa (17/7). Dalam acara ini, pihak Kemendagri berpesan kepada seluruh
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 10:46:54

Gagal Masuk PTN dan Tertekan Orangtua, Calon Mahasiswa Perlu Rencana Cadangan

JAKARTA- Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit menjadi pilihan ribuan pelajar SMA atau calon mahasiswa. Namun, sayang dari ketatnya persaingan dan proses seleksi membuat beberapa dari mereka tersingkir at
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 10:11:27

Tidak Lulus Kampus Negeri Favorit? Segera Move On

JAKARTA- Seleksi masuk perguruan tiggi negeri, cukup menyita banyak perhatian bagi calon mahasiswa. Pasalnya, minimnya kuota dan seleksi yang ketat membuat persaingan bagi banyak pelajar SMA. Bahkan, tida
 
Senin, 16 Juli 2018 | 16:15:21

Ratusan Mahasiswa Rebut Lomba Karya Penelitian Kemenristekdikti 2018

MAKASSAR- Ratusan tim mahasiswa memperebutkan gelar juara dalam ajang Monev Eksternal PKM Kemenristekdikti 2018 di Ruang Senat Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16
 
Senin, 16 Juli 2018 | 15:18:04

Seleksi Berlapis Masuk SMA Unggulan CT ARSA

Jakarta -SMA Unggulan CT ARSA Sukoharjo menerima 200 siswa pada tahun ajaran perdana 2018/2019 pada Jumat (13/7) kemarin. 200 Siswa tersebut sudah melalui proses seleksi yang berlapis.Penanggungjawab Pere
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top