Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 11 Juli 2018 | 11:20:34
Teknologi

Manfaatkan Tomat, Mahasiswa Ini Bikin Baterai Ramah Lingkungan

Sebarkan:

SURABAYA - Tiga mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yakni Febrilia Agar Pramesti, Abduh Muharram Chairacita, dan Putri Augista Nur Azizah menciptakan baterai gel memanfaatkan sari buah tomat sebagai pengganti zat kimia berbahaya pada baterai.

Pengarah dari karya inovasi tersebut, Randy Yusuf Kurniawan di Surabaya, Minggu mengatakan dalam komposisinya, baterai memiliki elektrolit (zat kimia) yang berbahaya bagi lingkungan, seperti lithium dan timbal. Terlebih, jika zat tersebut bereaksi akan menimbulkan ledakan dan keracunan pada tubuh.

"Buah tomat berasa asam tersebut diukur keasamannya melalui kadar vitamin C dan menghasilkan 10-40 miligram vitamin C per 100 gram tomat. Tomat yang menjadi bahan uji adalah tomat mentah sampai masak dengan mengambil sari tomat terlebih dahulu dengan cara dijus kemudian diuji," katanya.

Dia menjelaskan, asam sebagai sumber proton, ketika bereaksi dengan elektroda menghasilkan elektron yang mengalir ke sirkuit luar sehingga terjadi aliran listrik.

"Tetapi, sari tomat tersebut masih berbentuk cairan, di mana elektrolit yang berupa cairan menghasilkan tegangan listrik yang kecil," ujarnya.

Alhasil sebelum dirangkai menjadi baterai, sari tomat ditambahkan biopolimer berupa agarose untuk menjadi elektrolit berbentuk gel. Penambahan agarose mampu meningkatkan densitas atau kerapatan elektrolit.

"Rapatnya elektrolit membuat nilai tegangan listik menjadi tinggi," ujar mahasiswa pascasarjana ITS asal Surabaya itu.

Sementara itu, ketua tim kelompok itu, Febrilia Agar Pramesti mengatakan tegangan listrik yang dihasilkan dan diperoleh yakni 1 volt dengan memberikan perlakuan melalui perbandingan volume sari tomat dan agarose encer sebesar 1:2. Sedangkan untuk agarose encer sendiri dibuat dengan melarutkan biopolimer agarose ke dalam air dengan perbandingan volume 1:3.

"Nilai tegangan 1 volt yang dihasilkan itu hanya dalam skala kecil. Bisa jadi jika dilakukan scale up atau pembesaran skala volume, tegangan listrik pada baterai gel ini akan lebih besar," katanya.

Baterai gel dari buah tomat ini juga dinilai tim mampu menghasilkan tegangan dan arus yang sangat stabil.

"Kami menjalankan baterai selama 30 menit, tegangannya menjadi 0,985 volt, hanya selisih 0,015 volt saja, selisih ini sangat sulit diperoleh pada penelitian baterai umumnya," ujar Febri.

Melalui inovasi ini pun, tim berharap baterai gel dari buah tomat ini bisa digunakan oleh masyarakat sebagai baterai yang ramah lingkungan, serta mampu mengantarkan timnya untuk lolos bertarung di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 yang bakal digelar bulan Agustus mendatang di Yogyakarta.

sumber: okezone.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 22 Juli 2019 | 18:20:00

Babinsa Koramil 02/Tanah Putih Seleksi Paskibraka

TANAH PUTIH- Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, Babinsa Koramil 02/Tanah Putih, melakukan seleksi Paskibraka, di lapangan Kantor Kecamatan Rantau Kopar. Senin (22/7/2019). &nb
Senin, 22 Juli 2019 | 16:59:05

Ada Lima Pemain Senior Dipanggil untuk SEA Games 2019

JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, akan mencari lima pemain senior yang akan didaftarkan ke SEA Games 2019. Siapa saja?Timnas U-23 sedang dalam persiapan menuju SEA Games di Filipina akhir
Senin, 22 Juli 2019 | 16:55:42

Kurniawan Jadi Asisten Pelatih Timnas U-23 untuk Asah Lini Depan

JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, menunjuk Kurniawan Dwi Yulianto sebagai asistennya. Kurniawan ada untuk mencari solusi di lini depan Garuda Muda.Kurniawan masuk dalam asisten pelatih Ti
Senin, 22 Juli 2019 | 16:52:55

Buldoser Israel Hancurkan Rumah-rumah Warga Palestina di Yerusalem

Tepi Barat - Israel mulai menghancurkan sejumlah rumah warga Palestina yang dianggapnya ilegal di wilayah selatan Yerusalem. Penghancuran rumah-rumah di dekat tembok pemisah Israel pada Senin (22/7) pagi wa
 
Berita Lainnya
Senin, 22 Juli 2019 | 15:08:44

Tentang Bendera Hitam-Putih Bertuliskan Tauhid yang Dianggap Meresahkan

JAKARTA - Munculnya dua atau salah satu dari bendera bertuliskan tauhid masing-masing berlatar belakang hitam dan putih, belakangan ini selalu menuai kontroversi. Kasus terakhir adalah pengibaran dua bend
 
Senin, 22 Juli 2019 | 13:55:10

Kisruh Pemilihan Rektor Unpad, MWA Tolak Keberatan Penggugat

BANDUNG - Sengketa hukum Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung masih bergulir . Proses mediasi antara Atip Latipulhayat sebagai penggugat de
 
Senin, 22 Juli 2019 | 13:31:59

Wiko Tewas Usai MOS di SMA Taruna, Keluarga Resmi Lapor Polisi

PALEMBANG - Seorang siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang, Wiko Jeriyanda (16), meninggal dunia pasca-operasi setelah mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolah. Pihak keluarga Wiko secar
 
Senin, 22 Juli 2019 | 11:14:14

KPAI Prihatin Anak Nunung Di-bully di Sekolah sampai Pindah Sekolah

JAKARTA - Anak bungsu Nunung menerima dampak pasca ditangkapnya sang komedian atas kasus narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinannya atas bullying yang dialami oleh ana
 
Senin, 22 Juli 2019 | 10:03:53

Imbas Bendera Tauhid, Rekrutmen Rohis MAN 1 Sukabumi akan Ditunda

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meminta rekrutmen anggota kelompok ekstrakurikuler sekolah bernama Keluarga Remaja Islam Majelis Al-Ikhlas atau Karisma MAN 1 Sukabumi ditunda. Penundaan in
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:31:59

Le Minerale Dukung ASEAN Schools Games 2019 di Semarang

JAKARTA Le Minerale, sebagai salah satu produk air mineral terdepan di Indonesia memberikan dukungan menjadi Official Mineral Water Partner pada pesta olahraga tahunan bergengsi bagi para pelajar se-Asi
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 09:51:11

Brama, Alat Peraga Braille Matematika Karya Mahasiswa UMK

KUDUS - Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) Jawa Tengah membuat alat peraga belajar angka untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) braille. Alat peraga ini dinamakan Braille Mathematics (Brama).
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 16:53:15

Sumbangan Mengalir ke Ortu yang Tak Sanggup Bayar UKT di UIN Pekanbaru

PEKANBARU - M Zuhri Pulungan (52) menangis saat tak mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT) putrinya di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Riau. Usai videonya viral, kini sej
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 16:48:33

Kabut Asap Karhutla Sampai Palangka Raya, Siswa Diminta Pakai Masker

Palangkaraya - Kabut asap mulai menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dinas Pendidikan setempat meminta para siswa untuk menggunakan masker agar tak mengganggu kesehatan."Meski kabut asa
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:58:48

Viral Ortu Calon Mahasiswa UIN Pekanbaru Nangis Gegara UKT Rp 4 Juta

JAKARTA - Video orang tua calon mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Riau menangis viral di media sosial. Orang tua itu mengajak anaknya pulang karena di
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:46:54

Cerita Dosen yang Kaget Lihat Skripsi Mahasiswa ITS Setebal 3.045 Halaman

SURABAYA - Skripsi setebal 3.045 halaman milik mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tengah mencuri perhatian. Namun sebelum itu, skripsi tersebut juga sempat mengagetkan sang dosen pem
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 16:47:12

Setelah ITB, Unej Bertekad Jadi Pusat Kajian Teori Graph

JAKARTA - Universitas Jember bertekad menjadi pusat kajian Teori Graph di Indonesia, membalap Institut Teknologi Bandung (ITB). Tekad ini disampaikan langsung oleh Prof. Slamin, guru besar Fakultas Ilmu Komp
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 16:37:27

Booming Teknologi Informasi, Kenali Teori Graph yang Miliki Peran Penting

JAKARTA - Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi tengah menjadi booming. Di balik derasnya kemajuan tersebut, terdapat Teori Graph yang memiliki peran sangat penting. Teori Graph memiliki peran yang s
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 14:28:21

Setelah Siswa, Kini Guru Juga Kena Sistem Zonasi

PONOGORO - Setelah heboh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi, kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan meminta daerah untuk menerapkan program redistri
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:54:41

Semburan Lumpur Bikin SD di Sidoarjo Ini Tak Dapat Siswa Baru

SIDOARJO - Bencana lumpur Sidoarjo yang sudah menyembur sejak 13 tahun lalu membuat banyak warga di Kecamatan Porong meninggalkan kampung halaman. Karena semakin banyak warga pindah, sebuah SD N
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top