Terverifikasi Dewan Pers
 
Minggu, 14 April 2019 | 07:36:36
Opini

Menjaga Pilpres

Oleh: Nada Sukri Pane

Sebarkan:
(Foto:Google)
Ilustrasi

Hari pencoblosan Pemilu Pemilihan Pre­siden (Pilpres) tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya pada hari Rabu Tanggal 17 April 2019 nanti. Ka­dang hati tak sabar lagi menunggu hari pen­coblosan ini. Sangat penasaran siapa yang menang diantara dua pasangan Ca­pres ini. Karena berdasarkan kam­panye se­lama enam bulan telah dilalui, teramat su­lit angka kemenangan di prediksi. Jika­pun ada lembaga survei yang menam­pil­kan data keunggulan di medsos atau di te­le­visi, tetapi itu tak dapat sepenuhnya dipercayai.

Menjadi seorang presiden merupakan impian hampir semua orang. Karena jadi presiden atau wakil menjanjikan kesena­ngan, kehormatan, keagungan. Padahal tidak selalu demikian, karena dibalik ke­besaran tentu ada tanggung jawab yang harus diselesaikan. Sungguh benar sabda Ra­su­lullah ketika beliau menyampaikan ha­dits yang diriwayatkan dari Abu Hu­rairah; "Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepe­mim­­pinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan." (Riwayat, Abu Hu­rairah)

Tim pemenangan kedua kubu mulai bergentanyangan. Berbagai iklan, ma­nu­ver, motivasi dilakukan. Ratusan janji ma­nis berceceran, jika nanti kami me­nang, hidup rakyat akan aman, tak ada lagi penderitaan, tak ada lagi yang pe­sa­kitan, tak ada lagi yang kelaparan, tak ada lagi sekolah yang memberatkan, se­mua kan diberi bantuan. Bagi yang telah membantu, berbagai proyek akan di­berikan. Jangan takut jangan bimbang, kita tak akan terkalahkan. Ayo semua beri dukungan.

Tapi kadang nalar cara berpikir tak lagi berpungsi seba­gaimana mesti, ka­rena sudah dirasuki rasa benci. Jika kita su­dah benci kepada salah satu pasangan, maka apapun yang dilakukan, walau benar sekalipun, tetap dibenci. Diperbu­ruk dengan ketakutan akan kekalahan meng­hantui. Akibatnya mata jadi buta hati jadi mati, berburuk sangka sana-sini. Semua orang yang tidak sama pili­han, disakiti. Kalau sudah begini, bu­kan tidak mungkin Pilpres ini bisa buat stres dan sakit hati?! (The presidential election is chaotic).

Antisipasi

Biasanya sore pasca pencoblosan, KPU sudah merilis per­olehan suara sementara melalui medsos dan televisi. Me­mang angka tersebut masik naik turun berfluk­tuasi. Te­ta­pi pukul 18.00 WIB, biasanya jumlah pemilih telah mencapai 70 %. Artinya siapa pasangan yang ung­gul dalam peroleran suara sementara se­cara signifikan, maka sudah dapat di­pre­dek­si akan memenangkan pilpres tahun ini. Bah­kan sudah ada salah satu paslon menerima ucapan se­la­mat dari family (Congratulations on winning the elec­tion).

Pada malam hari, dikhawatirkan kubu yang kalah merasa sakit hati. Mereka merasa kekalahan ini karena kecurangan di­sana-sini, dijalimi. Bukan tidak mung­kin mereka akan merasa keberatan dan membuat kekacauan disana-sini. Me­mang hal ini tidak kita inginkan terjadi, tetapi kadang muncul profokator dan agi­tasi. Mereka tak peduli lagi dengan akibat yang ditimbulkan dari keributan ini. Akibatnya anak bangsa kedua kubu bisa choas berkelahi (War of elec­tion vo­lunteers)

Oleh karena itu dari sekarang kita ha­rus mencegah berbagai kemungkinan buruk pasca hari pencoblosan. Kita harus mengantisipasi dari sekarang. Menurut saya ada empat komunitas yang harus melakukan pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Pertama Tokoh Agama. Para tokoh agama seperti ustadz, pendeta, bikshu dan sebagainya hen­daklah jangan pernah berhenti menyampaikan penting­nya sebuah perdamaian dan keutuhan. Percuma menang pemilu, jika negara tak aman (Election victory is futile).

Semua tokoh agama di negeri ini harus me­nyampaikan siraman rohani tentang se­juknya siraturrahmi dan persaha­batan. Ust­adz atau pendeta harus senatiasa mem­beri pesan kitab suci tentang janji surga buat orang yang melakukan ke­baikan dan hukuman neraka buat orang yang menyukai permusuhan. Dengan kasih sayang, ulama atau tokoh agama apa­pun di negeri ini dapat menceritakan ber­bahayanya jika terjadi bentrokan. De­ngan kasih sayang semua masalah dapat terselesaikan (Mahabat wamaha­ba).

Kedua guru dan dosen. Anak muda yang cendrung memi­liki semangat ber­api-api akan mudah tersulut emosi. Oleh karena itu guru dan dosen harus meng­antisipasi berupaya menenangkan emosi anak muda ini. Mereka harus dibekali ten­tang arti demokrasi, memaha­mi makna dari pemilu ini sebagai media me­milih pemimpin bangsa ini. Jika dalam memilih pemimpin saja kita berkelahi, maka pemimpin yang terpilih juga nanti memimpin dengan tangan besi (Iron hand government).

Guru dan dosen dalam berbagai pem­belajaran jangan lupa berpesan ten­tang arti pemilu yang sedang dilaksana­kan. Sebaiknya selipkan buruknya se­buah permusuhan dan kebencian. Rektor dan Kepala sekolah berpesan agar jangan ada satupun yang kelak dipanggil polisi yang dapat mence­markan nama baik pen­di­dikan. Boleh juga memberikan anca­man akan mengeluarkan siswa yang di­tang­kap pihak keamanan karena ikut-iku­tan. Agar mengajak siswa menge­de­pan­kan rasa persatuan dan kesatuan (Unity price unit is dead).

Ketiga Ibu. Orang yang paling do­mi­nan memberikan kesejukan adalah emak yang penyayang. Emak harus me­nyi­ramkan kasih sayang tak berhenti tentang indahnya sebuah persahabatan. Emak harus berpesan kepada anak dan suami agar turut serta menjaga pemilu yang da­mai dan aman. Melalui perkum­pu­lan atau perwiritan, agar me­nyam­paikan in­dahnya persaudaraan. Jika me­ne­mukan ben­­trokan di jalan segera men­da­maikan atau menghindar dari lokasi perseteruan (Avoid the location of clashes).

Keempat aparat keamanan. Institusi Polri dan TNI harus senantiasa siaga dari ber­bagai api permusuhan. Segera pa­dam­kan api yang kecil sebelum menjadi besar membakar menakutkan. Jangan sampai merembet membakar permu­suhan diantara kedua kubu pasangan. Aparat keamanan harus segera menertib­kan jika ada oknum salah satu pasangan yang mulai memancing keributan. Aparat keamanan harus merapatkan barisan siaga satu sejak menjelang hari pencob­losan, mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (Pre­venting commotion).

 Polri dan TNI Polri harus menitipkan keamanan pemilu kepada semua organi­sasi kemasyarakatan. Bila perlu kum­pul­kan semua organisasi pemuda dan mem­beri pengarahan agar turut serta mem­be­rikan keamanan. Polri sebagai pe­nang­gung jawab keamanan perlu mengajak KPU, Bawaslu, lembaga pemantau, lem­baga survei, para relawan. Agar semua saling berjabat tangan, merapatkan ba­ri­san menjaga keutuhan. Berjanji "siap me­nang kalah" dalam sebuah pemilihan (Pro­mise ready to win defeat).

Penutup

Jika prediksi kemenangan telah di rilis di medsos dan televisi, maka segenap rela­wan yang merasa menang harus dapat menahan diri. Jangan tergesa sesumbar riang gembira membanggakan diri kesana kemari. Jangan memancing ke­marahan kubu yang perole­han suaranya terlam­paui. Se­baiknya ber­upaya mensyukuri sem­bari saling koordinasi jangan ada satu­pun yang terpancing emosi. Karena ke­me­nangan adalah ujian menuju kelas yang lebih tinggi, apakah dapat men-syukuri atau malah meng-ingkari (Sukur lidhidh 'aw kufr ladhidh ).

Sebaliknya bagi kubu yang kalah ja­ngan pula menya­lahkan sana-sini. Teri­malah kekalahan ini dengan lapang hati. Anggap saja ini belum rejeki, mung­kin ada rejeki lain telah menanti. Tak usah me­ngadakan gugatan kesana-ke­mari. Tun­jukkan saja senyum rasa sim­pati, me­nerima keka­lahan ini dengan be­sar hati. Bahwa menang kalah adalah se­suatu yang lumrah dalam pemilu ini. Jika Anda ikhlas menerima kekalahan ini, maka Anda-lah pahlawan sejati de­mo­­krasi.***

Penulis Guru SMANegeri 16 Medan, Mahasiswa Program Doktor PEDI UIN SU.

sumber:analisadaily.com

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 22 April 2019 | 12:22:59

UN Tingkat SD dan SMP di Pinggir dan Talang Muandau, Aman dan Kondusif

Pinggir - Ujian Nasional untuk tingkat pedidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), hari ini Senin (22/04), serentak di gelar.Seperti halnya di wilayah Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis,
Minggu, 21 April 2019 | 11:17:41

Benarkah Jokowi Tak Bisa Menang Pilpres meski Raih 51 Persen Suara Lebih? Begini Faktanya

JAKARTA-Benarkah Jokowi Tak Bisa Menang Pilpres Meski Raih 51 Persen Suara Lebih? Begini Faktanya JAKARTA-Beredar sebuah tulisan soal paslon 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin yang diisukan tidak bisa memenan
Minggu, 21 April 2019 | 10:35:58

Kumpulan Ucapan Hari Kartini 2019

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahunnya.Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan atas segala jasa perempuan di sekeliling Anda, satu diantaranya dengan memberi uca
Minggu, 21 April 2019 | 10:27:47

Kedewasaan dalam Berdemokrasi

PEMILIHAN umum (Pemilu) akhir­nya telah selesai dilakukan de­ngan menghasilkan pasangan Presi­den dan Wakil Presiden, juga anggota DPR, DPD, dan DPRD pada periode 2019-2024. Setidak-tidaknya, hasil per­­hi
 
Berita Lainnya
Minggu, 21 April 2019 | 10:27:47

Kedewasaan dalam Berdemokrasi

PEMILIHAN umum (Pemilu) akhir­nya telah selesai dilakukan de­ngan menghasilkan pasangan Presi­den dan Wakil Presiden, juga anggota DPR, DPD, dan DPRD pada periode 2019-2024. Setidak-tidaknya, hasil per­­hi
 
Minggu, 21 April 2019 | 10:03:49

Tuhan Tidak Melihat Agamamu

KITA sepakat dalam suatu pema­ha­man yang utuh bahwa surga adalah hak prerogatif nya Tuhan dan manusia se­tinggi apapun ibadahnya takkan mam­pu memberi satu kepastian bah­wa si anu masuk surga dan si ana m
 
Minggu, 14 April 2019 | 07:36:36

Menjaga Pilpres

Hari pencoblosan Pemilu Pemilihan Pre­siden (Pilpres) tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya pada hari Rabu Tanggal 17 April 2019 nanti. Ka­dang hati tak sabar lagi menunggu hari pen­coblosan ini.
 
Minggu, 7 April 2019 | 07:45:04

Neuro Ledership Menuntun Lahirnya Neuro Creativity

Persaingan yang terjadi saat ini bukan hanya di dunia usaha saja, melainkan semua orang sampai negara sedang berada pada posisi bersaing. Mungkin sebagian ada yang kurang sependapat karena istilah persaingan
 
Jumat, 5 April 2019 | 19:14:27

Jangan Pilih (Calon) Penebar Uang

Seiring bertambahnya jumlah Partai Politik, dapil dan kursi, persaingan peserta pemilu semakin ketat. Dibandingkan tahun 2014 jumlah Partai Politik nasional pada pemilu tahun ini bertambah menjadi 16 diluar 4 P
 
Minggu, 31 Maret 2019 | 09:58:00

Hegemoni Pendidikan dan Pendidikan yang Membebaskan

Menurut rumusan Antonio Gra­maci, hegemoni diarti­kan sebagai sebu­ah upaya pihak elit penguasa yang mendo­minasi untuk meng­giring cara berpikir, bersikap, dan menilai masyarakat agar sesuai dengan k
 
Jumat, 29 Maret 2019 | 15:20:46

Mengatasi Tantangan Operasional UNTSO, UNDOF, dan Misi UNIFIL

Penasehat Militer RI Untuk PBB, Brigjen TNI Fulad, S.Sos., M.Si. menghadiri pertemuan Military Staff Committee Dewan Keamanan PBB yang membahas masalah UNTSO, UNDOF, dan UNIFIL – Lebanon beberapa saat lalu, yan
 
Minggu, 20 Januari 2019 | 10:00:32

Di Balik 80 Juta Bisa Apa

Kalimat 80 juta bisa dapat apa seketiga me­nyebar bak se­rangan fajar. Semua din­ding-dinding akun media sosial apa­pun itu dibanjiri oleh kalimat tersebut. Kalimat ta­nya yang se­mua orang akhirnya tahu m
 
Minggu, 20 Januari 2019 | 09:20:13

Bias Gender dalam Kasus Prostitusi Online

Setelah sempat menyeruak pada tahun 2015, kasus pros­titusi on­line yang melibatkan para artis kembali naik ke permukaan. Kali ini melibatkan artis kenamaan Vanessa Angel. ditang­kap Kepolisian daerah Jawa
 
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:50:06

Pelecehan di Dunia Akademik

Beberapa waktu yang lalu kita mende­ngar seorang maha­siswi S3 mem­polisi­kan rektor sebuah PTS kare­na di­lempar disertasi. Ikhwalnya, sebagai­mana diberitakan banyak media, m­a­hasiswi S3 tersebut menjelaskan
 
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:29:18

Prostitusi, Hukum dan Moralitas

Di tengah kasak-kusuk Pemilu 2019, sua­sana awal tahun menda­dak heboh dengan keberhasilan Polda Jawa Timur memergoki sekaligus me­nangkap VA, AS dan R terkait kasus pros­titusi di Surabaya. Kendati prostitusi
 
Minggu, 6 Januari 2019 | 07:57:54

Bencana Alam di Awal 2019

TAHUN 2019 telah diawali dengan ben­cana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Ke­­camatan Cisolok, Kabu­pa­ten Suka­bu­mi, Jawa Barat.  Bencana tersebut te­lah  merenggut puluhan jiwa manusia d
 
Rabu, 5 Desember 2018 | 14:20:45

Korupsi Masa Orba, Ini Pernyataan Ahmad Basarah

Pertama, saya ingin letakkan dulu konteks dan teks pernyataan media saya tentang mantan Presiden Soeharto. Saya ditanya oleh teman-teman media tentang pernyataan Capres Pak Prabowo di forum internasional yang m
 
Kamis, 27 September 2018 | 13:10:16

Eksistensi TNI Dalam Pendidikan Karakter Bangsa

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai semua aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dan dialog di media elektronik.
 
Kamis, 20 September 2018 | 11:11:18

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi
 
 
 
Terpopuler

1

21 Apr 2019 10:27 | 510 views
Opini

Kedewasaan dalam Berdemokrasi

2

21 Apr 2019 10:03 | 331 views
Opini

Tuhan Tidak Melihat Agamamu

 
 
 
 
 
 
Top