iklan Situs
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:20:30
Opini

Kisah Sampah di Malam Tahun Baru

Oleh: Ahmad Afandi

Sebarkan:
internet
ILustrasi

Perayaan malam tahun baru menjadi acara paling meriah di seluruh negara di dunia. Ketika malam pergantian tahun baru bia­sanya jutaan manusia berkumpul pada suatu tempat yang luas menantikan detik-detik pergantian tahun. Seluruh negara berpesta ketika malam, lalu membubarkan diri menjelang pagi. Hal yang indah dan paling berkesan adalah ketika detik pergantian tahun berdentang, se­tiap orang menyalakan kembang api, kemudian meledaklah kembang api di angkasa membentuk lingkaran indah bak dipenuhi warna kerlap kerlip cahaya. Ketakjuban akan kembang api ketika melihatnya de­ngan mata telanjang menjadi kebanggaan tersendiri bagi semua orang. Tidaklah hanya kesan indah kembang api saja yang menjadi sorotan kala itu. Ada persoalan memilukan yang juga berasal dari pe­rayaan setiap tanggal satu di bulan Januari tersebut, yakni kisah sampah yang tak diperdulikan semua orang yang ada di sana.

Di Jakarta, jumlah sampah pada perayaan tahun baru 2017 yang lalu berkisar pada angka 225 Ton. Yogyakarta, 220 Ton. Bandung, 30 Ton. Medan, 60 Ton. Data ini di­­per­oleh dari laporan laman resmi Dinas Kebersihan masing masing kota yang tersebutkan. Menurut data tersebut, jumlah sampah yang ter­tera di atas sudah mengalami penurunan volume dari perayaan tahun baru 2016. Meskipun setiap pemerintah kota memiliki cara tersendiri untuk menanggu­langi sampah pada malam tahun baru, namun berdasarkan keadaan sampah di lokasi perayaan, kiranya perayaan tahun baru perlu dipertanyakan esensinya. Mengapa harus dibarengi penumpukan sampah di jalanan selepas perayaan?

Kisah memilukan

Di Indonesia, pada waktu pergantian tahun, atau berkisar pada jam 00.00-01.00 waktu setempat, tertinggallah kisah memilukan di setiap tempat yang menjadi pera­yaan malam tahun baru. Berse­raknya sampah-sampah di tengah jalan yang sama sekali tidak ada yang memperdulikan. Secara tidak langsung pada malam itu setiap orang akan diberkahi hobi baru berupa senangnya membuang sampah secara sembarangan. Setiap orang akan senantiasa mudah mele­paskan sampah dari genggamannya hingga membanjiri jalan­an. Orang-orang tidak akan memperdulikan lagi jenis sampah yang dibuang, akibat dari membludaknya orang-orang yang ingin mera­yakan malam tahun baru. Tidak ada satupun kota yang terbebas sampah kala detik tahun baru telah berlalu.

Hanya ada sekitar satu jam saja, puluhan bahkan ratusan ton sampah harus ditalangi pemerintah dae­rah yang ber­sangkutan. Ke mana orang-orang yang membuang sampah? Tidak ada yang tahu, yang jelas pembuang sampah sudah meninggalkan jejak bahwa mereka juga ikut merasakan euforia malam tahun baru. Padahal jika sampah yang tersebar dimanfaatkan dengan baik tanpa harus disia-siakan akan berdampak baik bagi siapa saja yang mau melakukannya. Kalau diperhitungkan dengan cermat, satu jam saja bisa mencapai 20 ton sampah, lantas bagaimana jika perayaan tersebut berlanjut menjelang pagi atau setara 3-4 jam? Maka yang ada ialah menumpuknya sampah seba­nyak 60-80 Ton sampah. Masih me­nyoal sampah, belum lagi ke­mung­kinan yang lain. Perayaan malam tahun baru juga mengundang kejahatan. Kehilangan barang berharga seperti sepeda motor, handpone dan yang lain memang sering dialami orang-orang yang berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Andai sampah juga makhluk hidup seakan dia berko­mentar betapa mengenaskan nasibnya ditelantarkan di jalanan penuh debu. Diinjak jutaan orang yang padahal isi dari sampah yang terbuang sudah dimanfaatkan oleh orang tersebut. Esensinya, sampah tak selamanya berorientasi sebagai benda yang tidak bermanfaat bagi manusia bahkan lingkungan. Jenis sampah juga banyak yang bisa diman­faatkan untuk beberapa bidang kerajinan tangan yang bernilai rupiah. Setiap perayaan pergantian tahun baru malahan sampah yang ditinggalkan sekitar 80% adalah sampah non-organik yang dapat dimanfaatkan dengan cara didaur ulang. Sampah yang dimaksud berupa botol minuman, makanan yang dibungkus dalam kotak kemasan, ban bekas, kaleng dan masih banyak lagi. Jika pemanfaatan akan sampah ber­manfaat dilakukan secara komplit maka karya akan terlahir dengan sendirinya. Sampah juga ingin bermanfaat bagi kehidupan. Sampah organik bisa menjadi pupuk kompos yang menyuburkan segala jenis tanaman yang ada. Sudah begitu, masih saja hal tersebut menganggap sebelah mata sampah yang berguguran di tanah.

Perbaikan

Mirisnya melihat keadaan sampah ketika perayaan tahun baru membuat semua orang menanyakan apa pentingnya perayaan malam tahun baru? Ketika jelas berbicara mengenai manfaat dan mudharatnya (kelemahan), sudah barang tentu lebih banyak menghasilkan mudharatnya ketimbang manfaat yang ditorehkan. Pertama, perayaan malam tahun baru hanya menghabiskan uang (foya-foya). Untuk membeli petas­an dan kembang api guna memeriahkan malam tahun baru tidaklah sedikit nominalnya, sangatlah boros namanya. Kedua, sisa pesta perayaan pergantian tahun baru adalah sampah. Jejaknya hanya sampah yang bertebaran. Bukan malah menimbulkan ukhuwah (jalinan yang baik) malah mengacaukan pandangan dengan pemanda­ngan sampah yang ada.

Kedua poin tersebut menjadikan negara jauh tertinggal dengan kebiasaan masyarakat luar negara lainnya. Di Jepang, perayaan malam tahun baru tidak dengan hiasan sampah di lokasi perayaan. Semua orang tertib ketika detik-detik pergantian tahun dan juga saat berakhirnya pesta kembang api. Dan kabarnya menurut salah satu sumber, di Jepang itu dana untuk me­ngadakan pesta kembang api sudah diang­garkan oleh pemerintah yang diambil dari iuran rakyatnya juga. Sungguh mengesankan dan berbanding terbalik dengan negara kita. Untuk itu, kiranya perayaan malam tahun baru tidaklah amat penting untuk dirayakan, jika hanya berujung pemborosan dan juga meninggalkan kisah sampah yang menyedihkan.

Perbaikan pola fikir masyarakat dibenahi dari atas. Perlu tindak dan peraturan yang mengarahkan dari pihak peme­rintah. Bahwa perayaan malam tahun baru bisa dilakukan dengan hal yang bermanfaat. Gerakan dari para masyarakat yang me­ngarah langsung pada kebajikan bisa menjadi alternatif. Tidaklah harus meriah dan memanggil hiburan dari luar daerah. Rakyat butuh bimbingan, bukan suguhan yang menyesatkan. Perlulah kiranya sebuah per­kumpulan bermanfaat saat me­nyam­but tahun baru. Contoh, mela­kukan majelis taklim dengan be­bera­pa tokoh agama yang membawa manfaat banyak bagi masyara­kat. Kemudian yang lebih berkesan, mengarahkan masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang sebelumnya telah disediakan. Kiranya hal tersebut harus dibare­ngi dengan contoh terlebih dahulu. Betapa pentingnya menjaga lingku­ngan daripada merayakan malam tahun baru yang hanya beberapa jam saja.

Lingkungan yang sehat dengan tegas dikatakan adalah lingkungan yang terbebas dari sampah. Sampah menumpuk tak lagi berkisah baik, malah akan ada cercaan. Ka­tanya Indonesia masih kotor. Kata­nya Indonesia masih semba­rangan dalam bertindak. Tanpa fikir panjang terlebih dahulu akan dampak buang sampah sembarangan, tahu-tahu banjir sudah melanda. Kota sudah terhiasi dengan bungkus makan­an dan sampah organik yang menjijikkan. Tahun baru harus berubah, itu harapannya ke depan. Meskipun yang lalu berbeda. Takutnya ini malah menjadi kebiasaan. Dengan kata lain, selama peraturan membuang sampah tidak ada, maka tahun baru hanya mengisah kembali sampah yang memilukan. ***

Penulis peduli lingkungan, pegiat literasi di komunitas Fokus UMSU

sumber:analisadaily.com

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:50:46

6 Tahun Latihan Keras, Remaja Ini Mengklaim Siap Hadapi Kiamat

New Hampshire - Seorang remaja di Amerika Serikat (AS) mengklaim telah melatih diri selama enam tahun untuk bersiap menghadapi kiamat. Dilansir dari laman Mirror.co.uk, remaja bernama Alex Mason itu mer
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:43:48

Madrid terpuruk, bintang Bayern terkejut

Kinerja Real Madrid musim ini sangat buruk, hal itu sudah tak bisa terbantahkan lagi. Madrid adalah tim elit yang punya standar yang teramat tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa tim besar lain
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:42:22

Jelang Piala Presiden 2018, Arema mengaku punya modal berharga

Dendi Santoso menilai Arema memiliki modal apik jelang berlaga pada ajang Piala Presiden 2018. Kapten tim Arema FC ini menyebut, modal yang dimaksud adalah raihan positif timnya kala melakoni dalam tiga lag
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:41:02

Radius Bahaya Gunung Lokon Ditetapkan 1,5 Kilometer

MANADO - Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid R Bina mengatakan, radius bahaya Gunung Lokon sejauh 1,5 kilometer dari kawah. "Tidak boleh ada aktivitas di
 
Berita Lainnya
Rabu, 10 Januari 2018 | 22:23:03

Menciptakan Kesejahteraan Melalui Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan.Pendidikan itu diibaratkan investasi yang harus dilakukan dan dikelola dengan baik. Pembangunan dan pengembangan bidang lain tanp
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:28:55

Tahun Baru, Semangat Baru Melawan Narkoba

Tahun 2018 sudah dimasuki. Perta­ru­­ngan hidup untuk men­capai kebaikan te­­rus berjalan. Kita terus ber­ikhti­ar me­ma­­jukan nilai-nilai kemas­la­hatan dan men­jauhi serta memerangi ke­ja­hatan serta kebatil
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:26:08

Memaknai Ulang Mudik

Kita kembali sedang merayakan pe­ris­tiwa paling erotis di negeri ini: mudik. Apa itu mudik? Mudik sebenarnya hanya­lah sebuah peristiwa pulang kampung. Tetapi, bukan pulang kampung biasa. Ada banyak motif, has
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 07:20:30

Kisah Sampah di Malam Tahun Baru

Perayaan malam tahun baru menjadi acara paling meriah di seluruh negara di dunia. Ketika malam pergantian tahun baru bia­sanya jutaan manusia berkumpul pada suatu tempat yang luas menantikan detik-detik pergant
 
Minggu, 7 Januari 2018 | 06:41:54

Selamat Datang di Era Eksponensial

PROFESSOR Klaus Schwab, pendiri dan pe­mimpin eksekutif Forum Ekonomi Du­nia, dalam bukunya The Fourth In­dustrial Revolution, menyatakan bah­wa saat ini dunia tengah memasuki Re­volusi In­dus­
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 08:04:33

Memaknai Hari Natal

Seluruh umat Kristiani di berba­gai be­lahan dunia bersuka cita merayakan Na­tal pada setiap tanggal 25 De­sem­ber. De­mikian halnya dengan masyarakat Kristiani di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingg
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 07:52:16

Donald Trump, Phobia Korea Utara

Pasti masih banyak diantara pembaca yang mendengar dan mengingat ketika kampanye calon Presiden Amerika Se­rikat (AS), salah satu program Donald Trump (sebut saja Trump), jika menang kemudian akan mene­ra
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 07:24:02

Peran Perempuan Masa Kini

Perempuan sudah memiliki kesem­pat­an yang sama untuk berperan dalam hidup dan kehidupan, tidak ada lagi per­bedaan gender, diskriminasi dan sikap pembedaan lainnya walaupun di sisi yang lain perempuan teru
 
Minggu, 24 Desember 2017 | 07:05:53

Eksistensi Ibu dengan Kejadian Manusia

Dibalik peringatan Hari Ibu sesung­guh­­nya ada makna yang sangat besar ber­kaitan dengan proses kejadian ma­nu­sia di dunia ini. Lebih 14 abad yang lalu ketika belum ada tehnologi kedok­te­ran, belum dipah
 
Senin, 18 Desember 2017 | 10:43:10

Apakah Ketua Umum PDI Perjuangan Membual ?

Tatkala membuka Acara Pengumuman Bakal Calon Kepala Daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI-Perjuangan), Minggu 17/12/2017, DR (HC) Hj. Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum, menyampaikan risala
 
Senin, 18 Desember 2017 | 10:42:02

Setelah Andi Rachman-Suyatno Resmi Diusung Golkar dan PDIP, Bagaimana Nasib yang Lain?

Image politik di Riau masih terkesan kurang baik, karena banyaknya para pejabat yang berkorupsi dan banyak nya pertentangan pendapat antara satu dengan yang lain, Lima atau 10 tahun yang akan datang
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 10:15:41

Tak Pernah Jera Korupsi

Tak henti-hentinya nafsu korupsi di­pe­ragakan para politisi dan pejabat publik kita. Bukannya tambah ber­kurang perilaku ko­rupsi setelah se­genap ke­kuatan hukum melakukan operasi eli­minasi korupsi, na
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 10:04:15

Surin Pitsuwan dan Wajah Islam Thailand

Berawal dari sebuah keisengan mencari-cari berita se­putar ASEAN, tepatnya pada tahun 2014, saya diarahkan pada vi­deo pidato sekretaris jendral ASEAN. Saya sempat dibuat penasaran, dengan paras dan peraw
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 08:25:56

Korupsi Merajalela Sejak Ribuan Tahun Silam

Korupsi di negara Republik Indonesia sudah sangat me­rajalela. Sudah mem­bu­daya. Pelakunya tidak me­ra­sa takut ma­suk penjara. Pelaku korupsi di negeri ini tidak hanya dilaku­kan oleh kaum pri
 
Minggu, 17 Desember 2017 | 07:37:44

Mahatma Gandhi, Sandiaga Uno, dan Kota yang Fasis!

Jalan kaki adalah sebuah perayaan. Sabanhari, seorang ibu selalu sabar menunggui sekaligus melatih agar anaknya da­pat berjalan kaki. Sambil bernyanyi, Sang Ibu memegang-me­le­pas anaknya de­nga
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top