Terverifikasi Dewan Pers
 
Kamis, 20 September 2018 | 11:11:18
Opini

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Oleh : Mayor Inf Suwandi

Sebarkan:
Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi yang terdampak gempa. Kenangan sedih  keluarganya menjadi korban bahkan ada yang meninggal dunia, rumah-rumah rusak berat bahkan roboh yang mengharuskan mereka tinggal di pengungsian.

Selain itu bencana menyisakan trauma yang mendalam bagi warga terutama anak-anak, tidak terkecuali trauma juga dialami oleh aparat keamanan TNI beserta keluarganya yang bertugas di Lombok, salah satunya yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kesedihan yang dirasakan masyarakat dirasakan pula oleh keluarga Babinsa. Saat terjadinya gempa bumi yang juga merobohkan tempat tinggalnya, mereka ditinggalkan suami untuk melaksanakan tugas menolong  warga yang menjadi korban. Namun karena ketabahan sebagai seorang istri prajurit, mereka tegar walau tanpa ada suami mendampinginya dipengungsian tinggal bersama warga yang lain dengan beratapkan tenda dari terpal dan tidur beralaskan tikar.

Untuk meninggalkan keluarga dipengungsian dengan kondisi yang serba terbatas tentunya tidak mudah bagi setiap orang, tapi itulah yang harus dilakukan seorang  Babinsa walaupun diri dan keluarganya turut menjadi korban. Mereka tetap semangat melaksanakan tugasnya, tak kenal lelah membantu warga binaannya yang terkena musibah dan memastikan mereka mendapatkan pertolongan.

Salah satunya yaitu Serka Ali (45) Babinsa Tegal Maja Koramil 1606-02/Tanjung menceritakan kisah awal mulai terjadinya gempa yang juga merobohkan rumahnya dan harus meninggalkan keluarga di pengungsian.

Menurutnya, saat itu tanggal 5 Agustus 2018 malam hari ia pergi untuk melaksanakan acara zikir bersama dirumah tetangga, namun dipertengahan jalan tiba-tiba terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang cukup besar sehingga ia bergegas untuk kembali kerumah memastikan keluarganya selamat.

"Setiba dirumah anak istri saya sudah menangis dengan kondisi rumah yang sudah rusak berantakan dan gelap gulita karena listrik padam semua, kami semua berpelukan. Gempa pertama itu rumah belum roboh," kenangnya.

Malam itu juga beredar informasi adanya tsunami sehingga seluruh warga panik, Pak Ali bersama keluarga dan tetangganya mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi, karena malam itu gempa terus menerus dan bertambah besar ia putuskan untuk bermalam di tempat tersebut.

Setelah keesokan harinya, ia bersama warga  turun untuk melihat kondisi rumah masing-masing. Betapa sedih ketika melihat rumah tempat ia dan keluarga bernaung roboh rata dengan tanah, akhirnya saat itu pula bersama warga yang rumahnya juga rusak mendirikan tenda di sekitar rumah untuk tinggal sementara.

"Selanjutnya saya lapor kepada Danramil 1606-02/Tanjung Kapten Inf Anak Agung Rai Budiana dan saat itu dibantu anggota  yang lain puing-puing rumah kami dibersihkan," ujar pria tiga anak ini.

Walaupun rumahnya roboh, Serka Ali tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Babinsa seperti biasa, satu hari setelah gempa ia berangkat menuju desa binaannya untuk membantu warga yang rumahnya rusak bahkan ada yang meninggal dunia. "Kami bersama-sama anggota Polri, Basarnas dan relawan lainnya menolong korban dan mendata  rumah yang rusak, setelah itu berkordinasi terkait bantuan logistik untuk warga terutama yang berada di pengungsian, memastikan semua mendapat bantuan," jelasnya.

Desa Binaan Serka Ali Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara terdiri dari 11 Dusun  75 % mayoritas masyarakatnya beragama Budha dan hanya tiga Dusun yang beragama Islam. Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak empat orang dan sudah mendapat santunan. Rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 1.986 dan yang rusak sedang maupun ringan masih didata oleh Pemerintah Daerah.  "Alhamdulillah semua warga sampai saat ini sudah tertangani tinggal meneruskan pembersihan puing-puing," ungkapnya.

"Saya juga bersyukur kondisi keluarga juga sehat, saat ini kami sudah pindah dari pengungsian dan tinggal sementara diatas bekas rumah kami yang roboh dengan memanfaatkan puing-puing rumah yang masih bisa dipakai," imbuhnya.

Berbeda dengan cerita Serka Ali, Sertu I Made Yuantara yang merupakan Babinsa Desa Malaka Koramil 1606-02/Tanjung memiliki kenangan yang lebih unik dan mengesankan.

Diceritakannya, tiga hari setelah istrinya melahirkan di RSAD Mataram, tiba-tiba pada Minggu pagi (29/07/2018) terjadi gempa dengan kekuatan 6,8 SR di Lombok Timur namun kekuatannya di wilayah Mataram tidak begitu besar dan seluruh anggota Koramil Tanjung waktu itu diperintahkan menuju Koramil 1606-03/Bayan untuk membantu, karena Kecamatan Bayan berdekatan dengan lokasi kekuatan gempa sehingga terkena dampaknya.

"Setelah melihat di desa binaan tidak terlalu terdampak, saya langsung menuju Koramil Bayan untuk membantu memasang pipa saluran air yang putus akibat gempa hingga kami menginap disana," ungkapnya.

Selanjutnya pada Minggu malam tanggal 5 Agustus 2018 terjadi gempa ke dua, yang merupakan gempa terbesar dengan kekuatan 7 SR pusat gempa di Kabupaten Lombok Utara dirasakan guncangan keras hingga  kota Mataram yang mengakibatkan masyarakat berhamburan keluar rumah. Malam itu  masyarakat tidak ada  yang berani tidur di dalam rumah bahkan ada isu air laut di Pantai Ampenan sudah mulai naik sehingga menambah kepanikan masyarakat.

"Saat itu keluarga juga panik dan rumah juga sudah retak cukup lebar, takut terjadi apa-apa malam itu juga saya mengungsikan istri dan anak kami yang masih bayi ke tetangga perumahan di BTN Pepabri. Selanjutnya saya malam itu juga melaporkan kepada Danramil untuk melaksanakan pengecekan ke desa binaan memastikan kondisi warga. Karena banyak rumah yang rusak berat akhirnya saya putuskan menginap di pengungsian warga, selain itu jarak rumah dengan desa binaan juga cukup jauh," kenang Yuantara.

Menurutnya, usai gempa malam itu di desa binaannya tersebar isu  pencuri ternak merajalela sehingga warga terprovokasi berkerumun di jalan raya melakukan sweeping, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan dirinya menghimbau warga untuk tidak main hakim sendiri.

Bersyukur kondisi saat itu bisa terkendali semua dan saat ini warga yang menjadi korban sudah di data untuk mendapatkan bantuan.  Sekarang kami bersama-sama warga dan alat berat dari Zikon 13  terus bergerak membantu membersihkan puing rumah dan fasilitas umum lainnya hingga tuntas.
 
"Sedih rasanya kalau mengingat saat itu meninggalkan istri dan anak yang masih bayi, namun karena panggilan tugas itu harus saya lakukan, mengutamakan membantu masyarakat," imbuhnya.

Saat ini kondisi istri dan anak Serka Made dalam kondisi sehat, namun karena masih trauma sementara masih tidur di tenda teras depan rumahnya dengan ditutup terpal dan triplek. "Sekarang kondisi warga di desa binaan saya secara umum sudah mulai membaik, dan saya lebih tenang bisa pulang ke rumah, menemani istri dan membantu merawat si kecil," ujarnya.

Melihat perjuangan Babinsa yang tidak mengenal lelah dalam membantu masyarakat korban gempa di Lombok, Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok, Mayjen TNI Madsuni, S.E. memberikan apresiasi dengan membangunkan rumah hunian sementara bagi Babinsa yang rumahnya rusak berat, dengan harapan dapat menambah semangat Babinsa dalam melaksanakan tugasnya dalam membantu masyarakat.

"Dengan rumah hunian sementara ini harapannya saat bertugas mereka lebih tenang meninggalkan keluarga di rumah, dibandingkan dengan tinggal di tenda. Mudah-mudahan ini dapat mengurangi beban mereka," ungkapnya.

Saat ini rumah hunian sementara sudah mulai dibangun, dari data yang ada jumlah rumah Babinsa yang mengalami rusak berat sebanyak 13 Unit, lokasinya tersebar di empat wilayah yaitu Koramil 1606-02/Tanjung, Koramil 1606-10/Bayan, Koramil 1606-10/ Gangga dan Koramil Batu Kliang Lombok Tengah.(***)

Lombok,   September 2018

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 18:51:23

Polres Tanjungpinang Gelar Konfrensi Pers Tindak Pidana KARHUTLA

Tanjungpinang-Bertempat di lobi Mapolres Tanjungpinang digelar Konferensi Pers tindak pidana *Karhutla* yang dipimpin Kapolsek Bukit Bestari KOMPOL Marna, SE dan Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, S.IP, MH, Sabtu (
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 18:38:08

Polres Tanjungpinang Gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Pemerkosaan

Tanjungpinang-Bertempat di lobi Mapolres Tanjungpinang digelar Konferensi Pers tindak pidana *Pemerkosaan* yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, S.IP, MH, Sabtu (24/8/2019).Korban adalah SW (36 tahun), p
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:47:14

Tim 2 Satgas Koramil 02/Tanah Putih Melaksanakan Sosialisasi Karhutla

ROKAN HILIR - Tim 2 Satgas Karhutla  Koramil 02/ Tanah Putih dalam 2 minggu belakangan ini disibukkan dengan pemadaman untuk Wilayah terjadinya Karhutla. Kegiatan ini pun Babinsa lakukan untuk sosialisasi
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:19:26

Ngaku Bisa Ambil Uang Ghoib, Dukun Ini Gauli Seorang Ibu dan Anaknya

ROKANHULU - Dengan berkedokkan seorang dukun yang bisa menggandakan uang, D (45) warga Desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir ini berhasil menyetubuhi dua korbannya. Parahnya kedua korban adalah ibu dan anak y
 
Berita Lainnya
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:39:31

HUT RI dan Fenomena SDM

Tahun 2019 memiliki arti pen­ting bagi bangsa In­donesia dan tahun ini meru­­pakan masa transisi pe­merin­tahan Joko Widodo periode 2014-2019, dikarenakan pada 20 Oktober 2019 akan dilaksanakan p
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:23:00

17 Agustus Hari Kemerdekaan Ekonomi

"Merdeka, Merdeka, Mer­deka", ucapan ini adalah hasil dari perjuangan pahla­wan-pahlawan ke­mer­dekaan yang siap hidup dan mati pada saat ko­­lonial bebas melepaskan peluru-pe­­luru ke tubuh mereka. Siapa yang
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:07:22

Kemerdekaan, Nilai Keindonesiaan, dan Media Sosial

Nuansa Merah Putih su­dah me­ng­­hiasi se­tiap pandangan. Di depan rumah-rumah, di de­pan kantor-kantor pemerin­tahan dan di pinggir-ping­gir jalan, bendera dan umbul-umbul sudah ramai ber­kibar-
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 07:54:35

Pelayanan Kepolisian dan Tuntutan Masyarakat

Kepolisian Republik Indo­ne­sia se­bagai institusi penjaga keama­nan dan pengayom masyarakat sa­ngat dibu­tuhkan. Kita melihat bagai­mana aksi ke­ja­hatan yang sangat marak. Con­tohnya: pembunuhan, be­gal,
 
Kamis, 8 Agustus 2019 | 22:57:13

Danlantamal IV Hadiri Penutupan TMMD Ke -105 di Tanjungbalai Karimun

Tanjungbalai Karimun-Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut  (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., menghadiri upcara penutupan TMMD ke-105 tahun 2019 Kodim 0317/TBK bert
 
Kamis, 8 Agustus 2019 | 09:59:55

Korupsi dan BUMN

Beberapa waktu lalu, Direktur Keuangan Angkasa Pura II Andra Y Agussalam diamankan oleh KPK dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Walaupun harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah sampai ada put
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 09:03:13

Polusi dan Konsekuensi Pesatnya Laju Industri

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dalam lima tahun periode kepemimpinannya layak kita beri apresiasi atas kesuksesannya membangun proyek infrastruktur jalur tol Trans Jawa. B
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 08:26:19

Peta Politik Pasca Pilpres

Perebutan kursi menteri dan bursa Pilpres 2024 benar-benar mengubah peta politik kita. Berbagai partai baik pemenang Pilpres maupun partai oposisi melakukan langkah akrobatik guna menunjukkan eksistensinya. Ent
 
Minggu, 4 Agustus 2019 | 08:01:44

Radikalisme, Kekerasan dan Matinya Kearifan Lokal

Gejolak radikalisme dan kekerasan sosial masih terus menghantui umat manusia. Kasus bom bunuh diri di Kota Kabul Afghanistan (Kamis, 25/07/2019) yang mengakibatkan 12 orang meninggal menjadi saksi kel
 
Senin, 29 Juli 2019 | 14:16:37

Tindak Tegas PT Ellang Semestha Indonesia Jika Tidak Ada Izin Timbun

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar angkat bicara mengenai dugaan Penimbunan Mangrove yang dilakukan oleh PT. Ellang Semestha Indonesia.Penimbunan Man
 
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:16:55

Messi Layak Raih Ballon dOr Meski Tak Juara Liga Champions

BARCELONA - Rivaldo menilai Lionel Messi layak meraih gelar Ballon d'Or tahun ini. Meski La Pulga gagal mengantar Barcelona meraih Liga Champions.Messi menunjukkan maginya sepanjang musim 2018/2019. Ia b
 
Kamis, 20 Juni 2019 | 13:24:22

DPRD Kota Tanjungpinang Gelar Paripurna LKPJ WaliKota

Tanjungpinang-Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Tanjungpinang Tahun 2018.Jum
 
Rabu, 19 Juni 2019 | 09:51:29

Silaturahmi Kantibmas di Tanjungpinang dengan Kapolda, Ketua LAM Kepri Pesankan Ini

TANJUNGPINANG-Polda Kepri menggelar silaturahmi Kamtibmas bersama Gubernur Kepri,Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, para tokoh Agama dan tokoh masyarakat, serta Forkopimda tingkat l di Gedung Arsip TanjungpinangP
 
Sabtu, 15 Juni 2019 | 13:22:58

Kapolres Tanjungpinang dan Dandim 0315/Bintan Pimpin Apel Konsolidasi OPS Ketupat Seligi 2019

 Spiritriau.com - Polres Tanjungpinang melaksanakan apel konsolidasi Sinergitas Operasi Ketupat Tahun 2019 dan kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).Kegiatan tersebut dilaksan
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 23:24:57

Pasca Direktur Mundur, Seleksi Terbuka Direksi BUMD PT BIS Segera Dilakukan

Spiritriau.com - Pemkab Bintan akan segera melakukan pemilihan Direksi BUMD PT Bintan Inti Sukses (BIS) yang kini posisinya kosong setelah Risalasih selaku Direktur PT BIS mengundurkan diri sejak beberapa bulan
 
 
 
Terpopuler

1

18 Agu 2019 08:39 | 250 views
Opini

HUT RI dan Fenomena SDM

2

18 Agu 2019 08:23 | 185 views
Opini

17 Agustus Hari Kemerdekaan Ekonomi

3

18 Agu 2019 08:07 | 80 views
Opini

Kemerdekaan, Nilai Keindonesiaan, dan Media Sosial

4

18 Agu 2019 07:54 | 70 views
Opini

Pelayanan Kepolisian dan Tuntutan Masyarakat

 
 
 
 
Top