iklan Situs
 
Minggu, 11 Juni 2017 | 09:43:09
Opini

Kopdit Merdeka di Antara Awan Panas Sinabung

Oleh: Suhayri Ramadhan

Sebarkan:
internet
Ilustrasi

Berdirinya Koperasi Mer­de­­ka pertengahan tahun 1987 di Desa Merdeka Kecamatan Merdeka Tanah Karo dalam se­­mangat demokratis dan ke­terbukaan untuk membantu ang­gotanya. Ketika tahun per­tama ber­diri, anggota yang ber­himpun tidak sampai 500 orang warga di desa tersebut.

Perkem­ba­ngan koperasi berjalan sangat wajar, dengan simpanan wajib per­tama ke­pada anggota ketika itu senilai Rp. 200,-. Semangat ke­bersa­maan, kemandirian dan ker­jasama anggota dengan pe­n­gelolaan dana secara demok­ratis.

Lam­bat laun kope­rasi ini semakin ber­kembang seiring semakin banyak­nya masya­ra­kat sekitar yang secara su­karela menjadi anggotanya. Per­kem­bangan dan kemajuan koperasi juga ditandai dengan naiknya jumlah iuran bula­n­an anggota yang dilaksa­nakan secara bertahap, yakni mulai dari Rp. 500, Rp. 1.000, Rp. 5.000, Rp. 10.000 dan terus me­­ningkat seiring kebutu­han dan peni­ng­katan kehidupan ekonomi anggota.

Saat ini jumlah iuran yang dikena­kan kepada anggo­ta ko­perasi adalah minimal Rp. 30.000 dan maksimal Rp. 200.000. Jumlah anggotanya pun telah mencapai 15 ribu orang de­ngan total aset se­banyak Rp. 37 miliar. Se­baran ang­gotanya, bahkan saat ini tidak hanya di Kabupaten Karo semata, tapi juga sudah sam­pai ke Deliserdang dan Ka­­bupaten Langkat. Saat ini kantor Koperasi Merdeka ber­ada di Jalan Udara Tanah Ka­­ro.

Karena koperasi meme­gang teguh prinsip pemberian jasa sesuai besar­nya jasa usaha yang diberikan. Sudah barang tentu, semakin besar memba­yar iuran, akan semakin besar pula manfaat yang akan dipe­roleh. Begitu pula yang berla­ngsung di Koperasi Merdeka.

Ketua Credit Union/CU atau Koperasi Kredit Mer­de­ka, Markasta Sinulingga keti­ka di­temui penulis mence­ri­takan perjalanan panjang ko­perasi dengan suka duka­nya. Menurut Markasta ke­berha­silan koperasi dalam membe­rikan kesejahteraan anggota merupakan bagian penting kemajuan koperasi yang me­ngutamakan kerjasa­ma dan azas demokratis.

Dia mengisahkan kena­n­gan manis Koperasi Merde­ka ke­ti­ka krisis ekonomi me­lan­da ne­­­geri pada tahun 1998. Se­­bab di saat ekonomi menga­lami kelesuan parah, Koperasi Merdeka dengan semangat kebersa­maannya mam­­pu ber­ta­han dan mem­bantu ang­go­ta­nya. Koperasi ini bahkan te­rus ber­kembang dengan pe­ning­ka­tan jumlah ang­gota secara signifikan ketika itu.

Pa­­dahal ketika itu cukup ba­­n­yak lem­baga jasa keua­ngan seperti bank papan atas yang ter­paksa ditutup atau ter­paksa mer­ger de­ngan bank yang lebih kuat la­innya.

"Ketika krisis moneter ka­mi dapat ber­tahan bahkan de­ngan pertumbuhan anggota relatif meningkat," kenang Markasta.

Semangat keber­sa­maan dan demo­krasi yang menguta­makan nilai sukarela serta ke­terbukaan selalu dipegang te­guh oleh pengurus koperasi. Anggota juga mendapat pem­bagian SHU secara adil, sehi­ngga menjadi spirit ang­gota untuk terus bekerja.

Erupsi Sinabung

Akan tetapi, perjalanan pan­­jang Koperasi Merdeka yang telah menca­pai 30 tahun itu, harus ber­ha­dapan dengan musibah meletus­nya Gun­ung Sina­bung Tanah Karo yang ter­nyata ber­langsung cukup lama. Gunung ter­t­inggi di Sumatera Utara itu pertama kali meletus tanggal 27 Ag­ustus 2010. Dan ternyata sam­pai 2017 ini masih me­mun­­tahkan awan panas­nya.

Dampaknya tentu gam­pa­ng ditebak, yaitu hasil per­ta­nian warga yang selama ini me­ngandalkan kesuburan tanah, rusak total akibat sem­buran awan panas Sinabung. Begi­tu juga dengan petani yang men­jadi anggota Kope­rasi Mer­deka terutama yang ber­ada di tiga desa dua ke­ca­ma­tan, yaitu Desa Suka­me­riah Kecamatan Pa­yung, De­sa Be­kerah dan De­sa Si­ma­cem Ke­camatan Nam­an­teran ikut ter­kena im­basnya.

Karena kondisi sangat sulit ini, sekitar 8.000 anggota ko­perasi yang berada di ketiga desa itu pun merasakan sangat kesulitan dalam memenuhi ke­wajiban iu­ran bulanan dan pengem­ba­lian pinjaman me­re­ka di ko­perasi.

Menurut Markasta, ada se­nilai Rp. 8 miliar lebih dana ko­pe­rasi yang harus tertahan di tangan anggota. Persoa­lannya pengurus juga tidak bisa me­minta secara terus menerus kepada anggota un­tuk mem­bayar kewaji­bannya itu.

"Kami terpaksa menunggu sampai masyara­kat bisa kem­bali pulih," ungkap Si­nu­li­ngga.

Teknologi informasi

Sebenarnya Markasta in­gin me­man­faatkan kemajuan teknologi informasi yang se­karang berkembang sangat pesat untuk menyampai­kan pesan-pesan positif untuk me­motivasi ang­gota koperasi yang se­dang dirundung mu­si­bah ter­sebut. Ada beberapa pera­ng­kat IT yang sekarang lazim digu­nakan masyarakat secara um­um, diantaranya face­book, whats up, line, ins­tag­ram dan lainya.

Tapi niat baik itu terpaksa harus di­­tahan Markasta. Pa­salnya su­asana anggota yang tengah mengha­dapi letusan awan pa­nas itu sangat labil dan ter­tekan secara psiko­logis. Itu makanya dia meng­u­r­ungkan niat mengirim su­gesti kepada anggota koperasi melalui jaringan kemajuan IT itu. Se­bab sekalipun sangat po­sitif, tapi Markasta ra­gu para anggotanya punya ke­sem­pa­tan yang cukup untuk itu.

"Kalaupun ada informasi dari anggota, hanya menyam­paikan suasana terkini Gun­ung Si­nabung," kenang Sinu­li­ngga.

Sebenarnya, ketika Gun­ung Sina­bung mele­tus baru ber­jalan beberapa bulan. Pe­ngurus kopera­si berupaya mem­berikan motivasi serta ban­tuan dengan memberikan keri­nganan ke­pa­­da anggota yang menjadi korban letusan Gu­nung Sina­bung dengan pe­ng­urangan bunga pinja­man se­lama enam bulan.

Kami juga memberikan bantuan kebutu­han pokok kepada masyarakat di sekitar kaki Gunung Sinabung. Akan tetapi, ternyata la­ng­kah ini tidak dapat berjalan ef­ektif. Harapan agar dana Rp. 8 mi­liar aset ko­perasi ya­­ng masih tertahan oleh anggota yang dirundung ben­cana pun tidak membe­rikan hasil maksimal.

Kemudian bersama bebera­pa NGO yang peduli terhadap korban erupsi Sinabung, ikut serta melaksanakan pelatihan keterampilan kepada korban erupsi. Ketika itu kepada ka­um ibu dan remaja wanita di­­berikan pelatihan keteram­pilan membuat kue dan ma­kanan ringan. Kepada kaum bapak diberikan keteram­pilan bengkel serta keterampilan lainnya.

Markasta mengakui tidak mudah melaku­kan pendeka­tan kepada anggota koperasi yang lagi dirundung musibah itu, khususnya agar mereka dapat kembali membayar ke­wajiban bulanan sebagai ang­gota koperasi. Dia sangat me­nyadari bahwa prinsip ke­mandirian, pendidikan per­ko­­­perasian dan ker­jasama ang­gota harus dapat berjalan simultan sehingga koperasi yang mengu­tamakan azas de­mokrasi dan keterbukaan itu dapat terus berkembang.

Pengawas CU Merdeka, An­­di Surbakti yang ditemui terpisah mengakui, semburan awan panas Gunung Sina­bung yang berlang­sung sangat lama, merupakan ujian dari Tuhan kepada hamba Nya.

Erupsi gunung tertinggi di Sumatera Utara yang telah memasuki tahun ketujuh itu, me­rubah suasana masyarakat ya­ng selama ini mengolah dan meman­fa­atkan lahan per­tanian di kaki gu­nung dengan sayur mayur dan hasilnya di­pasarkan di Medan dan be­berapa kota be­sar lainnya ha­rus mengalami gangguan.

Tentu akibat dari musibah ini, kemampuan anggota koperasi untuk memenuhi ke­wajiban mereka sebagai ang­gota ikut terganggu.

"Ini pelajaran berharga dari Yang Maha Kuasa. Dan kita yakin bahwa Tuhan akan memberikan hikmah terbaik buat petani," ungkapnya.***

(Tulisan Ini diikutsertakan dalam Lomba Koperasi dan UKM 2017)

sumber:analisadaily.com

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 20 Januari 2018 | 15:51:46

Drainase di Balai Jaya Asal Jadi, Diduga Turut Menikmati Pjs Penghulu Bungkam

ROKANHILIR-Pembangunan saluran air atau drainase di RT 07 RW 02, Dusun Kencana, Kepenghuluan Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau ini dikerjakan asal jadi. Parahnya, Pjs Penghulu memil
Sabtu, 20 Januari 2018 | 15:28:58

Pemdes Tengganau Santuni Anak Yatim Piatu se-Desa Tengganau

PINGGIR - Sebanyak 113 anak-anak yatim dan piatu se-Desa Tengganau Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, baik dari tingkat pendidikan Paud, SD, SMP, dan SMA/K, hari ini Sabtu 20 Januari 2018, mendapat bantuan
Sabtu, 20 Januari 2018 | 14:06:13

Tak Peduli Terhadap Karyawannya, Pipit Lestary Sayangkan Sikap PT. Adei

PINGGIR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis Dapil Kecamatan Pinggir, Pipit Lestary Spd, sangat menyayangkan dengan tidak adanya respon sosial kemanusian dari pihak perusahan PT.A
Sabtu, 20 Januari 2018 | 12:39:07

KPU dan Bawaslu Sambangi Kediaman Gubri

PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman menerima  kedatangan Komisi Pemelihan Umum (KPU) Riau, KPU Kota Pekanbaru, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, dan Ketua Panitia Pen
 
Berita Lainnya
Rabu, 10 Januari 2018 | 22:23:03

Menciptakan Kesejahteraan Melalui Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan.Pendidikan itu diibaratkan investasi yang harus dilakukan dan dikelola dengan baik. Pembangunan dan pengembangan bidang lain tanp
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:28:55

Tahun Baru, Semangat Baru Melawan Narkoba

Tahun 2018 sudah dimasuki. Perta­ru­­ngan hidup untuk men­capai kebaikan te­­rus berjalan. Kita terus ber­ikhti­ar me­ma­­jukan nilai-nilai kemas­la­hatan dan men­jauhi serta memerangi ke­ja­hatan serta kebatil
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:26:08

Memaknai Ulang Mudik

Kita kembali sedang merayakan pe­ris­tiwa paling erotis di negeri ini: mudik. Apa itu mudik? Mudik sebenarnya hanya­lah sebuah peristiwa pulang kampung. Tetapi, bukan pulang kampung biasa. Ada banyak motif, has
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:20:30

Kisah Sampah di Malam Tahun Baru

Perayaan malam tahun baru menjadi acara paling meriah di seluruh negara di dunia. Ketika malam pergantian tahun baru bia­sanya jutaan manusia berkumpul pada suatu tempat yang luas menantikan detik-detik pergant
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 06:41:54

Selamat Datang di Era Eksponensial

PROFESSOR Klaus Schwab, pendiri dan pe­mimpin eksekutif Forum Ekonomi Du­nia, dalam bukunya The Fourth In­dustrial Revolution, menyatakan bah­wa saat ini dunia tengah memasuki Re­volusi In­dus­
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 08:04:33

Memaknai Hari Natal

Seluruh umat Kristiani di berba­gai be­lahan dunia bersuka cita merayakan Na­tal pada setiap tanggal 25 De­sem­ber. De­mikian halnya dengan masyarakat Kristiani di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingg
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 07:52:16

Donald Trump, Phobia Korea Utara

Pasti masih banyak diantara pembaca yang mendengar dan mengingat ketika kampanye calon Presiden Amerika Se­rikat (AS), salah satu program Donald Trump (sebut saja Trump), jika menang kemudian akan mene­ra
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 07:24:02

Peran Perempuan Masa Kini

Perempuan sudah memiliki kesem­pat­an yang sama untuk berperan dalam hidup dan kehidupan, tidak ada lagi per­bedaan gender, diskriminasi dan sikap pembedaan lainnya walaupun di sisi yang lain perempuan teru
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 07:05:53

Eksistensi Ibu dengan Kejadian Manusia

Dibalik peringatan Hari Ibu sesung­guh­­nya ada makna yang sangat besar ber­kaitan dengan proses kejadian ma­nu­sia di dunia ini. Lebih 14 abad yang lalu ketika belum ada tehnologi kedok­te­ran, belum dipah
 
Senin, 18 Desember 2017 | 10:43:10

Apakah Ketua Umum PDI Perjuangan Membual ?

Tatkala membuka Acara Pengumuman Bakal Calon Kepala Daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI-Perjuangan), Minggu 17/12/2017, DR (HC) Hj. Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum, menyampaikan risala
 
Senin, 18 Desember 2017 | 10:42:02

Setelah Andi Rachman-Suyatno Resmi Diusung Golkar dan PDIP, Bagaimana Nasib yang Lain?

Image politik di Riau masih terkesan kurang baik, karena banyaknya para pejabat yang berkorupsi dan banyak nya pertentangan pendapat antara satu dengan yang lain, Lima atau 10 tahun yang akan datang
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 10:15:41

Tak Pernah Jera Korupsi

Tak henti-hentinya nafsu korupsi di­pe­ragakan para politisi dan pejabat publik kita. Bukannya tambah ber­kurang perilaku ko­rupsi setelah se­genap ke­kuatan hukum melakukan operasi eli­minasi korupsi, na
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 10:04:15

Surin Pitsuwan dan Wajah Islam Thailand

Berawal dari sebuah keisengan mencari-cari berita se­putar ASEAN, tepatnya pada tahun 2014, saya diarahkan pada vi­deo pidato sekretaris jendral ASEAN. Saya sempat dibuat penasaran, dengan paras dan peraw
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 08:25:56

Korupsi Merajalela Sejak Ribuan Tahun Silam

Korupsi di negara Republik Indonesia sudah sangat me­rajalela. Sudah mem­bu­daya. Pelakunya tidak me­ra­sa takut ma­suk penjara. Pelaku korupsi di negeri ini tidak hanya dilaku­kan oleh kaum pri
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 07:37:44

Mahatma Gandhi, Sandiaga Uno, dan Kota yang Fasis!

Jalan kaki adalah sebuah perayaan. Sabanhari, seorang ibu selalu sabar menunggui sekaligus melatih agar anaknya da­pat berjalan kaki. Sambil bernyanyi, Sang Ibu memegang-me­le­pas anaknya de­nga
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top