Iklan Sosial
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 06:11:04
Opini

Tipikor Bukan Kejahatan Luar Biasa!

Oleh: YS Rat, SH

Sebarkan:
(Foto: Internet)
Ilustrasi

LEWAT pertengahan 2017, dunia hukum Indonesia diting­kahi hal yang jika direspon selintas kesannya biasa-biasa saja. Apakah gerangan hal di­mak­­­sud? Pernyataan yang dilontar­kan Ketua Panitia Kerja (Panja) Ran­cangan Undang-Undang Kitab Un­dang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) DPR, Benny K Harman, bah­wa tindak pidana korupsi (tipikor) bukan lagi kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime.

Memang terkesan biasa-biasa saja jika direspon selintas. Kesan bagai­ma­­na pula yang mengemuka jika di­cer­mati secer­mat-cermatnya? Dari­pa­danya sangat mungkin menyentak pe­ra­ngah: Luar biasa, tipikor tak keja­hat­an luar biasa!

Mempertanyakan mengapa pera­ngah yang sedemikian itu dimung­kin­kan, justru jawabnya secara tersirat ada pada per­nyataan plus alasan Benny K Har­man tentang tipikor yang me­nu­rutnya bukan lagi kejahatan luar biasa.

Diberitakan detik.com, Kamis (6/7/2017), Benny K Harman di Gedung DPR, Jakarta Pusat, di hari yang sa­ma, mengatakan tipikor sekarang su­dah mengalami pergeseran dari extra or­dinary crime menjadi ordi­nary crime. Sebaliknya, menurut dia, yang men­jadi extra ordinary bukan keja­hatannya tapi badan yang me­ne­gak­kan hukum.

Dia pun beralasan, korupsi sema­kin marak, merupakan keja­hatan bia­sa dan dilakukan orang-orang biasa mu­lai kepala desa. Dikatakannya, da­hulu tipikor merupakan extra ordina­ry crime karena berdampak massif dan dilakukan pejabat kelas atas. Da­lam hal ini sangat jelas Benny K Har­man berpandangan, tipikor seba­gai extra ordinary crime atau bukan di­da­sarkan pada bagaimana dampak dan siapa pelakunya.

Tentu sangat dimaklumi, selepas Benny K Harman melon­tarkan per­nya­taan tipikor bukan lagi extra or­dinary crime, mem­buncahlah respon tak sependapat dari sejumlah kala­ngan. Di antaranya Wasekjen PKS, Mar­dani Ali, menegaskan tipikor ma­sih extra ordi­nary crime karena dam­pak­nya massif dan berpotensi menim­bul­kan kerugian negara sangat besar. "Kalau dianggap korupsi nggak extra ordinary crime, itu sebuah kemun­dur­an," ujarnya, Jumat (7/7/2017/de­tik.com).

Wasekjen Golkar Ace Hasan Syad­zily, juga berpendapat ko­rupsi masih extra ordinary crime karena berdam­pak besar pada keuangan negara. Melalui pesan singkat, Jumat (7/7/2017/detik.com), dia mengemukakan menurut pandangannya ko­rupsi ma­sih merupakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime karena sa­ngat jelas menggerogoti keuangan ne­gara dan merugikan masyarakat.

Daripada mempertemulagakan pen­dapat di antara mereka, yang ma­sing-masing pastilah punya dasar dan menganggap benar pendapatnya, se­baik­nyalah dicermati ketentuan yang berkenaan dengan keberadaan tipikor sebagai extra ordinary crime.

Di dalam konsideran "menim­bang", butir a, pada UU No­mor 20 Ta­hun 2001 tentang Perubahan atas UU No­mor 31 Ta­hun 1999 tentang Pem­be­­­­rantasan Tindak Pidana Korupsi di­nyatakan; tindak pidana korupsi yang selama ini terjadi secara meluas, tidak hanya merugikan keuangan ne­gara, tetapi juga telah merupakan pe­lang­gar­an terhadap hak-hak sosial dan eko­nomi masyara­kat secara luas, se­hingga tindak pidana ko­rupsi perlu digolongkan sebagai kejahatan yang pemberan­tasannya harus dilakukan secara luar biasa.

Paparan di dalam konsideran "menimbang" pada suatu UU sesung­guh­nya merupakan di antara pertim­ba­ngan yang men­dasari disusunnya UU dimaksud. Karenanya, tak bisa di­pungkiri bahwa kalimat konsideran "menimbang", butir a, pada UU No­mor 20 Tahun 2001 tentang Peru­ba­h­an atas UU Nomor 31 Tahun 1999 ten­tang Pemberantasan Tindak Pida­na Korupsi itu menegaskan tipikor me­rupakan extra ordinary crime se­hingga upaya pemberantasannya pun harus dilakukan secara extra ordinary. Lagian, ngapainlah bersusah-susah pakai cara luar biasa kalau yang akan diberantas bukan hal yang luar biasa alias biasa-biasa saja?

Dengan demikian, tipikor sebagai extra ordinary crime tak terbantah­kan, karena berdasarkan ketentuan yang mengaturnya memang demi­kian­­lah bekeradaannya. Justru alasan Ben­ny K Harman, tipikor tak lagi extra ordinary crime karena sekarang se­makin marak atau biasa terjadi dan pe­lakunya sudah tak terbatas di antara kalangan pejabat kelas atas tapi juga orang-orang biasa mulai kepala desa, me­rupakan keadaan-keadaan yang sa­ngat menggambarkan tipikor seba­gai extra ordinary crime.

Sangatlah aneh menganggap tipi­kor bukan lagi extra ordinary crime, padahal sudah jelas semakin marak dan kerap terjadi. Kalaupun pelaku­nya tak terbatas lagi di antara pejabat kelas atas, bahkan orang-orang biasa mulai kepala desa pun kini ada yang melakukannya, malah semakin mem­per­tegas tipikor merupakan extra ordinary crime. Karena orang biasa saja sudah ikut-ikutan melakukannya, padahal sudah jelas penuh risiko dan bukan kerja gampangan, berarti keadaannya sudah sangat luar biasa.

Kalau tipikor bukan lagi extra ordinary crime, berarti hu­kuman ter­hadap para pelakunya cukuplah yang ringan-ringan saja? Andai de­mi­kian, kian membesarlah pera­ngah: Luar bia­sa, tipikor bukan kejahatan luar bia­sa! ***

* Penulis sastrawan dan wartawan.

sumber:analisadaily.com

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 18 Januari 2019 | 19:52:42

Tumbang Kebun Sawit Warga, PLN Rohul Tanpa Koordinasi

ROKAN HULU - Pemasangan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) oleh pihak PLN  yang merupakan perusahaan negara yang tengah bekerja  di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul),Riau banyak bermasalah teruta
Kamis, 17 Januari 2019 | 21:08:45

PGRI Rohul Komit Bela Marwah Guru, Guru SMA Pagaran Tapah Polisi kan Pemilik Kos

ROKAN HULU  - Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau dibawah kepemimpinan Ketua DR Adolf Bastian M.Pd, Komitmen memperjuangkan nasib dan marwah para guru di da
Kamis, 17 Januari 2019 | 21:04:38

BAZNas Rohul Serahkan Bantuan Rumah Sehat Layak Huni ke Warga Desa BPTJ

ROKAN HULU -  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Rabu (16/1/2019) kemarin, menyerahkan bantuan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH) ke Rosidah, warga Desa Bangun Pura Timur Jaya (BPT
Kamis, 17 Januari 2019 | 20:57:18

TP4D Rohul Berikan Penerangan Hukum Kepada Aparat Desa Se-kecamatan Rambah

ROKAN HULU - Besarnya Kucuran Dana Desa ibarat pisau bermata dua. disatu sisi, gelontoran miliaran Dana Desa memacu pembangunan pedesaan. Namun disisi lain, Dana Desa juga telah banyak menjerat aparat desa, kar
 
Berita Lainnya
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:50:06

Pelecehan di Dunia Akademik

Beberapa waktu yang lalu kita mende­ngar seorang maha­siswi S3 mem­polisi­kan rektor sebuah PTS kare­na di­lempar disertasi. Ikhwalnya, sebagai­mana diberitakan banyak media, m­a­hasiswi S3 tersebut menjelaskan
 
Minggu, 13 Januari 2019 | 07:29:18

Prostitusi, Hukum dan Moralitas

Di tengah kasak-kusuk Pemilu 2019, sua­sana awal tahun menda­dak heboh dengan keberhasilan Polda Jawa Timur memergoki sekaligus me­nangkap VA, AS dan R terkait kasus pros­titusi di Surabaya. Kendati prostitusi
 
Minggu, 6 Januari 2019 | 07:57:54

Bencana Alam di Awal 2019

TAHUN 2019 telah diawali dengan ben­cana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Ke­­camatan Cisolok, Kabu­pa­ten Suka­bu­mi, Jawa Barat.  Bencana tersebut te­lah  merenggut puluhan jiwa manusia d
 
Rabu, 5 Desember 2018 | 14:20:45

Korupsi Masa Orba, Ini Pernyataan Ahmad Basarah

Pertama, saya ingin letakkan dulu konteks dan teks pernyataan media saya tentang mantan Presiden Soeharto. Saya ditanya oleh teman-teman media tentang pernyataan Capres Pak Prabowo di forum internasional yang m
 
Kamis, 27 September 2018 | 13:10:16

Eksistensi TNI Dalam Pendidikan Karakter Bangsa

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai semua aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dan dialog di media elektronik.
 
Kamis, 20 September 2018 | 11:11:18

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi
 
Jumat, 14 September 2018 | 10:43:17

Sejarah Membuktikan, Papua adalah Indonesia Sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Tidak banyak orang Papua yang tahu bahwa saat anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bersidang pada tanggal 14 Juli 1945, para founding fathers negara Indonesia itu telah
 
Rabu, 29 Agustus 2018 | 21:37:37

Kenapa Jokowi Berpelukan dengan Prabowo

Peristiwa yang membuat warga Indonesia terharu saat ini ketika melihat kedua calon presiden  Indonesia, Jokowi dan Prabowo  berpelukan. Keduanya berpelukan setelah Hanifan Yunadi Kusumah yang merupaka
 
Jumat, 27 Juli 2018 | 16:01:51

Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Gema Takbir berkumandang membahana ada dimana-mana sebagai pertanda perayaan Idul Fitri 1439 H tahun ini, karena umat Muslim telah berhasil melewati ujian untuk menahan hawa nafsu selama sebulan penuh melaksana
 
Selasa, 24 Juli 2018 | 13:39:27

PERANG DAGANG USA vs CHINA

Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu U
 
Jumat, 6 Juli 2018 | 15:14:19

Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara.  Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia terc
 
Minggu, 27 Mei 2018 | 12:22:31

Bersatu Melawan Aksi Terorisme

Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tertentu. Korb
 
Minggu, 20 Mei 2018 | 16:47:03

Cegah Terorisme Dengan Pendidikan

Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai saat ini hangat dibicarakan tentang terorisme. Dalam waktu yang berdekatan terjadi penyerangan di Surabaya sampai penyerangan Mapolda Riau di Pekanbaru.Seluruh masyarakat
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:07:41

Laku Ekoteologi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kini sudah paruh akhir bulan Sya'ban menurut kalender Hijriyah atau ruwah menurut kalender Jawa. Arti­nya sebentar lagi, umat Islam sedua akan masuk pada bulan suci Ramadan atau pasa. Teologi Islam me
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:03:05

Mendesak Presiden Terbitkan Perppu Antiterorisme

Pemerintah dan DPR belum menemui titik temu ihwal pengesahan RUU Antiterorisme. Bersebab itu, publik mendesak Pre­siden terbitkan Perppu Antiterorisme sebagai langkah cepat dan antisipatif ketimbang menung
 
 
 
Terpopuler

1

13 Jan 2019 07:50 | 268 views
Opini
Pelecehan di Dunia Akademik

2

13 Jan 2019 07:29 | 199 views
Opini
Prostitusi, Hukum dan Moralitas
 
 
 
 
 
 
Top