Terverifikasi Dewan Pers
 
Minggu, 28 April 2019 | 09:34:39
Opini

Sinergitas Menjaga Lingkungan Pasca Pemilu

Oleh: Ahmad Afandi.

Sebarkan:
(Foto:Google)
Ilustrasi

Masyarakat Indonesia te­ngah dirundung berbagai in­formasi mengenai hasil suara pemilihan presiden dan wakil presiden. Persetan dengan semua hal yang disampaikan baik di media elektronik maupun media sosial, toh pada akhirnya pre­siden tetap akan dilantik. Baik dari kubu sebelah maupun kubu yang lama. Tetap ada pemenang dari se­buah kontestasi. Hal paling penting bagi kita saat ini bersyukur kita telah mera­sakan demokrasi sebenar-benar­nya demokrasi. Sejarah yang barang­kali tak mungkin mudah kita lupa­kan. Kampanye yang panjang, sistem pemilu yang baru hingga cerita di balik semua pengawalan suara yang ada menuju pusat. Terlebih dari itu, 17 April telah selesai, banyak peker­jaan rumah yang menanti. Kebiasaan yang mungkin tidak lagi kita jalani selama pemilu berlangsung. Sebab sisa dari penyelenggaraan pemilu men­jadi tanggung jawab kita bersama.

Telah selesai bukan berarti selesai dari tanggung jawab. Pe­­milu menyi­sakan persoalan pencemaran lingku­ngan yang masif. Surat-surat suara yang rusak, baliho, pamflet, poster bergambar, dan masih banyak lagi alat peraga kampanye yang tersisa dan tertempel di ruang publik. Kita bisa saja masa te­nang kemarin adalah masa dimana semua yang berkaitan dengan pemilu ditiadakan. Bahkan kampanye juga dilarang. APK juga dibersihkan secara tuntas. Nyatanya beberapa per­soalan sam­pah malah datang ketika pemilu dilaksanakan. APK masih banyak yang tergantung di beberapa pohon, tertempel di tiang-tiang listrik, hingga terbuang di selokan maupun sungai. Ini me­ngajarkan kepada semuanya bahwa pemilu tak hanya wajib disukseskan secara teknis melainkan menyeru untuk mawas diri dan kembali peduli terhadap ling­kungan. Hikmah baik tentu ada jika kita mampu meman­faatkan peluang sekecil apapun. Se­bab semua sulit diprediksi tetap bisa terjadi.

Mari kita ulang mindset yang me­ngatakan bahwa pemilu kali ini be­nar-benar terjadi di masa yang te­nang, tepat di musim kemarau. Maret lalu, Deputi Bidang Klimato­logi BMKG, Heri­zal bahkan sempat me­nyatakan pemilu terjadi di masa ke­ma­rau. Beliau me­nyampaikan dari to­­tal 342 Zona Musim (ZOM) di Indo­nesia, sebanyak 79 ZOM (23.1%) ­diprediksi akan mengawali mu­sim kemarau pada bulan April 2019 yaitu di seba­gian wilayah Nusa Tenggara, Bali dan Jawa. Itu arti­nya kemung­kinan besar pemilu berada pada musim panas di awal April. Pada kenyataannya alam bukanlah sesuatu yang dapat diprediksi. Ming­gu, men­jelang pemilu 14 April 2019 Seba­nyak 682 kotak suara di Keca­matan Ciseeng, Kabupaten Bogor ru­sak akibat teren­dam banjir disertai lum­­pur. Banjir me­landa se­ketika pa­da saat hujan meng­guyur Bogor terus menerus dalam beberapa malam.

Masyarakat disertai para aparat bahu-membahu membersih­kan kotak suara yang lembab terkena banjir. Bahkan hingga 90% kotak suara dikabarkan tidak dapat digunakan lagi. Kemu­dian dari pada itu, bebe­rapa contoh kasus yang dampaknya dari lingkaran agenda pemilu juga terjadi di beberapa daerah di Indo­nesia. Beberapa temuan surat suara di sungai, selokan dan beberapa tem­pat mengi­ngatkan kita mesti peduli dengan ling­kungan sekitar bahkan ketika pemilu dilaksanakan. Ya, persoalan sampah pada saat pe­milu harus terlebih dahulu di­prioritaskan. Pesta demokrasi tentu menentukan masa depan bangsa. Namun bagi penulis pribadi, mesti­nya pemilu juga mengedukasi masyarakat seputar bagaimana kita mampu be­refleksi untuk menjadikan lingkungan menja­di tidak tercemar.

Bersih-bersih APK

Penulis ingin menghimbau terle­bih-lebih kepada para caleg, pengu­rus partai sampai pada relawan yang mengatasnamakan kampanye hen­dak­nya melakukan bersih-bersih APK di seluruh wilayah yang men­jadi tanggung jawabnya masing-masing. Masa tenang dimulai dari tanggal 14 April yang lalu. Di mana KPU telah melakukan imbauan kepada seluruh kader partai, caleg maupun relawan yang berasal dari kelompok politik untuk menertibkan semua atribut politik yang tersebar di jalan. Sebelumnya alat peraga kam­panye telah disampaikan ketentuan yang harus dipenuhi. Aturan yang dimaksud ada di Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 ten­tang Kam­panye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Walikota dan Wakil Walikota. Ketentuan terkait ukuran alat peraga kampanye terda­pat pada pasal 28. Imbauan tersebut menyatakan penertiban APK harus dilakukan secara tuntas, tanpa me­ning­galkan satu atribut pun di tempat umum atau di jalan-jalan terbuka.

Kemudian, diperlukan pula siner­gitas untuk menertibkan sampah yang terbengkalai akibat pesta demo­krasi. Dipastikan ratusan ribu TPS meng­gelar pemilu serentak seluruh Indone­sia. Banyak dari beberapa TPS me­ning­galkan serakan sampah yang tak tau siapa pelaku dan yang harus tang­gung jawab. Perlu kiranya kita mencer­mati ini sebagai salah satu dari bentuk tanggung jawab bersama. Tak hanya pelaku politik atau bagian dari KPU yang memiliki wewenang, melainkan semua lapisan masyarakat hendaknya turut hadir untuk mem­bersihkan sam­pah yang berserakan. Terutama sam­pah plastik yang ada, banyak cara untuk mengolah kembali atau barang­kali menjualnya kepada pengepul. Setiap TPS memiliki pro­blem sampah yang sama barang­kali. Maka tanggung jawab itu dila­kukan secara merata dan juga porsi­nya terbagi secara pro­porsional.

Masalah lingkungan meliputi kegiatan pemilu yang sejatinya tanpa sadar kita telah perbuat secara terang-terangan. Kita terbukti melakukan kegiatan mencemari lingkungan secara bersama-sama. Semisal ba­nyak kegiatan yang ditengarai seba­gai sebab terjadinya pencemaran tanah. Selama pemilu, setiap orang terlihat tidak terkawal dalam mela­kukan tindakan apapun. Misalnya berusaha selalu mencemari dengan cara menuangkan bentuk cairan apa saja ke tanah. Jenis minuman, oli, minyak serta tinta dibuang secara masif oleh masyarakat yang pada dasarnya dilakukan secara sadar. Pem­buangan sam­pah secara lang­sung juga dapat merusak komponen kesuburan tanah. Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Masuknya limbah atau zat cair berbahaya ke per­mukaan tanah dipastikan lingk­ungan mengalami pencemaran lingku­ngan.

Ketika suatu zat berbahaya atau ber­acun telah mencemari per­mukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersa­pu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap seba­gai zat kimia beracun di tanah. Zat ber­acun di tanah terse­but dapat ber­dam­­pak langsung kepa­da manusia ketika bersentuhan atau dapat mence­mari air tanah dan udara di atasnya. Se­lain udara dan air, tanah juga bisa terkena pencemaran oleh setiap aktivi­tas-aktivitas yang dilaku­kan oleh manusia modern bagi kehi­dupan kita. Namun, terakhir penulis sampai­kan bahwa menjaga keles­tarian ling­kungan bu­kan­lah semata-mata keti­ka, sedang, atau telah ber­akhirnya pe­milu kali ini. Setiap hari dan setiap saat diperlukan upaya untuk menjaga lingkungan dari pencemaran. Me­mulai semua­nya dari kebiasaan baik dalam me­ngelola sampah dan ber­tindak adil kepada lingkungan seki­tar. Terima­kasih! ***

Penulis adalah mahasiswa perbankan syariah Universitas Potensi Utama Medan.

sumber:analisadaily.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 17 Juli 2019 | 20:18:36

Besok Tiga Desa Aksi Jilid II Tuntut PT. Hutahaean

ROKAN HULU - Diperkirakan seribuan lebih, gabungan Pemuda dan Masyarakat Desa Tingkok, Lubuk Soting dan Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai akan melaksanakan aksi damai Kamis, Kamis tanggal 18 Juli 2019.Aks
Rabu, 17 Juli 2019 | 20:15:22

TNI Gelar Komsos dengan Organisasi Masyarakat di Koarmada I

JAKARTA-Dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi dan memperkokoh persatuan dengan komponen masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Staf Teritorial (Ster) TNI bekerjasama dengan Dinas Potens
Rabu, 17 Juli 2019 | 15:47:48

BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Komitmen Pemkab Rokan Hulu Melalui Acara FGD

ROKAN HULU - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi atas komitmen  Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Riau  untuk  mendaftarkan seluruh pegawai Non A
Selasa, 16 Juli 2019 | 20:30:21

Ketua Thariqat Rokan Hulu Apresiasi Disparbud Fasilitasi Jemaah Hadiri Haul Ke Kumpulan

ROKAN HULU – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu (Rohul), Riau, memfasilitasi keberangkatan Rombongan Tuan Guru, Mursyid dan jamaah Thariqat Naqsabnadiyah Rokan Hulu menghadiri Haul ke 108 Tu
 
Berita Lainnya
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:16:55

Messi Layak Raih Ballon dOr Meski Tak Juara Liga Champions

BARCELONA - Rivaldo menilai Lionel Messi layak meraih gelar Ballon d'Or tahun ini. Meski La Pulga gagal mengantar Barcelona meraih Liga Champions.Messi menunjukkan maginya sepanjang musim 2018/2019. Ia b
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 13:24:22

DPRD Kota Tanjungpinang Gelar Paripurna LKPJ WaliKota

Tanjungpinang-Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Tanjungpinang Tahun 2018.Jum
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 09:51:29

Silaturahmi Kantibmas di Tanjungpinang dengan Kapolda, Ketua LAM Kepri Pesankan Ini

TANJUNGPINANG-Polda Kepri menggelar silaturahmi Kamtibmas bersama Gubernur Kepri,Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, para tokoh Agama dan tokoh masyarakat, serta Forkopimda tingkat l di Gedung Arsip TanjungpinangP
 
Sabtu, 15 Juni 2019 | 13:22:58

Kapolres Tanjungpinang dan Dandim 0315/Bintan Pimpin Apel Konsolidasi OPS Ketupat Seligi 2019

 Spiritriau.com - Polres Tanjungpinang melaksanakan apel konsolidasi Sinergitas Operasi Ketupat Tahun 2019 dan kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).Kegiatan tersebut dilaksan
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 23:24:57

Pasca Direktur Mundur, Seleksi Terbuka Direksi BUMD PT BIS Segera Dilakukan

Spiritriau.com - Pemkab Bintan akan segera melakukan pemilihan Direksi BUMD PT Bintan Inti Sukses (BIS) yang kini posisinya kosong setelah Risalasih selaku Direktur PT BIS mengundurkan diri sejak beberapa bulan
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 07:47:42

Bupati dan Wakil Bupati Bintan Sholat Idul Fitri 1440 H di Masjid Nurul Iman Kijang

Spiritriau.com-Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam melaksanakan sholat Idul Fitri 1440 H di Mesjid Besar Nurul Iman,Kijang,Rabu (5/6) pagi.Pantauan dilapangan terlihat ribuan masyara
 
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:33:27

Wagub Provinsi Kepri Kecewa Dengan Pelayanan Pegawai DPMPTSP

Spiritriau.com-Wakil Gubernur H Isdianto kecewa dengan pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri dan akan segera mengevaluasi kinerja pegawai di dinas bersangkutan demi te
 
Selasa, 11 Juni 2019 | 14:47:50

Bapak H Nurdin Basirun Gubernur Kepri Minta Jalan Batam Dipercepat

Spiritriau.com-Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan sejumlah kegiatan yang sudah selesai proses lelangnya segera dikerjakan. Apalagi kini sudah pertengahan tahun,kegiatan-kegiatan itu harus dapat dilihat dan
 
Minggu, 9 Juni 2019 | 08:26:18

Sekretaris Dirjen Kemenhubla RI Monitoring Arus Mudik Pelabuhan SBP

Spiritriau.com-Sekertaris Direktorat Jendral (Dirjen) Kementerian Perhubungan Laut RI,Bp.Arif Toha melakukan monitoring arus mudik pasca Lebaran Idul Fitri 1440,di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP),Sabtu (01/06).
 
Minggu, 28 April 2019 | 10:00:38

Pemilu 2019 yang Mematikan

Pemilu 2019 pantas disebut sebagai pe­milihan umum yang "mematikan" se­panjang sejarah. Pemilu 2019 secara umum berlangsung secara aman, tertib, lan­car, dan nyaris tanpa gangguan ke­ru­suh­an. Tapi korban jiwa
 
Minggu, 28 April 2019 | 09:34:39

Sinergitas Menjaga Lingkungan Pasca Pemilu

Masyarakat Indonesia te­ngah dirundung berbagai in­formasi mengenai hasil suara pemilihan presiden dan wakil presiden. Persetan dengan semua hal yang disampaikan baik di media elektronik maupun media sosia
 
Minggu, 21 April 2019 | 10:27:47

Kedewasaan dalam Berdemokrasi

PEMILIHAN umum (Pemilu) akhir­nya telah selesai dilakukan de­ngan menghasilkan pasangan Presi­den dan Wakil Presiden, juga anggota DPR, DPD, dan DPRD pada periode 2019-2024. Setidak-tidaknya, hasil per­­hi
 
Minggu, 21 April 2019 | 10:03:49

Tuhan Tidak Melihat Agamamu

KITA sepakat dalam suatu pema­ha­man yang utuh bahwa surga adalah hak prerogatif nya Tuhan dan manusia se­tinggi apapun ibadahnya takkan mam­pu memberi satu kepastian bah­wa si anu masuk surga dan si ana m
 
Minggu, 14 April 2019 | 07:36:36

Menjaga Pilpres

Hari pencoblosan Pemilu Pemilihan Pre­siden (Pilpres) tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya pada hari Rabu Tanggal 17 April 2019 nanti. Ka­dang hati tak sabar lagi menunggu hari pen­coblosan ini.
 
Minggu, 7 April 2019 | 07:45:04

Neuro Ledership Menuntun Lahirnya Neuro Creativity

Persaingan yang terjadi saat ini bukan hanya di dunia usaha saja, melainkan semua orang sampai negara sedang berada pada posisi bersaing. Mungkin sebagian ada yang kurang sependapat karena istilah persaingan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top