Produk
 
Rabu, 31 Januari 2018 | 20:42:09

Bebaskan Masyarakat Riau dari Pungutan Komite Sekolah

Laporan : Afriyanto S

Sebarkan:
Afriyanto S
M. Adil
PEKANBARU-Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, M Adil berharap agar rakyat Riau bebas dari uang komite sekolah. 

Persoalan mengenai uang komite di dunia pendidikan menjadi polemik dari orang tua  murid. Bahkan, Wakil rakyat bidang pendidikan turut meminta komite sekolah untuk dibubarkan. Hal tersebut dengan dugaan bahwa Komite dengan kebijakannya meminta orang tua murid untuk membayar komite sekolah.

Dari persoalan tersebut, beberapa waktu lalu, Ketua Komite Kota Pekanbaru, Delisis Hasanto menjelaskan, bahwa uang komite sekolah tidak berdasarkan pungutan liar. Tetapi, adanya kebutuhan per anak dalam satu tahun sebesar Rp 4.800.000, 00 (Empat juta delapan ratus ribu)  Namun, pemerintah pusata hanya mampu membantu Rp 1.400.000 ,00. (Satu juta empat ratus ribu) dengan dibantu BOSDA Rp 400.000,00 (Empat ratus ribu).

Sementara, M, Adil, menegaskan, mengingatkan, bahwa yang namanya pungutan sangat melanggar peraturan presiden nomor 87 tahun 2016 tentang saber pungli.

"Bebaskan rakyat Riau di Sekolah, tak usah dipungut biaya, meski lima rupiah, "katanya saat ditemui Spiritriau.com di ruang kerjanya Rabu 31/1.

Meski demikian, bukan berarti wakil komisi V DPRD Provinsi Riau tersebut tidak mendukung komite. Hanya saja beliau meminta komite dapat melaksanakan dengan terbuka dan baik. Tetapi, apabila, komite berujung dengan pungutan menarik orang tua murid untuk membayar uang komite sekolah. Jelas, dikatakannya sangat menentang Pepres Nomor 87 tahun 2016.

 "Jika memang pembentukan Komite itu dibentuk untuk kebaikan saya setuju. Tetapi jika ujung-ujungnya menciptakan pungutan-pungutan itu sangat salah, "imbuhnya.

Kenapa dewan tersebut, menegaskan sebaiknya komite untuk dibubarkan saja, bahwa Riau itu mampu untuk menutupi kebutuhan dunia pendidikan. 

"Riau itu mampu, jadi apabila komite sekolah bertujuan untuk mungut dana ke orang tua murid itu salah. Pendidikan itu ajang mendidik murid yang bagus, murid untuk mandiri.Tapi kog komite dibentuk malah untuk menciptakan pungutan-pungutan yang dilarang dalam Perpres 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli, "tandasnya.

"Kita berbicara di Riau, CSR (Coorporate Sosial Responsibility) perusahaan di Riau itu ada berapa, setiap perusahaan di Riau harus menyisihkan lima persen untuk CSR.  Bebaskan rakyat Riau dari pungutan di sekolah, tak usah diambil lima rupiah pun ke orang tua siswa. Itu baru namanya kebijakan pemerintah. Dana CSR perusahaan itu saja yang diambil.

Adil menambahkan bahwa di tahun 2017 Sikap APBD Riau mencapai 1 triliun.

"Kalau itu di programkan ke sekolah kan selesai dari pada mungut-mungut, "pungkasnya. (aft)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 24 Februari 2018 | 22:30:44

Hati-hati, Kaum Muslim Bagan Batu Jadi Sasaran Aliran Yehuwa

ROKANHILIR- Aliran Yehuwa kini sudah masuk ke Bagan Batu, bahkan sasaran mereka untuk menyampaikan alirannya adalah warga yang beragama Islam. Kejadian itu terjadi di RT 04/RW 02, Dusun Bahagia, Pajak Baru, Ke
Sabtu, 24 Februari 2018 | 22:11:38

Tak Kapok!, Miliki 8 Paket Narkotika, Napi di Lapas Tembilhan ini Kembali Ditangkap

TEMBILAHAN - War (29) meski sudah terkurung di balik tembok tinggi penjara, lelaki itu kembali tertangkap tangan memiliki 8 (delapan) paket narkotika jenis sabu - sabu, Jumat, 23/2/2018, sekira pukul 23.20 WIB.
Sabtu, 24 Februari 2018 | 22:06:31

PJs Bupati Sambut Keberadaan DPD Pemuda BNN Inhil

TEMBILAHAN - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Bersama Ninggalin Narkoba (BNN) Indragiri Hilir (Inhil)  melakukan kunjungan kepada Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Inhil, Rudyanto di kediaman dinas Bupati I
Sabtu, 24 Februari 2018 | 22:00:48

Ibu di Inhil ini Ditemukan Terbujur Kaku dan Anaknya dalam Keadaan Lemas Disampingnya

TEMBILAHAN - Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan, ditemukan sudah tewas, di rumah kostnya, di Jalan Pangeran Hidayat Tembilahan, Sabtu, 24/2/2018, sekira pukul 13.00 WIB. Informasi yang dihimpun, korb
 
Berita Lainnya
Sabtu, 24 Februari 2018 | 19:36:27

Uin Suska Tuan Rumah Perkemahan Wira Karya se Indonesia

PEKANBARU-Pekemahan Wira Karya kembali diadakan, kali ini Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska) dipercaya menjadi tuan rumah.Terkait itu, Uin Suska membuka pendaftran perkemahan ini pada
 
Sabtu, 24 Februari 2018 | 14:43:53

Mahasiswa UB Terpilih Jadi Relawan untuk Anak-Anak Buruh Migran di Malaysia

JAKARTA - Annuril Tri Hutami, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menjadi Cikgu Volunteer dalam program Volunteerism Teaching Indonesian Children Foundation (VTIC Foundation) cycle 6 di Malaysia
 
Jumat, 23 Februari 2018 | 11:43:34

Mahasiswa UB Sabet Dua Medali Dalam Ajang Asian English Olympics

JAKARTA - Mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya (UB) memenangkan juara umum Spelling Bee Asian English Olympics (AEO) yang digelar di Universitas Bina Nusantara (Binus). Perwakilan Universitas Brawijaya in
 
Jumat, 23 Februari 2018 | 10:04:29

SMK Bukan Sekolah "Anak Buangan"

GORONTALO - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah mengatakan paradigma Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sekolahnya "anak buangan" harus ditentang. Menurutnya SMK justru menjadi
 
Kamis, 22 Februari 2018 | 10:38:51

Mahasiswa Ajarkan Ibu-Ibu PKK Olah Kulit Rambutan Jadi Teh dan Sirup

JEPARA - Sekelompok mahasiswa kuliah kerja nyata dari Universitas PGRI Semarang mendorong warga Desa Platar, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengolah kulit rambutan khas desa setempat yang jumlahnya melimpa
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 20:52:35

Majukan Desa, Mantan Presma Bem UNRI ini Hadirkan Gerakan Membaca Dikampungnya

GAUNGANAKSERKA - Andres Pransiska yang merupakan mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UNRI) Priode 2015-2016 seakan-akan tiada hentinya membuat gerakan untuk Desa
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:34:47

Kepala SMKN 4 Kota Tangerang Dipecat karena Pungli Siswanya Rp250 Ribu

TANGERANG - Kepala SMKN 4 Kota Tangerang, dipecat karena ketahuna melakukan tinda pungutan liar (pungli) kepada siswanya sebesar Rp250.000. Penghentian tidak hormat itu dilakukan oleh Gubernur Banten, Wahi
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 08:49:58

Mahasiswa Surabaya Buat Biskuit Kalsium dari Kolang Kaling

SURABAYA - Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat biskuit kaya kalsium dari kolang kaling yang dinamakan Biskuit Kolang Kaling (Bikoling). Salah satu mahasiswa yang membuat b
 
Selasa, 20 Februari 2018 | 21:02:11

Pendaftaran Pemilihan Duta Bahasa Riau 2018 Sudah Dibuka

PEKANBARU-Balai Bahasa Riau kembali mengadakan Pemilihan Duta Bahasa Riau 2018. Pendaftarannya dilaksanakan pada tanggal 19 Februari-2 Maret di Balai Bahasa Riau Jalan Binawidya, kompleks Universitas Riau, Pa
 
Selasa, 20 Februari 2018 | 15:27:40

Tak Hanya Membaca, Literasi Juga Berkontribusi untuk Kesejahteraan Ekonomi

JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan Sosial Ekonomi pada Selasa 27 Februari 2018. Semi
 
Selasa, 20 Februari 2018 | 10:33:33

Mahasiswa IPB Olah Limbah Jadi Sumber Protein Pakan Domba

JAKARTA - Ryza Agung Gustian, Mahasiswa Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian terhadap limbah Habbatussauda untuk pakan domba. Biji Habbatussauda yang memiliki kandungan
 
Senin, 19 Februari 2018 | 22:58:37

SMKN 1 Rambah Gelar Bazar Kewirausahaan Tingkatkan Kemandirian Anak

ROKANHULU - Dalam rangka menghadapi ujian praktek pelajaran kewirausahaan kelas 3 dan sebagai ramah tamah kepala sekolah baru, SMKN 1 Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau Idris Lika, S.Si, M.M.Pd, Siswa/i s
 
Senin, 19 Februari 2018 | 13:24:36

Peduli Lingkungan, Mahasiswi Asal Bandung Ini Dijuluki "Si Ratu Sampah"

BANDUNG - Amilia Agustin (21), seorang mahasiswi asal Bandung yang diberi julukan "Ratu Sampah Sekolah" karena kepeduliannya terhadap masalah sampah sejak di bangku SMA, kini mengembangkan aktivitasnya te
 
Senin, 19 Februari 2018 | 12:09:27

Seluruh Dunia Mencari 5 Pekerjaan Ini, Apa Saja?

Saat ini sudah banyak peluang dan pekerjaan yang menjanjikan yang bisa dilakukan bukan hanya di Indonesia namun juga di negara lain. Ini tentu menjadi kesempatan yang baik untuk kamu yang ingin berkarier di
 
Senin, 19 Februari 2018 | 08:49:38

Sempat Gamang dengan Biaya Kuliah, Kesy Berhasil Lulusan Kedokteran dengan IPK 3,8

JAKARTA - Kesy Sasta Handani akhirnya resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) Universitas Jember. Kesy adalah penerima beasiswa Bidik Misi yang berhasil menyelesaikan kuliahya hanya dalam waktu
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top