iklan Situs
 
Rabu, 16 Agustus 2017 | 14:27:35
Refleksi 72 Tahun Kemerdekaan RI

Menentang Segala Bentuk Radikalisme Dan Bangkitkan Rasa Nasionalisme

Oleh : Suparmin

Sebarkan:
Internet
Ilustrasi
Rakyat Indonesia akan kembali memperingati hari kemerdekaannya. Hari di mana pernyataan sikap untuk merdeka, bersatu dan berdaulat di tanah sendiri. Terbebas dari segala bentuk penjajahan bangsa lain, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, pertahanan dan keamanan. Pernyataan tersebut dalam bentuk teks Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Pada tahun ini genap sudah bangsa Indonesia berumur 72 tahun. Hal ini tentu menjadi catatan kita bersama tentang arah bangsa Indonesia di masa depan. Wajah Indonesia di mana seluruh rakyat berada dalam kesejahteraan, kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan. 

Tanpa khawatir esok akan makan apa, anak-anak sekolah dimana ataupun khawatir barang-barang mereka aman atau tidak. Kiranya hal ini terasa sulit dicapai apabila, peringatan Proklamasi hanya sebatas seremonial semata. Peringatan hari kemerdekaan hanya sebatas perayaan tanpa makna. Peringatan di mana anak-anak hingga dewasa hanya terlarut dalam lomba-lomba tahunan. Karena bukanlah tersebut yang menjadi bukti kemerdekaan Indonesia. 

Tugas dan tanggungjawab bangsa Indonesia sangatlah besar. Apabila dahulu para pendiri bangsa ini harus berjuang menumpahkan darah, namun saat ini tugas tersebut telah beralih dalam bentuk menumpahkan segala bentuk ide, gagasan, pemikiran yang brilian untuk mengisi kemerdekaan dan melepaskan seluruh rakyat dari penjajahan gaya baru. 

Bahkan,  setiap kali peringatan kemerdekaan RI, kita selalu dihadapkan pada sebuah pertanyaan. Apa makna kemerdekaan sesungguhnya bagi kita? Muncul pertanyaan pula yang kerapkali mengusik kita. Benarkah kita benar-benar telah merdeka? Bukankah, proklamator kita Bung Karno berujar, kemerdekaan hanyalah jembatan emas? Artinya hanya sebagai pengantar semata, bukan tujuan akhir? Ibarat perjalanan, masih ada perjalanan berikutnya yang harus ditempuh. Menyitir sajak Chairil Anwar: "Kerja belum selesai, kita belum apa-apa…."

Pertanyaan-pertanyaan tentang makna kemerdekaan dan benarkah kita telah merdeka? Ketika ditanyakan kepada setiap orang bisa jadi jawabannya akan berbeda-beda. Makna kemerdekaan bagi kaum petani akan berbeda dengan kemerdekaan seorang politisi. Makna kemerdekaan bagi seorang guru akan berbeda dengan seorang murid. Begitu pula kemerdekaan seorang jurnalis, aktivis HAM, ataupun polisi.

Kini setelah 72 tahun usia kemerdekaan Indonesia, kita pun juga terusik pada sebuah kata yakni nasionalisme. Bagi sebagian publik nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Mengibarkan bendera, ikut upacara, dan larut dalam perayaan 17 Agustus menjadi ungkapannya. 

Namun, lunturnya identitas budaya masyarakat, korupsi, kemiskinan, dan menguatnya individualisme mengancam hal itu. Setiap kali peringatan hari kemerdekaan Indonesia, rasa nasionalisme bangsa Indonesia kembali dipertanyakan. Seperti halnya pertanyaan, apa makna kemerdekaan dan benarkah kita benar-benar telah merdeka. 

Di sisi formal, ritual upacara dan berbagai kegiatan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan boleh jadi tetap dilaksanakan secara meriah. Mulai dari lomba balapan karung di pojok-pojok kampung hingga arak-arakkan mewah penuh suka cita di perkotaan. Namun, secara substansi, dengan segala problemnya bangsa, perayaan kebersamaan sebagai bangsa bisa jadi sedang mengalami berbagai penggerogotan. Namun, kita belum menyadarinya.

Harapan akan terwujudnya cita-cita luhur para pendiri bangsa Indonesia. Kiranya masih segar di ingatan kita tentang isi pada sila ketiga Pancasila, yakni " Persatuan Indonesia ". 

Untuk itu, sudah selayaknya kita bersatu, menghilangkan ego atas konflik pasca pilpres agar cita-cita bangsa ini segera terwujud. Selain masalah pembangunan sosial ekonomi, masih banyak tugas-tugas besar bangsa ini lainnya yang masih menunggu untuk segera di tuntaskan. Di antaranya seperti, konflik horizontal (perang suku), gerakan separatisme dan yang terhangat saat ini adalah gerakan radikalisme ISIS. 

Pemerintah pun telah menegaskan bahwa ISIS terlarang di Indonesia. Seperti yang diberitakan oleh Kompas bahwa organisasi pimpinan Abu Umar Al-Baghdadi itu telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah dengan cara kekerasan, pembunuhan, hingga perampokan. ISIS mulai memperluas pengaruhnya dengan merekrut warga negara di belahan dunia lain. 

Kini di Indonesia, bukti-bukti kehadiran ISIS semakin nyata melalui simbol-simbol bendera, lukisan grafiti, tabloid hingga video pendeklarasian dukungan. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia langsung mengeluarkan sikap atas ISIS. Pemerintah juga melarang penyebarluasan paham ISIS di Tanah Air karena bertentangan dengan ideologi Pancasila dan kebinekaan di negeri ini. 

Disadari bahwa bangsa Indonesia terlahir dari konflik (penjajahan) dan besar atas konflik. Akan tetapi, menjadi suatu kebanggaan bahwa hingga kini kita selalu mampu menyelesaikan berbagai bentuk konflik tersebut dengan baik dan bijak. Sangat jauh berbeda dengan saudara-saudara kita di negara lain. 

Hal ini tentu salah satunya disebabkan oleh besarnya rasa persaudaraan, nasionalisme dan cinta Tanah Air kita pada bangsa ini. Kita terlanjur mencintai Tanah Air ini dan tidak akan sejengkalpun ternodai oleh sikap dan tindak negatif yang mampu merusaknya. Untuk itu, marilah kita terus memupuk dengan baik, sesuai amanah Pancasila, terutama sila ketiga yaitu 'Persatuan Indonesia'. 

Kita harus mampu menolak segara bentuk radikalisme yang mampu merusak persaudaraan ini, menjaga dengan baik agar pembangunan dapat berjalan maksimal. Termasuk salah satunya adalah ISIS. 

Jangan berikan celah sedikit pun bagi pihak asing untuk merusak tatanan kenegaraan Indonesia yang telah lama terbagun dan seluruh rakyat Indonesia berkewajiban menjaga hal tersebut. Semoga bangsa ini tetap aman, tentram dan sejahtera. Amin. Selamat HUT RI Ke-72. Semangat Untuk Indonesia Baru. MERDEKA!!!

Penulis adalah salah satu tokoh pers di Rokan Hilir Propinsi Riau.
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 12 November 2017 | 10:38:49

Kepahlawanan dan Bela Negara

DALAM memperingati Hari Pahlawan 10 November pada tahun ini, sudah saatnya kembali merenungkan ba­gai­mana peranan strategis mahasiswa se­ba­gai kelompok pemuda terdidik untuk mere­fleksika
Minggu, 12 November 2017 | 09:50:42

Pahlawan Daerah, Solusi Ketatnya Seleksi Pahlawan Nasional

SETIAP memperingati Hari Pahlawan, Pre­siden Repubik Indonesia meng­umum­kan penganugerahan gelar pahla­wan ke­pada tokoh-tokoh yang dipandang layak me­nerimanya. Peng­anugerahan ini dila­k
Minggu, 12 November 2017 | 09:39:49

Ayo, Jadilah Pahlawan Lingkungan!

MENYUSUL wafatnya salah se­orang tokoh besar negeri ini beberapa wak­tu silam, sementara kalangan lang­sung mengusulkan kepada pemerintah agar sang tokoh yang telah wafat ter­sebut diberi gelar pahlawan n
Jumat, 10 November 2017 | 15:00:33

Pelaku Pencuri Sepeda Motor Nyaris Dihajar Massa

UJUNGTANJUNG-Ratusan Warga Sedinginan Rt 03 Rw 06 Kel. Sedinginan Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil Kamis  9 November 2017 sekitar pukul 20.00 wib , dihebohkan oleh tertangkapnya seorang pencuri
 
Berita Lainnya
Minggu, 12 November 2017 | 10:38:49

Kepahlawanan dan Bela Negara

DALAM memperingati Hari Pahlawan 10 November pada tahun ini, sudah saatnya kembali merenungkan ba­gai­mana peranan strategis mahasiswa se­ba­gai kelompok pemuda terdidik untuk mere­fleksika
 
Minggu, 12 November 2017 | 09:50:42

Pahlawan Daerah, Solusi Ketatnya Seleksi Pahlawan Nasional

SETIAP memperingati Hari Pahlawan, Pre­siden Repubik Indonesia meng­umum­kan penganugerahan gelar pahla­wan ke­pada tokoh-tokoh yang dipandang layak me­nerimanya. Peng­anugerahan ini dila­k
 
Minggu, 12 November 2017 | 09:39:49

Ayo, Jadilah Pahlawan Lingkungan!

MENYUSUL wafatnya salah se­orang tokoh besar negeri ini beberapa wak­tu silam, sementara kalangan lang­sung mengusulkan kepada pemerintah agar sang tokoh yang telah wafat ter­sebut diberi gelar pahlawan n
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:49:19

Masih Pentingkah Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia?

Di Indonesia, bulan Oktober dikenal se­­­bagai bulan bahasa. Bahasa yang di­mak­­­sud tentu saja adalah bahasa per­sa­tuan negara kita, bahasa Indonesia. Satu per­­tanyaan yang langsung melintas di ke­­pa
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:32:28

Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Salah satu kekuatan terbesar bangsa ini dalam mem­pertahankan kemerdekaan adalah pemuda. Tepat sudah 85 tahun yang lalu pemuda Indonesia pada masa itu berkumpul dengan satu spirit untuk menunaikan kewajib
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:09:32

Pemuda dan Alternatif

Sebelum dimulai, mari merayakan hari Sum­pah Pemuda ini dengan baik. Ya, se­lalu saja menarik membincangkan pe­muda. Karena itu, di komunitas kami, TWF (Toba Writers Forum), kami lebih mengutamakan para p
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 09:52:13

Surat Kabar Indonesia di Zaman Penjajahan

Masyarakat Indonesia sejak 273 tahun silam sudah mengenal surat kabar (s.k). Demikian tulisan John Tebbel, seorang peraih anugerah Pulitzer 1972. John Tebbel adalah pakar jurnalistik yang menulis buku "Ka
 
Jumat, 20 Oktober 2017 | 13:33:08

3 Tahun Kepemimpinan Jokowi - JK, Menagih Nawacita di Bidang Pendidikan

Sebelum melenggang menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengungkapkan visi misinya jika terpilih menjadi pemimpin negara. Selama berlangsungnya masa kampanye,
 
Kamis, 19 Oktober 2017 | 07:55:05

Dilema Hukuman Rehabilitasi Narkoba

Seorang terpidana kasus narkoba, mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pemohon merasa dirugikan dengan berlakunya Pasal 112, Pasal 114, serta Pasal 127 UU Narkotika, yang me
 
Rabu, 18 Oktober 2017 | 21:25:36

Fokuslah Pada Isu-Isu Besar, Jangan Terkecoh Dengan Isu Kecil

Strategi perang Cina kuno dalam buku memancing Harimau turun gunung, 36 Strategi Perang Cina Kuno GAO YUAN yakni 'Mengecoh Langit Menyeberangi Lautan' adalah kata yg tepat untuk menggambarkan situasi d
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:53:58

Jubah Hakim Makin Kusam

KPK menangkap Ketua Penga­dilan Ting­gi Sulawesi Utara Sudiwardono di Ja­karta, Sabtu (7/10). SDW di­duga me­ne­rima suap senilai US$64 ribu dari ang­gota DPR RI dari Fraksi Golkar AAM. Setelah menjalani
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:40:13

Ihwal 5.000 Pucuk Senjata dan Pilpres 2019

Beberapa waktu yang lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan ada institusi non-militer yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia dengan mencatut nama Preside
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:19:24

Hari Surat dan Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi disambut semua kalangan, dari anak anak hingga orang tua. Namun, ternyata pengguna (user) teknologi komunikasi itu yang paling banyak ada­lah remaja. Fak­tanya remaja dan pelajar paha
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 09:54:49

Wisata Indah Bebas Sampah

Salah satu kebiasaan buruk ma­sya­ra­kat Indonesia adalah ge­mar mem­buang sampah disembarang tempat. Mung­kin selama ini, kita sering melihat orang-orang di sekitar kita dengan seenak udel­nya
 
Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:39:07

Pelajaran Penting Dari Kualifikasi Piala Dunia Tahun 2018

Babak kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai zona telah berakhir. Selain tuan rumah Rusia, dari zona Eropa telah diketahui 9 kontestan lain yaitu Portugal, Perancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Serbia, Islandia
 
 
 
Terpopuler

1

12 Nov 2017 10:38 | 787 views
Opini
Kepahlawanan dan Bela Negara

3

12 Nov 2017 09:39 | 328 views
Opini
Ayo, Jadilah Pahlawan Lingkungan!
 
 
 
 
Top