Iklan Sosial
 
Selasa, 24 Juli 2018 | 13:39:27
Opini

PERANG DAGANG USA vs CHINA

Oleh : Hari Mulyanto

Sebarkan:
Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu USA pernah melakukan perang dingin dengan Uni Sovyet (sekarang Rusia) yang menyebabkan ketegangan dunia karena adanya perlombaan senjata (arm race), maka perang dagang ini juga dapat memicu ketegangan dunia.
 
Dalam kaca mata saya, China sudah sejak lama menyiapkan kondisi ini. Dulu China yang merupakan negara tirai bambu, sangat menutup diri dengan dunia luar. Namun mereka tidak berpangku tangan, seperti apa kata Sun Tzu, seorang Panglima Perang China yang pernah hidup beberapa abad yang lalu pernah mengatakan bahwa China is a sleeping giant, China itu ibarat raksasa yang sedang tidur. Jika raksasa itu bangun maka akan mengguncang dunia.
 
Posisi China saat ini sudah mulai bangun, bukan menggeliat lagi (wake up) tapi sudah get up. Maka yang terjadi adalah kondisi saat ini. Ekonomi China sudah tumbuh sangat pesat dan menguasai hampir separuh lebih ekonomi dunia. Dimana-mana, diseluruh dunia didominasi oleh produk China. Kita boleh cek di seluruh pusat perbelanjaan dunia pasti diserbu dengan barang-barang buatan China (made in China). Tidak hanya barang jadi (man made) tetapi juga  buah-buahan yang harganya lebih murah dibanding produk lokal.
 
Apalagi dengan strategi One Belt One Road (OBOR), China kembali ingin membangun jalur sutera perdagangannya di seluruh dunia.
 
Mungkin karena sepak terjang China yang tidak terbendung inilah, maka negeri Paman Sam (USA) mendeklarasikan perang dagang dengan China dengan menaikkan bea tarif masuk produk China yang sangat tinggi, dan China pun tidak gentar dengan kebijakan Amerika dan bahkan membalas menaikkan bea tarif masuk produk Amerika yang masuk ke China.
 
Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata seperti pada perang dunia pertama dan kedua.  China telah mengambil langkah yang luar biasa untuk mendominasi dunia. China tidak mau gagal seperti Uni Soviet pada saat perang dingin dengan Amerika Serikat, yang melakukan perlombaan senjata besar-besaran. China lebih memilih untuk menggunakan soft power dalam upayanya untuk menguasai dunia, melalui penguatan ekonomi dan perluasan wilayah perdagangannya.
 
Pihak Amerika sendiri saat ini sudah mengakui bahwa China ingin menggeser Amerika sebagai kekuatan super power baru. Perang dagang USA vs China pasti akan berdampak terhadap kehidupan global, regional dan nasional.
 
Untuk menjawab tantangan itu, maka dibutuhkan panglima-panglima perang dagang yang tangguh dan ahli-ahli ekonomi yang handal dan brilian untuk menghadapi situasi ini.  Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata tetapi dampaknya pasti akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia ini termasuk di Indonesia.
 
Lalu sudah siapkah bangsa Indonesia menghadapi kondisi perang dagang ini? Saat ini memang dampak perang dagang USA vs China belum terasa, namun kondisi ini harus terus dicermati dan disikapi dengan seksama sehingga bangsa Indonesia tidak menjadi korban ibarat gajah bertarung melawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah.
 
Salah satu solusi untuk menghadapi kondisi perang dagang ini adalah dengan penguatan ketahanan nasional di bidang pangan. Bangsa Indonesia yang dikaruniai oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berbagai sumber kekayaan alam yang ada di dalam bumi Indonesia khususnya kesuburan tanahnya dan kekayaan lautnya harus dikelola dan diekspoitasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tercipta kemandirian dan ketahanan pangan. Pemerintah Indonesia harus mampu memberdayakan petani dan nelayan kita, untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan ketahanan pangan dan menghindari impor bahan pangan yang justru melemahkan produktivitas dalam negeri.
 
Indonesia yang diibaratkan jamrud di khatulistiwa, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,  sebagaimana syair nyanyian Koes Ploes "tanah kita tanah sorga tongkat kayu dan batu jadi tanaman" harus mampu kita kelola dengan swadaya dan swakelola, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
 
Jangan sampai rakyat kita sengsara dan kelaparan ibarat ayam mati di lumbung padi. Kalau beras masih impor dan bahkan garam masih impor, maka perlu ada evaluasi yang mendalam terhadap upaya pemberdayaan petani kita dan pengelolaan sumber daya alam kita. Dampak sosial akibat perang dagang USA vs  China yang langsung maupun tidak langsung akan kita rasakan nantinya adalah kenaikan harga barang, kelangkaan barang kebutuhan dan bahkan matinya produk ekspor akibat situasi perdagangan global.
 
Oleh karena itu, hanya negara yang memiliki ketahanan nasional di bidang pangan dan kekuatan ekonomilah yang akhirnya mampu menjawab dan menghadapi dampak perang dagang USA vs China.
 
Dan sudah saatnyalah para panglima perang dagang dan ahli ekonomi Indonesia mampu merumuskan langkah dan strategi dalam menghadapi dampak global akibat perang dagang USA vs China sehingga dapat memproteksi rakyat Indonesia dari kesengsaraan dan penderitaan.(***)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 19 Januari 2019 | 21:30:36

Ini dia Nama Wartawan Rohil Yang Sudah Ikuti UKW

UJUNGTANJUNG- Ketua PWI Rohil, Nopri Sandi, meminta seluruh anggota kompak menjalankan roda organisasi secara bersama-sama sesuai dengab PDRT PWI. Bahkan Sandi juga mengajak semua anggota PWI untuk ikut Uji Kom
Sabtu, 19 Januari 2019 | 20:44:11

PWI Rohil Bangkit, Noprio Sandi Gelar Rapat Besar Ini dia Hasilnya

UJUNGTANJUNG-Perasatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir secara bersam-sama bangkit membesarkan nama organisasi,karena selama ini diketaui  masih belum maksimal melakukan terobosan. Untuk
Sabtu, 19 Januari 2019 | 19:02:14

Jumat Barokah Kapolres Rohul Sambangi Warga Kaum Duafa

ROKAN HULU - Kepala Polisi Resor Rokan Hulu (Kapolres-Rohul), Daerah Riau AKBP Muhamad Hasyim Risahondua SIK, M.Si didampingi jajarannya gelar giat jumat barokah,Polisi peduli bersama Kaum Duafa dan Fakir Miski
Sabtu, 19 Januari 2019 | 16:59:18

Hasil NBA: Cousins Akhirnya Debut, Warriors Kalahkan Clippers

LOS ANGELES - DeMarcus Cousins comeback setelah lama absen karena cedera dan melakoni debutnya di Golden State Warriors saat mengalahkan Los Angeles Clippers 112-94.Pada gim NBA 2018/2019 yang dihelat di Stap
 
Berita Lainnya
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:50:06

Pelecehan di Dunia Akademik

Beberapa waktu yang lalu kita mende­ngar seorang maha­siswi S3 mem­polisi­kan rektor sebuah PTS kare­na di­lempar disertasi. Ikhwalnya, sebagai­mana diberitakan banyak media, m­a­hasiswi S3 tersebut menjelaskan
 
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:29:18

Prostitusi, Hukum dan Moralitas

Di tengah kasak-kusuk Pemilu 2019, sua­sana awal tahun menda­dak heboh dengan keberhasilan Polda Jawa Timur memergoki sekaligus me­nangkap VA, AS dan R terkait kasus pros­titusi di Surabaya. Kendati prostitusi
 
Minggu, 6 Januari 2019 | 07:57:54

Bencana Alam di Awal 2019

TAHUN 2019 telah diawali dengan ben­cana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Ke­­camatan Cisolok, Kabu­pa­ten Suka­bu­mi, Jawa Barat.  Bencana tersebut te­lah  merenggut puluhan jiwa manusia d
 
Rabu, 5 Desember 2018 | 14:20:45

Korupsi Masa Orba, Ini Pernyataan Ahmad Basarah

Pertama, saya ingin letakkan dulu konteks dan teks pernyataan media saya tentang mantan Presiden Soeharto. Saya ditanya oleh teman-teman media tentang pernyataan Capres Pak Prabowo di forum internasional yang m
 
Kamis, 27 September 2018 | 13:10:16

Eksistensi TNI Dalam Pendidikan Karakter Bangsa

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai semua aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dan dialog di media elektronik.
 
Kamis, 20 September 2018 | 11:11:18

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi
 
Jumat, 14 September 2018 | 10:43:17

Sejarah Membuktikan, Papua adalah Indonesia Sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Tidak banyak orang Papua yang tahu bahwa saat anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bersidang pada tanggal 14 Juli 1945, para founding fathers negara Indonesia itu telah
 
Rabu, 29 Agustus 2018 | 21:37:37

Kenapa Jokowi Berpelukan dengan Prabowo

Peristiwa yang membuat warga Indonesia terharu saat ini ketika melihat kedua calon presiden  Indonesia, Jokowi dan Prabowo  berpelukan. Keduanya berpelukan setelah Hanifan Yunadi Kusumah yang merupaka
 
Jumat, 27 Juli 2018 | 16:01:51

Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Gema Takbir berkumandang membahana ada dimana-mana sebagai pertanda perayaan Idul Fitri 1439 H tahun ini, karena umat Muslim telah berhasil melewati ujian untuk menahan hawa nafsu selama sebulan penuh melaksana
 
Selasa, 24 Juli 2018 | 13:39:27

PERANG DAGANG USA vs CHINA

Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu U
 
Jumat, 6 Juli 2018 | 15:14:19

Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara.  Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia terc
 
Minggu, 27 Mei 2018 | 12:22:31

Bersatu Melawan Aksi Terorisme

Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tertentu. Korb
 
Minggu, 20 Mei 2018 | 16:47:03

Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan tentang terorisme. Dalam waktu yang berdekatan terjadi penyerangan di Surabaya sampai penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru.Seluruh masyarakat
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:07:41

Laku Ekoteologi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kini sudah paruh akhir bulan Sya'ban menurut kalender Hijriyah atau ruwah menurut kalender Jawa. Arti­nya sebentar lagi, umat Islam sedua akan masuk pada bulan suci Ramadan atau pasa. Teologi Islam me
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:03:05

Mendesak Presiden Terbitkan Perppu Antiterorisme

Pemerintah dan DPR belum menemui titik temu ihwal pengesahan RUU Antiterorisme. Bersebab itu, publik mendesak Pre­siden terbitkan Perppu Antiterorisme sebagai langkah cepat dan antisipatif ketimbang menung
 
 
 
Terpopuler

1

13 Jan 2019 07:50 | 269 views
Opini
Pelecehan di Dunia Akademik

2

13 Jan 2019 07:29 | 201 views
Opini
Prostitusi, Hukum dan Moralitas
 
 
 
 
 
 
Top