iklan Situs
 
Rabu, 3 Januari 2018 | 12:53:58
Kampus

Tips Menghindari Plagiasi di Kalangan Akademik

Sebarkan:

JAKARTA Era digital menawarkan kemudahan yang sering membuat penggunanya terlena. Maka tidak heran, bila pertumbuhannya beriringan dengan munculnya masalah-masalah baru ke permukaan yang jarang dilihat orang.

Dalam dunia akademis, masalah plagiasi menjadi yang paling sering ditimbulkan perkembangan teknologi digital. Menilik masalah tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengeluarkan aturan pengecekan karya ilmiah menggunakan software tertentu. Hasil pengecekan yang bisa ditoleransi harus di bawah angka 20%.

"Akan tetapi, tidak sedikit kaum akademik yang merasa kesulitan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh maka persyaratan tentang penggunaan jurnal di dalam sebuah penelitian semakin bertambah, yang kemudian tidak menutup kemungkinan meningkatkan tingkat plagiasi," jelas Dosen Magister Manajemen Pascasarjana UMY, Dr. Nuryakin, MM, seperti dilansir dari laman UMY, Senin (1/1/2018).

Kendati demikian, ada sedikit tips agar karya ilmiah terhindar dari plagiasi. Hal pertama yang harus dilakukan, yaitu memahami bagaimana sistem ini bekerja.

"Untuk mengatasi hal tersebut maka jangan lakukan kutipan secara langsung yang sama persis. Lihatlah terlebih dahulu kata kunci dari kalimat yang akan dikutip, lalu kemudian buatlah paraphrase dari kalimat tersebut sehingga tidak akan mengubah makna dari kalimat," imbuhnya.

Ada lagi hal penting yang tidak boleh dilupakan, yakni kajian pustaka. Kemajuan teknologi sangat diperlukan dalam hal ini, sebab sangat mungkin bagi peneliti untuk membuat perpustakaan maya sendiri.

Tambah Dr. Nuryakin, semua itu harus dikemas dalam proses menulis kreatif. Proses ini memerlukan perujukan, penegasan, dan penguatan dari para pendahulu, atau sumber-sumber kuat penelitian sebagaimana mestinya karya ilmiah.

Terakhir, ia mengingatkan agar para peneliti tak perlu terlalu banyak menulis pendahuluan yang bertele-tele. "Banyak mahasiswa membuat parade jurnal dengan alasan supaya karya ilmiahnya terlihat banyak dan tebal. Padahal sebenarnya hal tersebut justru menjadikan nilai jual jurnal turun dan memang itu tidak seharusnya dilakukan," tegasnya.

(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:50:46

6 Tahun Latihan Keras, Remaja Ini Mengklaim Siap Hadapi Kiamat

New Hampshire - Seorang remaja di Amerika Serikat (AS) mengklaim telah melatih diri selama enam tahun untuk bersiap menghadapi kiamat. Dilansir dari laman Mirror.co.uk, remaja bernama Alex Mason itu mer
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:43:48

Madrid terpuruk, bintang Bayern terkejut

Kinerja Real Madrid musim ini sangat buruk, hal itu sudah tak bisa terbantahkan lagi. Madrid adalah tim elit yang punya standar yang teramat tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa tim besar lain
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:42:22

Jelang Piala Presiden 2018, Arema mengaku punya modal berharga

Dendi Santoso menilai Arema memiliki modal apik jelang berlaga pada ajang Piala Presiden 2018. Kapten tim Arema FC ini menyebut, modal yang dimaksud adalah raihan positif timnya kala melakoni dalam tiga lag
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:41:02

Radius Bahaya Gunung Lokon Ditetapkan 1,5 Kilometer

MANADO - Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid R Bina mengatakan, radius bahaya Gunung Lokon sejauh 1,5 kilometer dari kawah. "Tidak boleh ada aktivitas di
 
Berita Lainnya
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:20:17

Tak Hanya Menimba Ilmu, Sekolah Juga Tempat Menyalurkan Minat & Bakat

JAKARTA - Mengenal teori dalam bangku sekolah rasanya tidak cukup, generasi kedepan penting melakukan praktik langsung di lapangan untuk memperkuat hard skill dan soft skill. Untuk memotivasi para siswa u
 
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:15:57

3 Hal Ini Harus Dikuasai Mahasiswa Indonesia, Apa Saja?

BANDUNG - Indeks daya saing Indonesia menurut Global Competiveness Index (GCI) 2017-2018 berada di ranking ke 36 dari 137 negara. Oleh karenanya, pembangunan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknolog
 
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:10:45

Ingin Cepat Dapat Kerja? Hindari 5 Hal Ini saat Melamar

Sekarang ini para fresh graduate dan jobseekers sudah lebih mudah menemukan lowongan pekerjaan. Tapi sayangnya masih banyak dari kalangan ini atau bahkan satu dari kalian mengalami kesulitan untuk mendapatk
 
Jumat, 19 Januari 2018 | 18:41:00

Harves : Tahun Ini Seluruh SMA se Riau Siap Melaksanakan Program UNBK

PEKANBARU- Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Harves menyatakan bahwa tahun ini seluruh SMA se Riau siap melaksanakan program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Juma
 
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:32:22

UNS Borong Penghargaan Anugerah Humas Kemristekdikti 2018

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih tiga kategori penghargaan dalam Anugerah Humas 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemri
 
Jumat, 19 Januari 2018 | 14:07:55

Mahasiswa UGM Raih Prestasi Diplomasi di Thailand

JAKARTA - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Ikram Alfansa (Ilmu Hukum 2017) dan Hasnabila Candrakanti (Manajemen 2016), masing-masing meraih prestasi sebagai Best Delegate (Juara 1) aja
 
Kamis, 18 Januari 2018 | 12:05:24

Kepsek Enggan ditemui Wartawan, Begini Kata Kabid SMK Provinsi Riau

PEKANBARU-  Beberap bulan lagi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) segera dilaksanakan di seluruh sekolah kejuruan se Provinsi Riau. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pr
 
Rabu, 17 Januari 2018 | 10:50:39

Mahasiswa Ciptakan Penyembuh Luka Bakar dari Limbah Kulit Udang

BOGOR - Antonius Sugiyanto, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan inovasi terbaru dengan membuat pe
 
Selasa, 16 Januari 2018 | 19:26:13

Nilai Ujian Nasional Tak Jadi Acuan Dalam SNMPTN dan SBMPTN

JAKARTA - Ketua Panitia SNMPTN-SBMPTN 2018 Ravik Karsidi menegaskan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tak dipakai untuk syarat kelulusan masuk PTN baik melalui S
 
Selasa, 16 Januari 2018 | 19:21:38

Jadi Peserta Termuda, Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan di Tingkat Dunia

JAKARTA Mahasiswa Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) Mahtuf Ikhsan berhasil membawa harum nama Tanah Air atas penghargaannya dalam Ƌth International Confere
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 12:11:32

UI Raih Nilai Tertinggi dalam Konferensi Internasional AUN-QA

JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) pada Senin 8 Januari memperoleh sertifikat untuk keberhasilan dalam memenuhi The AUN-QA Quality Assessment at Institutional Level dari ASEAN University Network-Quality
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 12:06:27

Siswa Tidak Mampu Tetap Bisa Daftar SNMPTN & SBMPTN

JAKARTA - Meraih pendidikan hingga ke perguruan tinggi tentu menjadi impian banyak orang. Namun tak jarang impian tersebut harus pupus lantaran tidak adanya biaya untuk menempuh pendidikan di bangku kulia
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 12:01:18

Besok, Siswa Siswi SMA/SMK Bisa Daftar SNMPTN

JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) resmi dibuka dan beroperasi pada Sabtu 13 Januari 2018. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2018, Ravik Karsidi d
 
Rabu, 3 Januari 2018 | 12:53:58

Tips Menghindari Plagiasi di Kalangan Akademik

JAKARTA Era digital menawarkan kemudahan yang sering membuat penggunanya terlena. Maka tidak heran, bila pertumbuhannya beriringan dengan munculnya masalah-masalah baru ke permukaan yang jarang dilihat
 
Rabu, 3 Januari 2018 | 12:51:29

Mahasiswa Indonesia Boyong 3 Medali Emas dan 4 Penghargaan Tambahan di Taiwan

JAKARTA - Prestasi mahasiswa Indonesia di kancah internasional seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, sebanyak tiga medali emas dan empat penghargaan lainnya berhasil diraih sekaligus oleh tim Univers
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top