Iklan Sosial
 
Kamis, 27 September 2018 | 13:10:16
Opini

Eksistensi TNI Dalam Pendidikan Karakter Bangsa

Oleh : Mayor Inf Haryo Mustoko,S.Sos,M.M

Sebarkan:
Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai semua aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dan dialog di media elektronik. Selain di media massa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, serta pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum akademis, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
 
Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupan politik yang tidak produktif, tawuran pelajar dan sebagainya menjadi topik utama pembahasan.  Sejumlah alternatif penyelesaian diajukan seperti penyempurnaan peraturan, undang-undang dan peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat, serta penyempurnaan kurikulum pendidikan.
 
Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, mendefinisikan pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan seluruh warga sekolah untuk memberikan keputusan baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Sedangkan  menurut pakar pendidikan, Gunawan (2012 ; 23),  mengutarakan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya. Terdapat 18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas antara lain :  religius, jujur, toleransi,  disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial serta tanggung jawab.

Menurut UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;  Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi dan/ atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara. Karakter Bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa, karsa dan perilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Eksistensi TNI

Eksistensi berasal dari bahasa latin yaitu existere yang memiliki arti : muncul, ada, timbul dan berada.  Menurut kamus bahasa Indonesia, eksistensi berarti : hal berada, keberadaan. Eksistensi TNI dalam Pendidikan Karakter Bangsa berarti keberadaan dan peran prajurit TNI yang mendorong  adanya penguatan karakter bangsa melalui pengerahan kemampuan personel dalam mengaktualisasikan potensi potensi yang dimilikinya melalui program rutin, seperti : TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang bersifat lintas sektoral maupun non program yang bersifat insidentil.

Program TMMD ke-101 dan 102 Tahun 2018  menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam upaya mewujudkan eksistensi/peran prajurit dalam membangun karakter bangsa untuk memperkuat pendidikan karakter dan kemandirian bangsa. Kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan TNI sudah berjalan sejak 2011 yang diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Nomor 36/XXI/NK/2017 dan KERMA/45/XII/2017.

Nota Kesepahaman itu berisi sembilan butir, yaitu program layanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, program layanan pendidikan dasar dan menengah, program layanan kebahasaan, dan program layanan pembinaan guru dan tenaga kependidikan. Selaras dengan tema TMMD tahun 2018 "TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa". Kasad Jenderal TNI Mulyono sangat berharap agar TMMD tidak hanya menghasilkan output berupa fisik semata, namun juga mampu membangun karakter Bangsa, khususnya generasi muda yang kompetitif dan mandiri.

Pelaksanaan program TMMD ke-101 dan 102  yang bersifat fisik terkait bidang pendidikan terutama di daerah terisolir yakni : pembangunan/rehab sekolah, rumah dinas kepala sekolah, jalan beton menuju sekolah, pembuatan perpustakaan sekolah, serta pembuatan jamban sekolah. Sedangkan Program  Non fisik diantaranya : Keterlibatan mahasiswa KKN di lokasi/sasaran bersama dengan prajurit TNI, Memberikan ceramah Belanegara/Wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kenakalan remaja dan  pemutaran film sejarah perjuangan bangsa.

Keikutsertaan TNI dalam pendidikan karakter bangsa juga dalam kehidupan keseharian prajurit TNI di wilayah, melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial (Binter) dengan menerapkan metode Binter : (Komunikasi sosial, pembinaan ketahanan wilayah serta bakti TNI). Sehingga aparat Satkowil dituntut mampu dan mahir dalam mengaplikasikan ketiga metode Binter di wilayah binaannya disesuaikan dengan ciri dan corak kedaerahan dengan banyak inisiatif dan kreatifitas.

Eksistensi TNI dalam lingkungan  pendidikan diharapkan mampu memberikan wawasan dan motivasi  agar anak-anak mempunyai sikap disiplin dan tanggung jawab yang tinggi serta mempunyai karakter kebangsaan yang kuat. Salah satunya dilaksanakan di masing masing sekolah baik SLTP maupun  SLTA bagi siswa dan siswinya, dengan  narasumber dari Koramil maupun Kodim. Adapun materi yang diberikan diantaranya :  PBB, Pembekalan wawasan kebangsaan berupa bahaya aksi  terorisme, kenakalan remaja serta Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, guna menyelamatkan generasi muda  dari penyalahgunaan narkoba,
 
Peran  TNI dalam dunia pendidikan tentu bukan hal baru, tak jarang komunikasi sosial yang dilakukan oleh prajurit tersebut bersifat spontanitas, kreatif dan inovatif, tak sedikit  anggota TNI yang mengajar di sekolah-sekolah di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal. Selain itu, prajurit TNI juga berperan dalam membantu ribuan anak putus sekolah untuk kembali bersekolah yang merupakan kerja sama antara Babinsa dengan aparat pemerintah setempat.

Prajurit TNI juga membantu kelancaran akses bagi siswa sekolah, seperti yang dilakukan oleh seorang anggota  Babinsa yang bernama Serka Darwis  atas jasanya membantu anak-anak sekolah menyeberangi sungai dengan menggunakan gondola (Papan yang di gantung dengan tali) di Desa Maroko, Kec. Rante Angin Kab. Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.  Selain itu ada juga prajurit TNI membantu anak sekolah  dengan menggunakan perahu karet menyeberangi sungai di Kabupaten Aceh Barat,  karena jembatan yang biasanya digunakan rusak akibat banjir. Sejumlah sekolah juga  dibangun atas inisiatif dan kepedulian TNI bekerja sama dengan pemerintah daerah di banyak tempat di Indonesia.

Secara umum untuk mewujudkan pendidikan karakter bangsa dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan informal yang saling melengkapi dan diatur dalam peraturan dan Undang-Undang. Contoh pendidikan formal :  pendidikan formal dilaksanakan secara berjenjang dan pendidikan tersebut mencangkup pada pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, evokasi keagamaan dan khusus. Pendidikan non formal melalui pembentukan  karakter bangsa di sekolah yang diimplementasikan pada pendidikan pengembangan diri antara lain : pengurus OSIS, Pramuka, PMR, PKS, PIR, olah raga, seni, keagamaan dan lainnya sebagai perwujudan pendidikan karakter, kehadiran Babinsa dalam pendidikan pengembangan diri di sekolah  maupun di lokasi TMMD tentu berdampak positip dalam membangun karakter pelajar maupun mahasiswa.(***)

Jakarta,   September 2018
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 12 Desember 2018 | 22:02:07

Terbaik se Riau, Sakinah : Ini Keberhasilan Seluruh Warga Bagan Sinembah

ROKANHILIR-Kecamatan Bagan Sinembah akhirnya dinobatkan sebagai kecamatan terbaik se Propinsi Riau dalam penilaian Evaluasi Kerja Kecamatan yang dilakukan beberapa bulan lalu.Dalam penilaian yang dilakukan oleh
Rabu, 12 Desember 2018 | 21:28:00

Pawai MTQ Provinsi Riau Ke 37 dibuka Gubernur Riau, Kafilah Siak di Pimpin Syamsuar

PEKANBARU - Pawai taaruf Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau yang ke 37 tahun 2018 di Pekanbaru secara resmi dilepas Gubernur Riau Wan Thamrin dengan begitu meriah, yang  diikuti 12 Kabupaten/Kot
Rabu, 12 Desember 2018 | 20:22:43

Program Nabung, BritAma di BRI Cabang Pasir Pengaraian Bisa Dapat Hadiah HP dan Emas

ROKANHULU – Untuk menggiatkan nasabah dalam menabung di PT Bank Rakyat Indonesia (PT BRI) Kantor Cabang Pasir Pengaraian, Bank BRI terus melakukan terobosan dan inovasi dalammenyediakan berbagai produk tabungan
Rabu, 12 Desember 2018 | 20:05:59

Mitra Kerja HK-i Pekdum 4 Lakukan Aktifitas di Kawasan Hutan SM Balai Raja, BBKSDA Riau Larang Keras

PINGGIR - Terkait adanya kegiatan aktifitas pengerukan tanah timbun oleh salah satu mitra kerja perusahaan Hutama Karya infrastruktur (HK-i) di wilayah Sektor atau Pekdum 4, yakni PT.Raja Tawar Mula Jadi (RTMJ)
 
Berita Lainnya
Rabu, 5 Desember 2018 | 14:20:45

Korupsi Masa Orba, Ini Pernyataan Ahmad Basarah

Pertama, saya ingin letakkan dulu konteks dan teks pernyataan media saya tentang mantan Presiden Soeharto. Saya ditanya oleh teman-teman media tentang pernyataan Capres Pak Prabowo di forum internasional yang m
 
Kamis, 27 September 2018 | 13:10:16

Eksistensi TNI Dalam Pendidikan Karakter Bangsa

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai semua aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dan dialog di media elektronik.
 
Kamis, 20 September 2018 | 11:11:18

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi
 
Jumat, 14 September 2018 | 10:43:17

Sejarah Membuktikan, Papua adalah Indonesia Sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Tidak banyak orang Papua yang tahu bahwa saat anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bersidang pada tanggal 14 Juli 1945, para founding fathers negara Indonesia itu telah
 
Rabu, 29 Agustus 2018 | 21:37:37

Kenapa Jokowi Berpelukan dengan Prabowo

Peristiwa yang membuat warga Indonesia terharu saat ini ketika melihat kedua calon presiden  Indonesia, Jokowi dan Prabowo  berpelukan. Keduanya berpelukan setelah Hanifan Yunadi Kusumah yang merupaka
 
Jumat, 27 Juli 2018 | 16:01:51

Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Gema Takbir berkumandang membahana ada dimana-mana sebagai pertanda perayaan Idul Fitri 1439 H tahun ini, karena umat Muslim telah berhasil melewati ujian untuk menahan hawa nafsu selama sebulan penuh melaksana
 
Selasa, 24 Juli 2018 | 13:39:27

PERANG DAGANG USA vs CHINA

Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu U
 
Jumat, 6 Juli 2018 | 15:14:19

Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara.  Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia terc
 
Minggu, 27 Mei 2018 | 12:22:31

Bersatu Melawan Aksi Terorisme

Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tertentu. Korb
 
Minggu, 20 Mei 2018 | 16:47:03

Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan tentang terorisme. Dalam waktu yang berdekatan terjadi penyerangan di Surabaya sampai penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru.Seluruh masyarakat
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:07:41

Laku Ekoteologi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kini sudah paruh akhir bulan Sya'ban menurut kalender Hijriyah atau ruwah menurut kalender Jawa. Arti­nya sebentar lagi, umat Islam sedua akan masuk pada bulan suci Ramadan atau pasa. Teologi Islam me
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:03:05

Mendesak Presiden Terbitkan Perppu Antiterorisme

Pemerintah dan DPR belum menemui titik temu ihwal pengesahan RUU Antiterorisme. Bersebab itu, publik mendesak Pre­siden terbitkan Perppu Antiterorisme sebagai langkah cepat dan antisipatif ketimbang menung
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:41:14

Aksi Terorisme Merusak Penganut Agama

Rasa nasionalisme yang menurun akibat adanya masalah terorisme. Tergambar dari para pelaku bom bunuh diri yang sebagaian besar adalah anak muda. Mereka bagian dari masyarakat Indonesia yang terpengaruh oleh dok
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:15:43

Bersatu Melawan Teroris

Rentetan aksi terorisme yang terjadi belakang ini merupakan ancaman nasional (national threat). Para pelaku teror tidak mengenal ruang dan waktu. Mereka melakukan aksinya di setiap ada kesempatan, dengan a
 
Minggu, 22 April 2018 | 13:54:18

Catatan Tentang Rencana Dosen Impor

Rencana pemerintah mendatangkan dosen impor menjadi pembicaraan yang ramai di kalangan pemerhati pendidikan. Sebagian kalangan menyambut baik kebijakan tersebut dan sebagian lagi memandang kebijakan tersebut se
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top