Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Minggu, 3 November 2019 | 17:40:15
Opini

Satukan Langkah Melawan Pungli

Oleh: Nada Sukri Pane

Sebarkan:
(Foto:Google)

Pungutan liar (pungli) melanda ber­bagi sisi kehidupan. Bagi seba­ha­gian orang pungli sudah mendarah daging di badan. Jika tidak melakukan pu­ngli merasa meriang menggigil ke­dinginan. Berbagai cara dilakukan agar bertemu dengan pungli yang dirin­du­kan. Mempersulit administrasi perkan­toran adalah cara yang selalu dimain­kan. Semua urusan akan dimudahkan jika diselipkan uang transport atau uang jajan. Bahkan ada yang terang-terangan meminta uang makan. Tidur tak nyen­yak-makanpun tak enak jika pungli belum didapatkan. Demikianlah pungli ditamsilkan.

Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pe­ngembangan Ekonomi (LP3E) Ka­din Indonesia menyebut investor harus mengeluarkan biaya ekstra hingga 17,4% dari total biaya investasi untuk bia­ya-biaya tak resmi. Bahkan, Bank Du­nia pernah mengungkap biaya silu­man tersebut sampai 22,3%. Indikasi ter­sebut menunjukkan betapa sudah akut-nya praktik pungli di negara ini. Be­sarnya biaya siluman inilah yang men­jadikan banyak perusahaan asing lebih memilih menanamkan modalnya di negara lain.

Oleh karena itu, Persiden Jokowi me­nggulirkan program Saber (Sapu ber­sih) Pungli melaui Perpres No 87 Ta­hun 2016. Lembaga Satuan Tugas (sat­gas) ini dikendalikan oleh Menko Pol­hukam Wiranto. Satgas ini juga me­libatkan instansi Polri, kejaksaan, Ke­menterian Dalam Negeri, Hukum dan HAM, PPATK, Ombudsman RI, BIN, polisi militer TNI. Saber pungli ini memiliki fungsi intelejen, pencega­han, sosialisasi, penindakan serta yus­tisi. Fokus pada bidang perizinan, hibah dan bantuan sosial, kepegawaian, pen­­­di­­dikan, dana desa, pelayanan pub­lik, serta pengadaan barang dan jasa.

Peranan Aparat

Ada dua komunitas yang paling do­minan dalam pencegahan pungli, yakni aparat penegak hukum dan masyarakat. Pertama penegak hukum, dalam hal ini Saber Pungli. Saber Pungli harus berbenah diri memperbaiki kinerja agar ek­sis kembali. Harus ada koordinasi an­tar lembaga tinggi yang relevan da­lam oprasional Saber Pungli. Jangan hanya Polri yang mendominasi se­men­tara institusi lain tak peduli. Kurangnya kordinasi ini menciptakan Polri hanya jalan sendiri. (work alone)

Ada kasus yang sudah ditangkap oleh Saber Pungli, namun kasus ter­se­but malah ditolak oleh kejaksaan. Arti­nya ada yang tak nyambung dengan be­berapa lembaga lain yang relevan. Oleh karena itu harus ditingkatkan koor­dinasi Unit Pelaksana Proyek (UPP) Saber Pungli baik di Provinsi mau­­pun kabupaten/kota. Setiap daerah harus membentuk UPP dan melakukan koordinasi dengan instansi penegak hu­kum lainnya. Harus jelas dan terukur we­­wenang dan pembagian tugas opra­­sio­­nal lapangan. Agar me­ng­hin­dari mis ko­munikasi antar institusi. (avoid dissent)

Kemudian masalah anggaran. Biaya operasional menjadi hambatan kinerja Saber Pungli. Perlunya koordinasi anta­ra saber pungli dengan kemen­te­rian dalam negeri dan pemerintah dae­rah terkait untuk meningkatkan ang­garan Saber Pungli ini. Hal ini meng­ingat perlunya biaya operasional yang optimal menyesuaikan kondisi keter­jang­kauan dan luas wilayah opera­sional. Sebaiknya anggaran ini dima­suk­kan dalam rencana kerja peme­rintah daerah (RKPD). Agar jangan ter­jadi penurunan kinerja kerja hanya karena terkendala biaya operasional. (lack of capital).

Selanjutnya, aparat keamanan atau lem­baga penegak hukum harus mem­­­­­be­rikan contoh tauladan. Istitusi Polri sebagai ujung tombak Saber Pungli harus meningkatkan pelayanan, pe­ngayom, pelindung mayarakat dari ber­bagai kejahatan dan penyimpangan. (prevent fraud). Namun perang mela­wan pungli harus dimulai dari contoh tauladan oleh pemimpin tinggi institusi Polri sampai kebawah. Semua institusi aparat keamanan jajarannya harus ber­janji menyatukan hati agar anti pungli ini menjadi konsep bersama yang akan di wariskan buat anak cucu nanti (inherited concept)

Kemudian masyarakat. Peranan ma­syarakat tak kalah penting dalam men­cegah pungli. Siapa saja yang ma­sih menemukan, merasakan, atau me­­nge­tahui adanya pungli bisa mela­­­por­kan langsung pada Saber Pungli dengan tiga cara. Pertama de­ngan mengirim melalui situs 'saber­pungli.id.' Caranya ada registrasi sis­tim pe­­laporan untuk langsung masuk ke pu­sat satgas. Kedua, melaporkan me­la­lui call center 193, dapat langsung ber­­hubungan dengan operator yang disiapkan oleh satgas. Yang ketiga, se­cara manual langsung datang ke Satgas terdekat.

Akan lebih akurat jika pelapor me­miliki dokumentasi barang bukti yang ber­hubungan langsung dengan objek pungli. (court evidence). Perlu diingat, un­tuk setiap laporan warga harus mencantumkan secara singkat di mana, ka­pan dan siapa yang melakukan pu­ngli tersebut. Laporan harus jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Lapor­kan pungli yang dilakukan teman dan fa­mily. Katakan yang benar walaupun pahit sekali. Namun masyarakat tak usah cemas, karena sebagai pelapor tentu saja akan mendapat jaminan ke­rahasiaan identitas pelapor (identity hidden).

Antisipasi                              

Ada dua hal dapat mengantisipasi pungli. Pertama manajemen perijinan. Ber­dasarkan keluhan masyarakat bah­wa mengurus surat ijin adalah objek paling rawan pungli. Oleh karena itu perijinan harus mendapat kemudahan. Caranya dengan manajemen transpa­ran melaui papan pengumuman dije­laskan jalur perijinan. Selanjutnya sis­tim aplikasi akan bekerja melayani. Ca­ra ini mengurangi jumlah pegawai, waktu antri dan lobang pungli. Cara ini juga dapat menghemat kertas, waktu dan biaya pengeluaran. (benefits of savings).

Kedua Pendidikan. Cara yang pa­ling efektif merubah angka pungli me­la­lui pendidikan. Yakni pendidikan rumah dan sekolah. Pendidikan rumah dapat dilakukan dengan cara me­na­namkan karakter benci pungli sejak dini. Melatih anti pungli sejak bayi me­lalui perilaku ibu sendiri. Orang tua ja­ngan pernah berhenti mem­per­ta­nyakan barang diatas kewajaran yang di­bawa anak atau suami. Tanyakan dari mana didapat, siapa yang memberi. Jangan pernah nyaman melihat mainan atau jajanan yang dibawa kerumah pribadi. Tanamkan anti pungli sejak bayi sampai anak tumbuh tinggi.

Pastikan anti pungli tertanam rapi dalam jiwa dan hati. Anak yang begini pasti tak akan mudah tergoda dengan in­dahnya berbagai bentuk pungli sam­pai dia besar nanti. (Not easily tem­pted). Selanjutnya pesan agama, bu­daya dan etika ini hendaknya berke­sinam­bungan dari bayi sampai dewasa nanti. Jangan lupa mengawasi anak dari pergaulan setiap hari. Karena ling­kungan adalah sesuatu yang dapat mem­pengaruhi sikap tingkah laku pribadi.

Kemudian, pendidikan sekolah. Sebaiknya Kementerian pendidikan harus menambah kurikulum anti pungli sejak Taman Kanak-Kanak (TK) sam­pai Sekolah Menengah Atas (SMA) secara berkelanjutan (sustain­able edu­cation). Hadirkan kembali bi­dang study "Budi pekerti" yang pernah diajarkan pada era tahun 70-an. Kurikulum pendi­di­kan harus lebih ba­nyak menya­jikan pendidikan diban­ding pelajaran. Pen­didikan harus me­nanamkan karak­ter benci pungli dari sekarang. Pen­di­di­kan anti pungli ja­dikan ilmu tera­pan, diprak­tekkan di berbagai pem­belajaran.

Penutup

Mari bersama-sama kita dukung Sa­ber Pungli mencegah berbagai pungu­tan tak resmi. Jadikanlah Saber Pungli ini sebagai ujung tombak mem­ber­sih­kan berbagai penyimpangan Mana­je­men administrasi bangsa ini. Menya­tu­kan langkah segenap jiwa dan raga me­ngusir pungli dari bumi pertiwi. Mini­mal sumbang saran pemikiran is­yarat tanda peduli. Segera ambil bagian mengisi pembangunan ini sekecil apa­pun kontribusi dan partispasi. Jangan pernah berhenti memusuhi pungli, mulai dari diri sendiri, keluarga dan family. Jika bukan kita siapa lagi, jika bukan sekarang kapan lagi? ***

Penulis adalah Guru SMA Negeri 16 Medan, mahasiswa Program Doktor PEDI UIN SU.

Sumber:http://harian.analisadaily.com/

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 21 November 2019 | 21:52:56

Ketua FORWARI Bengkalis Ajak Panitia Bekerja Maksimal Sukseskan Open Turnamen Forwari Futsal Cup I 2019

Bengkalis - Ketua Umum Forum Wartawan Kejaksaan Negeri (FORWARI) Bengkalis Erwin Syah Putra, S.Psi mengajak seluruh jajaran kepanitiaan Open Turnamen Forwari Cup I yang akan memperebutkan piala Kepala Kejari Be
Kamis, 21 November 2019 | 21:24:40

Anggota Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Berikan Layanan Kesehatan di Tenda Pengungsian

MALUKU-Pasca gempa berkekuatan 6.8 skala richter yang mengguncang Kota Ambon beberapa waktu lalu, para pengungsi masih terlihat di tenda-tenda yang terletak di komplek ketinggian Hatalesi, Komplek Mangga dan Ma
Kamis, 21 November 2019 | 21:22:28

Panglima TNI Terima Kunjungan Direksi BRI

JAKARTA-Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi  Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Kapusku TNI Mayjen TNI Drs. Imam Baidhowi, M.M., Waaspers Panglima TNI Br
Kamis, 21 November 2019 | 21:20:13

51 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

JAKARTA-Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 51 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 24 Pati TNI AD, 11 Pati TNI AL dan 16 Pati TNI AU, bertempa
 
Berita Lainnya
Minggu, 3 November 2019 | 17:48:11

Dilema Naiknya Cukai Rokok

Hampir bisa dipastikan, mulai 1 Januari 2020 pemerintah akan memberla­ku­kan kenaikan tarif cukai rokok dengan rata-rata sekitar 23% dan harga jual eceran (harga banderol) sekitar 35%. Kenaikan tarif cukai ini
 
Minggu, 3 November 2019 | 17:40:15

Satukan Langkah Melawan Pungli

Pungutan liar (pungli) melanda ber­bagi sisi kehidupan. Bagi seba­ha­gian orang pungli sudah mendarah daging di badan. Jika tidak melakukan pu­ngli merasa meriang menggigil ke­dinginan. Berbagai cara dilak
 
Minggu, 3 November 2019 | 17:35:54

Mengenang Jejak Susi Pudjiastuti

Rabu, 23 Oktober 2019, boleh jadi di­anggap se­ba­gai momen hari patah hati nasional. Susi Pudji­astuti, yang dikenal publik atas kiner­ja­nya yang luar biasa kala menjabat Men­teri Kelautan dan Pe­rikanan, tak
 
Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:46:26

Saling Kunci di Pilkada Dumai

Gosib politik, dan analisa dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Dumai 2020, semakin hangat diperbincangkan. Secara fakta, saat ini memang sudah ada beberapa bakal calon (bacalon) peserta Pilkada, y
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 11:06:30

Papua Membara

Kondisi Papua dan Papua Barat semakin memanas pasca peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Peristiwa ini diperburuk dengan kalimat rasis seorang guru PGRI bukan etnis Papua terhadap sisw
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:55:04

Gerakan Mahasiswa yang “Kesepian”

Menarik membaca pikiran Budiman Sud­jamitko, mantan aktivis ma­ha­sis­wa yang kini ber­politik di PDIP. Di twit­ternya @budi­mand­jatmiko, Minggu 29 Septe­mber 2019 pukul 21.00 WIB, Bu­diman men­cuit:
 
Jumat, 27 September 2019 | 08:52:48

Saat Jadi Ketua MK, Mahfud Md Setuju KUHP Penjarakan Gelandangan

Jakarta - KUHP saat ini mengancam gelandangan selama 3 bulan penjara. Oleh RUU KUHP, ancamannya diturunkan menjadi sangat ringan yaitu denda adminstrasi maksimal Rp 1 juta atau kerja sosial. Namun, mahasis
 
Kamis, 26 September 2019 | 15:21:25

Jokowi Setujui Revisi UU KPK, Bagaimana Pendapat Anda?

Jakarta - Presiden Jokowi menyetujui sejumlah poin di revisi UU KPK, di antaranya adalah soal penyadapan diawasi Dewan Pengawas. Apakah kamu setuju? Sampaikan aspirasimu di sini!Jokowi sudah
 
Kamis, 26 September 2019 | 10:03:02

PDIP: Gibran Masih Bisa Daftar Wali Kota Solo Via DPD-DPP

Jakarta - DPP PDIP menyatakan tak ada polemik dalam pencalonan Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wali Kota Surakarta (Solo). Pintu pendaftaran untuk cawalk
 
Selasa, 24 September 2019 | 12:51:14

Sri Mulyani: Percuma Ada Listrik Kalau Tidak Ada Internet

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, pembangunan infrastruktur digital seperti internet di Indonesia sejauh ini belum cukup merata. Sebab, banyak beberapa daerah yang kini masih kesulitan
 
Kamis, 19 September 2019 | 13:39:34

BMKG Perkirakan Hujan Bakal Guyur Wilayah Sumsel 4 Hari Lagi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan bakal mengguyur wilayah Sumatera Selatan beberapa hari lagi. Hujan diharapkan dapat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu.Kasi
 
Selasa, 17 September 2019 | 14:00:21

Cek Karhutla di Merbau Riau, Jokowi: Jika Dilihat Ini Terorganisasi

Riau - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Merbau, Riau. Jokowi menekankan pentingnya upaya pencegahan terhadap karhutla.Saat tiba di Desa Merbau, Kabupaten Pelalawan
 
Senin, 16 September 2019 | 15:34:14

Gubernur Kalbar: Penyumbang Kabut Asap Terbesar dari Lahan Konsesi Perusahaan

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meyakini, penyumbang kabut asap terbesar berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah konsesi perusahaan. Sebab, berdasarkan temuan saat ini, lahan pertanian
 
Jumat, 13 September 2019 | 17:05:07

HMI Dumai : Kabut Asap lumpuhkan Aktifitas Vital di Kota Dumai

DUMAI - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, bahwa Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) Kota Dumai berada diatas 300 Psi dengan tingkat kosentrasi 635 yang dalam
 
Kamis, 12 September 2019 | 15:13:57

Alexander: Kalau Boleh Saya Katakan, Hanya Orang Goblok Kena OTT

Jakarta - Alexander Marwata sebagai pimpinan KPK merasa tidak terkesan dengan operasi tangkap tangan (OTT). Calon pimpinan (capim) KPK petahana itu menyebut OTT tidak membutuhkan teknik yang rumi
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top