iklan Situs
 
Jumat, 16 Juni 2017 | 15:23:12
Kuliner Asli Suku Petalangan

Gurihnya Sensagun Bakar dan Tepung Tuak

Laporan: Gian Franco Zola

Sebarkan:
Gian Franco Zola
PELALAWAN-Aroma wanginya kian menyengat dan menebar seantero, manakala wanita paroh baya ini mulai mengaduk-ngaduk makanan yang di masak di dapur sederhana menggunakan tungku tanah liat dan berbahan bakar kayu api.‎

Sesekali ia palingkan wajahnya dari tungku agar tak tersapu asap yang menebal dari hasil pembakaran kayu bakar jenis kayu para alias batang karet tua tersebut. Namun, dipercaya dari pembakaran ala tradisionil itu, sesagun (sagun) semakin menambah citra enaknya. Tak percaya, mari kita cicipi pelan-pelan.

Meski berpuasa, tak jadi soalan bagi perempuan paro baya ini berdekatan dengan api. Demi terkabulnya, makanan kesukaan si buah hati.

Adalah sesagun bakar atau juga disebut sagun, adalah salah satu diantara banyak makanan khas asli suku Petalangan. Namun, kini makanan terbuat dari tepung beras padi ladang itu semakin susah ditemukan. Dulu, jenis makanan kering ini menjadi makanan resmi ketika ada helat dan kenduri dalam suku Petalangan yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Pelalawan ini. Seiring bertukarnya masa, makanan yang gampang-gampang sulit membuatnya ini, mulai terlupakan. Namun, ketika ramadhan tiba, makanan gurih ini pun banyak dibuat untuk perbukaan di rumah suku-suku Petalangan.

"Dulu sewaktu saya masih gadis hingga beranak dua, sesagun bakar ini menjadi hidangan atau kuliner kebanggan dalam suku Petalangan. Di saat ada jamuan makanan seperti pesta nikah kawin, maka sesagun ini pasti selalu tersaji. Tapi kini, anak-anak sekarang lebih suka yang namanya makanan cepat saji ala Eropa dan sebagainya. Sehingga makanan ciri khas daerah menjadi terlupakan. Dan saya berani bertaruh, banyak anak-anak gadis suku Petalangan ini yang tidak tahu cara membuatnya," ungkap Mak Utih, wanita yang sudah beranak-pinak 7 orang ini, berkisah bagaimana caranya membuat sesagun bakar yang memiliki citra rasa tinggi.

Tak, hanya sekedar bebual-bual kosong, wanita yang sudah dikaruniai selusin cucu ini pun langsung ke dapur sederhananya yang dipenuhi asap tebal dari pembakaran kayu bakar jenis para itu, Jumat (16/6/2017).

Adalah Wak Jonih, anak kedua dari Mak Utih yang baru tiba dari perantauan bersama keluarga kecilnya dua hari yang lalu dari Serawak, Malaysia. Wak Jonih macam labu di ondam, bak bongkak nak melotui (keinginan yang kuat) yang tak tertahankan untuk pulang ke tanah kelahirannya, Bandar Petalangan.

Konon, selain di dera rindu yang bergelora ingin bersua dengan emak tersayang, pria yang nyaris 21 tahun merantau ke negeri seberang ini, juga merindukan gurihnya sensagun bakar made ini emaknya. Semasa kecil, sesagun ini amat akrab di lidahnya.

"Anak saya sengaja minta dibuatkan penganan ini, sesagun bakar. Sebenarnya cara membuatnya amat sederhana. Bila ingin mendatangkan rasa yang nikmat, sebaiknya menggunakan tepung beras padi ladang. Kebetulan, padi ladang masih tersisa beberapa petak, makanya saya buatkanlah sesagun untuk anak cucu yang katanya lebih dari sekedar mengidam untuk mencicipi sesagun ini," ungkap Mak Utih, sembari bertengkuluk (penutup kepala khas Petalangan) indah menutupi rambutnya yang memutih rata itu.

Mak Utih, tak sendirian membuat penganan gurih itu, ia ditemani wanita seberang, menantunya yang telah memberikannya lima orang cucu itu. Asnidar, istri dari Wak Jonih, turut nimbrung mulai mengaduk sesagun bakar yang mulai terjerang itu.


"Ya, sekalian ikut belajar dengan mak ini, karena saya pun tak bisa membuat penganan ini," sahut Kak Asnidar dari dapur.

Tak berselang lama, maka sesagun bearoma khas itu pun tersaji untuk disantap Wak Jonih dan keluarga. Sesagun, yang berasa manis menggoda ini pun barang sekejap ludes menjadi santapan keluarga Mak Utih. Hanya satu kata, Sesagun buatan Mak Utih lezat tiada tara.


Ternyata tak hanya sesagun bakar saja yang dibuat oleh Mak Utih menyambut kedatangan anaknya itu, di dalam dandang hitam buatan tahun 60-an itu, Mak Utih juga memasak penganan khas lainnya, Tepung Tuak. Tepung Tuak ini bukanlah sejenis minuman keras yang memabukkan itu, tapi penganan dari tepung beras juga yang dimasak direbus menggunakan daun pisang.

"Sesagun bakar dan tepung tuak ini, makanan khas dan amat gurih. Biasanya sering di temui saat ramadhan sekarang ini. Sebenarnya, penganan ini mesti dilestarikan dan sebaiknya dikenalkan kepada generasi muda. Bisa saja, oleh pemerintah penganan ini di perlombakan saban musim atau melalui kegiatan-kegiatan pemerintah, makanan ini disajikan. Karena, jika kita yang tak melestarikan kuliner tradisionil ini, ya siapa lagi," pungkas Wak Jonih. (gfz)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 24 September 2017 | 22:25:08

Perang Melawan Narkoba, KNPI Bantan Selasa Depan Akan Kumpulkan Ratusan Pelajar

BANTAN – Wujud kepedulian untuk menyatakan perang terhadap bahaya narkoba, pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Selasa mendatang (26 September 2017), akan mengum
Minggu, 24 September 2017 | 22:22:49

Ekpedisi NKRI Wujudkan Toleransi Antar Umat Beragama dan Keanekaragaman Budaya

JAKARTA-Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi memperingati tahun baru Islam 1439 H bersama paguyuban Jawa Madura pada rabu (20/9). Kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi ini menuai antusias dari pelbagai lapisan
Minggu, 24 September 2017 | 22:18:23

Bakti Sosial TNI Di Taman Wisata Pulau Tunda Serang

BANTEN - Dalam rangka HUT TNI yang ke-72,  TNI bersama Budha Tzu Chi dan Artha Graha Peduli melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan TNI  di  Taman Wisata Pulau Tunda, Desa Wargasara Kecamata
Minggu, 24 September 2017 | 22:15:33

Komandan Satgas Indobatt-03 Tinjau Lokasi Quick Impact Projects di Sudan

DARFUR-Komandan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. yang beberapa waktu lalu menjabat sebagai Unamid (Acting) Secto
 
Berita Lainnya
Minggu, 17 September 2017 | 13:54:22

Ketika Angket Menjadi Angkot

Pansus hak angket DPR untuk KPK seperti angkot (angkutan kota). Tipikal sebuah kendaraan yang telah berubah menjadi ang­kot adalah sering menaikkan siapa saja, turun di mana saja, dan mengangkut barang ap
 
Minggu, 17 September 2017 | 13:42:15

UU Pemilu dan Pancasila

Akhirnya Rancangan Undang-Un­dang (RUU) tentang Penyeleng­ga­raan Pemilu disahkan oleh Ketua DPR RI Setya Novanto melalui vo­ting. RUU Pemilu disahkan secara ak­la­­masi dalam paripurna tersebut de­ngan p
 
Minggu, 17 September 2017 | 12:01:20

Jenderal TNI dan Undangan Capres/Cawapres

Nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo telah masuk bursa salah satu bakal calon Wakil Presiden (wapres) untuk Pemilu 2019. Bahkan, sempat juga diisukan untuk menjadi salah satu kandidat calon RI 1. Nama Gatot
 
Minggu, 17 September 2017 | 11:54:20

Mengharapkan Petugas yang

Jalan raya seperti sebuah "sine­tron" di dalamnya. Para pemainnya sudah sa­ngat mahir menjalankan peran masing-masing. Tak jarang dalam drama yang terjadi di jalan raya banyak meng­aki­batkan kecelakaan b
 
Kamis, 14 September 2017 | 12:23:39

Ketika Akreditasi Membatasi

Beberapa waktu yang lalu di grup Media Sosial (Medsos) dosen Indonesia cukup ramai dibahas tentang akreditasi program studi (prodi) dan kaitannya dengan melamar pekerjaan.Hampir semua instansi penerima tenaga k
 
Rabu, 13 September 2017 | 21:47:44

TNI Dan Sebaran Hoax Di Medsos

Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber informasinya. Ji
 
Jumat, 8 September 2017 | 10:22:08

Bersama BCA Berkarya dengan Hati Nurani

Luar biasa, itulah ungkapan yang pantas untuk diucapkan ketika melihat sosok pemuda yang satu ini. Pemuda yang dengan semangat dan ikhlasannya berbuat tanpa henti untuk memajukan daerah Kabupaten Rokan Hilir. D
 
Jumat, 18 Agustus 2017 | 07:35:27

Sudah Merdekakah Indonesia?,Renungan Dibalik Peringatan Hari Kemerdekaan

INDONESIA---Hari ini genap 72 Tahun paska kemerdekaan Negara Indonesia dideklarasikannya Oleh Dwi Tunggal yakninya Sukarno – Hatta. Akan tetapi kondisi hari ini menimbulkan pertanyaan mendasar yang harus muncul
 
Rabu, 16 Agustus 2017 | 14:27:35

Menentang Segala Bentuk Radikalisme Dan Bangkitkan Rasa Nasionalisme

Rakyat Indonesia akan kembali memperingati hari kemerdekaannya. Hari di mana pernyataan sikap untuk merdeka, bersatu dan berdaulat di tanah sendiri. Terbebas dari segala bentuk penjajahan bangsa lain, baik dala
 
Minggu, 13 Agustus 2017 | 10:21:58

Dana Desa yang Terus Digerogoti

BUPATI Pamekasan Achmad Syafii ikut ter­kena Operasi Tangkap Tangan oleh Ko­misi Pemberantasan Ko­rupsi (KPK) da­lam operasi OTT terha­dap Kepala Ke­jaksaan Negeri Pa­meka­san dan Kepala In
 
Minggu, 13 Agustus 2017 | 10:13:28

Indonesia (Rumah) Koruptor?

KORUPSI merupakan sebuah ma­salah klasik di negeri ini sehingga tak mengherankan bila disebut seba­gai extraordinary crime. Berdasarkan data KPK sepanjang tahun 2016 me­nyi­dik 99 kasus korup
 
Minggu, 13 Agustus 2017 | 09:57:28

Warga Indonesia Cinta Damai

"PERDAMAIAN perdamaian, per­damaian perdamaian, banyak yang cinta damai, tapi perang makin ramai, ba­nyak yang cinta damai, tapi perang ma­kin ramai, bingung-bingung ku me­mikirnya." Lirik lagu klasi
 
Minggu, 13 Agustus 2017 | 09:48:47

Jalan Tengah Polemik Dana Haji

RENCANA Presiden Joko Widodo mengalokasikan dana haji ke pembangunan infrastruktur menuai pro dan kontra. Hal tersebut tidak terlepas dari potensi dana haji yang mengendap di bank syari'
 
Selasa, 8 Agustus 2017 | 14:45:51

Menciptakan Guru Yang Kreatif dan Inovatif

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, peran guru tentu saja sangat besar. Guru tidak hanya dituntut untuk sekedar transfer of knowledge tetapi juga mengubah sikap dan tingkah laku peserta didiknya
 
Minggu, 6 Agustus 2017 | 07:33:29

Berhenti Menjadi Politisi Provokatif

KITA baru saja dihebohkan oleh per­nyataan Wakil Ketua Umum Partai Ge­rindra FX Arief Poyuono yang me­nya­makan PDI Perjua­ngan disamakan de­ngan PKI dalam beberapa media online. Per­nyataa
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top