Iklan Sosial
 
Senin, 2 April 2018 | 14:16:25
OPINI

Optimalisasi Peran PELAKOR di Sekolah

Oleh: Hardianto

Sebarkan:
Istimewa
Hardianto
Pada saat ini istilah PELAKOR marak terdengar di berbagai media. PELAKOR diidentikkan dengan makna yang tidak baik, karena menjadi perusak rumah tangga dalam meraih kebahagiaan. Dalam tulisan ini, PELAKOR dilihat dari makna yang berbeda dan dinilai penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

PELAKOR di sini merupakan kegiatan yang mesti dioptimalkan agar lembaga pendidikan mampu memberikan kualitas layanan yang baik. PELAKOR (PErencanaan, LeAdership dan KOoRdinasi) merupakan sebagian fungsi dalam kegiatan manajemen. Peran PELAKOR harus selalu dioptimalkan guna mencapai tujuan pendidikan yang maksimal.

Perencanaan secara sederhana diartikan sebagai penetapan langkah-langkah serta sumber daya yang digunakan agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Dalam lembaga pendidikan peran perencanaan terkadang sering terabaikan.

Pelaksanaan pendidikan di sekolah sering dipahami sebagai kegiatan rutin yang tak perlu direncanakan. Kegiatan pendidikan cenderung dilaksanakan mengikuti kebiasaan sehingga menghasilkan sesuatu yang biasa pula. 

Permasalahan lain yang berkenaan dengan perencanaan pendidikan adalah perencanaan hanya dipandang sebagai persyaratan administratif saja. Perencanaan yang dibuat hanya untuk dipajang dan sebagai bukti bahwa telah dibuat.

Bahkan, karena perencanaan dipandang sebagai persyaratan administratif, ada yang membuat perencanaan dengan mencontoh (copy paste) dari perencanaan lembaga/ sekolah lain.

Perencanaan harus disusun berdasarkan sumber daya dan lingkungan yang dimiliki organisasi. Perencanaan dapat dibuat dengan memperhatikan Kekuatan, Kelemahan, Hambatan atau Tantangan serta Peluang yang dimiliki organisasi. Setiap sekolah harus membuat perencanaan yang baik dan melaksanakan perencanaan tersebut secara konsekuen.

Leadership atau kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk bekerja ataupun bekerja sama agar tujuan organisasi tercapai. Dalam memilih sosok pemimpin lembaga pendidikan (kepala sekolah) mesti perlu memperhatikan kriteria menjadi seorang pemimpin yang baik.

Kepala sekolah harus dipilih berdasarkan kompetensi yang dimilikinya bukan berdasarkan hal lain. Ketika unsur lain dimasukkan dalam memilih dan mengangkat kepala sekolah maka kemunduran dan kegagalan sekolah yang akan didapatkan.

Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan kepala sekolah harus memiliki lima kompetensi, yaitu kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.

Pemilihan dan pengangkatan kepala sekolah mutlak dilakukan dengan memperhatikan lima kompetensi tersebut. Calon kepala sekolah yang tidak memiliki persyaratan tersebut tidak bisa dipilih, begitu juga kepala sekolah yang tidak memiliki kompetensi tersebut dituntut segera untuk memilikinya.

Kompetensi manajerial merupakan kemampuan dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya seperti mampu menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif, mengelola sumberdaya sekolah secara optimal dan sebagainya.

Kompetensi kewirausahaan seperti mampu menciptakan inovasi dalam mengembangkan sekolah dan bekerja keras serta pantang menyerah dalam menghadapi persoalan yang dihadapi sekolah.

Kompetensi supervisi seperti kemampuan merancang dan melaksanakan supervisi serta menindaklanjuti hasil supervisi yang telah dilaksanakan. Kompetensi kepribadian seperti berakhlak mulia dan berintegritas serta visioner. Kompetensi sosial seperti kemampuan bersosialisasi dengan sivitas kolah dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Koordinasi merupakan sinkronisasi antar bagian dari unit organisasi agar bekerja sama mewujudkan tujuan.

Sekolah merupakan sistem terbuka yang memiliki bagian atau bidang tertentu seperti bidang kesiswaan, bidang kurikulum dan bidang sarana prasarana. Semua bidang tersebut harus saling berkoordinasi agar langkah-langkah yang dilakukan bisa sejalan dalam mewujudkan visi sekolah.

PELAKOR (Perencanaan, leadership dan koordinasi) harus selalu dioptimalkan guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Semua pihak diharapkan memberikan kontribusi maksimal guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Tantangan zaman now dalam kehidupan berbangsa dan bernegara salah satunya dapat diatasi dengan memajukan pendidikan. ****

Penulis adalah Dosen Prodi Pendidikan IPS Universitas Pasir Pengaraian & Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 17 Juli 2018 | 10:38:51

Bela Putin, Trump Heran Rusia Dituduh Intervensi Pilpres AS

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, berlawanan sikap dengan badan intelijen AS dan justru membela Vladimir Putin soal tuduhan intervensi Rusia dalam Pemilihan Presiden 2016. Sikap Trump mengemuka seusa
Selasa, 17 Juli 2018 | 10:34:13

KPK Temukan Dokumen Skema Kerja Sama Kasus Suap PLTU Riau-1

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga tempat dalam semalam terkait dugaan suap PLTU Riau-1. Hasilnya, KPK menemukan dokumen skema kerja sama proyek pembangunan tersebut. "Cukup banyak d
Selasa, 17 Juli 2018 | 10:28:35

KPK Blokir Rekening Gubernur Irwandi Yusuf dan Tersangka Suap Dana Otsus Aceh

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening para tersangka kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018, termasuk Gubernur non-akt
Selasa, 17 Juli 2018 | 10:27:36

Nasdem: Gerakan Separatis Sama Buruknya dengan Teroris

Jakarta - Ketua DPP Nasdem Syahrul Yasin Limpo memandang upaya gerakan separatis dinilainya sama dengan perilaku teroris. Sebab, dia menilai tindakan separatis mengganggu upaya bangsa Indonesia terus beke
 
Berita Lainnya
Jumat, 6 Juli 2018 | 15:14:19

Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara.  Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia terc
 
Minggu, 27 Mei 2018 | 12:22:31

Bersatu Melawan Aksi Terorisme

Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tertentu. Korb
 
Minggu, 20 Mei 2018 | 16:47:03

Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan tentang terorisme. Dalam waktu yang berdekatan terjadi penyerangan di Surabaya sampai penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru.Seluruh masyarakat
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:07:41

Laku Ekoteologi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kini sudah paruh akhir bulan Sya'ban menurut kalender Hijriyah atau ruwah menurut kalender Jawa. Arti­nya sebentar lagi, umat Islam sedua akan masuk pada bulan suci Ramadan atau pasa. Teologi Islam me
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:03:05

Mendesak Presiden Terbitkan Perppu Antiterorisme

Pemerintah dan DPR belum menemui titik temu ihwal pengesahan RUU Antiterorisme. Bersebab itu, publik mendesak Pre­siden terbitkan Perppu Antiterorisme sebagai langkah cepat dan antisipatif ketimbang menung
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:41:14

Aksi Terorisme Merusak Penganut Agama

Rasa nasionalisme yang menurun akibat adanya masalah terorisme. Tergambar dari para pelaku bom bunuh diri yang sebagaian besar adalah anak muda. Mereka bagian dari masyarakat Indonesia yang terpengaruh oleh dok
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:15:43

Bersatu Melawan Teroris

Rentetan aksi terorisme yang terjadi belakang ini merupakan ancaman nasional (national threat). Para pelaku teror tidak mengenal ruang dan waktu. Mereka melakukan aksinya di setiap ada kesempatan, dengan a
 
Minggu, 22 April 2018 | 13:54:18

Catatan Tentang Rencana Dosen Impor

Rencana pemerintah mendatangkan dosen impor menjadi pembicaraan yang ramai di kalangan pemerhati pendidikan. Sebagian kalangan menyambut baik kebijakan tersebut dan sebagian lagi memandang kebijakan tersebut se
 
Senin, 2 April 2018 | 14:16:25

Optimalisasi Peran PELAKOR di Sekolah

Pada saat ini istilah PELAKOR marak terdengar di berbagai media. PELAKOR diidentikkan dengan makna yang tidak baik, karena menjadi perusak rumah tangga dalam meraih kebahagiaan. Dalam tulisan ini, PELAKOR dilih
 
Senin, 19 Februari 2018 | 14:55:40

Stop Kekerasan di Sekolah

Belum hilang ingatan pada tragedi penganiayaan siswa terhadap guru, yang berujung pada kematian pak Ahmad Budi Cahyono guru Seni Rupa SMA N 1 Torjun Sampang Madura, dunia pendidikan kembali dikagetkan oleh peng
 
Selasa, 13 Februari 2018 | 14:47:45

Pilkada Riau Milik Rokan Hilir

Pemilihan kepala daerah Riau tahun ini benar - benar milik Rokan Hilir, kenapa tidak, setelah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau Senin 12/2/2018 kemarin dan dilanjutkan deng
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 06:21:25

Refleksi HPN 2018, Jurnalisme itu Tanggungjawab Moral

TANGGAL 9 Februari diperingati se­ba­gai Hari Pers Nasional (HPN). Tahun ini pe­­­ringatan HPN akan diada­kan di Su­ma­tera Barat. Rencananya, Pre­siden Jo­kowi bersama Menteri Kabinet dijad­wal­kan a
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 06:11:04

Tipikor Bukan Kejahatan Luar Biasa!

LEWAT pertengahan 2017, dunia hukum Indonesia diting­kahi hal yang jika direspon selintas kesannya biasa-biasa saja. Apakah gerangan hal di­mak­­­sud? Pernyataan yang dilontar­kan Ketua Panitia Kerja (Panj
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 05:53:29

Wabah McDonaldisasi Jelang Pilkada dan Pilpres

POLITIK "Jalan Tol" kini sedang men­jang­kiti partai politik dan menjadi wajah baru dunia perpolitikan tanah air. Partai politik yang seyogyanya bertugas untuk melahirkan kader-kader yang be
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 05:44:12

Citizen Journalism dan Media Sosial Beretika

MENYAKSIKAN maraknya be­rita-berita yang ada di media sosial, orang tua serta negara perlu menjadi pe­risai yang kuat untuk karakter anak. Tak jarang pula berita tersebut sama sekali tidak bermanfaat bahka
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top