Iklan Sosial
 
Minggu, 27 Mei 2018 | 12:22:31
OPINI

Bersatu Melawan Aksi Terorisme

Oleh : Mayor Suwandi

Sebarkan:
Istimewa
Penulis adalah Mayor Suwandi selaku Pasilakpin Bidpenum Puspen TNI
Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tertentu. Korban tindakan Terorisme seringkali adalah orang yang tidak bersalah. Mereka memanfaatkan media massa untuk mengekpos aksi teror yang mereka lakukan guna menunjukan eksistensi perjuangannya. Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara yang dapat terjadi di negara manapun, tidak terkecuali di negara Indonesia tercinta.
 
Indonesia menjadi sasaran empuk bagi teroris untuk melaksanakan aksinya,  tercatat dari rentang waktu tahun 2000 hingga 2018 sudah banyak Bom meledak  di Indonesia, antara lain bom Bursa Efek Jakarta tahun 2000, Plaza Atrium 2001, hotel JW. Mariot 2003, di depan Kedutaan Australia 2004 dan bom Bali tahun 2005. Kejadian terakhir yang baru-baru ini terjadi yaitu serangan teror bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Markas Polrestabes Surabaya, penyerangan di Polda Riau dan ledakan bom rakitan di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.  
 
Kejadian tersebut sangatlah memprihatinkan kita semua, banyak korban dari masyarakat yang tidak bersalah, dari data kepolisian menyebutkan, total korban tewas ada 25 orang baik dari terduga pelaku maupun warga. Jumlah korban tewas tersebut terdiri dari 18 orang di tiga gereja, di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo tiga orang dan korban tewas bom bunuh diri empat orang di Poltabes Surabaya. Selain itu ada tiga orang yang ditembak petugas saat penyergapan. Sementara korban luka-luka baik dari warga masyarakat maupun petugas kepolisian berjumlah 57 orang dan kejadian tersebut menjadi head line media nasional maupun luar negeri.
 
Para pelaku teror menurut pihak kepolisian terindikasi sebagai sel-sel kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) atau Jamaah Ansharut Tauhid yang merupakan kelompok teroris sel ISIS di Indonesia. Selama ini, mereka mengklaim bahwa kegiatan yang mereka lakukan berjihad atas nama agama, mereka menyebut semua pihak yang diserang adalah sebagai kaum kafir. Tak cuma membunuh, kelompok ini juga sering melakukan propaganda seolah-olah apa yang mereka lakukan ada dalam ajaran agama Islam. Padahal, paham yang mereka anut bertolak belakang dengan ajaran Islam yang sebenarnya, Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan, islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin.
 
Kegiatan teroris di Indonesia saat ini sudah terlihat sangat nyata, terstruktur mereka terus bergerak membuat jaring dan sel-sel baru dengan merekrut anak-anak muda sebagai anggota. Mereka mendoktrin siap mati membela agama dengan dasar dalil-dalil yang disalah artikan, membenarkan kekerasan, menyerang membabi buta bahkan tidak ragu-ragu mengorbankan sanak keluarga dalam mencapai tujuan perjuangannya. Kalau hal ini tidak segera ditangani dengan tuntas maka dampaknya akan mengancam kerukunan antar umat beragama dan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
 
Dengan berkembangnya aksi terorisme di Indonesia yang semakin komplek tersebut aparat penegak hukum perlu miliki kewenangan yang cukup jelas, sehingga bisa mendeteksi, mencegah dan menggagalkan serangan teroris sejak dini. Kewenangan penindakan terhadap aksi terorisme tidak bisa dibebankan pada Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saja namun perlu peran serta seluruh komponen bangsa termasuk TNI.
 
Terkait pelibatan TNI dalam menangani aksi terorisme, perlu adanya payung hukum yang jelas, revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang saat ini dibahas oleh DPR harus mengatur dengan jelas wewenang TNI agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya di lapangan.
 
Keterlibatan TNI dalam menanggulangi aksi terorisme sejalan dengan peran dan fungsi TNI sesuai UU TNI Nomor 34 tahun 2004.  Dalam pelaksanaannya TNI akan membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) yang saat ini dalam proses pengajuan Peraturan Pemerintah sebagai payung hukumnya. Selanjutnya untuk menguatkan pembentukan Koopsusgab tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. akan mendorong pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah tersebut.
 
"Sehingga apa yang kita inginkan nanti dalam tindakan untuk menanggulangi aksi terorisme dengan satuan khusus ini benar-benar bisa efektif dan payung hukum yang tepat," ujar Panglima TNI saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI.
  
Panglima TNI menjelaskan bahwa sebelum ada Peraturan Pemerintah, TNI memiliki MoU dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam rangka Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dimana TNI mem-BKO-kan anggotanya untuk menjaga keamanan, khususnya masyarakat luas.
 
"MoU tersebut adalah payung perbantuan TNI kepada Polri, sehingga apabila diperlukan saat ini dalam menanggulangi aksi teroris, TNI bisa mem-BKO Pasukan Khusus TNI di dalam kekuatan Kepolisian," ungkapnya.
 
Didalam menangani aksi terorisme di Indonesia perlu adanya tindakan yang tegas, total dan berkelanjutan, namun tetap mengutamakan upaya pencegahan dari pada penindakan dan berpedoman pada nilai-nilai Hak Asasi Manusia, sehingga tidak timbul ekses yang tidak kita inginkan dikemudian hari.
 
Masyarakat berharap dengan disahkannya revisi undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme tersebut peran TNI dapat dilaksanakan secara optimal dan efektif untuk mencegah dan menindak jaringan teroris di Indonesia hingga tuntas.
 
Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam menanggulangi aksi terorisme di Indonesia antara lain:  
 
pertama, mengoptimalkan peran serta orang tua untuk memberikan pemahaman agama yang benar sejak dini kepada putra-putrinya, hal ini dibutuhkan agar anak-anak memiliki bekal ilmu agama yang baik, dengan keyakinan agama yang baik generasi penerus bangsa tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal yang mengarah pada aksi  terorisme.  
 
Kedua, mengoptimalkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tenaga pendidik dalam membantu pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas terutama di sekolah-sekolah, di perguruan tinggi dan di ruang publik terkait bahaya terorisme dan dampak yang ditimbulkan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Agar masyarakat luas memahami sehingga tidak terperangkap bujuk rayu teroris yang mengatasnamakan agama.
 
Ketiga, instansi terkait harus melaksanakan upaya kogkrit dan tegas untuk menutup konten-konten di media sosial yang digunakan jaringan teroris dalam menyebarkan ajaran-ajaran radikal. Karena saat ini mereka intens memanfaatkan media sosial  untuk melaksanakan propaganda dan merekrut anggota baru.
 
Keempat, mengoptimalkan peran seluruh jaring intelijen yang ada guna menemukan sel-sel teroris agar dapat dideteksi dan dicegah secara dini terhadap kemungkinan teroris berkembang di Indonesia.
 
Kelima,  mendukung dan memperkuat upaya program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat khususnya tokoh agama dalam upaya pembinaan terhadap mantan teroris yang sudah kembali ke lingkungan masyarakat.
 
Keenam, media massa adalah "oksigen" bagi teroris untuk mengembangkan aksinya, untuk itu media massa hendaknya tidak mempublikasikan aksi terorisme secara berlebihan dan fulgar, sehingga dengan berita yang sedikit diharapkan dapat meredam aksi teror yang dilakukan jaringan teroris lainnya. Media massa harus berkomitmen untuk menjadi bagian dalam memerangi aksi terorisme itu sendiri.
 
Mari kita bersatu bergandeng tangan untuk menangkal faham radikalisme berkembang subur di Indonesia. Perlu kita ingat dalam sejarah masuknya agama Islam ke Indonesia dilakukan dengan cara damai melalui sosio kultural dan budaya, tidak dengan kekerasan. Sehingga, Islam yang ada di Indonesia bercirikan dengan kedamaian dan keramahan. Damai dan ramah tidak hanya berlaku pada sesama muslim saja, tetapi juga damai dan ramah bagi semua umat. Islam bukan teroris, teroris musuh bersama yang harus kita lawan. (***)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 14 Desember 2018 | 10:43:52

Bus Rombongan MTsN 1 Boyolali Kecelakaan di Tol Ngawi, 1 Tewas 9 Luka

Ngawi - Kecelakaan bus rombongan MTsN 1 Boyolali Jawa Tengah, terjadi di ruas Tol Ngawi-Sragen Km 555+800. Tepatnya Desa Kauman Kecamatan Mantingan, Ngawi. Rombongan pulang dari berwisata di Malang.Bus Su
Jumat, 14 Desember 2018 | 10:40:00

2 Hari Terperangkap di Saluran Pembuangan Minyak, Pria Ini Selamat

California - Seorang pria diCalifornia, Amerika Serikat, berhasil diselamatkan setelah terperangkap di dalam pembuangan minyak selama dua hari di sebuah restoran Cina yang sudah lama tutup.Polisi mengatak
Jumat, 14 Desember 2018 | 10:34:19

Jembatan Kaca Tirtonadi Jadi Ikon Baru Solo, Tapi Tak Dibuka untuk Umum

SOLO akan memiliki ikon wisata baru yakni sebuah jembatan kaca yang dibangun di atas Kali Pepe. Namun, ternyata jembatan tersebut tidak dibuka untuk umum, melainkan sebagai jalur inspeksi sungai. Kepal
Jumat, 14 Desember 2018 | 10:29:53

Denny Sumargo Butuh 6 Bulan untuk Putuskan Batal Nikahi Dita Soedarjo

Jakarta - Butuh waktu enam bulan bagi Denny Sumargo sampai akhirnya harus memutuskan rencana pernikahannya dengan Dita Soedarjo. Ia juga mengatakan ini adalah keputusan yang berat bagi Denny dan Dita. "Berat!
 
Berita Lainnya
Rabu, 5 Desember 2018 | 14:20:45

Korupsi Masa Orba, Ini Pernyataan Ahmad Basarah

Pertama, saya ingin letakkan dulu konteks dan teks pernyataan media saya tentang mantan Presiden Soeharto. Saya ditanya oleh teman-teman media tentang pernyataan Capres Pak Prabowo di forum internasional yang m
 
Kamis, 27 September 2018 | 13:10:16

Eksistensi TNI Dalam Pendidikan Karakter Bangsa

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai semua aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dan dialog di media elektronik.
 
Kamis, 20 September 2018 | 11:11:18

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi
 
Jumat, 14 September 2018 | 10:43:17

Sejarah Membuktikan, Papua adalah Indonesia Sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Tidak banyak orang Papua yang tahu bahwa saat anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bersidang pada tanggal 14 Juli 1945, para founding fathers negara Indonesia itu telah
 
Rabu, 29 Agustus 2018 | 21:37:37

Kenapa Jokowi Berpelukan dengan Prabowo

Peristiwa yang membuat warga Indonesia terharu saat ini ketika melihat kedua calon presiden  Indonesia, Jokowi dan Prabowo  berpelukan. Keduanya berpelukan setelah Hanifan Yunadi Kusumah yang merupaka
 
Jumat, 27 Juli 2018 | 16:01:51

Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Gema Takbir berkumandang membahana ada dimana-mana sebagai pertanda perayaan Idul Fitri 1439 H tahun ini, karena umat Muslim telah berhasil melewati ujian untuk menahan hawa nafsu selama sebulan penuh melaksana
 
Selasa, 24 Juli 2018 | 13:39:27

PERANG DAGANG USA vs CHINA

Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu U
 
Jumat, 6 Juli 2018 | 15:14:19

Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara.  Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia terc
 
Minggu, 27 Mei 2018 | 12:22:31

Bersatu Melawan Aksi Terorisme

Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tertentu. Korb
 
Minggu, 20 Mei 2018 | 16:47:03

Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan tentang terorisme. Dalam waktu yang berdekatan terjadi penyerangan di Surabaya sampai penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru.Seluruh masyarakat
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:07:41

Laku Ekoteologi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kini sudah paruh akhir bulan Sya'ban menurut kalender Hijriyah atau ruwah menurut kalender Jawa. Arti­nya sebentar lagi, umat Islam sedua akan masuk pada bulan suci Ramadan atau pasa. Teologi Islam me
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:03:05

Mendesak Presiden Terbitkan Perppu Antiterorisme

Pemerintah dan DPR belum menemui titik temu ihwal pengesahan RUU Antiterorisme. Bersebab itu, publik mendesak Pre­siden terbitkan Perppu Antiterorisme sebagai langkah cepat dan antisipatif ketimbang menung
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:41:14

Aksi Terorisme Merusak Penganut Agama

Rasa nasionalisme yang menurun akibat adanya masalah terorisme. Tergambar dari para pelaku bom bunuh diri yang sebagaian besar adalah anak muda. Mereka bagian dari masyarakat Indonesia yang terpengaruh oleh dok
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:15:43

Bersatu Melawan Teroris

Rentetan aksi terorisme yang terjadi belakang ini merupakan ancaman nasional (national threat). Para pelaku teror tidak mengenal ruang dan waktu. Mereka melakukan aksinya di setiap ada kesempatan, dengan a
 
Minggu, 22 April 2018 | 13:54:18

Catatan Tentang Rencana Dosen Impor

Rencana pemerintah mendatangkan dosen impor menjadi pembicaraan yang ramai di kalangan pemerhati pendidikan. Sebagian kalangan menyambut baik kebijakan tersebut dan sebagian lagi memandang kebijakan tersebut se
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top