Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Rabu, 28 Agustus 2019 | 08:37:12
Opini

Remaja, Orang Tua dan Media Sosial

Oleh: Junita Harianja SSos

Sebarkan:
(Foto:Google)
Ilustrasi

Di era digital ini, sosial media me­na­war­kan berbagai ke­mudahan bagi para pe­ng­gunanya untuk meng­akses dan mem­bagikan informasi secara ce­pat, mu­dah, dan murah. Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang di­rilis pada Januari 2019, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56 persen dari total po­pu­lasi. Jumlah tersebut naik 20 persen dari sur­vei sebelumnya. Sementara pe­ng­guna me­dia sosial mencapai 130 juta atau se­kitar 48 persen dari populasi. Pe­ngguna media sosial di Indonesia pada umumn­ya adalah remaja. Para remaja umumn­ya menggunakan media sosial untuk men­dapatkan informasi tentang gaya hidup yang terbaru.

Menurut pakar kesehatan masyarakat, Prof Siswanto Agus Wilopo, Rabu (9/5), di Fakultas Psikologi UGM, media sosial sejak lama sebenarnya menjadi faktor penting. Persoalannya sosial media itu bisa positif bisa negatif. Saat ini masing-masing individu tidak terlalu selektif dalam melihat informasi itu, sehingga banyak negatifnya itu lebih diserap oleh anak-anak sekarang. Informasi negatif inilah yang menjadi salah satu pemicu remaja cenderung depresi. Banyak konten-konten yang tidak membangun bagi kesehatan mental anak-anak re­maja, termasuk tentang gambaran diri mereka atau body image.

Tanpa disadari anak-anak remaja membangun standar-standar keber­har­gaan diri mereka berdasarkan konten-kon­­ten sosial media, terutama soal pe­nam­­pilan dan status sosial. Sering sekali yang ditampilkan di sosial media itu hanyalah hal-hal yang baik-baik saja, se­hi­ngga banyak juga remaja yang merasa iri, cemas dan stres karena me­reka mem­bandingkan diri mereka de­ngan apa yang mereka lihat di sosial media. Pa­dahal rea­litanya yang ditam­pikan di sosial me­dia itu tidak semuanya be­nar. Se­tiap ma­nusia ada masa-masa terburuk dan baha­gianya, namun tidak semua orang mau me­nampilkan bagian ter­buruk­nya di kha­layak umum, termasuk di sosial media.

Beberapa media sosial yang bersifat gra­fis, seperti Snapchat dan Instagram le­bih mementingkan tampilan fisik, me­ngam­­bil foto, dan juga komentar me­nge­nai foto tersebut. Media ini banyak di­gu­­na­kan oleh para remaja untuk me­nam­­pil­kan fotonya di sana. Pada saat peng­­guna lain memberikan komentar-ko­men­tar yang tidak pantas (cyber bullying) mengenai penampilannya, maka hal itu akan mem­buatnya menjadi gelisah, merasa tidak berarti dan berujung pada depresi.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Medical Internet Research, menyatakan bahwa anak-anak muda yang menjadi korban kekerasan di media sosial (cyber bullying) lebih rentan untuk menyakiti diri sendiri hingga bu­nuh diri. Sementara mereka yang ber­peran sebagai pelaku, 20 persen berisiko lebih tinggi memiliki pikiran untuk bunuh diri bahkan mencoba bunuh diri.

Pada awalnya, seorang remaja yang menjadi korban cyber bullying akan mengalami gangguan emosional, psi­ko­logis, perilaku, kesulitan dalam berkon­sentrasi, serta sulit untuk bergaul dengan te­man sebaya. Tidak hanya itu, anak-anak korban cyber bullying juga kerap me­rasakan sakit kepala yang terjadi ber­ulang-ulang dan kesulitan tidur. Bahkan satu dari empat remaja menga­takan bah­wa mereka merasa tidak aman ber­ada di sekolah. Jika gangguan ini tak di­tangani dengan cepat, maka bukan tidak mung­kin menyebabkan keinginan bunuh diri.

Kejadian ini terjadi pada seorang gadis ber­nama Reni Novita Dewi, 23 ta­hun. Reni melompat dari lantai 3 Apar­temen Mar­gonda Residence (Ma­res) 5, Kota Depok, Senin (11/3/2019) sekitar pukul 18.45. Warga asal Kam­pung Pa­buaran, Bojong­gede, Kabupaten Bo­gor itu diduga me­ngakhiri hidupnya karena tidak kuat me­nahan cyber bullying yang dia terima. Kasus cyber bullying ini juga melanda Bo­wo Alpenliebe yang sempat tenar be­berapa waktu lalu. Aksi Tik Tok Bo­wo Al­penliebe menuai ca­cian kasar dari para netizen. Seperti yang dilansir liputan6 (6/7/2018), Bowo Alpenliebe ter­paksa ber­henti sekolah karena tidak ta­­han di bullying, baik di sekolah maupun di media sosial.

Solusi

Tumbuh kembangnya seorang anak tidak lepas dari peran orang tua. Orang tua memegang peranan besar bagi per­tum­buhan seorang anak, yang men­jadi tempat anak-anak remaja berbagi ten­tang kehidupan mereka, yang menjadi me­dia peraga untuk mereka contoh atau te­la­­dani tentang bagaimana mereka harusnya bersikap dan berucap. Namun mirisnya banyak orang tua menganggap bahwa anak yang telah mengenal dan me­­nggunakan media sosial dalam ke­se­ha­riannya tidak membutuhkan lagi pen­dapat orang tua dalam memecahkan segala persoalan atau kesulitan yang dialami anak dalam proses belajarnya.

Alasan-alasan klasik tersebut kenya­taannya sebagai bukti kurang pedulinya orang tua terhadap masalah anak. Kurang pedulinya orang tua tampak jelas ketika mereka tidak memberikan waktu untuk hanya sekadar menanyakan kabar se­cara lisan atau bercerita tentang hal-hal yang dialami dalam kesehariannya, baik di sekolah, di masyarakat maupun di rumah.

Sangat diperlukan intensitas komu­nikasi serta perhatian dari orang tua ketika mereka berada di rumah, seperti diperhatikan ketika bercerita, kemudian dihargai ketika mereka sedang mengu­ta­rakan apa yang ingin mereka sam­pai­kan dan apa yang menjadi perasaan me­reka saat itu, serta memberikan apre­siasi positif untuk setiap hal-hal baik yang sudah mereka usahakan kerjakan. Hu­bungan yang positif akan meng­ha­sil­kan perbuatan yang positif pula. Anak yang men­dapatkan sambutan yang hangat dan positif dari orang tua mereka akan me­nularkan hal yang serupa kepada teman-temannya. Anak akan merasa dihargai, sehingga anak akan melakukan kegiatan yang positif kepada orang lain. Mereka juga tidak perlu terganggu atau ketergan­tungan terhadap sosial media karena per­hatian dan keberrhargaan serta penga­ku­an sudah mereka dapatkan dari keluarga.

Oleh karena itu, diharapkan sekali orang tua mengambil perannya kembali se­bagai figur teladan dan pengendali da­lam penggunaan media sosial anak secara bijak dan bertanggung jawab. Di samping itu, tindakan pencegahan ini juga akan berjalan dengan baik jika di­dukung oleh program yang dicanangkan oleh pemerintah.

Revolusi mental sebagai program pe­merintah juga diharapkan mampu un­tuk men­cegah perilaku yang berkaitan de­ngan cyber bullying yang masih marak terjadi hingga saat ini. Biarlah kiranya ni­­lai revolusi mental benar-benar di­ga­ung­­­­kan dan tersampaikan dengan baik me­­lalui keluarga, lingkungan pen­di­di­kan, dan masyarakat terbentuknya pri­ba­di yang jujur dan sikap meng­hargai.***

Penulis merupakan mahasiswi program studi Konseling Pastoral di Sekolah Tinggi Teologia (STT) BAPTIS, Kota Medan/alumni S1 program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera Utara.

Sumber:http://harian.analisadaily.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 20 September 2019 | 19:39:02

Panglima TNI Resmikan Monumen Pesawat AS-202 Bravo LM - 2017

JAWA TENGAH-Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. meresmikan Monumen Pesawat AS-202 Bravo LM - 2017 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Jl. Ir Sutami No. 36 A, Pucangsawit, Kec. Jebres, Ko
Jumat, 20 September 2019 | 19:35:17

Bakamla RI Bahas Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut

JAKARTA- Kepala Bakamla RI Laksdya A. Taufiq R. membeberkan tentang Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut, pada kegiatan diskusi terpumpun "Urgensi Perundingan Batas Maritim dan Peran Peta Batas Wilayah Maritim
Jumat, 20 September 2019 | 17:02:59

PDIP Jadi Partai Idola Dalam Pendaftaran Cabup Dan Cawabup Rohul 2020

ROKAN HULU - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pertama jadi idola para bakal calon Bupati Rokan Hulu yang sudah menyampaikan maju pada pesta Demokrasi secara serentak pada tahun 2020 termasuk Kabu
Jumat, 20 September 2019 | 16:53:18

Polantas Ke 64, Polres Rohul Menggelar Syukuran

ROKAN HULU  – Dalam rangka memperingati hari jadi Hari Ulang Tahun  (HUT) Polisi Lalulintas ke-64, Polres Rohul menggelar syukuran secara sederhana dilingkungan Kantor Polres Rohul yang berada di J
 
Berita Lainnya
Kamis, 19 September 2019 | 13:39:34

BMKG Perkirakan Hujan Bakal Guyur Wilayah Sumsel 4 Hari Lagi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan bakal mengguyur wilayah Sumatera Selatan beberapa hari lagi. Hujan diharapkan dapat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu.Kasi
 
Selasa, 17 September 2019 | 14:00:21

Cek Karhutla di Merbau Riau, Jokowi: Jika Dilihat Ini Terorganisasi

Riau - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Merbau, Riau. Jokowi menekankan pentingnya upaya pencegahan terhadap karhutla.Saat tiba di Desa Merbau, Kabupaten Pelalawan
 
Senin, 16 September 2019 | 15:34:14

Gubernur Kalbar: Penyumbang Kabut Asap Terbesar dari Lahan Konsesi Perusahaan

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meyakini, penyumbang kabut asap terbesar berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah konsesi perusahaan. Sebab, berdasarkan temuan saat ini, lahan pertanian
 
Jumat, 13 September 2019 | 17:05:07

HMI Dumai : Kabut Asap lumpuhkan Aktifitas Vital di Kota Dumai

DUMAI - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, bahwa Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) Kota Dumai berada diatas 300 Psi dengan tingkat kosentrasi 635 yang dalam
 
Kamis, 12 September 2019 | 15:13:57

Alexander: Kalau Boleh Saya Katakan, Hanya Orang Goblok Kena OTT

Jakarta - Alexander Marwata sebagai pimpinan KPK merasa tidak terkesan dengan operasi tangkap tangan (OTT). Calon pimpinan (capim) KPK petahana itu menyebut OTT tidak membutuhkan teknik yang rumi
 
Senin, 9 September 2019 | 12:33:53

Sekolahkan SK untuk Bayar Hutang Kampanye

Setelah dilantik, bukan rahasia umum lagi anggota DPRD di beberapa daerah di Riau mulai menggadaikan Surat Keputusan (SK) untuk mendapat kredit bank. Wakil rakyat yang menjadi debitur bank berplat merah ini pun
 
Rabu, 28 Agustus 2019 | 08:37:12

Remaja, Orang Tua dan Media Sosial

Di era digital ini, sosial media me­na­war­kan berbagai ke­mudahan bagi para pe­ng­gunanya untuk meng­akses dan mem­bagikan informasi secara ce­pat, mu­dah, dan murah. Berdasarkan hasil riset Wearesosial H
 
Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:50:23

Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Tandatangani MoU Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

TANJUNGPINANG-Pemerintah Kota Tanjungpinang menjalin kerjasama dengan  Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dalam menghadapi permasalahan hukum di bidang perdata dan Tata Usaha Negara (TUN).Kerjasama itu ditanda
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:39:31

HUT RI dan Fenomena SDM

Tahun 2019 memiliki arti pen­ting bagi bangsa In­donesia dan tahun ini meru­­pakan masa transisi pe­merin­tahan Joko Widodo periode 2014-2019, dikarenakan pada 20 Oktober 2019 akan dilaksanakan p
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:23:00

17 Agustus Hari Kemerdekaan Ekonomi

"Merdeka, Merdeka, Mer­deka", ucapan ini adalah hasil dari perjuangan pahla­wan-pahlawan ke­mer­dekaan yang siap hidup dan mati pada saat ko­­lonial bebas melepaskan peluru-pe­­luru ke tubuh mereka. Siapa yang
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:07:22

Kemerdekaan, Nilai Keindonesiaan, dan Media Sosial

Nuansa Merah Putih su­dah me­ng­­hiasi se­tiap pandangan. Di depan rumah-rumah, di de­pan kantor-kantor pemerin­tahan dan di pinggir-ping­gir jalan, bendera dan umbul-umbul sudah ramai ber­kibar-
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 07:54:35

Pelayanan Kepolisian dan Tuntutan Masyarakat

Kepolisian Republik Indo­ne­sia se­bagai institusi penjaga keama­nan dan pengayom masyarakat sa­ngat dibu­tuhkan. Kita melihat bagai­mana aksi ke­ja­hatan yang sangat marak. Con­tohnya: pembunuhan, be­gal,
 
Kamis, 8 Agustus 2019 | 22:57:13

Danlantamal IV Hadiri Penutupan TMMD Ke -105 di Tanjungbalai Karimun

Tanjungbalai Karimun-Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut  (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., menghadiri upcara penutupan TMMD ke-105 tahun 2019 Kodim 0317/TBK bert
 
Kamis, 8 Agustus 2019 | 09:59:55

Korupsi dan BUMN

Beberapa waktu lalu, Direktur Keuangan Angkasa Pura II Andra Y Agussalam diamankan oleh KPK dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Walaupun harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah sampai ada put
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 09:03:13

Polusi dan Konsekuensi Pesatnya Laju Industri

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dalam lima tahun periode kepemimpinannya layak kita beri apresiasi atas kesuksesannya membangun proyek infrastruktur jalur tol Trans Jawa. B
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top