Produk
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:28:55
Opini

Tahun Baru, Semangat Baru Melawan Narkoba

Oleh: Fransisca Ayu K

Sebarkan:
analisadaily.com
Ilustrasi

Tahun 2018 sudah dimasuki. Perta­ru­­ngan hidup untuk men­capai kebaikan te­­rus berjalan. Kita terus ber­ikhti­ar me­ma­­jukan nilai-nilai kemas­la­hatan dan men­jauhi serta memerangi ke­ja­hatan serta kebatilan untuk mencip­ta­kan spirit humanitas di tahun baru ini.

Satu hal yang pasti, di tahun 2018 ini, bangsa ini harus te­rus melakukan pe­pe­ran­gan masif terhadap narkoba, salah sa­tu musuh terbesar peradaban. Pemerin­tah se­jauh ini terus mela­kukan perang ter­ha­dap narkoba dari segala dimensi. Badan Nar­kotika Nasional telah menem­bak mati 79 tersangka ka­sus narkoba sepanjang 2017 dan berhasil membong­kar 46.537 ka­sus dan 27 kasus tindak pidana pencu­cian uang yang bersumber dari kejahatan nar­koba. Petugas gabu­ngan dari BNN, Bea Cu­kai, dan Polri me­nyita barang bukti 4,71 ton sabu-sabu, 151, 22 ton ganja, dan 2.940.748 butir eks­tasi. Ba­rang-barang lak­nat tersebut ter­­nyata sudah beredar luas di tangan-ta­ngan pihak yang tak bertang­gung ja­wab, bahkan ke generasi muda, ca­lon pe­mimpin bangsa. Data-data di atas ha­­nya gunung es dari fakta yang sebenar­nya.

Kepala BNN Budi Waseso menyata­kan narkoba telah ma­suk dan merambah ke kalangan pelajar dengan berbagai ben­­tuk dan jenis. Sebagian tersangka yang di­tangkap petugas ber­usia belasan ta­hun hing­ga 30-an tahun. Sungguh se­buah fak­ta yang merisaukan, jika sekolah yang di­anggap sebagai tempat pembe­nih­an nilai akh­lak dan moral justeru ikut disikat nar­koba. Kita selama ini mungkin terlena de­ngan euforia kebe­basan dan hedonisme yang menjamah hidup gene­ra­si muda se­hingga filter terhadap ke­mak­siatan nar­koba di kalangan ma­sya­rakat remaja tidak lagi menjadi per­gu­mu­lan bersama yang perlu dicarikan jalan keluar.

Sasaran empuk

Kini hanya dalam hitungan waktu, kita sudah menjadi sa­sar­an empuk pasar peredaran narkoba internasional. Negara luar berlomba-lomba memasarkan ba­rang ilegal nan nista tersebut dengan me­man­faatkan celah-celah teritorial yang ada. Hukum jual-beli konsumsi narkoba ter­jadi dengan sempurna di negeri ini. Apa­lagi kita memiliki jumlah penduduk yang besar, dengan permasalahan kom­pleks yang menyisakan masa­lah bertim­bun-timbun bagi penduduk, yang mana fe­no­me­na tersebut tentu saja menjadi sebuah pasar sangat meng­giurkan.

Para artis, pengusaha, tentara, polisi, po­­l­itisi, birokrat, guru, dosen, jaksa, ha­kim, dan lain-lain tidak kebal dan ikut men­­­jadi mangsa brutal narkoba. Mereka ke­­rap menjadikan narkoba sebagai ins­tru­­men pelarian diri dari masalah, mere­guk ketenangan se­saat nan palsu, karena pada ujungnya hanya akan mence­la­kakan diri dan orang lain. Tunas-tunas muda bangsa kerap terlihat dari media televisi, terkapar tak berdaya di­h­ajar jarum suntik barang laknat ter­sebut, menyiratkan dengan tegas bahwa bang­sa ini ada dalam intaian musuh be­sar, narkoba.

Bicara penegakan hukum, bukannya ne­gara ini tak berbuat apa-apa. Sudah ada beberapa napi narkoba yang ditem­bak mati, namun itu belum menjerakan. Ib­arat roh kesetanan yang menyeringai dari waktu ke waktu menyasar mangsa, para pengguna dan pengedar narkoba seperti tak kenal takut. Fulus menggiur­kan dari hasil penjualan narkoba terasa lebih kuat efeknya ketimbang ancaman hu­kum yang kerap kelai tidak ber­gigi, tidak serius dan konsisten, karena buk­tinya, oknum apa­rat hukum, banyak juga yang berbisnis barang hitam terse­but, mereka berdalih mencari sumber peng­ha­si­lan tambahan, tetapi bukan saja untuk kebutuhan hidup keluarga tapi juga un­tuk hidup foya-foya. 

Lembaga pemasyarakatan yang diha­rap­kan menjadi ruang pertobatan para napi narkoba justru telah menjadi "se­ko­lah" bagi para calon bandar. Sebagai­mana tes­ti­moni yang sering ter­de­ngar,  jus­teru dari da­lam LP narkoba dipro­duk­si dan di­ken­­da­­likan dengan jaringan ra­hasia yang sis­temik dan rapi. Sulit menyangkal adanya pe­tugas yang terli­bat, membekingi per­edar­an narkoba ter­se­but, karena salah sa­tunya mereka mem­­butuhkan fulus yang jum­lahnya tidak sedikit. Para petugas LP pun tiba-tiba bisa berubah hidupnya se­ke­jap, bah­kan bisa membeli barang mewah.

Untuk menarik perhatian calon peng­guna, kemasan narkoba pun kini tidak lagi hanya dalam bentuk serbuk, linti­ngan, dan pil. Kita tentu masih ingat pe­risti­wa penggerebekan di Diskotik MG Ja­karta Barat belum lama ini, di mana diskotik terse­but juga menjadi tempat mem­pro­duksi narkoba. Di situ ditemukan adanya sabu cair siap pakai dalam kemasan air minum. Inovasi kemasan narkoba ternyata makin hari makin kreatif dan berkembang, sepertinya lebih pamungkas dari kecepat­an dan kekuatan menyerbu dan membe­rantas barang tersebut.

Tak boleh diam diri

Kalau sudah begini,bangsa ini tak boleh lagi terus berdiam diri menyaksikan narkoba merajalela menawarkan kenikmatan dan surga fulus, lalu menghancurkan generasi bangsa. Mereka harus diselamatkan agar asa bangsa ini untuk menapaki ke­ung­­gulan seba­gai bangsa terhormat tak pupus. Para peng­edar narkoba tak boleh dimaafkan lagi. Hu­ku­man mati adalah sebu­ah keniscayaan bagi mereka, bukan karena ingin mereproduksi den­dam, tapi karena rasa mengasihi yang besar terhadap masa depan anak bangsa.

Bea Cukai bekerja sama dengan Polri dan BNN harus serius dan lebih berani meng­ung­kap, menggagalkan, dan menangkap orang-orang yang terlibat dalam penyalahgu­naan narkoba. Ko­mit­men Sri Mulyani, Budi Waseso, dan Kapolri Tito Kar­na­vian yang menjadikan institusi yang dipimpinnya men­jadi agen utama pemberantasan narkoba per­lu kita dukung, bahkan hal tersebut sudah selayaknya diikuti oleh institusi-insititusi lain sehingga barikade perlawanan narkoba ma­kin kokoh. Mereka sudah berkomitmen, jika ada anak buah mereka yang kedapatan terli­bat sebagai bagian dari kejahatan narkoba, maka mereka harus ditembak mati, tanpa kompromi. Ini sebuah revolusi sikap yang wajar dan harus. Kita tak ingin, orang-orang yang memahami selukbeluk peredaran kare­na me­miliki otoritas penindakan justeru ikut menjadi pelaku atau beking pengedar narko­ba. Kelompok tersebut layak disebut sebagai pengkhianat bangsa dan layak mendapat hu­ku­man berat lebih dari warga biasa.

Spirit tahun baru harus memberi semangat baru melawan nar­koba sesuai dengan peran masing-masing. Masyarakat dari seluruh ele­men harus bersatu memerangi narkoba. Lem­baga pendidikan jangan pernah henti me­ngedukasi bahaya narkoba. Para penge­muka agama harus terus mengedukasi masya­rakat tentang pentingnya hidup dalam keimanan dan menjauhi kebatilan. Kita jangan kalah cepat dari agen-agen narkoba tersebut. Sebab ini hanya masalah waktu. ***

Penulis adalah Pemerhati sosial

sumber:analisadaily.com

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 25 April 2018 | 17:01:18

Berbagai Kalangan Akui Keberhasilan DR Firdaus ST MT dan Ketokohan Rusli Effendi

MANDAU-Keberhasilan DR Firdaus ST MT dan ketokohan Rusli Effendi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terus mendapatkan pengakuan dari banyak kalangan.Makanya tak heran kalau dalam setiap kampan
Rabu, 25 April 2018 | 16:57:47

Cawagubri Rusli Effendi Bernostalgia di Pematang Pudu, Ini Harapan Warganya

MANDAU - Rusli Effendi yang datang Selasa 22/4 tanpa Firdaus bercerita kalau ia pada tahun 1980 silam pernah berkunjung ke daerah Pematang Pudi Permai ini, Dulu ia sering bertemu para tokoh masyarakat dan
Rabu, 25 April 2018 | 16:44:41

Begini Cara Pasangan Firdaus-Rusli Atasi Pengangguran di Duri

MANDAU - Meski berstatus sebagai kota Industri karena banyak perusahaan dan dan sejumlah industri berada di sana, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi masyarakatnya yang ternyata masih ba
Rabu, 25 April 2018 | 16:38:43

Ini Alasan Ibu-ibu Qosidah di Mandau Menyukai Firdaus-Rusli

MANDAU-Sekelompok ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Qasida Alfalah Kelurahan Gajah Sakti  terkagum dengan pasangan Firdaus-Rusli, terutama saat Rusli Effendy datang langsung menemui mereka."Kami
 
Berita Lainnya
Minggu, 22 April 2018 | 13:54:18

Catatan Tentang Rencana Dosen Impor

Rencana pemerintah mendatangkan dosen impor menjadi pembicaraan yang ramai di kalangan pemerhati pendidikan. Sebagian kalangan menyambut baik kebijakan tersebut dan sebagian lagi memandang kebijakan tersebut se
 
Senin, 2 April 2018 | 14:16:25

Optimalisasi Peran PELAKOR di Sekolah

Pada saat ini istilah PELAKOR marak terdengar di berbagai media. PELAKOR diidentikkan dengan makna yang tidak baik, karena menjadi perusak rumah tangga dalam meraih kebahagiaan. Dalam tulisan ini, PELAKOR dilih
 
Senin, 19 Februari 2018 | 14:55:40

Stop Kekerasan di Sekolah

Belum hilang ingatan pada tragedi penganiayaan siswa terhadap guru, yang berujung pada kematian pak Ahmad Budi Cahyono guru Seni Rupa SMA N 1 Torjun Sampang Madura, dunia pendidikan kembali dikagetkan oleh peng
 
Selasa, 13 Februari 2018 | 14:47:45

Pilkada Riau Milik Rokan Hilir

Pemilihan kepala daerah Riau tahun ini benar - benar milik Rokan Hilir, kenapa tidak, setelah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau Senin 12/2/2018 kemarin dan dilanjutkan deng
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 06:21:25

Refleksi HPN 2018, Jurnalisme itu Tanggungjawab Moral

TANGGAL 9 Februari diperingati se­ba­gai Hari Pers Nasional (HPN). Tahun ini pe­­­ringatan HPN akan diada­kan di Su­ma­tera Barat. Rencananya, Pre­siden Jo­kowi bersama Menteri Kabinet dijad­wal­kan a
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 06:11:04

Tipikor Bukan Kejahatan Luar Biasa!

LEWAT pertengahan 2017, dunia hukum Indonesia diting­kahi hal yang jika direspon selintas kesannya biasa-biasa saja. Apakah gerangan hal di­mak­­­sud? Pernyataan yang dilontar­kan Ketua Panitia Kerja (Panj
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 05:53:29

Wabah McDonaldisasi Jelang Pilkada dan Pilpres

POLITIK "Jalan Tol" kini sedang men­jang­kiti partai politik dan menjadi wajah baru dunia perpolitikan tanah air. Partai politik yang seyogyanya bertugas untuk melahirkan kader-kader yang be
 
Minggu, 11 Februari 2018 | 05:44:12

Citizen Journalism dan Media Sosial Beretika

MENYAKSIKAN maraknya be­rita-berita yang ada di media sosial, orang tua serta negara perlu menjadi pe­risai yang kuat untuk karakter anak. Tak jarang pula berita tersebut sama sekali tidak bermanfaat bahka
 
Minggu, 28 Januari 2018 | 11:23:28

Tahun Politik dan Orang-orang Licik

Kekuasaan memang demiki­an menggoda dan banyak orang yang tidak sanggup untuk mengendalikan­nya. Alih-alih dia menjadi pengendali ke­kuasaan, sering kali seorang pe­nguasa menjadi budak kekuasaan. Ke­kuas
 
Minggu, 28 Januari 2018 | 11:15:33

Pendidikan Gempa dan Audit Gedung Bertingkat

Gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Rich­ter menggun­cang lima provinsi yakni Banten, Jakarta, Lampung, Jawa Barat danJawa Tengah, Selasa (23/1/2018) lalu. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geo
 
Minggu, 28 Januari 2018 | 10:55:13

Mengenang Pertempuran Heroik Laut Arafuru

Menjelang tengah malam tang­gal 15 Januari 1962, tiga kapal perang Indonesia berlayar di perairan Laut Arafuru untuk menyusup ke da­ratan Papua dalam rangka membe­bas­kan Papua (Irian Jaya) dari ceng­ke­r
 
Minggu, 28 Januari 2018 | 10:38:14

Rendahnya Teori Penilangan Petugas Kepolisian

Sore itu, Selasa 19 Desember 2017 ada­lah hari paling berkesan bagi penulis. Se­bab hari itu adalah hari dimana penulis akan ditilang anggota polisi di Jalan Yos Su­darso tepatnya di persimpanga
 
Rabu, 10 Januari 2018 | 22:23:03

Menciptakan Kesejahteraan Melalui Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan.Pendidikan itu diibaratkan investasi yang harus dilakukan dan dikelola dengan baik. Pembangunan dan pengembangan bidang lain tanp
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:28:55

Tahun Baru, Semangat Baru Melawan Narkoba

Tahun 2018 sudah dimasuki. Perta­ru­­ngan hidup untuk men­capai kebaikan te­­rus berjalan. Kita terus ber­ikhti­ar me­ma­­jukan nilai-nilai kemas­la­hatan dan men­jauhi serta memerangi ke­ja­hatan serta kebatil
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:26:08

Memaknai Ulang Mudik

Kita kembali sedang merayakan pe­ris­tiwa paling erotis di negeri ini: mudik. Apa itu mudik? Mudik sebenarnya hanya­lah sebuah peristiwa pulang kampung. Tetapi, bukan pulang kampung biasa. Ada banyak motif, has
 
 
 
Terpopuler

1

22 Apr 2018 13:54 | 277 views
Catatan Tentang Rencana Dosen Impor
 
 
 
 
 
 
Top