Produk
 
Rabu, 13 September 2017 | 21:47:44

TNI Dan Sebaran Hoax Di Medsos

Oleh : Letkol Inf Drs. Solih

Sebarkan:
Puspen TNI
Letkol Inf Drs. Solih
Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber informasinya. Jika sumbernya tak jelas, Anda perlu waspada dan jangan cepat menyebarluaskannya. Sebab, bisa jadi Anda sudah menjadi korban kelompok penyebar kabar bohong (Hoax) dan sentimen SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Terbongkarnya sindikat Saracen yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa SARA di media sosial berdasarkan pesanan, memang merupakan hal yang terorganisir, bukan semata aksi individu dan uang semata, ada indikasi-indikasi lain untuk kepentingan kelompok yang disenghaja untuk menjatuhkan pemerintah agar menjadi gaduh. Hal tersebut sangat berbahaya bagi ke utuhan NKRI. Modusnya, sindikat yang beraksi sejak November 2015 tersebut mengirimkan proposal kepada sejumlah pihak, kemudian menawarkan jasa penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial. Memang itu keliatan hanya uang semata, dibalik itu adalah kejahatan luar biasa, karena ini akan melibatkan semua anak bangsa untuk saling membenci dan saling menyakiti.

Kita pernah mendengar jauh-jauh sebelumya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan prajurit TNI dan Polri agar mewaspadai adanya upaya adu domba kedua institusi negara itu dari kelompok tertentu. TNI dan Polri jangan mau diadu domba, dan perlu meningkatkan kewaspadaan. Terutama untuk terus menjaga kesatuan antara aparat negara. Jangan sampai ada yang merusak hubungan TNI dan Polri. Indikasi ini memang  sudah mencium sejak beberapa waktu yang lalu. Kalau kedua insitusi bisa diadu, domba habislah riwayat NKRI ini, siapa lagi yang akan mepertahan NKRI benteng terakhirnya pun sudah rapuh akibat adu domba.

TNI sebagai garda terdepan dan sekaligus sebagai benteng terakhir bangsa, harus senantiasa menjunjung tinggi komitmen untuk mempertahankan dan membela keempat pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) yang menjadi konsensus dasar dalam berbangsa dan bernegara. Dengan demikian TNI akan tetap konsisten dan berkomitmen menindak tegas  oknum-oknum, kelompok maupun golongan tertentu dalam masyarakat yang berkeinginan untuk menggoyang empat pilar yang sudah menjadi konsensus bangsa ini.

Lemahnya tali perekat rasa kebangsaan maupun semangat nasionalisme terhadap bangsa Indonesia merupakan  ancaman tersebut tidak boleh dibiarkan sampai berlarut-larut.  Disamping dapat mengurangi kewibawaan pemerintah juga sangat mengganggu ketenangan masyarakat, yang pada muaranya dapat menimbulkan keresahan sosial.  Indonesia adalah bangsa besar yang terdiri dari masyarakat majemuk. Namun, keragaman dan perbedaan itu tidak boleh menjadi sumber konflik namun bisa dijadikan pembelajaran yang dapat diajadikan suatu kemajuan dan kemakmuran bangsa.

TNI Menjadi Sasaran Hoax

Di Indonesia masyarakatnya 90 % menggunakan media sosial, misalnya facebook, you tube, twitter, instagram dan selama 24 jam, masyarakat Indonesia selalu melihat atau ketergantungan kepada media sosial minimal 4 - 5 jam perharinya disela-sela aktifitasnya setiap hari, atau kadang apabila menemukan sesuatu yang aneh, mereka tidak segan-segan mengirim foto tersebut di media sosial. Dari sini kita bisa melihat bagaimana ketergantungan masyarakat akan media sosial dalam kehidupannya.  Alangkah bahayanya apabila dalam setiap hari masyarakat mengomsusi sajian berita-berita bohong yang bersipat menebar kebencian untuk memancing emosional seseorang maupun kelompok, apalagi dikaitkan dengan `publik` sangat sensitif dan bisa jadi mengundang kemarahan pihak yang tertuduh melakukannya.

Kecanggihan dan perkembangan teknologi internet yang saat ini sedang mengalami peningkatan yang tajam membuat segala informasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri dapat dengan mudahnya diakses oleh semua orang dari berbagai kalangan. Kini, kita tidak hanya melihat berita dari televisi, radio, surat kabar, majalah dan film kita dapat mencari dan memperbaharui informasi dari internet. Kita mau mencari apa saja di internet sudah tersaji, betapa luarbiasa internet bisa membatu informasi yang baik maupun yang jelek sekalipun disitu ada.

Menyikapi semakin  masifnya  berita-berita bohong (Hoax) yang dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinneka tunggal ikaan, dan munculnya kebencian diantara anak bangsa, maka  perlu  upaya-upaya dari semua komponen masyarakat untuk menyikapi media sosial ini dengan pembelajaran, kedewasaan, penuh kehati-hatian. Berita bohong ini memang diciptakan untuk tujuan tertentu dengan memamfaatkan media sosial yang begitu cepat nyapai kepada masyarakat sebagai propaganda kelompok tertentu. Propaganda merupakan kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok tertentu untuk proses mempengaruhi pihak lain dengan tidak mengindahkan etika, moral, aturan, nilai, norma dan lain-lain guna memenangkan tujuan yang akan dicapai. Akibatnya, apapun akan dilakukan untuk memenangkan tujuan yang akan dicapai tersebut.

Beberapa kasus beredarnya berita bohong (Hoax) yang merugikan institusi TNI dan nama baik Panglima TNI antara lain; Dukungan kepada Panglima TNI untuk Menjadi Presiden RI, Isu Makar yang Dilakukan oleh Purnawirawan TNI yang ditayangkan Dragon TV yang diilustrasikan seperti peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI tahun 1965, Isu ceramah Panglima TNI pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Isu Keberpihakan TNI kepada Rakyat Bertujuan Makar, Rumor Jabatan Panglima TNI Mau Dicopot, Kuda Troya Jokowi dan Gatot Nurmantyo, juga Isu Panglima TNI minta Sumbangan untuk Korban Aceh. Serta foto-foto Panglima TNI dan Pejabat TNI dengan keterangan gambar berisi informasi untuk mnguntungkan pihak tertentu.

Selain itu, penggunaan akun yang mengatasnamakan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkembang cukup banyak. Di facebook saja misalnya, ada 70 akun lebih atas nama Gotot Nurmantyo yang semuanya sangat merugikan institusi dan pribadi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, belum di instragram, twitter dan platfrom media lainnya.

Akun – akun yang tersebar yang mengatas namakan pejabat TNI dipantau oleh dinas penerangan TNI  dan bekerja sama dengan Kominfo untuk melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap akun yang tidak bertanggung  jawab, bahkan Puspen sendiri tidak segan-segan langsung memberikan cap HOAX karena merugikan insitusi TNI terutama Panglima TNI yang dijadikan gambar tampilan diakun tersebut. Tidak mau insitusinya dijadikan berita Hoax Puspen sendiri sudah puluhan meng setempel Hoax diakun yang memuat Panglima TNI dan pejabat TNI lainya.

Mari sama-sama menjadi orang yang tidak mudah tertipu oleh sebuah berita. Mari kita semua bersikap kritis dan skeptis terhadap seluruh informasi yang diterima, sekalipun informasi itu berasal dari sumber yang paling kredibel. Sikap kritis dan skeptis akan membawa kita untuk selalu ingin tahu. Sifat selalu ingin tahu akan membangkitkan semangat belajar sehingga pengetahuan juga semakin bertambah. Namun jangan begitu saja percaya pada sebuah artikel dan pemberitaan yang ada di dunia maya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi barokah untuk NKRI dan seluruh bangsa Indonesia, amin.

TNI Sebagai perekat Bangsa Untuk Melawan Hoax

Negara-negara kuat di dunia seringkali dapat dengan mudah mencampuri urusan dalam negeri suatu negara.  Mereka telah tampil sebagai kekuatan politik utama di dunia, karena negara itulah yang paling kuat ekonomi dan sistem persenjataannya. Setiap saat negara-negara di dunia dapat mengalami instabilitas akibat intervensi negara dan bangsa lain terhadap urusan dalam negeri suatu negara.

Mulai tahun 2010 dan 2011 kita menyaksikan berbagai gejolak politik di berbagai negara dan kawasan. Negara-negara di kawasan timur tengah secara signifikan menampakkan gejolak politik yang menuntut perubahan kepemimpinan dan sistem pemerintahan negara. Negara-negara yang di kawasan timur tengah yang mengalami gejolak politik menuntut perubahan kepemimpinan dan sistem pemerintahan yang demokratis, antara lain Tunisia, Suriah, Mesir, Yaman, Libya, dan lain-lain.

Indonesia harus berkaca pada negara yang Timur Tenggah dan kita harus bersiap tidak menutup kemungkinan akan terjadi kepada negara kita, oleh sebab itu kita memiliki kekuatan harus kita gali dan diaplikasikan sesuai dengan pembukaan UUD 1945, pertahanan negara merupakan usaha untuk mewujudkan satu kesatuan pertahanan negara guna mencapai tujuan nasional, yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dari pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa upaya perlindungan terhadap masyarakat, bangsa dan negara adalah sebuah keniscayaan dan keharusan bagi setiap komponen bangsa Indonesia dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terus eksis di kancah percaturan global.

Oleh karena itu, merupakan hal yang wajar apabila Bangsa Indonesia menyiapkan benteng terakhir bangsa jika dihadapkan pada kondisi lingkungan internal bangsa yang sangat rentan untuk disusupi oleh kekuatan asing. Implementasi Peran TNI dalam membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara, dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Teritorial dengan metode yaitu Bakti TNI yang merupakan pendayagunaan kemampuan TNI terhadap obyek yang bersifat fisik, dan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) dalam rangka membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, serta Komunikasi Sosial (Komsos) dalam obyek membina kesadaran mental spiritual sebagai wujud pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembinaan Teritorial tersebut adalah semata-mata untuk kepentingan membangun kepekaan komponen bangsa dalam mewujudkan Ketahanan Nasional, baik untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan terjaminnya penyiapan pertahanan dan keamanan negara, sehingga kita perlu mengoptimalkan peran bersama untuk mencegah segala kemungkinan terjadi ditenggah-tenggah masyaraka yang kini yang sedang viral dengan penyebarab berita bohong (Hoax) melalui media sosial dengan menyebarkan kebencian sesama anak bangsa.

Menurut pendapat penulis, TNI mampu sebagai perekat Bangsa dengan kegiatan Bakti TNI  untuk menghadapi kondisi sekarang seperti berita bohong melalui media sosial yang menyebarkan kebencian, terutama program komunikasi sosial yang sudah dilaksanakan oleh TNI dari mulai Babinsa sampai dengan Panglima TNI melakukan komunikasi sosial kepada semua komponen masyarakat, karena kalau kami liat kegiatan komunikasi sosial itu terjalin komunikasi timbal balik antara Babinsa maupun masyarakat, sehingga komunikasi yang digagas oleh TNI sudah tepat, karena materi komunikasi tidak baku dan menyesuaikan dengan keadaan sosial di masyarakat, termasuk audiennyapun beragam mulai dari anak SD hingga mahasiswa, dari tokoh agama, pemuda hingga para petani, ini menurut penulis adalah luar biasa dan ini mampu untuk memerangi berita bohong (Hoax).

Komunikasi sosial yang dilakukan TNI bagai mana tida efektif, dari unsur teritorial hingga unsur tempur baik itu TNI AD, TNI AL dan TNI AU melakukan komuniksi sosial sesuai dengan tugas dan dimana TNI itu berada, sekalipun di pulau terdepan NKRI melakukan komunikasi sosial. Inilah salah satu perekat yang dilakukan TNI terhadap masyarakat untuk membentuk jati diri yang kuat dan kokoh terhadap badai apapun yang menepah ditenggah-tenggah masyarakat, seperti berita bohong (Hoax).

Penulis adalah Kasubbidstrakomnet Puspen TNI
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 21 Mei 2018 | 00:00:49

Tindak Lanjut Surat Edaran Bupati, Kasatpol PP Inhil Imbau Pengelola Tempat Hiburan Malam Hentikan Aktifitas Selama Ramadhan

TEMBILAHAN - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), TM Syaifullah mengimbau pengelola tempat hiburan malam menghentikan aktifitas selama bulan Ramadhan.Guna menjaga k
Minggu, 20 Mei 2018 | 19:51:21

Alfa Syahputra: Hari Kebangkitan Nasional, Hindarilah Perang Saudara

ROKAN HULU - Hari Kebangkitan Nasional yang biasa dirayakan seluruh bangsa Indonesia pada 20 Mei mengingat dua peristiwa penting yaitu Berdirinya Boedi Oetomo Pada 20 Mei 1908 dan Ikrar Sumpah Pemuda Pada 28 Ok
Minggu, 20 Mei 2018 | 19:48:36

Pemerintah Mulai Terpikat Program Pemberdayaan Masyarakat PKUR YBM-BRI di Pekanbaru

PEKANBARU -Ketekunan para petani pemberdaya Jamur Tiram, kini mendatangkan keberkahan. Program yang termasuk dalam Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), gagasan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia
Minggu, 20 Mei 2018 | 16:47:03

Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan tentang terorisme. Dalam waktu yang berdekatan terjadi penyerangan di Surabaya sampai penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru.Seluruh masyarakat
 
Berita Lainnya
Minggu, 20 Mei 2018 | 16:47:03

Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan tentang terorisme. Dalam waktu yang berdekatan terjadi penyerangan di Surabaya sampai penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru.Seluruh masyarakat
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:07:41

Laku Ekoteologi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kini sudah paruh akhir bulan Sya'ban menurut kalender Hijriyah atau ruwah menurut kalender Jawa. Arti­nya sebentar lagi, umat Islam sedua akan masuk pada bulan suci Ramadan atau pasa. Teologi Islam me
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:03:05

Mendesak Presiden Terbitkan Perppu Antiterorisme

Pemerintah dan DPR belum menemui titik temu ihwal pengesahan RUU Antiterorisme. Bersebab itu, publik mendesak Pre­siden terbitkan Perppu Antiterorisme sebagai langkah cepat dan antisipatif ketimbang menung
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:41:14

Aksi Terorisme Merusak Penganut Agama

Rasa nasionalisme yang menurun akibat adanya masalah terorisme. Tergambar dari para pelaku bom bunuh diri yang sebagaian besar adalah anak muda. Mereka bagian dari masyarakat Indonesia yang terpengaruh oleh dok
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:15:43

Bersatu Melawan Teroris

Rentetan aksi terorisme yang terjadi belakang ini merupakan ancaman nasional (national threat). Para pelaku teror tidak mengenal ruang dan waktu. Mereka melakukan aksinya di setiap ada kesempatan, dengan a
 
Minggu, 22 April 2018 | 13:54:18

Catatan Tentang Rencana Dosen Impor

Rencana pemerintah mendatangkan dosen impor menjadi pembicaraan yang ramai di kalangan pemerhati pendidikan. Sebagian kalangan menyambut baik kebijakan tersebut dan sebagian lagi memandang kebijakan tersebut se
 
Senin, 2 April 2018 | 14:16:25

Optimalisasi Peran PELAKOR di Sekolah

Pada saat ini istilah PELAKOR marak terdengar di berbagai media. PELAKOR diidentikkan dengan makna yang tidak baik, karena menjadi perusak rumah tangga dalam meraih kebahagiaan. Dalam tulisan ini, PELAKOR dilih
 
Senin, 19 Februari 2018 | 14:55:40

Stop Kekerasan di Sekolah

Belum hilang ingatan pada tragedi penganiayaan siswa terhadap guru, yang berujung pada kematian pak Ahmad Budi Cahyono guru Seni Rupa SMA N 1 Torjun Sampang Madura, dunia pendidikan kembali dikagetkan oleh peng
 
Selasa, 13 Februari 2018 | 14:47:45

Pilkada Riau Milik Rokan Hilir

Pemilihan kepala daerah Riau tahun ini benar - benar milik Rokan Hilir, kenapa tidak, setelah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau Senin 12/2/2018 kemarin dan dilanjutkan deng
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 06:21:25

Refleksi HPN 2018, Jurnalisme itu Tanggungjawab Moral

TANGGAL 9 Februari diperingati se­ba­gai Hari Pers Nasional (HPN). Tahun ini pe­­­ringatan HPN akan diada­kan di Su­ma­tera Barat. Rencananya, Pre­siden Jo­kowi bersama Menteri Kabinet dijad­wal­kan a
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 06:11:04

Tipikor Bukan Kejahatan Luar Biasa!

LEWAT pertengahan 2017, dunia hukum Indonesia diting­kahi hal yang jika direspon selintas kesannya biasa-biasa saja. Apakah gerangan hal di­mak­­­sud? Pernyataan yang dilontar­kan Ketua Panitia Kerja (Panj
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 05:53:29

Wabah McDonaldisasi Jelang Pilkada dan Pilpres

POLITIK "Jalan Tol" kini sedang men­jang­kiti partai politik dan menjadi wajah baru dunia perpolitikan tanah air. Partai politik yang seyogyanya bertugas untuk melahirkan kader-kader yang be
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 05:44:12

Citizen Journalism dan Media Sosial Beretika

MENYAKSIKAN maraknya be­rita-berita yang ada di media sosial, orang tua serta negara perlu menjadi pe­risai yang kuat untuk karakter anak. Tak jarang pula berita tersebut sama sekali tidak bermanfaat bahka
 
Minggu, 28 Januari 2018 | 11:23:28

Tahun Politik dan Orang-orang Licik

Kekuasaan memang demiki­an menggoda dan banyak orang yang tidak sanggup untuk mengendalikan­nya. Alih-alih dia menjadi pengendali ke­kuasaan, sering kali seorang pe­nguasa menjadi budak kekuasaan. Ke­kuas
 
Minggu, 28 Januari 2018 | 11:15:33

Pendidikan Gempa dan Audit Gedung Bertingkat

Gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Rich­ter menggun­cang lima provinsi yakni Banten, Jakarta, Lampung, Jawa Barat danJawa Tengah, Selasa (23/1/2018) lalu. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geo
 
 
 
Terpopuler

1

20 Mei 2018 16:47 | 326 views
OPINI
Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

2

17 Mei 2018 09:15 | 98 views
Opini
Bersatu Melawan Teroris

3

17 Mei 2018 17:07 | 86 views
Opini
Laku Ekoteologi Menyambut Bulan Suci Ramadan

4

17 Mei 2018 09:41 | 85 views
Opini
Aksi Terorisme Merusak Penganut Agama

5

17 Mei 2018 17:03 | 80 views
Opini
Mendesak Presiden Terbitkan Perppu Antiterorisme
 
 
 
 
 
 
Top