iklan Situs
 
Minggu, 12 November 2017 | 09:39:49
Opini

Ayo, Jadilah Pahlawan Lingkungan!

Oleh: Djoko Subinarto

Sebarkan:
internet
Ilustrasi
MENYUSUL wafatnya salah se­orang tokoh besar negeri ini beberapa wak­tu silam, sementara kalangan lang­sung mengusulkan kepada pemerintah agar sang tokoh yang telah wafat ter­sebut diberi gelar pahlawan nasional kar­ena dinilai yang bersangkutan telah me­miliki jasa yang besar kepada bangsa dan negara.

Memang, secara umum, nalar orang awam kebanyakan menilai bahwa pah­lawan itu adalah orang yang berjasa besar. Dalam skala luas, seorang pahlawan adalah seorang yang berjasa kepada bangsa dan negaranya. Dalam skala yang kecil, seseorang yang berjasa be­sar kepada keluarganya juga bisa di­sebut pahlawan.

Kendatipun demikian, sampai batas-batas tertentu, pah­lawan hanyalah se­buah gelar, sebuah titel, yang disemat­kan oleh pihak lain kepada seseorang. Pemberi gelar biasanya memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu da­l­am memberikan gelar pahlawan. Itu art­inya, gelar pahlawan bisa saja sangat sub­jektif. Seseorang yang Anda anggap sebagai pahlawan bagi diri Anda, mung­kin di mata orang lain hanyalah orang biasa yang tidak berarti apa-apa. Seorang pahlawan bagi suatu bangsa, belum tentu ia dinilai sebagai pahlawan oleh bangsa lainnya. Bisa jadi ia malah di­anggap sebagai musuh. Pun sebalik­nya.

Orang Inggris menyebut pahlawan sebagai 'hero'. Coba luangkan waktu sejenak untuk membolak-balik kamus The Advanced Learner's Dictionary Of Current English, niscaya Anda temui kata itu. 'Hero', sebagai kata benda, me­nurut kamus tersebut paling tidak mem­punyai dua definisi, yakni (1) boy or ­man respected for bravery or noble qua­lities; (2) chief man in a poem, story, play etc.

Mengacu pada definisi tersebut, maka pahlawan dalam kacamata orang Inggris memiliki dua dimensi. Pertama, dimensi dunia nyata dan kedua, dimensi dunia khayali. Dalam dimensi dunia nyata, seorang pahlawan adalah sese­orang yang dihormati karena ia me­miliki keberanian dan akhlak yang mulia. Sedangkan dalam dimensi kha­yali, yang dimaksud pahlawan itu ada­lah tokoh utama dalam sebuah cerita, puisi atau drama. Yang saya ketahui, biasanya tokoh utama dalam cerita, pui­si atau drama itu adalah tokoh-tokoh yang memperjuangkan kebaikan dan membasmi kejahatan.

Kalau ditilik asal-usulnya, kata 'hero' sangat boleh jadi berasal dari kata dalam bahasa Yunani kuna yaitu 'hera'. Secara harfiah, maknanya ada­lah pelindung atau penjaga. Dalam mitologi Yunani kuna sendiri, ada dewa ber­nama Hera, yaitu dewa yang men­jaga pernikahan. Berda­sar makna ini, seorang hero alias pahlawan agak­nya haruslah memiliki sifat melindungi atau sifat mengayomi.

Pahlawan lingkungan

Sesungguhnya, setiap orang bisa saja menjadi pahlawan: pahlawan bagi dirinya maupun pahlawan bagi orang lain. Dalam konteks lingkungan, setiap orang bisa pula menjadi pahlawan. Ya, pahlawan untuk lingkungan. Seperti kita ketahui, Bumi yang kita tinggali ini semakin lama semakin sakit se­hing­ga semakin tidak sehat untuk di­ting­gali.

Tak perlu jauh-jauh kita pergi untuk mem­buktikan betapa Bumi kita ini kian sakit. Lihat saja ke sekitar kita, di ka­wa­s­an perkotaan tempat kita tinggal, mi­salnya, kita bisa saksikan kemacetan lalu-lintas semakin parah saja. Di sam­ping membuat lingkungan kian tidak sehat, kemacetan juga menimbulkan gang­guan terhadap aktivitas bisnis dan eko­nomi. Dalam karyanya bertajuk Mea­suring the Economic Costs of Ur­ban Traffic Congestion to Business, Weis­brod et al (2003) menyebutkan bah­wa kemacetan menaikkan biaya per­ja­lanan, menaikkan biaya logistik serta me­nurunkan produktivitas.

Khusus terkait dengan dampak ke­se­hatan yang ditim­bulkan oleh polusi udara akibat kemacetan lalu-lintas, sejum­lah studi menyimpulkan bahwa po­lusi udara berkontribusi bagi mening­kat­nya antara lain penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit paru-paru dan penurun­an kecerdasan. Indonesia sendiri, seperti pernah dilaporkan Bloomberg, saat ini menduduki pering­kat ke-8 sebagai negara dengan tingkat pen­cemaran udara paling parah di se­luruh dunia.

Penyebab kemacetan lalu-lintas sendiri salah satunya adalah akibat dari kencederungan kita yang lebih suka menggunakan kendaran pribadi ketim­bang menggunakan kendaraan umum atau mengayuh sepeda maupun berjalan kaki. Sebagian dari kita mungkin saja begitu getol menge­luhkan soal kema­cet­an lalu-lintas. Ironinya, tidak sedikit dari mereka yang mengeluhkan soal ke­ma­cetan itu nyaris saban hari ke­mana-mana menggunakan kendaraan pri­badi. De­ngan demikian, mereka me­ngeluh, tetapi se­sungguhnya mereka sen­diri adalah ba­gian dari masalah yang mereka keluhkan.

Maka, untuk ikut mengatasi kema­cetan yang membuat lingkungan kita semakin tidak sehat ini, kita bisa mulai dari diri kita sendiri. Kita bisa menjadi pahlawan bagi lingkungan kita. Cara­nya cukup dengan mulai membiasakan untuk lebih sering menggunakan transportasi publik daripada mengguna­kan kendaraan pribadi. Untuk menem­puh jarak yang tidak terlalu jauh, kita cukup berjalan kaki atau mengayuh se­peda. Simpel, bukan?

Berjalan kaki maupun mengayuh se­peda selain membuat lingkungan se­makin bersih, juga membuat tubuh kita se­makin sehat dan bugar. Karenanya, ada baiknya kita biasa­kan di keluarga kita untuk lebih banyak berjalan kaki dan mengayuh sepeda, misalnya, untuk menuju kantor, sekolah, pasar maupun tempat-tempat lainnya.

Percayalah, Indonesia bakal semakin bersih dan semakin sehat serta semakin nyaman ditinggali apabila memiliki semakin banyak individu yang menjadi pahlawan lingkung­an. Karena itu, mari kita mulai berupaya menjadi pahlawan lingkungan dengan cara melakukan hal-hal kecil, hal-hal se­derhana, namun sejatinya akan sangat berarti bagi keles­tarian dan kesehatan lingkungan di sekitar kita.***

-Penulis adalah kolumnis lepas, gemar bersepeda

sumber:analisadaily.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 24 November 2017 | 20:26:43

Dua Guru Honor Asal Rohul Datangi Disdik Provinsi Riau

PEKANBARU- Terkait empat belas guru dan puluhan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Kepenuhan, yang beralamat di Desa Kepenuhan Baru, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang melakukan a
Jumat, 24 November 2017 | 20:12:09

PT Capela Medan PHK Karyawannya, Begini Kata PK SBSI 1992

PEKANBARU-Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) 1992, menyayangkan sikap dari PT Capella Medan Cabang Pekanbaru. Pasalnya, perusahaan tersebut, menghalangi pekerjanya untuk menjadi pen
Jumat, 24 November 2017 | 19:24:24

Lantik Kades Perigi Raja dan Kades Tanjung Melayu, Ini Pesan Bupati Wardan

KUINDRA - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melantik Kepala Desa Perigi Raja dan Kepala Desa Tanjung Melayu kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) di Gedung Persatuan Pemuda Perigi Raja, Jumat (24/11/17).Se
Jumat, 24 November 2017 | 19:20:05

Tragis, Istrinya Selamat Suaminya Belum Ditemukan, Simak Kisah Nelayan di Inhil Ini

RETEH - Abdul Satar alias Utoh (50 tahun), warga Parit 1 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, dilaporkan hilang di Perairan Batang Gangsal Kelurahan Pulau Kijang, saat kembali dari
 
Berita Lainnya
Minggu, 12 November 2017 | 10:38:49

Kepahlawanan dan Bela Negara

DALAM memperingati Hari Pahlawan 10 November pada tahun ini, sudah saatnya kembali merenungkan ba­gai­mana peranan strategis mahasiswa se­ba­gai kelompok pemuda terdidik untuk mere­fleksika
 
Minggu, 12 November 2017 | 09:50:42

Pahlawan Daerah, Solusi Ketatnya Seleksi Pahlawan Nasional

SETIAP memperingati Hari Pahlawan, Pre­siden Repubik Indonesia meng­umum­kan penganugerahan gelar pahla­wan ke­pada tokoh-tokoh yang dipandang layak me­nerimanya. Peng­anugerahan ini dila­k
 
Minggu, 12 November 2017 | 09:39:49

Ayo, Jadilah Pahlawan Lingkungan!

MENYUSUL wafatnya salah se­orang tokoh besar negeri ini beberapa wak­tu silam, sementara kalangan lang­sung mengusulkan kepada pemerintah agar sang tokoh yang telah wafat ter­sebut diberi gelar pahlawan n
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:49:19

Masih Pentingkah Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia?

Di Indonesia, bulan Oktober dikenal se­­­bagai bulan bahasa. Bahasa yang di­mak­­­sud tentu saja adalah bahasa per­sa­tuan negara kita, bahasa Indonesia. Satu per­­tanyaan yang langsung melintas di ke­­pa
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:32:28

Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Salah satu kekuatan terbesar bangsa ini dalam mem­pertahankan kemerdekaan adalah pemuda. Tepat sudah 85 tahun yang lalu pemuda Indonesia pada masa itu berkumpul dengan satu spirit untuk menunaikan kewajib
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 10:09:32

Pemuda dan Alternatif

Sebelum dimulai, mari merayakan hari Sum­pah Pemuda ini dengan baik. Ya, se­lalu saja menarik membincangkan pe­muda. Karena itu, di komunitas kami, TWF (Toba Writers Forum), kami lebih mengutamakan para p
 
Minggu, 29 Oktober 2017 | 09:52:13

Surat Kabar Indonesia di Zaman Penjajahan

Masyarakat Indonesia sejak 273 tahun silam sudah mengenal surat kabar (s.k). Demikian tulisan John Tebbel, seorang peraih anugerah Pulitzer 1972. John Tebbel adalah pakar jurnalistik yang menulis buku "Ka
 
Jumat, 20 Oktober 2017 | 13:33:08

3 Tahun Kepemimpinan Jokowi - JK, Menagih Nawacita di Bidang Pendidikan

Sebelum melenggang menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengungkapkan visi misinya jika terpilih menjadi pemimpin negara. Selama berlangsungnya masa kampanye,
 
Kamis, 19 Oktober 2017 | 07:55:05

Dilema Hukuman Rehabilitasi Narkoba

Seorang terpidana kasus narkoba, mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pemohon merasa dirugikan dengan berlakunya Pasal 112, Pasal 114, serta Pasal 127 UU Narkotika, yang me
 
Rabu, 18 Oktober 2017 | 21:25:36

Fokuslah Pada Isu-Isu Besar, Jangan Terkecoh Dengan Isu Kecil

Strategi perang Cina kuno dalam buku memancing Harimau turun gunung, 36 Strategi Perang Cina Kuno GAO YUAN yakni 'Mengecoh Langit Menyeberangi Lautan' adalah kata yg tepat untuk menggambarkan situasi d
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:53:58

Jubah Hakim Makin Kusam

KPK menangkap Ketua Penga­dilan Ting­gi Sulawesi Utara Sudiwardono di Ja­karta, Sabtu (7/10). SDW di­duga me­ne­rima suap senilai US$64 ribu dari ang­gota DPR RI dari Fraksi Golkar AAM. Setelah menjalani
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:40:13

Ihwal 5.000 Pucuk Senjata dan Pilpres 2019

Beberapa waktu yang lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan ada institusi non-militer yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia dengan mencatut nama Preside
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:19:24

Hari Surat dan Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi disambut semua kalangan, dari anak anak hingga orang tua. Namun, ternyata pengguna (user) teknologi komunikasi itu yang paling banyak ada­lah remaja. Fak­tanya remaja dan pelajar paha
 
Minggu, 15 Oktober 2017 | 09:54:49

Wisata Indah Bebas Sampah

Salah satu kebiasaan buruk ma­sya­ra­kat Indonesia adalah ge­mar mem­buang sampah disembarang tempat. Mung­kin selama ini, kita sering melihat orang-orang di sekitar kita dengan seenak udel­nya
 
Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:39:07

Pelajaran Penting Dari Kualifikasi Piala Dunia Tahun 2018

Babak kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai zona telah berakhir. Selain tuan rumah Rusia, dari zona Eropa telah diketahui 9 kontestan lain yaitu Portugal, Perancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Serbia, Islandia
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top