Iklan Sosial
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 08:49:58

Mahasiswa Surabaya Buat Biskuit Kalsium dari Kolang Kaling

Sebarkan:

SURABAYA - Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat biskuit kaya kalsium dari kolang kaling yang dinamakan Biskuit Kolang Kaling (Bikoling).

Salah satu mahasiswa yang membuat biskuit itu Ika Maya Megawati Putri mengatakan, dirinya membuat camilan yang dikemas dalam kaleng bersama dua mahasiswa D-3 kebidanan Fakultas Keperawatan dan kebidanan (FKK) dan dua mahasiswa S-1 Gizi Fakultas Kesehatan.

Keempat temannya itu adalah Shofia Rizkyanti, Siti Khunainatul Muarofah dari D-3 Kebidanan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) dan Imam Sholichin serta Eka Zulfiana Yussyifa dari S-1 Gizi Fakultas Kesehatan.

"Kolang kaling adalah salah satu bentuk tumbuhan yang kaya akan kalsium yang belum diketahui khasiatnya oleh banyak masyarakat," kata Ika.

Ika mengatakan kelompoknya menggabungkan ilmu yang mereka tekuni untuk membuat camilan kaya kalsium itu untuk segala usia yang memungkinkan balita hingga dewasa mengonsumsinya.

Sementara Imam yang merupakan mahasiswa Ilmu Gizi mengungkapkan manfaat biskuit itu untuk bayi adalah bisa membantu pertumbuhan tulang. Teksturnya yang renyah juga bisa membantu melatih kekuatan gigi anak.

Bagi usia remaja biskuit ini dapat digunakan sebagai program diet. Sebab terdapat kandungan rendah kalori yang menyebabkan ketahanan kenyang lebih lama. Usia dewasa, bisa sebagai asupan kalsium sehingga tidak cepat keropos tulang dan keriput.

"Dengan mengonsumsi Bikoling setiap hari dapat mengurangi berat badan hingga satu sampai tiga kilogram dalam satu bulan," ujarnya.

Mahasiswa lain Siti Khunainatul menambahkan, pembuatan Bikoling butuh berbagai bahan layaknya pembuatan biskuit. Mulai dari gula halus, sagu, mentega, coklat, tepung tapioka dan kolang kaling.

"Gula mentega dimikser hingga halus dan berwarna putih. Lalu tambahkan kolang kaling yang sudah diblender. Dan tepung terigu dan sagu. Seluruh bahan di mixer hingga kalis. Selanjutnya, siap dicetak dan dioven. Lalu, cetak pakai plastik," ujar mahasiswa Diploma Kebidanan ini.

Meskipun terlihat sederhana, namun Naina mengungkapkan mereka membutuhkan waktu untuk menentukan komposisi yang tepat. Hal itu karena kolang-kaling yang mereka gunakan mengandung cukup banyak kadar air.

"Kami harus pakai banyak kolang-kaling karena harus memisahkan sari dan ampas. Kami ambil sarinya saja, karena kami ingin mengambil kalsiumnya. Kalau pakai ampas efeknya di adonan tidak bisa dicetak karena kadar airnya tinggi," tuturnya.

Untuk menentukan komposisi mereka bahkan menambahkan sagu yang awalnya tidak dalam resep. Hingga kini, kelima anggota tim berbagi tugas untuk produksi biskuit di rumah Naina. Sebab, tahun lalu mereka bisa memproduksi hingga 300 kemasan kaleng dan pouch biskuit tiap bulannya. "Kalau awal kami selalu ready sembilan kaleng untuk penjualan online, tapi sekarang hanya made by order karena terbatasnya waktu kami," katanya.

Produk buatan mahasiswa Unusa ini juga mendapat bantuan hibah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sebesar Rp10 juta.

(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
 
Berita Lainnya
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:26:45

Baterai Ciptaan Pertamina-UNS Bisa Dipakai Industri Militer

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret dan PT Pertamina (Persero) berhasil memproduksi baterai isi ulang yang inovatif bernama Lithium Ion Batery (LIB). Baterai ini diciptakan sebagai gerakan move on ke ener
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 13:20:16

Jadwal Ujian Nasional 2019 Dimajukan

JAKARTA - Pemerintah memutuskan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2019 dimajukan pada Maret atau sebulan lebih maju dari tahun sebelumnya. Jika tidak dimajukan, UN akan bersamaan dengan pelaksanaan puasa
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 11:52:11

Bangga, Tyrender Karya Mahasiswa UMM Sabet Penghargaan di Seoul

Malang - Haryo Widya Damawan, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih bronze medal dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers, di Seoul Inter
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 10:15:56

Mahasiswi Unilak Sabet Tiga Emas Kejuaraan Renang di Myanmar

PEKANBARU - Mahasiswi Universitas lancang Kuning Pekanbaru, Vanessa Evvato mengharumkan nama Riau dan Indonesia dalam kejuaraan internasional di Myanmar. Dia memperoleh 3 medali emas dari olahraga cabag r
 
Senin, 17 Desember 2018 | 16:33:22

Sarjana Pertanian Ungkap Kondisi Terkini Ketersediaan Pangan RI

JAKARTA - Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar kuliah umum dengan tema Pembangunan Pertanian yang Visioner dan Integratif di Aula CCR Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini pun membaha
 
Senin, 17 Desember 2018 | 13:57:48

Siswa Indonesia Harus Perkuat Jaringan

JAKARTA - Siswa Indonesia diminta untuk memperkuat jaringan dalam menghadapi era Indonesia Emas 2045. Pemerintah meyakini jika jaringan pelajar kuat, Indonesia berpotensi menjadi negara maju. Terlebih In
 
Senin, 17 Desember 2018 | 13:50:03

Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu Itu Pilihan

MAHASISWA merupakan seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa, sebagai objek atau pelaku dalam perubahan ter
 
Senin, 17 Desember 2018 | 13:41:54

Kampus Harus Punya Inkubator Bisnis

JAKARTA - Pemerintah mendorong setiap kampus membuka Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). Hal ini penting sebab hasil penelitian kampus idealnya bisa bermanfaat praktis bagi masyarakat dan industri. Menteri
 
Senin, 17 Desember 2018 | 11:43:37

5 Alasan Mahasiswa Perlu Kerja Magang

TAHUKAH Anda bahwa di sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia, magang merupakan salah satu syarat wajib untuk kelulusan? Mahasiswa tingkat akhir yang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Indonesia ha
 
Minggu, 16 Desember 2018 | 09:58:04

H. Hasmar Kunjungi SDN 015 Rantau Panjang, Ternyata Ini yang Perlu dibangun

SIAK - Sekretaris Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Kabupaten Siak H. Hasmar mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 015 Kampung Rantau Panjang Kecamatan Koto Gasib, Siak, Jumat (14/12/2018) p
 
Minggu, 16 Desember 2018 | 09:55:37

Tak Peduli Pendidikan, Anak Karyawan PT. DSI Banyak yang Putus Sekolah

SIAK -   PT. Duta Swakarya Indah (DSI) yang beroprasi di Kabupaten Siak telah mengabaikan program pemerintah tentang pendidikan. Pasalnya puluhan anak - anak para karyawan yang bekerja di perusahaan i
 
Sabtu, 15 Desember 2018 | 14:45:23

Fakta-fakta Perusakan Baliho di Pekanbaru yang Bikin SBY Sedih

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kecewa dan sedih melihat baliho selamat datang untuk dirinya, spanduk, hingga bendera Partai Demokrat di Pekanbaru dirusak ora
 
Sabtu, 15 Desember 2018 | 13:59:47

Kemendikbud Cari Cara Aplikasikan Metode STEAM di Sekolah

JAKARTA - Pemerintah masih dalam tahap merumuskan metode pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic (STEAM) di sekolah. Namun penerapan STEAM tidak akan dipaksakan karena melihat kesia
 
Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:43:12

Kurikulum Antikorupsi Diajarkan Sejak Dini pada Anak PAUD

JAKARTA - Pemerintah akan membangun budaya antikorupsi sejak pendidikan anak usia dini. Melalui program Saya Anak Antikorupsi (disingkat SAAK) pemerintah ingin budaya antikorupsi dipelajari di sekolah. I
 
Jumat, 14 Desember 2018 | 16:22:32

Sejumlah Pejabat Hadiri Munaslub Kagama di UGM Sore Ini

Sleman - Sejumlah pejabat teras alumni UGM menghadiri musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama) sore ini. Siapa saja mereka?Munaslub Kaga
 
 
 
Terpopuler

1

12 Des 2018 11:40 | 427 views
Kampus
Pasar Tiban Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Semarang

2

13 Des 2018 16:07 | 386 views
Kampus
MPR Dorong Mahasiswa Bisa Ciptakan Lahan Usaha Baru

3

13 Des 2018 11:27 | 385 views
Kampus
MNC Sekuritas Terima Penghargaan BINUS Alumni Award

4

15 Des 2018 10:43 | 333 views
Pendidikan
Kurikulum Antikorupsi Diajarkan Sejak Dini pada Anak PAUD
 
 
 
 
 
 
Top