Terverifikasi Dewan Pers
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 08:26:19
Opini

Peta Politik Pasca Pilpres

Oleh : Oleh: Firman Situmeang

Sebarkan:
(foto: Google)
Ilustrasi

Perebutan kursi menteri dan bursa Pilpres 2024 benar-benar mengubah peta politik kita. Berbagai partai baik pemenang Pilpres maupun partai oposisi melakukan langkah akrobatik guna menunjukkan eksistensinya. Entah itu yang bersifat merapat maupun menjauh. Sekurang-kurangnya ada 3 peristiwa penting yang menandai perubahan peta politik tersebut.

Pertama, ketidakhadiran PDI-P dalam pertemuan empat ketum. Megawati boleh saja berkelit bahwa pada hari itu beliau tidak bisa hadir karena sedang menyiapkan kongres PDI-P. Namun alasan tersebut bisa terbantahkan dengan kenyataan bahwa pertemuan tersebut sejatinya sudah direncanakan dan hanya membahas perihal soliditas koalisi. 

Dengan kata lain, bila beliau benar-benar tidak bisa hadir seharusnya beliau mengirimkan perwakilan. Entah itu Pramono Anung atau sang penerus Trah Soekarno, Puan Maharani. Lalu mengapa PDI-P selaku pimpinan koalisi tidak berinisiatif untuk mengirim wakilnya sebagai bentuk soliditas mereka ? Pada titik ini saya melihat bahwa memang sedang ada keretakan tersembunyi diantara PDI-P dengan keempat partai tersebut.

Belum lagi bila kita menimbang tidak diundangnya Hanura, PKPI, Perindo, PSI, dan PBB yang notabene merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Kerja. Alih-alih sebagai langkah memperkuat koalisi, pertemuan tersebut lebih tepat disebut sebagai upaya keempat partai untuk memprotes sikap politik Jokowi dan Megawati yang masih membuka pintu untuk partai oposisi bergabung.

Kedua, pertemuan Megawati-Prabowo. Di tengah kegusaran yang diperlihatkan partai dalam koalisi, Megawati malah menambah kegusaran tersebut dengan mengadakan pertemuan dengan mantan Cawapresnya, Prabowo Subianto. Meski terbilang wajar-wajar saja. Namun pertemuan tersebut layak dipertanyakan. Pasalnya bila hanya untuk mengurai ketegangan di tengah masyarakat, sejatinya pertemuan Jokowi-Prabowo sudah lebih dari cukup.

Dan lagi, Megawati sepenuhnya menyadari bahwa para ketum partai koalisi cenderung menolak bila partai oposisi merapat. Sehingga pertemuan Mega-Prabowo secara tidak langsung membuat partai lainnya bakal merasa bahwa aspirasi mereka kurang dianggap, bahkan mungkin membuat beberapa partai merasa sakit hati.

Lalu sesederhana itukah pertemuan kedua tokoh tersebut ? Saya rasa tidak. Menurut hemat saya, pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk menjajaki kemungkinan kerjasama PDI-P dan Gerindra guna menyambut DKI-1 2022 dan Pilpres 2024. Megawati tampaknya menyadari betul bahwa di detik-detik terakhir, beberapa partai di koalisinya kemungkinan besar akan membelot sehingga PDI-P harus mencari kawan baru macam Gerindra.

Ketiga, pertemuan Surya Paloh dan Anies Baswedan. Di hari yang sama dengan pertemuan Mega-Prabowo, Surya Paloh mengambil langkah mengejutkan dengan mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI, Anies Baswedan. Tak pelak beliaupun mendapat banyak kritik karena dinilai sengaja memilih hari yang sama demi mencuri perhatian publik. Karena sejatinya beliau bisa mengubah jadwal pertemuannya dengan Anies.

Meski Nasdem berdalih bahwa pertemuan tersebut hanyalah silaturahmi sekaligus upaya untuk mendinginkan tensi politik. Namun langkah Paloh tersebut dinilai tidak etis sehingga mendapat kecaman dari beberapa pihak, khususnya PDI-P dan PSI. Terlebih ketika pemilik Metro TV tersebut secara tersirat menyampaikan dukungan politik pada Anies.

Kecaman tersebut tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya di Pilgub DKI dua tahun silam, Nasdem dan beberapa partai di koalisi yang mengusung pa-sangan BTP-Djarot harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh Anies-Sandiaga akibat politisasi agama yang menerpa BTP kala itu. Anies juga merupakan sosok yang berperan besar dalam mengakomodasi berbagai kegiatan bernuansa politisasi agama yang selama Pilpres 2019 dikecam oleh kubu 01.

Lalu apa sebenarnya tujuan dari pertemuan tersebut ? Bila ditimbang dari momentumnya, pertemuan tersebut disinyalir merupakan upaya Paloh untuk mengimbangi manuver Megawati. Beliau tampaknya mulai was-was bilamana PDI-P benar-benar merapatkan barisan dengan Gerindra sehingga beliau merasa perlu untuk berjaga-jaga dengan bermanuver membentuk poros politik baru. Beliau tampaknya sadar bahwa Jokowi tidak lagi selemah dahulu, dan Megawati tidak lagi bisa mencalonkan Jokowi sehingga berpotensi menggandeng Gerindra sebagaimana 2009 silam.

Dengan kata lain, manuver paloh tersebut bukan hanya terkait perebutan kursi menteri namun juga tentang Pilkada DKI 2022, dan Pilpres 2024 yang sudah ada di depan mata. Dalam hal ini Nasdem tampaknya hendak menjadikan Anies sebagai jagoannya sehingga perlu melakukan cek ombak guna melihat respons partai lain yang barangkali tertarik satu perahu dengan mereka.

Potensi ini terbilang sangat besar mengingat tren politik yang ditunjukkan Nasdem selama ini. Dimana Nasdem rajin mengusung atau me(Nasdem)kan sosok yang paling mungkin menang termasuk dengan menyingkirkan kader terbaiknya. Simaklah Pilkada DKI, Jabar, Jateng, Jatim, hingga yang paling tragis yakni di Pilgub Sumatera Utara dimana Nasdem mencampakkan Ketua DPD sekaligus petahana Tengku Erry Nuradi demi mendukung Edy Rahmayadi yang kala itu keluar sebagai pemenang.

Pilpres 2024 mendatang ? 

Ada dua skema yang kemungkinan bakal terjadi. Pertama, skema dua poros. Dengan poros A dipimpin oleh PDI-P berkoalisi dengan Gerindra, Golkar* (Bamsoet), PPP, PSI, PKB, PKPI, Hanura, dan Perindo. Dengan kandidat Capres-Cawapres meliputi Puan Maharani, Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo, Yenny Wahid, Budiman Sujatmiko, dan Adian Napitupulu. Lalu poros B ada Nasdem, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, PBB, dan Garuda. Dengan kandidat Capres-Cawapres meliputi Anies Baswedan, AHY, Zulkifli Hasan, Tommy Soeharto, dan Surya Paloh.

Adapun skema kedua mencakup format 3 poros. Dengan poros A meliputi PDI-P, Gerindra, PPP, PSI, Perindo, Hanura, dan PKPI. Dengan kandidat Prabowo Subianto, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan Yenny Wahid. Poros B meliputi PKB, Nasdem, dan Golkar* (Airlangga). Dengan kandidat Muhaimin, Airlangga Hartanto, Ridwan Kamil, Anies, dan Sandiaga. Dan poros C meliputi Demokrat, PAN, PKS, PBB, Berkarya, dan Garuda. Dengan kandidat AHY, Zulkifli Hasan, Tommy Soeharto, dan Yusril Ihza Mahendra. Setelah Mega dan partai-partai di sekitarnya, lalu kapan Jokowi akan mulai bermanuver ? Menarik untuk dinanti.****

Penulis adalah Pegiat Literasi di TWF.

Sumber: http://harian.analisadaily.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:58:14

Kebakaran Pasar Terapung Tembilahan, 478 dan 45 Ruko Jadi Puing

TEMBILAHAN - Kebakaran hebat terjadi di kios dan ruko di Jalan Yos Sudarso Tembilahan. Amukan api yang terjadi sejak pukul 02.00 Wib baru bisa dijinakkan pada pagi hari, kamis 22 Agustus 2019.Berdasarkan data y
Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:42:37

Dituduh Pelakor, Motif Pengeroyokan Siswi SMK oleh Seniornya di Bekasi

Siswi SMK di Bekasi Timur, Kota Bekasi berinisial GL (16) menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh senior dan alumni sekolah. Motifnya diduga karena persoalan asmara. GL dituduh merusak rumah tangga sat
Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:37:20

Kebakaran Perusahaan Sawit di Inhu Meluas hingga 50 Hektar

PEKANBARU - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) juga terjadi di sejumlah areal perusahaan di Riau. Kali ini kebakaran hebat terjadi di salah satu kebun sawit di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).Lahan kebun
Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:53:30

Dua Diduga Pelaku Karlahut Ditangkap Tim Gabungan

ROKAN HULU - Tim gabungan satuan tugas (Satgas) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) Kabupaten Rokan Hulu, Riau berhasil mengamankan Dua orang diduga pelaku pembakar lahan di Dusun Muara Musu Timur Desa Muar
 
Berita Lainnya
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:39:31

HUT RI dan Fenomena SDM

Tahun 2019 memiliki arti pen­ting bagi bangsa In­donesia dan tahun ini meru­­pakan masa transisi pe­merin­tahan Joko Widodo periode 2014-2019, dikarenakan pada 20 Oktober 2019 akan dilaksanakan p
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:23:00

17 Agustus Hari Kemerdekaan Ekonomi

"Merdeka, Merdeka, Mer­deka", ucapan ini adalah hasil dari perjuangan pahla­wan-pahlawan ke­mer­dekaan yang siap hidup dan mati pada saat ko­­lonial bebas melepaskan peluru-pe­­luru ke tubuh mereka. Siapa yang
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:07:22

Kemerdekaan, Nilai Keindonesiaan, dan Media Sosial

Nuansa Merah Putih su­dah me­ng­­hiasi se­tiap pandangan. Di depan rumah-rumah, di de­pan kantor-kantor pemerin­tahan dan di pinggir-ping­gir jalan, bendera dan umbul-umbul sudah ramai ber­kibar-
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 07:54:35

Pelayanan Kepolisian dan Tuntutan Masyarakat

Kepolisian Republik Indo­ne­sia se­bagai institusi penjaga keama­nan dan pengayom masyarakat sa­ngat dibu­tuhkan. Kita melihat bagai­mana aksi ke­ja­hatan yang sangat marak. Con­tohnya: pembunuhan, be­gal,
 
Kamis, 8 Agustus 2019 | 22:57:13

Danlantamal IV Hadiri Penutupan TMMD Ke -105 di Tanjungbalai Karimun

Tanjungbalai Karimun-Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut  (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., menghadiri upcara penutupan TMMD ke-105 tahun 2019 Kodim 0317/TBK bert
 
Kamis, 8 Agustus 2019 | 09:59:55

Korupsi dan BUMN

Beberapa waktu lalu, Direktur Keuangan Angkasa Pura II Andra Y Agussalam diamankan oleh KPK dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Walaupun harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah sampai ada put
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 09:03:13

Polusi dan Konsekuensi Pesatnya Laju Industri

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dalam lima tahun periode kepemimpinannya layak kita beri apresiasi atas kesuksesannya membangun proyek infrastruktur jalur tol Trans Jawa. B
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 08:26:19

Peta Politik Pasca Pilpres

Perebutan kursi menteri dan bursa Pilpres 2024 benar-benar mengubah peta politik kita. Berbagai partai baik pemenang Pilpres maupun partai oposisi melakukan langkah akrobatik guna menunjukkan eksistensinya. Ent
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 08:01:44

Radikalisme, Kekerasan dan Matinya Kearifan Lokal

Gejolak radikalisme dan kekerasan sosial masih terus menghantui umat manusia. Kasus bom bunuh diri di Kota Kabul Afghanistan (Kamis, 25/07/2019) yang mengakibatkan 12 orang meninggal menjadi saksi kel
 
Senin, 29 Juli 2019 | 14:16:37

Tindak Tegas PT Ellang Semestha Indonesia Jika Tidak Ada Izin Timbun

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar angkat bicara mengenai dugaan Penimbunan Mangrove yang dilakukan oleh PT. Ellang Semestha Indonesia.Penimbunan Man
 
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:16:55

Messi Layak Raih Ballon dOr Meski Tak Juara Liga Champions

BARCELONA - Rivaldo menilai Lionel Messi layak meraih gelar Ballon d'Or tahun ini. Meski La Pulga gagal mengantar Barcelona meraih Liga Champions.Messi menunjukkan maginya sepanjang musim 2018/2019. Ia b
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 13:24:22

DPRD Kota Tanjungpinang Gelar Paripurna LKPJ WaliKota

Tanjungpinang-Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Tanjungpinang Tahun 2018.Jum
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 09:51:29

Silaturahmi Kantibmas di Tanjungpinang dengan Kapolda, Ketua LAM Kepri Pesankan Ini

TANJUNGPINANG-Polda Kepri menggelar silaturahmi Kamtibmas bersama Gubernur Kepri,Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, para tokoh Agama dan tokoh masyarakat, serta Forkopimda tingkat l di Gedung Arsip TanjungpinangP
 
Sabtu, 15 Juni 2019 | 13:22:58

Kapolres Tanjungpinang dan Dandim 0315/Bintan Pimpin Apel Konsolidasi OPS Ketupat Seligi 2019

 Spiritriau.com - Polres Tanjungpinang melaksanakan apel konsolidasi Sinergitas Operasi Ketupat Tahun 2019 dan kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).Kegiatan tersebut dilaksan
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 23:24:57

Pasca Direktur Mundur, Seleksi Terbuka Direksi BUMD PT BIS Segera Dilakukan

Spiritriau.com - Pemkab Bintan akan segera melakukan pemilihan Direksi BUMD PT Bintan Inti Sukses (BIS) yang kini posisinya kosong setelah Risalasih selaku Direktur PT BIS mengundurkan diri sejak beberapa bulan
 
 
 
Terpopuler

1

18 Agu 2019 08:39 | 242 views
Opini

HUT RI dan Fenomena SDM

2

18 Agu 2019 08:23 | 181 views
Opini

17 Agustus Hari Kemerdekaan Ekonomi

3

18 Agu 2019 08:07 | 76 views
Opini

Kemerdekaan, Nilai Keindonesiaan, dan Media Sosial

4

18 Agu 2019 07:54 | 65 views
Opini

Pelayanan Kepolisian dan Tuntutan Masyarakat

 
 
 
 
Top