iklan Situs
 
Jumat, 18 Agustus 2017 | 07:35:27
OPINI

Sudah Merdekakah Indonesia?,Renungan Dibalik Peringatan Hari Kemerdekaan

Oleh : Sudirman

Sebarkan:
Sudirman
INDONESIA---Hari ini genap 72 Tahun paska kemerdekaan Negara Indonesia dideklarasikannya Oleh Dwi Tunggal yakninya Sukarno – Hatta. Akan tetapi kondisi hari ini menimbulkan pertanyaan mendasar yang harus muncul di benak kita bila melihat disatu sisi ketika Bank Indonesia melansir data yang terbaru mengenai utang luar negri Indonesia sejumlah Rp.4.274 Trilyun, meski dalam perjalanannya BI tetap memantau perkembangan ini bagaimana pinjaman luar negri benar benar dapat menopang pembangunan. 

Kebijakan Pemerintah dalam mencabut Subsidi BBM, reaksi berbagai kalangan pun bermunculan, hal ini diakibatkan beban yang ditanggung oleh rakyat bukan hanya beban ekonomi, namun juga tanggungan sosial dan psikologis. 

Ditambah dengan kejadian belakangan yang terus menunjukkan seolah – olah Pancasila dijadikan tameng kekuasaan untuk memberangus pihak-pihak yang dianggap kontra dengan pemerintah, kondisi Indonesia justru menunjukkan tren kekurang percayaan masyarakat terhadap aparat hukum dengan tidak diselesaikannya kasus kasus yang melibatkan pihak yang sedang menjabat, terakhir seruan dan ancaman bunuh dari Viktor, politisi salah satu partai politik, yang menyerukan ancaman tindak kekerasan, bahkan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, salah satu penyidik KPK yang hingga kini tidak tertangkap juga siapa actor Intelektualnya. Drama dinamika politik di Indonesia kembali harus diuji ketika pernyataan Basuki Tjahya Purnama ditahun sebelumnya yang mengakibatkan gelombang protes di berbagai Daerah yang berakhir dengan ditetapkan Basuki dalam kasus penistaan agama beberapa waktu lalu.

Semakin merajalelanya kasus korupsi setiap tahunnya. Tahun 2015 sebagaimana data yang dirili Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan total kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi sepanjang 2015 mencapai Rp. 31,077 triliun. Sedangkan jabatan tersangka yang paling banyak selama 2015 adalah pejabat atau pegawai pemda/kementerian, disusul direktur dan komisaris pegawai swasta, kepala dinas, anggota DPR/DPRD serta kepala desa/lurah dan camat. Sementara tahun 2014 lebih kerugian Negara lebih kecil, yakni; jumlah kasus 629 kasus, jumlah tersangka 1328 orang dan kerugian negara sebesar Rp. 5,29 triliun.

Dengan kerakusan pewaris kemerdekaan, warisan kemerdekaan dan hasil perjuangan para pejuang kita terdahulu di lanjutkan dengan banyak nya skandal korupsi di berbagai belahan negeri ini. Dengan phenomena ini tujuan dan cita cita bangsa ini untuk merdeka tidak tercapai dengan sama sekali.

Benarkah kita sudah merdeka?. Badan Pusat Statistik ( BPS) yang menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,7 juta orang pada Maret 2017, bertambah sekitar 6.900 orang dibandingkan jumlah September 2016. Bagaiman bisa dikatakan bangsa ini merdeka, sementara tingkat garis kemiskinan semakin tinggi, seyogianya semakin Tua umur bangsa ini, maka semakin sedikit jumlah orang miskin di negeri ini. 

Benarkah kita sudah merdeka?. Beberapa kisah di atas tidak lain tidak bukan merupakan ujian bagi tingkat kedewasaan kembali tokoh, pejabat publik di Negara Indonesia, maka benarlah apa yang dituangkan Gus Mus pada bukunya Membuka Pintu Langit, mengisahkan bagaimana Indonesia merindukan figur yang benar benar dapat menentramkan, tenang, dengan keluasan berpikir, tawaduk dan benar – benar memiliki kualitas, kalau boleh disebut-sebut mendekati figure Sukarno dan Hatta, ataulah figure pemersatu, berilmu pengetahuan sebagaimana Gus Dur dan Cak Nur, yang mana Gus Dur dikenal berpolitik, lebih "nekat", punya massa akar rumput, dan sempat mencicipi menjadi penguasa meski hanya sebentar, sementara Cak Nur berpenampilan lebih kalem, sederhana, santun, tawaduk.

Wibawanya muncul dari ilmunya yang luas .Dia memang lama diincar, dauber-uber, agar bersedia dicalonkan sebagai presiden, terutama sejak orang kebingungan mencari sosok presiden. Hal ini berkebalikan dengan apa yang dimunculkan hari ini, tokoh, politisi menampilkan wajah politik Indonesia yang justru memancing kearah disintegrasi bangsa, bahkan cenderung terkesan memonopoli kebenaran tafsir atas Pancasila yang digunakan untuk merekat keberagaman Indonesia dijadikan alat untuk membasmi sesama anak bangsa dengan mengatasnamakan Pancasila, benarkah kita sudah merdeka ?

Dari uraian saya di atas, bukanlah dapat ditafsirkan sebagaimana mengurangi nilai-nilai optimisme, apalagi mendengar uraian data stratistik, simpulan-simpulan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yang memang sangatlah optimis dan harus memacu semangat bangsa Indonesia untuk berani merebut masa depan di hari ini. Akan tetapi tentulah sikap kritis diperlukan untuk menyatakan seadanya bahwa pada hari ini evaluasi kebijakan untuk public haruslah benar- benar menyasar kemasyarakat kecil, sebagai contoh kebijakan pencabutan subsidi BBM, tariff dasar listrik yang kembali naik, bahkan terakhir Negara ini dengan beraninya mengambil langkah mengimpor Garam, sebuah kebijakan yang kurang dapat diterima akal sehat, apakah masih kurang optimal pemanfaatan garis pantai Indonesia yang berjejer diantara 17.000 pulau yang disatukan oleh lautan?. Tentulah solusi dari semua ini dikembalikan pada kemampuan pemerintah dalam mewujudkan konsep Good Governance sebagai ide besar yang sangat erat korelasinya dengan kebijakan Publik, hingga keterlibatan public benar benar dimungkinkan .Agar pemimpin negeri ini bukan hanya memiliki pengikut yang "terlalu loyal" –yang hanya selalu mengiyakan pimpinan tanpa kekritisan .namun juga masyarakat yang seantiasa mengevalusi kebijakan yang dibuat para pemimpinnnya, hingga kemerdekaan bukan hanya habis dan tak berkesudahan diperingati tiap tahunnya dalam acara –acara seremonial, melainkan apa yang disebut Tan Malaka, Merdeka 100 %, karena memang Tuan Rumah Tidak akan pernah mau berunding dengan maling. Merdeka!!!

Penulis adalah Ketua umum Badko HMI Riau Kepri
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 20 November 2017 | 08:37:37

Diduga Rusak Aset Perusahaan, Dua Pria ini Diamankan Polsek Batu Hampar

UJUNGTANJUNG- JS (18) dan RM  (20), akhirnya harus diamankan pihak Polsek Batu Hampar. Kedua pelaku ini diamankan  atas pengaduan pihak PT Sindora Seraya yang berada di Kepenghuluan Bantaian Kec
Minggu, 12 November 2017 | 10:38:49

Kepahlawanan dan Bela Negara

DALAM memperingati Hari Pahlawan 10 November pada tahun ini, sudah saatnya kembali merenungkan ba­gai­mana peranan strategis mahasiswa se­ba­gai kelompok pemuda terdidik untuk mere­fleksika
Minggu, 12 November 2017 | 09:50:42

Pahlawan Daerah, Solusi Ketatnya Seleksi Pahlawan Nasional

SETIAP memperingati Hari Pahlawan, Pre­siden Repubik Indonesia meng­umum­kan penganugerahan gelar pahla­wan ke­pada tokoh-tokoh yang dipandang layak me­nerimanya. Peng­anugerahan ini dila­k
Minggu, 12 November 2017 | 09:39:49

Ayo, Jadilah Pahlawan Lingkungan!

MENYUSUL wafatnya salah se­orang tokoh besar negeri ini beberapa wak­tu silam, sementara kalangan lang­sung mengusulkan kepada pemerintah agar sang tokoh yang telah wafat ter­sebut diberi gelar pahlawan n
 
Berita Lainnya
Minggu, 12 November 2017 | 10:38:49

Kepahlawanan dan Bela Negara

DALAM memperingati Hari Pahlawan 10 November pada tahun ini, sudah saatnya kembali merenungkan ba­gai­mana peranan strategis mahasiswa se­ba­gai kelompok pemuda terdidik untuk mere­fleksika
 
Minggu, 12 November 2017 | 09:50:42

Pahlawan Daerah, Solusi Ketatnya Seleksi Pahlawan Nasional

SETIAP memperingati Hari Pahlawan, Pre­siden Repubik Indonesia meng­umum­kan penganugerahan gelar pahla­wan ke­pada tokoh-tokoh yang dipandang layak me­nerimanya. Peng­anugerahan ini dila­k
 
Minggu, 12 November 2017 | 09:39:49

Ayo, Jadilah Pahlawan Lingkungan!

MENYUSUL wafatnya salah se­orang tokoh besar negeri ini beberapa wak­tu silam, sementara kalangan lang­sung mengusulkan kepada pemerintah agar sang tokoh yang telah wafat ter­sebut diberi gelar pahlawan n
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:49:19

Masih Pentingkah Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia?

Di Indonesia, bulan Oktober dikenal se­­­bagai bulan bahasa. Bahasa yang di­mak­­­sud tentu saja adalah bahasa per­sa­tuan negara kita, bahasa Indonesia. Satu per­­tanyaan yang langsung melintas di ke­­pa
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:32:28

Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Salah satu kekuatan terbesar bangsa ini dalam mem­pertahankan kemerdekaan adalah pemuda. Tepat sudah 85 tahun yang lalu pemuda Indonesia pada masa itu berkumpul dengan satu spirit untuk menunaikan kewajib
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:09:32

Pemuda dan Alternatif

Sebelum dimulai, mari merayakan hari Sum­pah Pemuda ini dengan baik. Ya, se­lalu saja menarik membincangkan pe­muda. Karena itu, di komunitas kami, TWF (Toba Writers Forum), kami lebih mengutamakan para p
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 09:52:13

Surat Kabar Indonesia di Zaman Penjajahan

Masyarakat Indonesia sejak 273 tahun silam sudah mengenal surat kabar (s.k). Demikian tulisan John Tebbel, seorang peraih anugerah Pulitzer 1972. John Tebbel adalah pakar jurnalistik yang menulis buku "Ka
 
Jumat, 20 Oktober 2017 | 13:33:08

3 Tahun Kepemimpinan Jokowi - JK, Menagih Nawacita di Bidang Pendidikan

Sebelum melenggang menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengungkapkan visi misinya jika terpilih menjadi pemimpin negara. Selama berlangsungnya masa kampanye,
 
Kamis, 19 Oktober 2017 | 07:55:05

Dilema Hukuman Rehabilitasi Narkoba

Seorang terpidana kasus narkoba, mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pemohon merasa dirugikan dengan berlakunya Pasal 112, Pasal 114, serta Pasal 127 UU Narkotika, yang me
 
Rabu, 18 Oktober 2017 | 21:25:36

Fokuslah Pada Isu-Isu Besar, Jangan Terkecoh Dengan Isu Kecil

Strategi perang Cina kuno dalam buku memancing Harimau turun gunung, 36 Strategi Perang Cina Kuno GAO YUAN yakni 'Mengecoh Langit Menyeberangi Lautan' adalah kata yg tepat untuk menggambarkan situasi d
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:53:58

Jubah Hakim Makin Kusam

KPK menangkap Ketua Penga­dilan Ting­gi Sulawesi Utara Sudiwardono di Ja­karta, Sabtu (7/10). SDW di­duga me­ne­rima suap senilai US$64 ribu dari ang­gota DPR RI dari Fraksi Golkar AAM. Setelah menjalani
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:40:13

Ihwal 5.000 Pucuk Senjata dan Pilpres 2019

Beberapa waktu yang lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan ada institusi non-militer yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia dengan mencatut nama Preside
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:19:24

Hari Surat dan Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi disambut semua kalangan, dari anak anak hingga orang tua. Namun, ternyata pengguna (user) teknologi komunikasi itu yang paling banyak ada­lah remaja. Fak­tanya remaja dan pelajar paha
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 09:54:49

Wisata Indah Bebas Sampah

Salah satu kebiasaan buruk ma­sya­ra­kat Indonesia adalah ge­mar mem­buang sampah disembarang tempat. Mung­kin selama ini, kita sering melihat orang-orang di sekitar kita dengan seenak udel­nya
 
Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:39:07

Pelajaran Penting Dari Kualifikasi Piala Dunia Tahun 2018

Babak kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai zona telah berakhir. Selain tuan rumah Rusia, dari zona Eropa telah diketahui 9 kontestan lain yaitu Portugal, Perancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Serbia, Islandia
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top